Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah

Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah
Episode 12: Ekstrakurikuler Aneh


__ADS_3

Lea menjadi tenggelam dalam pikirannya karena mengingat teman virtualnya, namun itu tidak berlangsung lama karena Lea segera kembali sadar dengan situasi lalu segera menjawab pertanyaan kakak kelas yang ada di depannya,


"Lea, aku biasanya dipanggil Lea oleh teman-temanku,"


Nathan yang mendengar itu segera mengangguk dan mulai memanggil dengan nama panggilan gadis yang ada di depannya itu,


"Lea, ya. Kalau begitu salam kenal ya,"


"Ya,"


Setelah saling berkenalan dan tahu satu sama lain, tidak ada lagi topik pembicaraan antara mereka berdua, ada beberapa kecanduan karena toh mereka baru pertama kalinya ini bertemu jadi tidak ada topik yang bisa mereka bicarakan. Lea tentu tidak menyukai hal-hal canggung ini segera mulai membuka kembali percakapan, terutama setelah melihat sebuah kamera yang dipegang oleh pemuda itu.


"Kak Nathan suka fotografi?"


Nathan yang mendengar pertanyaan itu segera menatap ke arah kamera yang ada di tangannya lalu segera berkata lagi,


"Itu benar, aku sedikit suka dengan hal-hal fotografi ini namun hasil jepretanku tidak sebagus itu bisa dibilang aku ini masih pemula dalam hal-hal ini,"


"Wow, walaupun begitu aku tetap merasa kamu pasti begitu hebat,"


"Aku tidak sehebat itu aku masih pemula pula,"


"Kakak pasti merendah, ini membuatku penasaran ingin melihat hasil jepretan kakak itupun kalau boleh,"


Nathan yang mendengar itu segera memberikan kamera itu kepada Lea, terlihat tidak keberatan membiarkan Lea untuk melihatnya. Lea awalnya hanya ingin basa-basi tidak mengira jika kakak seniornya itu benar-benar akan menunjukkan hasil jepretannya.


"Tentu saja, kamu boleh melihatnya,"


Lea yang tiba-tiba dipegangi kamera itu jelas merasa bingung karena ini pertama kalinya dirinya memegang kamera dan tidak tahu untuk melihat foto bagian apa. Nathan tentu saja memperhatikan gerak-gerik Lea yang terlihat kebingungan itu lalu segera mencoba memandu Lea untuk mencari tahu bagaimana cara menggunakan kamera itu.


Tangan Nathan lalu mulai menuju ke kamera itu, sempat bersentuhan dengan tangan Lea, mulai mengarahkan tangan leak kepada suatu tombol yang bisa menunjukkan hasil jepretan dari foto-foto sebelumnya.


Lea yang mendapatkan pendekatan semacam itu tiba-tiba jelas saja menjadi gugup, itu cukup wajar karena tidak pernah dekat ini dengan seorang pria, bahkan walaupun pernah tetap saja untuk didekati lawan jenis semacam ini jelas membuat sedikit gugup.


"Kamu bisa menekan tombol ini nanti ini akan menunjukkan beberapa foto yang aku ambil sebelumnya,"


Mendengar penjelasan itu Lea segera mengganggu dan mulai melihat kembali ke arah kamera, mengikuti saran dari pemuda yang ada di hadapannya itu menekan salah satu tombol di sana untuk melihat foto yang tersimpan.

__ADS_1


Ada beberapa foto bunga di sana, dan juga foto-foto tentang taman itu sepertinya diambil tidak lama hasil jepretannya cukup lumayan bagus.


"Aku merasa gambar-gambar ini diambil dengan sudut yang cukup bagus,"


"Aku masih merasa sedikit kurang dalam pengambilan foto itu,"


"Tapi menurutku ini sudah bagus kok mungkin karena aku sedikit amatiran jadi aku tidak benar-benar tahu bagaimana foto yang bisa diambil profesional itu,"


"Kamu sepertinya sangat suka memuji orang bukan? Kamu adalah seorang gadis yang baik,"


Lea yang tiba-tiba dipuji itu jelas wajahnya menjadi sedikit memerah karena merasa malu.


"Kak Nathan terlalu berlebihan aku hanya mengatakan hal yang sejujurnya,"


"Kalau begitu lihatlah lagi beberapa foto yang tersimpan di folder belakang, kamu nanti akan tahu perbedaannya antara foto yang diambil secara profesional dengan seorang pemula sepertiku,"


Lea tentu saja menjadi sangat penasaran dengan itu segera langsung menggundir galeri foto terus kebawah. Hal-hal berikutnya cukup membuat Lea terkejut, disana ada beberapa pemadangan di Sekitar sekolah juga, namun hasil jepertannya jelas-jelas sangat berbeda.


Setiap sudut benar-benar terlihat sempurna, ketika melihat salah satu foto itu ada beberapa emosi yang muncul misalnya saja seperti sebuah kenangan indah ketika berada di sekolah. Di sana terlihat foto-foto beberapa siswa yang sedang lewat di sekitar sekolah, menunjukkan kesan masa muda dan masa sekolah yang menyenangkan, apalagi ini diambil saat pagi hari juga ketika lebih sedikit siswa-siswi yang lewat.


