
Hari itu, Sekolah di hebohkan oleh sebuah Gosip. Terlihat beberapa siswi saat ini sedang berkumpul dan membicarakannya.
"Eh, Apakah kamu dengar? Sang Preman Sekolah kita ternyata memiliki Seorang Kekasih diam-diam!"
"Dari mana omong kosong semacam itu? Rey itu kan orangnya pendiam dan mengerikan, tidak suka dekat-dekat dengan orang lain, bagaimana bisa dia punya kekasih?"
"Hah, kamu ini benar-benar tidak tahu apa-apa aku mendengar ini dari salah satu kenalannya, temannya, temanku,"
"Tidakkah itu hanya omong kosong saja?"
"Sungguh, Rey itu punya Kekasih! Minggu Lalu, ada kehebohan dimana dia mendorong seorang Siswi di kelas 2 kan? Nah, Sebenarnya bukan dia yang melakukannya namun dia sengaja mau disalahkan demi kekasihnya itu, demi melindungi Kekasihnya!"
"Astaga, tidakkah itu sangat romantis?"
"Hah, kamu memang penyuka Drama sial. Bukan itu intinya, namun tentang kekasihnya itu, namun tentang kekasihnya itu Aku dengar gadis itu sebenarnya diam-diam nakal, namun bersembunyi di balik ekpersi polosnya, Dia siswi Baru di Sekolah kita,"
"Hah, jadi seperti itu. Pantas saja ya, namanya anak nakal pasti berkencan dengan anak nakal juga,"
"Memang kok, Aku dengar juga Hari itu orang tua gadis itu baru saja dipanggil karena kelakuannya,"
"Benarkah? Astaga, kok dia sampai jahat banget sampai ngorbanin pacar sendiri gitu sih?"
"Gak tahu juga sih, dan akhirnya ketauan juga kan, namanya bangkai mah gak bisa di tutupin,"
"Bener banget."
Rey biasanya tidak terlalu tertarik mendengarkan gosip atau pembicaraan orang. Biasanya dia akan pergi ke Ruang Ektrakurikuler atau ke Taman belakagan sekolah untuk menghabiskan waktu luangnya di sekolah. Jadi Tentu saja dia tidak tahu tentang gosip-gosip ini.
Baru hari ini dia tahu tentang hal ini, setelah tidak sengaja mendengar pembicaraan para gadis-gadis itu. Rey ingin marah mendengar orang-orang itu berbicara sembarangan tentang kekasihnya, namun jika dia turun tangan, yang ada hanya reputasi Lea akan semakin buruk.
Terlebih, Bagaimana bisa semua orang sekarang tahu hubungan antara dia dan Lea?
Lalu kenapa Insiden itu mulai di bahas lagi?
Bukankah semua sudah selesai sejak dirinya di skors?
Orang Tua Lea di panggil ke Sekolah Hari ini?
Namun dibalik semua rasa ingin tahu Rey, itu adalah dimana Lea tidak bercerita satupun tentang semua itu. Setelah memikirkan ini baik-baik, akhirnya Rey mengerti suasana hening yang aneh saat berada di Kelas.
Orang-orang mungkin tidak akan ada yang berani bertanya padanya secara langsung hubungan antara dia dan Lea, namun mungkin beberapa siswi langsung memiliki kesimpulan sendiri dan mulai menjauhi Lea?
__ADS_1
Dan lagi, sejak Insiden itu tersebar, apakah sudah di pajang di Papan Pengumuman?
Rey selalu tidak tertarik dengan hal-hal semacam itu jadi dia tidak pernah melihatnya. Rey tiba-tiba merasa bodoh karena dia adalah orang terakhir yang tahu tentang insiden itu.
Mungkin karena rasa marah kecewa dan emosi yang ada di hatinya Dia buru-buru menuju ke ruang kelas mencari Lea, namun dia tidak menemukan siapa-siapa.
"Hey, Lo tahu Lea dimana?" Tanya Rey pada Kirana teman sebangkunya Lea.
"I-- Itu... Apakah kamu tidak tahu? Lea kan saat ini sedang di Kantor Guru karena di panggil bersama dengan Orang Tuanya."
Ekspresi Rey segera menjadi rumit ketika mendengar itu, jadi dia buru-buru keluar dari ruang kelas menuju ke ruang guru. Dan benar saja, Lea saat ini bersama dengan seorang pria yang memiliki wajah marah baru saja keluar dari Ruang Guru.
"Lea, Bagaimana bisa kelakuanmu menjadi buruk seperti ini hanya tinggal beberapa Minggu disini?"
Lea yang dimarahin itu hanya terdiam.
"Kamu masih diam saja? Jelas ini adalah salah Ibumu yang mengambil hak asuhmu namun mengantarkanmu begitu saja. Sial, Aku harus berbicara dengannya nanti,"
"Cukup Ayah! Aku tidak ingin melihat kalian bertengkar dan berdebat lagi! Soal masalah apa yang aku buat apakah Ayah benar-benar merasa peduli?"
