
Lea yang mendengar kata-kata Rey itu jelas saja terkejut, apa-apa itu menjadi Fotografer Eklusif?
Lea yang memikirkan itu malah menjadi malu sendiri, merasa jika pemuda yang ada di hadapannya itu sangat tidak masuk akal.
"Apa-apaan itu?"
"Udahlah, pokoknya loe tinggal berdiri di sana nurutin aja, Apa susahnya sih?"
Lea yang mendengar kata-kata itu akhirnya seberapa serah baik lebih baik tidak terlalu memikirkan tentang hal-hal ini terlalu dalam mungkin saja pemuda yang ada di hadapannya itu hanya mencari alasan agar bisa meminjam kamera baru miliknya, bagaimanapun juga pemuda yang ada di hadapannya itu terlihat sangat menyukai fotografi, Biarkan saja dia menikmati hal-hal yang dia suka.
Pada akhirnya selama siang itu, Rey asik memfoto pemandangan yang ada di sekitar sana tentu saja dengan beberapa ada Lea didalamnya. Lea sendiri, yang dari tadi disuruh-suruh oleh Rey untuk berpose ini dan ini segera menjadi lelah, hal-hal ini benar-benar tidak membuat Lea merasa terbiasa.
Dan akhirnya, ketika hari menjadi semakin panas dan terik, Lea segera berkata dengan lelah,
"Tidakkah menurutmu ini cukup untuk mencoba kamera? Kita sudah berkeliling dan memfoto sejak lebih dari satu jam yang lalu,"
Rey yang mendengar kata-kata itu lalu segera mulai menatap ke arah jam tangannya, di mana memang benar sudah cukup lama sejak dirinya mulai mengajak Gadis itu untuk berfoto di sekitar sini. Rey merasa jika dirinya mengajak Lea lebih lama hal-hal itu jelas terlalu berlebihan.
"Baiklah, mungkin udahan saja," kata Rey lalu segera duduk di bangku taman di sana, terlihat ingin memeriksa hasil jepretan jepretannya.
Lea sendiri juga segera duduk di sana tentu saja merasa sangat penasaran dengan hasil foto yang diambil.
"Hai tidakkah kamu ingin menunjukkan padaku hasilnya? Awas saja loh Kalau jelek!" Kata Lea mulai mendekati Rey, ingin mengintip ke arah kamera yang Rey pegang.
"Mana ada foto hasil jepretan ku buruk? Ini hanya butuh beberapa pengaturan editan ringan dan ini akan menjadi sempurna,"
"Kamu juga bisa melakukan edit foto semacam itu?"
"Tentu saja gue bisa dan ini cukup ahli mana mungkin sebagai fotografer gue bahkan tidak bisa mengedit foto? Loe kalau tanya kok aneh-aneh,"
"Bisa nggak sih kalau kamu jawab itu santai aja kok ditanya dikit-dikit marah benar-benar nyebelin,"
__ADS_1
"Asshhh, bisa diem nggak sih lo Gue ini lagi fokus lihat foto-foto ini!"
Lea yang melihat itu segera ingin mengambil kamera dari tangan Rey, dan berkata,
"Aku juga mau lihat Perasaan dari tadi kamu terus yang pegang kamera dan aku selalu difoto namun kamu tidak menunjukkan satupun hasil fotonya kepadaku!"
"Udahlah nanti kan kamu bisa lihat kalau udah sampai rumah!"
"Nggak bisa aku pengen lihat sekarang!" Kata Lea mencoba merebut kamera itu, namun itu di cegah oleh Rey.
"Gue bilang nanti gue dulu yang liat!"
Tangan mereka saat ini saling bersentuhan satu sama lain dan tatapan mereka saling bertemu dalam jarak yang sangat dekat Karena berebut kamera itu. Lea yang menyadari itu, entah kenapa merasa jantungnya sedikit berdebar, Setelah semua dirinya tidak terbiasa untuk berinteraksi dengan seorang pria semacam ini, ini masih terlalu dekat.
Merasa kewalahan dengan hal ini, akhirnya Lea memilih untuk mengalah daripada nanti berebut kamera dan malah kamera ini jatuh atau sesuatu padahal ini kan kamera baru. Nanti dirinya memang bisa melihat hasil jepretannya ketika di rumah.
Akhirnya ada keheningan di sana, Lea memutuskan untuk melihat ke ponselnya mencoba mengecek ke arah WA miliknya, dimana dirinya sudah dimasukan kedalam Grub Chat Kelas. Ada juga beberapa teman yang nomornya sudah dirinya simpan yang saat ini sudah membuat status.
