Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah

Cinta Rahasia Sang Preman Sekolah
Episode 49: Perubah Mood


__ADS_3

Lea yang mendengar kata-kata dari Ayahnya itu menjadi cukup terkejut, lalu segera berkata dengan marah,


"Apa? Kenapa Ayah datang tiba-tiba seolah peduli padaku dan berkata seperti itu?"


Pria itu segera mendekat kearah Lea, lalu memeluk Putrinya satu-satunya itu.


"Lea, jangan berkata seperti itu Ayahmu ini. Kamu tahu? Ayah selalu peduli padamu, bukannya selama ini Ayah tidak peduli, namun ada beberapa hal yang musti Ayah urus terlebih dahulu,"


Lea yang tiba-tiba dipeluk oleh ayahnya itu segera memberontak dan mendorong Ayahnya.


"Apa? Bukankah Ayah terlalu sibuk dengan Calon Istri Baru Ayah itu?"


"Lea, kamu jangan seperti ini."


"Sudahlah, Ayah. Aku juga tidak peduli apakah Ayah akan menikah lagi atau sesuatu, yang paling penting, jangan hanya tiba-tiba datang sok peduli dan ingin membawaku pergi seperti itu, Aku sudah nyaman tinggal di Tempat ini,"


Ayah Lea itu lalu mulai menatap sekeliling tempat itu, Rumah Nenek Lea memang cukup besar dan cukup mewah di pedesaan, namun daerah sekitar sana tidak terlalu bagus, Ayah Lea tentu saja sudah melakukan beberapa penyelidikan dan pengamatan tentang Daerah sekitar, apalagi di Jalanan Utara yang menjadi tempat yang cukup berbahaya karena banyak preman yang tinggal di sana.


"Bagaimana bisa kamu tinggal di tempat menyedihkan di pinggiran kota seperti ini? Dan lagi, kamu hanya masuk Sekolah biasa, Lea tempat ini benar-benar sangat tidak cocok untukmu, Jadi mari ikutlah Ayah kembali ke kota, Ayah pasti akan memilihkanmu Sekolah Elite dan juga lingkungan yang lebih baik dari tempat ini,"


Lea yang mendengar itu, tentu saja menunjukkan ekspresi terkejutnya, namun segera ekspresi itu berubah menjadi ekspresi buruk.


"Ayah tidak tahu apa-apa. Jadi mending, Ayah kembali saja sana ke Tempat Calon Istri Ayah itu." Kata Lea lalu segera kembali masuk kedalam Rumah Neneknya itu, tentu saja Ayah Lea ikut masuk kedalam, dia sudah berdiskusi dengan Nenek Lea agar bisa tinggal disana sementara.


Lea ingin Protes hal itu pada Neneknya, namun Neneknya bilang sesuatu seperti ini,


'Lea, mau bagaimanapun dia adalah Ayahmu. Soal Keputusan apakah kamu ingin ikut dengannya atau tidak, Nenek tidak akan memaksa, itu terserah kamu saja, hanya saja Nenek hanya mengijinkan Ayahmu sementara tinggal, dia masih Ayahmu, Nenek harap kamu tidak terlalu memiliki hubungan yang buruk dengannya,'


Jadi, Lea mau tidak mau sementara menerima kedatangan Ayahnya itu.


"Lea, Ayah membawakanmu oleh-oleh," kata Ayah Lea lagi sambil memberikan beberapa kantong belanja, Lea hanya menerima beberapa kantong belanja itu dan segera pergi dari hadapan Ayahnya itu memilih untuk mengurung diri di kamarnya.


Mood Lea benar-benar menjadi buruk setelahnya, jadi tentu saja Lea memilih untuk mengirimkan Pesan pada Rey, tapi tentu Lea tidak bercerita soal Ayahnya yang ingin membawanya pergi itu, takut Rey malah jadi cemas. Hanya mengirim Pesan sesuatu seperti ini,


'Rey, tau tidak? Ayahku tiba-tiba datang, dan bersikap sok baik padaku, hanya melihat wajahnya saja membuat Aku kesal.'


Rey diujung telepon, baru saja selesai mandi, dan ketika melihat ponselnya, melihat keluhan Kekasihnya yang kesal itu, dan cerita soal Ayahnya, Rey jelas ingin menghiburnya, apakah Rey tahu pasti soal masalah Keluarga Lea. Jadi dia buru-buru untuk melakukan Video Call, melupakan jika dia masih hanya memakai handuk dan belum memakai bajunya.


Lea yang awalnya sedang dalam mood buruk itu tentu saja terkejut melihat Video Call dari Kekasihnya, namun jelas segera mengangkatnya. Tepat ketika Lea mengangkatnya, dia menjadi tambah terkejut dengan pemandangan di ujung telepon.


Ray saat ini masih memiliki rambut yang basah, dan terlihat tubuhnya yang setengah telanjang itu, memperlihatkan dada bidangnya, dan otot-ototnya yang terbentuk dengan baik. Masih ada sedikit air yang mulai menetes dari rambut Rey, memberikan sensasi penampilannya yang terlihat sangat menggoda itu.

__ADS_1


"Lea, kamu tidak perlu terlalu memikirkan soal Ayahmu itu oke? Bawa santai saja," kata Rey dengan ekpersi cemas, mencoba untuk menenangkan Kekasihnya itu.


Lea yang mendengar suara itu segera terbangun dari lamunannya, wajahnya sekarang berubah menjadi merah padam, dan menutup sebagian wajahnya dengan tangannya sambil berkata dengan panik,


"Rey! Apa-apaan kamu! Kenapa kamu tidak memakai bajumu?"


