
Lea sendiri saat berada di ruang ekstrakurikuler dia benar-benar mengabaikan keberadaan Rey, dan hanya berbicara dengan Nathan, membicarakan tentang hal-hal yang baru saja Lea foto.
"Bidikan fotomu ini terlihat cukup bagus, sepertinya kamu sudah berkembang sepertinya kamu sudah berkembang,"
"Kak Nathan terlalu berlebihan ini tidak sebaik itu pula, ini jelas masih jauh dari kata bagus masih hanya foto seorang amatir,"
"Namun kamu benar-benar memiliki bakat dengan ini aku sebenarnya tidak begitu memiliki bakat untuk bisa mengajari mu,"
"Tapi jepretan milih kakak sudah bagus,"
Dua orang itu saat ini duduk saling ber sampingan dengan posisi yang sangat dekat, sambil menatap kearah kamera.
Rey yang saat ini sedang mengetik beberapa foto yang diambil diam-diam menatap kearah dua orang itu yang terlihat sangat akrab sekali. Ekpersi Rey benar-benar menjadi buruk ketika melihat dua orang itu dekat.
Ya, Rey semakin tahu jika Lea sepertinya memasuki ekstrakurikuler ini hanya untuk menggoda kakak tingkat itu, masih sama dengan tujuan gadis-gadis lain kenapa mereka memasuki ekstrakurikuler ini benar-benar tidak memiliki niat untuk mendalami fotografi.
Rey benar-benar membenci tiba-tiba gadis seperti itu yang hanya mengambil kesempatan saja dan tidak benar-benar serius. Hah, tidak mengira jika Lea ternyata sama saja dengan gadis-gadis itu. Namun yang paling menjadi masalah untuk Rey, kenapa malah dirinya memikirkannya?
Memikiran Lea terus?
Sialan, Rey kembali mengalihkan tatapannya dan fokus mengedit beberapa foto di komputer, sampai namanya tiba-tiba dipanggil.
"Sungguh, Lea cepatan ku juga tidak sebagus itu jadi aku tidak bisa mengajari mu terlalu banyak soal fotografi, jika kamu ingin belajar lebih banyak lebih baik jika kamu meminta bantuan Rey,"
Lea yang mendengar nama itu disebut-sebut segera memiliki ekspresi kesal dan berkata,
"Orang itu? Dia kan sangat pelit mana mungkin dia mau mengajariku, dia itu orangnya sangat plin-plan dan menyebalkan, sangat kikir pula, senaknya sendiri dan sangat egois,"
Ketika mengatakan itu, Lea menaikkan ada suaranya dengan keras memastikan bahwa pemuda lain yang ada di ruangan itu, mendengar jelek kata-kata yang diucapkan seberapa keluhan tentang Rey anaknya saja mengambil keputusan.
Rey yang mendengar ikut jelas merubah ekspresinya namun mencoba untuk mengabaikan nya, karena sudah memutuskan tidak ingin memiliki hubungan dengan gadis itu jadi membuat pertengkaran lebih jauh dengannya juga akan merupakan hal baik.
__ADS_1
Lea yang sekali lagi diabaikan itu hanya memiliki ekspresi buruk, biasanya Rey setidaknya akan protes atau marah-marah padanya, setidaknya itu lebih baik daripada didiamkan seperti ini. Lea itu benar-benar terganggu bagaimana pemuda itu sepertinya serius bahkan tidak ingin berbicara dengannya.
Sungguh, Lea benar-benar tidak mengerti apa yang sebaiknya dirinya lakukan dan kenapa dirinya merasa terganggu seperti ini karena didiamkan oleh Rey?
Nathan melihat bagaimana suasana antara dua orang itu sudah sangat buruk sejak kemarin mencoba untuk menengahi.
"Hey, Rey bukankah tidak apa-apa jika kamu mengajari Lea sedikit?"
Rey yang ditanya itu masih terdiam.
"Rey, kenapa kamu diam saja seperti itu sih dari tadi? Apa susahnya menjawab?" Kata Nathan juga menjadi kesal karena diabaikan oleh adik diangkatnya itu.
Rey yang akhirnya merasa lelah segera mengatakan sesuatu pada kakak tingkatnya itu,
"Gue bukanl tipe orang yang mau ngelakukan hal-hal merepotkan, mengajari orang yang hanya setengah-setengah soal fotografi benar-benar hanya membuang-buang waktu yang berharga,"
Lea yang rasa di sindir itu segera marah,
Rey info saja tidak menjawab kata-kata itu dan mengatakan hal-hal pada Nathan,
"Udahlah tidak perlu untuk memaksa aku lagi untuk berbicara dengan gadis merepotkan itu!"
Lea emosi, pencakar pemuda gila menyebabkan itu sakit marahnya, aman mencoba menahan dirinya dan akhirnya memutuskan untuk pergi saja dari ruangan itu.
"Kak Nathan, di sebaiknya kita pergi dari sini dan mencari objek foto di luar saja, inilah melihat wajah menyebalkan itu!"
Nathan sepertinya tidak memiliki cara untuk mendamaikan dua orang itu dan akhirnya mengikuti Lea keluar.
Nathan untuk penasaran dengan masalah dua orang itu segera bertanya,
"Lea, kalau boleh aku tahu sebenarnya masalah apa yang kamu miliki dengan Rey?"
__ADS_1
Lea yang ditanya itu segera terdiam lalu segera berkata lagi,
"Aku jelas memiliki banyak masalah dengannya! Pria egois tidak tahu malu!"
"Apakah ini masalah soal insiden sebelumnya?"
"Kak Nathan juga berbohong dan tidak ingin bercerita padaku bukan?"
"Aku hanya melakukan permintaan seseorang,"
"Apakah itu Rey?"
"Kamu ternyata sudah menebak nya dengan tepat, sebenarnya keputusan yang diambil itu semuanya demi keselamatan mu,"
Lea sebenarnya juga tahu tentang hal hal itu namun tetap saja perasaan kecewa di hatinya masih saja muncul, perasaan marah harus ditinggalkan dan diabaikan seperti ini karena kemungkinan tidak jelas.
"Apakah aku hanya akan menjadi beban?" Kata Lea lagi, menunjukkan ekspresi sedih di sana.
Nathan yang melihat ekspresi sedih gadis itu mencoba untuk menghibur nya,
"Kamu itu bukan beban sama sekali,"
"Tapi Rey mengabaikan ku karena ini,"
"Lea, kamu tahu bahwa orang itu memang sikapnya seperti itu, dia memang selalu dingin, kata-kata yang keluar dari mulutnya itu benar-benar berkebalikan dari hal-hal yang ada di hatinya,"
"Hah, aku tidak mengerti tentang dia,"
"Ya sudah, daripada mutmut buruk mari kita segera mencari objek di sekitar sini yang bagus untuk di foto,"
Dua orang itu akhirnya menghabiskan waktu menjadi lebih dekat.
__ADS_1