Dirinya cara membuat status semacam ini di WA.
Dan yang membuat Lea terkejut, ternyata di WA juga sudah ada Grub Ekstrakulikuler Fotografi!!
Isinya, hanya ada empat orang, termasuk Lea, Guru Pembimbing, Kak Nathan, juga...
Lea mulai menatap gambar profil sebuah pemandangan disana, Lea sudah bisa menebak nomor siapa itu itu sesuatu milik Rey?
Ini membuat Lea penasaran tentang lokasi di mana gambar di foto profil itu berasal?
Tempat itu terlihat cukup bagus, pemandangannya terlihat indah terlebih lagi, orang yang menjebretnya benar-benar cukup ahli sehingga terlihat lebih indah.
Rey di sisi lain saat ini masih asik dengan melihat hasil jepretan jepretannya dari tadi ada beberapa jepretan yang sedikit mengecewakan namun banyak juga jepretan yang membuat dia cukup puas. Salah satunya adalah foto Lea yang tersemyum kearah kamera, senyuman itu benar-benar terlihat sangat alami, dan cantik.
__ADS_1
Rey cukup kaget bahwa Gadis itu ternyata bisa membuat ekspresi semacam ini, ya karena Lea biasanya hanya marah-marah saja padanya. Tanpa sadar, Rey menyentuh foto di layar. Baru setelah itu Ray menyadari tindakannya yang konyol.
Hah, ini karena dirinya yang sangat pintar dalam memilih posisi yang bagus sehingga bisa mendapatkan foto Lea yang bagus!
Lea tidak cantik sama sekali!
Ini jelas efek kamera dan hasil bidikan yang dirinya miliki sangat sempurna!
Rey benar-benar mulai mengangguk, memikirkan alasan logis dan segera menggulir layar itu ke foto-foto yang lain dan tentu saja di sana penuh dengan foto Lea. Rey mulai menyerah untuk melihat beberapa hasil gambar itu, mengambil ponselnya, lalu menyalin beberapa hal bagus ke Ponselnya, untuk nanti diedit di komputer sekolah untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Setelah Rey selesai, Rey tentu saja segera menyerahkan kamera itu ke Lea.
"Nih udah selesai terserah lo mau Lo apain sekarang, gue mau pergi dulu,"
Lea yang tiba-tiba mendapatkan kamera itu segera menatap Rey.
"Eh? Kok udah pergi Kamu kan belum nunjukin caranya pakai kamera ini?"
"Itu bukan urusan gue dong, sana minta tolong sama Kakak Kelas kesayangan mu itu, hpmh," kata Rey terlihat judes selalu segera berjalan pergi dari sana meninggalkan Lea sendirian.
Lea yang melihat kepergian pemuda itu hanya segera merasa sangat kesal, Rey itu benar-benar sangat menyebalkan dan egois!!
Sial, dirinya capek-capek mengikuti semua instruksinya dari tadi namun akhirnya ditinggalkan semacam ini tanpa diajari apa-apa. Lea benar-benar kesal, namun juga tidak tahu harus berkata apa lagi karena orangnya toh sudah pergi.
Jadi, Lea memutuskan untuk segera melihat-lihat hasil jepretan di kamera. Dan benar saja, Lea yang melihat foto-foto yang ada di kamera, merasa cukup kagum dengan hasil jepretan-jepretan itu, yang benar-benar seperti dijepret oleh seorang profesional. Setia bidikan benar-benar diambil dengan pencahayaan dan titik fokus yang sangat baik.
Memperlihatkan, foto Lea yang terlihat sangat natural yang menyatu dengan alam sekitar. Lea yang melihat foto-fotonya di sana diam-diam menjadi tersenyum, ya, ini adalah pertama kalinya dirinya di foto semacam ini namun hal-hal ini benar-benar merasa sangat senang, walaupun awalnya begitu lelah karena diminta untuk mengubah berbagai pose dari tadi dan dibawa ke sana ke mari, namun hasil dari rasa lelah yang dimilikinya benar-benar sepadan.
Foto-foto ini benar-benar sangat bagus, Lea benar-benar menyukainya. Sangat senang, jika bisa di foto Rey terus seperti ini, Ini benar-benar pengalaman baru yang sangat menyenangkan. Lea tiba-tiba tersenyum ketika memikirkan semua petualangannya hari ini. Benar-benar sangat menyenangkan.
"Ah, hanya saja Rey itu menjadi sedikit ramah dan omongannya itu tidak pedas, Rey itu pasti populer,"
__ADS_1