Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah

Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah
Episode 25: Kekesalan


__ADS_3

Ini adalah sebuah hari yang baru, pagi itu Lea memutuskan untuk di antar ke Sekolah naik Mobil, masih sedikit takut tentang insiden kemarin, walaupun Nathan sudah bilang pada Lea, jika hal-hal seperti itu tidak lagi akan terjadi, karena masalah sudah beres dengan mereka. Namun tentu Lea masih merasa sedikit khawatir. Dan hal yang membuat Lea kesal, tentang bagaimana Rey bahkan tidak mengirimkan pesan padanya apakah dirinya baik-baik saja atau tidak.


Nathan juga kemarin tidak menjelaskan kenapa dia bisa menemukan dirinya dan menolongnya di gudang itu, karena secara logika harusnya Kak Nathan tidak tahu jika dia di culik. Kak Nathan Les sore itu, masih di tempat Les. Lea sebenarnya mulai memiliki sedikit pikiran tentang hal-hal yang mungkin terjadi.


Apakah Rey yang menghubungi Kak Nathan?


Rey mungkin memiliki pikiran yang sama dengannya jika dia datang hal-hal akan menjadi lebih kacau dan di masa depan Lea mungkin bisa terlibat masalah yang lebih parah. Lea tahu itu mungkin alasan logis untuk meminta Kak Nathan datang dan menolongnya dari pada Dia sendiri yang datang, namun tetap saja untuk Rey bahkan tidak mengucapkan sepatah kata pun ataupun mengirimkan pesan padanya hal-hal itu benar-benar menyebalkan.


Bahkan ketika Lea sampai di kelas, dan Rey yang sudah datang lebih dulu itu bahkan tidak menyapa ke arahnya. Hal-hal ini membuat kejengkelan Lea semakin meningkat, padahal dirinya sudah terlibat masalah dan bahkan diculik dan segala karena Rey, namun orang itu terlihat pura-pura tidak tahu dan bahkan mengabaikan dirinya seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Harusnya Pesan itu juga tiba di ponsel Rey, tidak mungkin Rey tidak tahu tentang kejadian penculikan itu.


"Lea? Aku lihat wajahmu sedikit lebih pucat apakah kamu tidak enak badan?" tanya Kirana yang duduk di samping Lea.


Ya, Lea juga menyadari jika badannya memang sedikit tidak nyaman, mungkin karena insiden kemarin sempat membuat dirinya sedikit trauma, walaupun dirinya tidak terluka sedikitpun selain beberapa lecet kecil di tangan atau kakinya, namun rasa lelah tetap memasuki dirinya apalagi semalam dirinya sempat tidak bisa tidur karena kepikiran tentang kejadian itu.


"Aku hanya sedikit begadang karena belajar semalam,"


"Astaga, Lea kenapa kamu belajar begitu rajin bahkan sampai tengah malam begitu,"


"Haha, aku hanya ingin sedikit memperbaiki nilaiku,"

__ADS_1


"Eh? Tapi Kan ujian juga masih jauh,"


"Tidak apa-apa hanya sedikit ingin nyicil saja,"


Tentu saja, Lea hanya membuat sedikit alasan dia tidak bisa menceritakan hal ini kepada temannya setelah semua hal-hal yang terjadi kemarin.


Rey di sisi lainnya walaupun saat ini terlihat berbaring di mejanya seperti biasanya dia ternyata sedikit menguping pembicaraan dua orang gadis itu. Ekpresi Rey segera menjadi buruk apalagi setelah mendengar jika Lea terlihat pucat, apakah itu efek karena kejadian kemarin?


Apakah Lea sakit?


Kejadian kemarin tentu saja sangat menakutkan untuk gadis seperti Lea, mengalami hal-hal yang tidak pernah dia alami. Rey bukannya tidak tahu atau tidak ingin tahu keadaannya namun ini semua jelas demi kebaikan mereka berdua, karena memiliki hubungan dengan dirinya bukanlah hal yang baik terutama untuk Lea, yang mungkin akan membawa gadis itu dalam bahaya seperti kemarin.


