Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah

Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah
Episode 32: Tertangkap Basah


__ADS_3

Dua orang itu saling tatap dalam posisi itu untuk beberapa saat. Rey masih belum menjawab pertanyaan Lea, dan setelah menyadari posisinya yang saat ini begitu dekat dengan gadis itu, Rey menjadi canggung sendiri lalu berkata,


"Apakah kamu benar-benar masih ingin di atasku seperti ini?"


Lea awalnya tenggelam dalam pikirannya memikirkan kenapa pemuda itu diam diam mengikutinya?


Memikirkan apakah mungkin pemuda itu sebenarnya diam-diam khawatir padanya karena insiden sebelumnya?


Dibalik sikap dingin itu ternyata ada kelembutan yang yang diam dia sembunyikan, Pemuda itu yang bersikap keras di luar namun memiliki hati yang cukup baik.


Namun, sekarang Lea tersadar dari lamunan nya ketika mendengar kata-kata Rey, Lea mulai menyadari soal posisi yang dirinya memiliki saat ini. Dirinya yang ada diatasnya Rey, apalagi posisi ini terlihat cukup ambigu dengan jarak mereka yang begitu dekat.


Lea menjadi tiba-tiba gugup, dari jarak ini dirinya bisa mendengar nafas Pemuda dibawahnya itu, membuat detak jantungnya menjadi lebih keras. Dari jarak ini pula, Lea bisa melihat wajah tampan itu dari dekat, semakin dekat terlihat wajah itu benar-benar sangat indah.


Hidung mancungnya, juga bulu matanya yang sedikit letik, hal-hal yang begitu indah jika dilihat dari dekat.


"Hey? Kenapa kamu menatapku seperti itu?"


Rey yang ditatap boleh gadis yang ada di atasnya itu jelas menjadi cukup malu, rasa canggung di hatinya tiba-tiba muncul ketika di tatap seperti itu. Apalagi, Aroma wangi yang berasal dari tubuh Lea yang bisa Rey rasakan, sesuatu yang lembut dan menenangkan hati, ada sedikit perasaan candu ketika mecium aroma wangi.


Rey juga tahu, pikirannya menjadi semakin tidak benar jika memikirkan soal Lea.


Lea, yang juga malu akan tindakannya itu jelas segera bangun dari posisinya, begitu pula Rey. Sekarang dua orang itu berdiri dan saring terhadap hadapan satu sama lain. Sampai Lea akhirnya tersadar dari rasa malunya, tan kemudian kembali ingat untuk kembali ke bahasan sebelumnya.


"Kenapa kamu disini Rey?"

__ADS_1


Rey yang ditanya itu segera mencoba mencari alasan,


"Napa emang? Ini juga jalan nuju rumah gue lah,"


"Namun aku tidak pernah melihat kamu lewat sini,"


"Emangnya gue harus laporan sama lu gitu kalau mau lewat sini?"


Lea melihat bagaimana pemuda itu menjawab pertanyaannya dengan ketus.


"Jelas-jelas aku lihat bagaimana kamu mengikutiku,"


Rey yang mendengar itu segera pura-pura tertawa seolah mengejek gadis yang ada di depannya itu.


"Gue ngikutin lu? Mana ada, jadi orang jangan sok kegeeran deh,"


"Udahlah ngaku aja,"


"Apaan sih? Jangan kegeeran,"


Rey yang jelas kehabisan kata-kata itu mencoba melarikan diri dari sana, mulai berjalan duluan di depan Lea. Lea tentu saja tidak menyerah untuk mengintrogasinya dan segera menyusul berjalan di samping pemuda itu.


"Kamu khawatir padaku bukan?"


Rey kelas segera memalingkan wajahnya dan berkata dengan dingin lagi,

__ADS_1


"Ngapain pula khawatir sama lo?"


"Apakah kamu merasa bersalah tentang kejadian tempo hari?"


"Udahlah, jangan di bahas lagi, tan lagi kenapa lo jalan deket-deket sih? Nanti gimana kalau ada yang lihat?"


Ya, Rey juga tiba-tiba menjadi khawatir tentang bagaimana gadis itu mulai berjalan di sampingnya bagaimana nanti jika ada seorang preman atau salah satu musuhnya melihat mereka berdua?


Bagaimana jika nanti gadis itu diculik seperti tempo hari?


Rey merasa tidak sanggup hanya membayangkan nya saja.


"Kamu khawatir padamu,"


Rey yang akhirnya kehabisan alasan itu akhirnya berkata,


"Ya, gue memang sedikit khawatir, namun lu jangan geer dulu, ini nggak maksud apa-apa hanya bentuk tanggung jawab gue aja, jadi mending lu jauh-jauh jangan berdiri disamping gue deh,"


Lea yang mendengar itu entah kenapa hatinya dipenuhi dengan sukacita dirinya merasa senang tentang bagaimana pemuda itu ternyata khawatir padanya. Jadi tebakan nya benar soal kenapa pemuda itu mencoba jauh darinya?


Takut jika insiden itu terjadi padanya sangat lagi?


Lea juga melihat bagaimana telinga pemuda itu, saat ini sedikit memerah mungkin merasa malu setelah melakukan pengakuan?


Ternyata, dia cukup lucu juga.

__ADS_1


Lea diam-diam tertawa di dalam hatinya benar-benar merasa senang.


__ADS_2