
Dio segera menatap marah kearah Nathan, dan berkata dengan nada marah,
"Siapa Loe? Beraninya loe sampe masih markas gue!!"
Nathan yang ditanya itu mulai segera menjawab dengan ekspresi cukup tenang,
"Dio Rafassya, aku di sini masih ingin berbicara baik-baik, bebaskan gadis yang kamu sekap itu dan aku akan segera pergi dari sini tanpa membuat masalah lebih lanjut,"
Dio yang tiba-tiba mendengar namanya disebut itu segera menunjukkan ekspresi jengkel.
"Menurut lo setelah gue ngeliat lo bikin kacau di markas gue, gue bakal angel biarin lu pergi gitu aja?"
Nathan yang mendengar kata-kata kemarahan itu hanya menghela nafas.
"Aku di sini awalnya hanya ingin berbicara baik-baik agar kalian melepaskan gadis itu, aku ingin berdiskusi dengan mu pada awalnya namun teman-temanmu itu segera menyerang ku jadi apa yang bisa aku lakukan selain membela diri?"
"Sialan! Berani banget loe itu!"
Nathan, yang mendengar suara penuh kemarahan itu, hanya bisa berkata lagi,
"Aku bakal laporin kalian jika kalian gak segera bebasin Gadis itu!"
"Lu berani banget mainan ancam aja!!"
__ADS_1
"Jelas, aku berani!! Lagian buat apa sih nyulik gadis itu segala? Aku yakin, kalian pasti tahu batasannya, kalau kalian berani lebih dari ini, kalian pasti akan kena jalur hukum, jadi sebagai nasehat saudariku sebaiknya serahkan saja gadis itu padaku dan selesaikan ini baik-baik, atau...."
Nathan terlihat sudah memegang ponselnya benar-benar berniat untuk memanggil petugas keamanan atau polisi untuk datang ke tempat itu segera.
Dio tentu saja cukup kewalahan juga sampai dilaporkan atau sesuatu, walaupun dia memiliki back up yang nanti akan mengurus semua masalah jika terjadi sesuatu, namun tetap saja, membuat masalah semakin besar padahal tujuan yang dirinya inginkan tidak tercapai yaitu untuk memukuli Rey.
Ini juga dirinya sudah hampir kehilangan kesabaran karena sudah lebih dari satu jam sejak dirinya mengirim pesan namun orang itu tidak memberikan reaksi apapun. Jika ada kesempatan memukuli Rey, sedikit resiko masih bisa dirinya tanggung namun sekarang situasi benar-benar tidak menguntungkan.
Target yang dirinya kejar tidak ada di sini, setelah memperhitungkan tentang keuntungan dan kerugian, Dio segera mengambil keputusan. Ya, lagipula teman-temannya yang lemah itu malah ceroboh dan dipukuli, ini merupakan aib dalam tim namun jika masalah ini menjadi lebih lebar, dan rumor sampai tersebar...
"Baik, Gue akan lepasin gadis sialan ini namun dengan satu syarat,"
"Ya, sebutin syaratnya,"
"Tentu saja, aku juga lebih memilih untuk tidak membuat terlalu banyak keributan,"
Itu benar, Nathan juga tidak suka jika ada keributan nanti akan ada urusan dengan orang dewasa, dan hal-hal akan menjadi lebih merepotkan, apalagi jika ada interogasi segala, dan terlebih Lea pasti akan kena masalah dengan orang tuanya sampai terlibat masalah dengan geng motor seperti ini.
Jadi setelah banyak pertimbangan, Dio segera pergi dari gudang itu, membiarkan Nathan mendatagi Lea dan segera melepaskan ikatan gadis itu.
"Lea? Apakah kamu tidak apa-apa?"
Lea yang menatap Nathan itu, sejujurnya merasa cukup lega dan senang karena akhirnya dirinya dibebaskan dari semua ini.
__ADS_1
Kedatangan Kak Nathan barusan, yang menyelamatkan dirinya dan memukuli beberapa orang yang berjaga di depan benar-benar terlihat keren, Lea menjadi terdiam karena kakung dengan adegan barusan sampai tidak bisa berkata-kata.
"Ya, aku baik-baik saja aku benar-benar berterima kasih padamu namun bagaimana kakak bisa sampai di sini?"
Nathan yang ditanya itu segera sedikit menggaruk kepalanya yang tidak gatal terlihat bingung bagaimana menjelaskannya.
"Hmm, itu tidak penting kenapa aku bisa disini jadi mari sebaiknya kita pergi dari tempat ini bukankah kamu juga tidak menyukai tempat ini?"
Lea yang sudah dilepas ikatannya itu segera berdiri dan sedikit merasa lega, lalu mulai menatap kearah tangan atau kakinya yang ada bekas ikatan. Namun setidaknya masalah sudah selesai dan dirinya ingin segera keluar dari gudang itu.
Namun ada beberapa hal yang masih mengajal ketika Lea mengigat sesuatu.
Rey benar-benar tidak datang?
Ada beberapa rasa kecewa yang mulai tumbuh di hatinya, Lea juga tidak tahu bagaimana cara menggambarkan perasaan ini sekarang.
Ya, mungkin karena jauh di dalam hatinya Lea benar-benar berharap untuk yang datang menyelamatkannya adalah Rey.
Di sisi lainnya, terlihat di sisi dinding terlihat seorang pemuda sedang menatap kearah kepergian Lea dan Nathan, dan akhirnya merasa sedikit lega. Namun entah kenapa hati pemuda itu terasa tidak nyaman ketika melihat dua orang itu pergi dari sana.
Hanya....
Yah, yang paling penting sekarang adalah keselamatan gadis itu...
__ADS_1
Dia lalu segera pergi dari sana, karena menilai semuanya sudah beres masalah yang dirinya buat, dan semoga kedepannya tidak ada lagi masalah.