Kemarin Lea cukup beruntung karena yang menculiknya hanyalah beberapa anak nakal dari SMA sebelah, namun bagaimana jika nantinya yang menculik Lea adalah musuhnya yang lain yang lebih berbahaya dari mereka?


Hanya saja sebelumnya dirinya sempat lengah dihadapkan gadis itu dan hanya segera menggandeng tangan gadis itu kemanapun dirinya pergi. Hanya hal-hal sederhana seperti bergandeng tangan namun hal-hal itu membuat Lea dalam bahaya.


Mungkin karena Rey benar-benar merasa bersalah selama pelajaran dia kadang-kadang mulai menatap ke arah meja sebelah, Lea memang memiliki wajah yang cukup pucat namun tetap berusaha untuk mendengarkan pelajaran. Dari samping, Rey bisa melihat pergelangan tangan Lea yang sedikit memar ada tanda kemerahan seperti bekas ikatan tali. Lecet itu benar-benar sangat terlihat karena kulitnya yang begitu putih, hal-hal itu benar-benar terlihat merusak pemandangan. Rey menjadi semakin tidak nyaman melihat bekas lecet itu.


Jadi, ketika jam pelajaran masih berlangsung, Rey izin untuk pergi keluar dia segera pergi ke UKS untuk meminta beberapa obat dan salep, merasa jika hal-hal itu penting untuk diberikan nanti.


Dan begitulah, saat jam istirahat, sebelum Lea pergi Rey lebih dulu berdiri dari kursinya dan segera memberikan bungkusan plastik yang ada di tangannya ke meja Lea. Lea yang awalnya ingin memberikan bekal kepada Rey itu helas menjadi kaget.

__ADS_1


"Apa ini?"


"Pakai saja tidak usah berisik!"


Lea lalu mulai menatap ke arah kantong plastik yang sepertinya ada obat pereda demam minyak kayu putih dan juga seperti salep untuk luka lecet. Ekpresi Lea terlihat menjadi rumit ketika melihat barang-barang itu apakah jangan bilangdari tadi sebenarnya Rey memperhatikan dirinya bahkan sampai tahu jika dirinya sedikit tidak enak badan dan juga memiliki lecet di tangannya?


Namun kenapa Rey dari tadi terlihat diam saja dan bahkan tidak mengirimkan pesan apapun padanya. Namun Lea yang mendapatkan perlakuan tiba-tiba ini merasa sedikit senang, sayangnya tindakan Rey berikutnya segera menghapus perasaan senang di hati Lea.


"Mulai sekarang ataupun besok Loe nggak perlu lagi bawain gue bekal, juga nggak perlu deket-deket sama gue lagi,"


Lea yang mendengar itu tiba-tiba saja menjadi kesal,


"Apa-apaan itu tiba-tiba?"


"Lea, lu juga tahu punya hubungan sama gue itu hanya ngebuat lo susah mending kita nggak usah kenal aja lu nggak usah nyapa kalau ketemu gue entah di manapun itu, gue juga nggak ngerasa untung punya kenalan kayak lo hanya bikin gue kelihatan lemah dan punya kelemahan, lebih baik lo jauh-jauh dari gue!"


Ini pertama kalinya Rey memanggil namanya seperti itu namun di sisi lain tentang bagaimana pemuda itu malah mengusirnya dan ingin menjauhinya, benar-benar membuat Lea kesal.


Apa-apaan, dia bahkan tidak meminta maaf atau memberikan penjelasan apapun tentang kejadian kemarin namun sekarang tiba-tiba malah meminta dirinya menjauh?


Semakin Lea memikirkannya, Lea kesal.

__ADS_1


"Kamu nyebelin!"


"Udah tahu gue nyebelin makanya gue bilang sama lu Ada baiknya lo nggak perlu deket-deket lagi sama gue!"


__ADS_2