Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah

Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah
Episode 46: Tidak Terduga


__ADS_3

Siang itu, Rey yang sedang dalam suasana hati yang tidak baik segera menuju ketempat favoritnya, yaitu di sebuah arena persawahan di Gang Utara, itu juga merupakan tempat pertama kalinya Rey mengajak Lea ke suatu tempat.


Sekarang ketika berada di tempat itu tiba-tiba teringat kepada Lea kekasihnya itu. Yang awalnya tersesat lalu terlibat masalah dan dia bawa ke tempat ini.


Rey masih marah pada Lea, namun ketika mengingat beberapa kejadian lucu itu entah kenapa hatinya terasa sangat hangat. Seolah beberapa kenangan buruk mulai terlupakan. Soal Ayahnya yang tiba-tiba muncul, atau soal pertengkarannya dengan Lea.


Sungguh, Rey benar-benar sangat merindukan Lea.


Ketika dia sedang melamun dan memikirkan berbagai masalah dalam hidupnya, ponsel Rey tiba-tiba saja berbunyi. Itu ternyata adalah sebuah pesan email dari Vanni. Rey jadi ingat, belakangan dia jadi sering chating dengan gadis itu, terlebih ini tanpa sepengetahuan Lea, Apakah ini bisa disebut selingkuh?


Tapi Rey tidak pernah memiliki perasaan semacam itu, pada teman onlinenya ini, hanya beberapa perasaan pertemanan. Hanya, saja memang sempat terbesit beberapa perasaan dimasalalu, namun merasa mereka benar-benar begitu jauh dan tidak mungkin akhirnya Rey menyerah, hingga dia bertemu dengan Lea, yang entah bagaimana mengingatkannya pada teman online-nya ini.


Vanni: Alfa, kamu tahu tidak? Aku hari ini benar-benar kesal, pacarku itu benar-benar sangat menyebalkan dan keras kepala dia hanya memaksakan kehendaknya padaku tanpa pernah memikirkan perasaanku, dia hanya asal curiga saja padaku. Terkadang aku penasaran Apakah dia benar-benar cinta padaku? Namun jika iya kenapa dia tidak percaya padaku? Apakah itu benar-benar cinta? Jika tanpa kepercayaan?


Rey yang membaca pesan itu tiba-tiba teringat pertengkarannya dengan Lea. Memang, Rey ingat bagaimana dia mencegah Lea untuk dekat dekat dengan kakak tingkat mereka Nathan, hanya karena Rey merasa cemburu dengan kedekatan mereka.


Apakah itu sebenarnya adalah permintaan yang egois?


Namun dia sangat tidak tahan melihat Lea dekat dengan Nathan, sangat tidak tahan sampai membuat hatinya panas. Dan hal ini semakin membuat Rey sadar, bahwa Lea mungkin sudah memasuki hatinya lebih dari yang dia kira.

__ADS_1


Alfa: Mungkin kalian bisa membicarakannya baik-baik.


Vanni: Aku memang ingin begitu tapi dia saja yang terlalu egois sudahlah aku tidak ingin membicarakan orang menyebalkan ini.


Alfa: Jadi sekarang Apa yang ingin kamu bicarakan? Jangan bilang kamu butuh untuk aku hibur?


Vanni: Hmm, Bagaimana jika kamu mengirimkan beberapa foto pemandangan indah?


Rey yang tiba-tiba mendengar permintaan itu segera menatap ke arah sekeliling. Tempat itu memang cukup indah saat ini, cuaca cerah Langit Biru dengan matahari menyingsing, hamparan padi dan juga sungai-sungai kecil. ini memang sangat cantik jika di pagi hari atau sore hari namun pemandangan siang hari seperti ini tidak begitu buruk.


Dengan kamera ponselnya, Rey mulai memfoto pemandangan tempat itu. Dan mengirimkannya pada teman Onlinenya itu. Namun setelah itu tidak ada balasan dari gadis di ujung telepon, membuat Rey menjadi binggung.


Sampai tiba-tiba dia mendengar suara seperti sesuatu yang jatuh. Rey yang bingung segera menatap ke arah sekeliling, sampai dia melihat kearah samping, di ujung Gang, dimana ternyata Lea yang entah sejak kapan berada di sana baru saja menjatuhkan ponselnya.


Lea awalnya ingin datang ke sana untuk merilekskan pikirannya setelah bertengkar dengan Rey, mana tahu ketika tiba di tempat itu dia malah melihat objek rasa kesalnya itu, dan lagi Rey malah terlihat tersenyum sendiri dengan ponselnya.


Apakah hanya dia yang memikirkan soal pertengkaran mereka berdua?


Lea yang memiliki pemikiran itu hanya segera merasa kesal memutuskan untuk bersembunyi di gang, dan mulai mengirimkan beberapa pesan email yang tertunda. Dia ingin curhat kepada seseorang namun moodnya tiba-tiba menjadi buruk, jadi dia mencoba meminta penghiburan.

__ADS_1


Mana tahu, saat itu Lea yang sedang menunggu balasan pesan, tidak sengaja melihat Rey yang saat ini memfoto pemandangan di sana dengan kamera ponselnya. Dan tidak lama setelah itu sebuah pesan berisi foto familiar di terima di ponselnya.


Itu adalah foto dari pemandangan yang tepat ada di hadapannya.


Lea menjadi begitu syok ketika menatap ke arah ponselnya dan menatap ke arah pemuda di ujung sana.


Rey sama dengan Alfa teman onlinenya?


Tiba-tiba dihadapkan dengan kenyataan yang sangat tidak terduga itu membuat Lea menjadi syok, hingga dia mundur ke belakang dan tergelincir membuat ponselnya jatuh.


"Lea? Kamu tidak apa?"


Rey tentu saja khawatir melihat kekasihnya itu jatuh, jelas langsung berlari ke sana dan mencoba untuk membantu Lea bangun. Namun Lea sekarang yang menatap wajah Rey tiba-tiba merasa sangat malu sendiri.


Rey sama dengan Alfa, Bukankah itu artinya dia selama ini menjelek-jelekkan Rey sendiri di depan Rey?


Bagaimana jika Rey tahu?


Lea merasa sangat malu dan gugup tiba-tiba segera mundur ke belakang menepis tangan Rey, dan menutupi wajahnya yang memerah.

__ADS_1


Rey yang melihat respon itu segera menjadi bingung merasa jika gadis yang ada di hadapannya itu mungkin masih marah padanya. Rey juga sadar jika perbuatannya itu salah, akhirnya mulai menurunkan egonya, tanpa pikir panjang, dia segera menarik Lea dengan paksa kedalam pelukannya.


"Lea ... Maaf jika aku bersikap egois padamu hanya saja aku terlalu mencintaimu hingga aku bersikap seperti itu ... Maafkan Aku yang sempat tidak percaya padamu, maaf telah membuat kencan pertama kita menjadi berantakan, maaf karena aku marah-marah dan membentakmu."


__ADS_2