Nathan memperhatikan bagaimana gadis yang ada di hadapannya itu segera merasa kagum dengan foto yang dilihatnya dia segera merasa cukup puas dan berkata,


"Benar bukan? Jika dibandingkan jepretan-jepretan itu hasil jepretanku benar-benar terlihat sangat pemula,"


Mendegar suara itu Lea segera sadar dari lamunannya itu dan berkata,


"Foto-foto ini benar-benar sangat bagus apakah ini benar-benar bukan kakak yang mengambilnya?"


Nathan yang mendengar itu segera tertawa dan berkata lagi,


"Tentu saja bukan aku jika aku bisa menjebret sebagus itu bukankah aku bisa memenangkan berbagai macam kompetensi fotografi?"


"Kakak ada benarnya, hasil foto ini benar-benar sangat bagus layak dipanggil milik Profesional. Ini membuatku jadi penasaran siapa yang mengambil foto-foto itu? Dan kenapa foto-foto itu ada di kamera kakak?"


Nathan yang mendengar pertanyaan itu hanya sedikit terdiam lalu segera tersenyum misterius sambil berkata,


"Ini sebenarnya bukan kamera milikku namun ini adalah kamera milik Ekstrakurikuler Fotografi di Sekolah ini, bisa dibilang ini adalah kamera milik sekolah,"

__ADS_1


Lea jelas merasa terkejut dengan hal itu dirinya tidak mengira ada ekstrakurikuler semacam itu di sekolah ini, karena sebelumnya dirinya tidak melihat hal-hal itu di papan pengumuman hal-hal seperti recruitment atau sesuatu tentang ekstrakurikuler fotografi.


"Eh? Ada Ekstrakulikuler semacam itu? Tapi kenapa aku tidak melihat ekstra itu di papan pengumuman,"


Nathan yang tiba-tiba ditanya itu segera menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena merasa cukup bingung juga bagaimana cara menjelaskannya.


"Ketua Ekstrakulikuler itu sangat galak, jadi aku pikir memang dia tidak akan mencari anggota baru untuk ekstrakurikuler itu,"


Lea yang mendengar itu jelas cukup terkejut juga membuat Lia menjadi semakin penasaran tentang ekstrakurikuler itu.


"Eh? Kenapa bisa begitu? Apakah itu Ekstrakulikuler yang penuh sampai tidak mengizinkan ada anggota baru?"


"Bagaimana ya, sebenarnya itu hanya nama ekstrakurikuler dalam nama, karena anggotanya sekarang hanya dia, awalnya aku anggota ekstrakurikuler fotografi namun karena aku kelas 3 sudah bukan lagi anggota resmi,"


Keterkejutan kembali muncul di benak Lea, apakah mungkin untuk ada ekstrakurikuler semacam itu?


Seolah Nathan mengerti bahwa Lea binggung, dia mulai segera menjelaskan hal ini,


"Ya, karena aku adalah anggota ekstrakurikuler itu awalnya ini begitu penuh karena banyak gadis-gadis yang bergabung untuk mencoba dekat denganku namun pada akhirnya hal-hal itu menjadi berantakan, Ketua sebelumnya Ekstrakulikuler ini menjadi marah, dan berniat mengusirku dan semua gadis-gadis itu keluar pada akhirnya aku berdiskusi dengannya agar membiarkan semua orang keluar kecuali aku dan orang-orang yang benar-benar memiliki bakat dalam foto, akhirnya di tingkat junior, hanya ada satu siswa dan juga aku yang memasuki kriteria kakak tingkat itu yang sekarang sudah lulus,"


"Lalu, orang itu yang menjadi ketua yang baru?"


"Itu benar, dia adalah tipe yang tidak menyukai kebisingan dan hal-hal merepotkan jadi dia sepertinya tidak tertarik untuk menambah lagi anggota setelah kelulusan kakak tingkat dan bahkan setelah Aku naik kelas tiga,"


"Eh? Jika tidak ada anggotanya semacam itu apakah sekolah tidak akan merasa dirugikan?"


"Hahaha, Sekolah tidak akan merasa protes karena ketua yang baru sudah menunjukkan prestasi yang dimilikinya dalam fotografi dengan memenangkan berbagai kompetisi sejak dia masuk, dan karena ini permintaan khusus orang itu, pada akhirnya Sekolah memberikan pengecualian dan membiarkan hanya dia yang merupakan anggota ekstrakurikuler itu, pembimbing Ekstrakulikuler juga tidak memiliki keluhan jadi begitulah sekarang ekstrakurikuler itu tidak banyak orang yang tahu,"


"Aku cukup terkejut ada hal-hal macam itu, jadi orang yang menjadi ketua itu ternyata benar-benar sangat hebat apakah foto-foto ini hasil jepretan miliknya?"


Nathan yang mendengar itu segera tertawa dan berkata,


"Tentu saja ini hasil jepretan miliknya benar-benar sangat keren bukan?"


"Ya, ini sangat indah,"


"Apakah kamu jadi tertarik dengan ekstrakulikuler fotografi ini? Aku melihat sepertinya kamu cukup antusias ketika melihat kamera itu,"

__ADS_1


__ADS_2