Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah

Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah
Episode 40: Bersemangat


__ADS_3

Itu adalah Nathan yang sedang berdiri di bagian baju wanita, dan tentu saja membuat dua orang itu menjadi heran.


Kirana tentu sangat kepo, dan segera mengajak Lea untuk mendekat. Kebetulan, Kirana kenal Nathan juga, setidaknya pernah berbicara beberapa kali dengannya di sekolah.


"Kak Nathan? Apa yang Kakak lakukan di sini?"


Melihat beberapa orang mengenalinya itu, Nathan segera berbalik dan terkejut juga melihat Lea disana, dia secara refleks memanggil nama Lea, membuat Kirana yang mendengarnya kaget.


"Eh?? Kalian saling kenal?"


Lea dan Nathan saling berpandangan satu sama lain sepertinya percuma mencoba pura-pura tidak mengenal, jadi Nathan yang berbicara lebih dulu,


"Hanya kebetulan, Kami pernah bertemu beberapa kali saja benar bukan, Lea?"


"Ya, ya," kata Lea sedikit gugup.


"Hmm, jadi begitu," kata Kirana dengan ekspresi curiga yang ada di wajahnya,sampai dia ingat tujuannya, soal ingin tahu tujuan Nathan ke Toko Baju, terlebih ini Toko Baju wanita?


"Btw Kakak kenapa disini?"


"Ah, itu Aku sedang memilih hadiah untuk adik perempuanku, namun aku benar-benar tidak tahu selera gadis-gadis jaman sekarang, ini benar-benar masalah,"


"Eh? Kak Nathan punya adik?" Tanya Lea.


"Ya, ini masih kelas tiga SMP,"


"Bagaimana jika kita membantu? Kebetulan kami juga sedang ingin berbelanja di sini,"


Tiga orang itu, lalu segera melihat-lihat toko baju itu Hal pertama yang mereka lakukan adalah memilih baju untuk adik Nathan setelah melihat foto adik perempuan Nathan yang terlibat sangat cantik juga.

__ADS_1


Dan setelah memilih-milih dan selesai akhirnya adalah giliran untuk membeli baju Lea, Kirana tentu sudah bersemangat memilih beberapa set baju untuk Lea coba.


Kirana sendiri cukup binggung, memilih mana, dan bertanya pada Nathan,


"Kak Nathan, menurut Kakak mana dari baju ini yang cocok untuk Lea?"


"Sepertinya semuanya bagus,"


"Astaga, Kak hanya boleh satu yang kanan atau yang kiri? Mana yang terlihat lebih cantik untuk Lea?"


"Kirana, kamu apa-apaan sih merepotkan Kak Nathan seperti itu?"


"Tidak apa-apa,Lea toh aku juga sudah merepotkan kalian berdua Mari aku akan membantu memilih baju untukmu juga, Lea, baju yang putih ini cocok untukmu," kata Nathan sambil menjuk salah satu baju ditangan Kirana.


Lea tentu saja segera disuruh untuk ganti baju, dengan set pilihan Nathan. Kirana hanya menujukan beberapa saja, dan Nathan yang memilih akhirnya.


"Itu... Bagaimana dengan ini? Apakah aneh?" Tanya Lea yang sudah memakai Sweater putih dengan beberapa bunga sakura sebagai motifnya. Juga rok berwarna merah muda yang senada, terlihat anggun dan cantik.


Melihat Nathan tidak merespon, Lea bertanya lagi,


"Apakah ini aneh?"


Pertanyaan itu, membuyarkan lamunan Nathan.


"Tidak, Kamu benar-benar sangat cantik dengan baju itu,"


Lea yang dipuji itu tiba-tiba merasa sangat malu.


Ya, hal-hal itu untungnya berjalan dengan lancar sampai mereka bertiga pergi makan bersama lalu segera berpisah setelahnya.

__ADS_1


Itu adalah Sore hari ketika Rey datang menjemput Lea. Lea sendiri, sudah siap berganti dengan baju barunya setelah tadi dicuci, untungnya benar-benar kering tepat waktu. Lea juga berdandan dengan baik sesuai rekomendasi Kirana.


Lea sendiri cukup terkejut ketika melihat Rey datang dengan sebuah Sepeda Motor, Rey mengenakan jaket hitam, dan mengenakan sebuah helm, Rey mulai membuka helm itu, menunjukan wajah tampannya, dan dengan set itu membuat pemuda itu terlihat lebih luar biasa dari biasanya.


Lea sendiri sedikit terkesima ketika melihatnya.


"Lea, Kamu sangat cantik," pujian Rey ketika melihat Lea dari atas ke bawah.


"Ih, gombal,"


"Hmm, aku mencium aroma baju baru Apakah kamu baru membeli baju ini?"


Lea yang merasa tertangkap basah itu tiba-tiba merasa malu.


"Tapi sungguh kamu memiliki selera baju yang sangat bagus, baju itu benar-benar sangat cantik untukmu, dan lagi Jepit Rambutmu terlihat sangat indah, sangat serasi denganmu, kamu yang memilihnya?"


Lea yang mendengar pertanyaan itu, tiba-tiba diliputi dengan perasaan tidak nyaman. Sungguh, ini baju pilihan Kak Nathan, dan Kirana.


Dan soal jepit rambut, ini sebenarnya hadiah dari Nathan sebelum mereka berpisah tadi di Mall, kata Nathan itu hanya hadiah terima kasih, Kirana juga dibelikan satu aksesoris jenis lainnya.


Namun rasanya tidak nyaman jika mengatakan hal-hal itu di depan Rey?


Lea ingat Rey marah kemarin.


"Ah, begitulah,"


"Eh, tapi Aku pikir kamu harus memakai celana, agar tidak kerepotan," kata Rey sambil menatap ke arah motornya itu, motor jenis ninja, cukup sulit jika memboceng dengan rok, sedikit tidak leluasa.


"Eh Ini motormu?"

__ADS_1


__ADS_2