Rey yang mendengar itu segera menatap ke arah tubuhnya yang memang belum memakai baju setelah mandi, namun segera teringat ekpersi wajah lucu Lea yang sedikit memerah itu, sekarang Rey juga masih bisa melihat ujung teliga Lea yang memerah.


"Pfff, apa? Aku barusan selesai mandi, hanya karena Aku cemas padamu, Aku buru-buru meneleponmu, lagipula ada apa dengan penampilan ku ini? Ini seharusnya tidak berlebihan?"


"Kamu... Kamu mulai menggodaku!"


"Pfff, Astaga Lea sayang, Aku benar-benar ingin berada disana untuk mencubit telingamu, kamu benar-benar sangat menggemaskan sekarang,"


Lea yang masih menutupi matanya itu, dan sekarang di goda oleh Rey dari ujung telepon segera berkata lagu dengan ekpersi cemberut,


"Su-- Sudahlah, hanya cepat pakai bajumu! Dasar tidak tahu malu!"


"Lea, kamu tahu? Kamu bisa menatapku semaumu sekarang, tidak perlu terlalu malu, namun jika kamu ingin menyentuhnya, tunggu sampai kita menikah nanti?"


Wajah Lea yang mendengar kata-kata Rey itu, segera menjadi semakin memerah, mungkin karena kata-kata Rey yang terlalu blak-blakkan, dan apa barusan?


Menikah?


"Reyhan Alvarendra!!!!" Kata Lea lagi yang benar-benar merasa malu dengan godaannya Rey.


Rey sendiri, yang Nama lengkapnya disebut itu segera mengambil baju yang ada di lemari memakainya seadanya.


"Baiklah-baiklah, sudah oke? Kamu bisa membuka matamu,"


Lea yang mendengar itu, segera membuka matanya, dan menyingkirkan tangannya, dan memang benar, Rey sudah memakai sebuah kemeja berwarna biru, namun belum di kancingkan, membuat beberapa kulitnya masih terlihat jelas.


"Rey!! Kamu benar-benar deh!!" Kata Lea lagi, kembali menutup matanya.


"Pfff, baik-baik aku hanya belum sempat untuk memancingkan baju-baju ini, kamu tahu bahwa tanganku memegang ponsel?"


"Cepat taruh ponselnya!"


Rey segera memakai pakaiannya dengan benar, lalu segera berkata lagi,


"Baiklah-baiklah, kali ini aku sudah berpakaian dengan benar,"

__ADS_1


Lea mulai mengintip dari balik tangannya, dan benar saja sudah melihat pemuda di ujung telepon memakai pakaian lengkap.


"Kamu jangan seperti itu lagi!"


"Kenapa? Aku sudah bilang, ini khusus untukmu tidak apa-apa jika melihatnya!"


"Rey!!"


"Pfff, setidaknya sekarang mood-mu sudah lebih baik bukan? Setelah melihat penampilan ku yang mengagumkan?"


"Apa? Ternyata kamu memiliki sisi narsis juga?"


Lea yang mendapat panggilan telepon dari kekasihnya itu segera memiliki mood yang cukup baik, ya berkat beberapa lelucon dan godaan sebelumnya dia benar-benar hampir melupakan masalah yang dimilikinya dengan Ayahnya.


Hari itu, setidaknya Lea berhasil menjaga moodnya dalam kondisi baik-baik saja.


####


Itu adalah siang hari saat jam Istirahat, ada sebuah pemandangan tidak biasa disalah satu ujung Perpustakaan yang sepi. Ya, disana ada sosok pemuda tampan, yang terkenal sebagai sosok sang preman sekolah saat ini dihadapkan dengan beberapa buku.


Terlihat serius ketika mulai membaca salah satu buku itu, sedangkan di ujung lain Perpustakaan, menjaga jarak tertentu ada seorang gadis yang memperhatikannya, itu adalah Lea, yang sebelumnya sudah mulai memberikan ringkasan hal-hal apa saja yang harus Rey pelajari. Lea sepertinya benar-benar serius untuk mencoba meningkatkan nilai dari Kekasihnya itu, agar setidaknya bisa memenuhi syarat untuk masuk ke Universitas yang cukup baik.


Namun, sekarang daripada menatap ke arah buku, pandangan Rey menatap kearah Lea.


Lea yang melihat tatapan itu segera mengirimkan pesan kepada Rey.


'Hey! Fokuslah belajar dan berhenti menatapku!'


'Bagaimana aku tidak menatap Kekasihku yang cantik ini? Bisa mengalihkan duniaku?'


'Rey, seriuslah, atau kamu aku tinggal pergi!'


'Baik-baik, Lea Aku akan mencoba mempelajari hal-hal ini namun ada beberapa hal yang membuatku kesusahan,'


'Kamu tulis aja hal-hal yang membuatmu susah nanti aku akan mencoba mencari Solusinya,'


'Wow, sepertinya kamu Siswi yang cukup pintar?'


'Tidak juga, aku hanya merangkum hal-hal apa yang dikatakan temanku! Sudahlah, kamu tetap fokuslah belajar aku akan kekamar mandi dulu!'


'Hey, jangan lama-lama,'

__ADS_1


Lea yang melihat kekasihnya itu saat ini kembali fokus membaca buku dan belajar itu segera pergi dari sana, menuju ke kamar mandi. Awalnya, tidak ada yang terjadi, hanya saja Lea tidak menyadari jika ada beberapa orang yang mengikutinya. Beberapa Siswa Laki-laki yang terlihat memiliki penampilan yang cukup acak-acakan.


__ADS_2