"Lea, apa yang kamu bicarakan? Apakah sekarang kamu bahkan berani untuk melawan Ayahmu sendiri? Siapa yang mengajarkannya? Sungguh, pasti berada di sekolah ini membawa pengaruh buruk padamu, Mari kamu segera pindah saja dari sini!"
"Apa-apaan sih Ayah! Jangan seenaknya!!"
"Ayah tahu apa soal kebaikanku hah? Ayah tidak tahu apa-apa!"
Pertengkaran mereka Mungkin sedikit menarik perhatian beberapa guru yang lewat sana, jadi Ayah Lea memutuskan untuk berpamitan pada Putrinya itu, agar nanti membicarakan semuanya ketika Gadis itu tiba di rumah.
Lea setidaknya merasa lega dengan kepergian Ayahnya itu. Namun rasa lega Lea segera hilang ketika Rey menarik tangannya, mengajak Lea ke tempat yang cukup sepi untuk berbicara.
Lea tentu saja menjadi kaget dengan tarikan kasar di tangannya itu namun dia tidak berani mengatakan apa-apa. Tidak perlu menebak mungkin Rey sudah tahu tentang semua gosip yang beredar dan bahkan tahu apa yang terjadi.
Dan yang lebih memalukan dari segalanya, Rey bahkan mungkin melihat pertengkarannya dengan Ayahnya. Yah, bukannya itu adalah Rahasia, lagipula selama Lea masih chat dengan Rey saat dia menjadi Alfa, Lea sudah bercerita segalanya tentang kondisi keluarganya seperti apa tidak ada yang perlu ditutupi. Namun tetap saja merasa sedikit memalukan tentang adegan pertengkaran itu dilihat sendiri oleh kekasihnya itu.
Ada keheningan sekarang ketika Rey mulai berhenti dan melepaskan tangan Gadis itu namun dia masih tidak berkata apapun. Sedangkan Lea, hanya diam bahkan tidak berani untuk menatap wajah Rey.
"Lea, tatap mataku! Dan katakan yang sejujurnya, kenapa kamu membongkar semuanya?" Tanya Rey dengan ekpersi marah.
Lea yang mendengar nada marah itu segera menjadi cemas, dan mencoba menatap Rey. Bukan berarti dia belum menyiapkan solusi untuk hal semacam ini, cepat atau lambat dia akan menghadapi Kekasihnya itu.
"Rey, bukankah Kamu sendiri yang mulai? Kamu tidak pernah cerita padaku tentang masalah Pamanmu dan soal Pamanmu yang marah karena Insiden ini? Membuat dia ingin membawamu keluar dari sekolah."
__ADS_1
Rey yang mendengar itu segera menunjukkan ekspresi terkejutnya tidak pernah mengira jika Lea tahu hal itu. Namun itu bukan hal yang penting sekarang.
"Lea, soal urusan itu jelas bukan urusanmu. bahkan ada insiden itu atau tidak pamanku cepat atau lambat ingin mengeluarkanku dari sekolah karena dia menginginkan uang sekolah yang dulu sudah di bayarkan oleh Almarhum Nenekku."
"Rey, namun hal sepenting itu jelas aku harus tahu! Apakah kamu tidak pernah menganggap aku penting?"
"Lalu bagaimana denganmu sendiri? Kamu juga menyembunyikan segalanya padaku pada akhirnya, dan asal membuat keputusan sesukamu!"
"Rey, bukan seperti itu!"
"Cukup Lea! Kamu juga tahu jika kamu membongkar semuanya semua hal menjadi berantakan, lihatlah Sekarang semua orang berbicara buruk tentangmu. Tidakkah kamu tahu betapa khawatirnya aku mendengar itu semua?"
"Itu tidak penting." Kata Lea mencoba tegas.
"Lea, Aku tahu semua hal tentang masa lalumu kamu tidak ingin memiliki kehidupan sekolah yang seperti itu dan hanya ingin menjalani kehidupan normal dan sekarang karena semua orang tahu tentang insiden itu dan hubungan kita Kamu mungkin tidak bisa hidup normal lagi di sekolah ini."
"Bukan kamu yang memutuskan Apakah aku bisa menjalani kehidupan normal di sekolah atau tidak! Yang terpenting untukku adalah kamu."
Rey yang mendengar kata-kata tegas Itu jujur tidak tahu harus berbuat apa. Dia senang melihat Lea membelanya, sampai sekarang tidak ada orang yang ada di sisinya seperti gadis itu, yang benar-benar rela menanggung segala konsekuensi agar mereka bisa bersama.
Namun, Rey merasa tidak nyaman untuk itu. Mendapatkan Cinta Azalea Stevanni, dia tiba-tiba merasa tidak pantas jika disandingkan dengan gadis itu. Jika Lea terus bersamanya Lea hanya akan sengsara.
Tidak ada apa-apa yang bisa dia berikan pada Lea. Dekat dengannya hanya lebih banyak membawa kerugian. Rey juga tahu, Lea sudah menerima semua konsekuensinya.
Namun tetap saja, Rey merasa tidak senang jika harus melihat orang yang dia sukai pada akhirnya mengalami kesulitan.
Pada akhirnya dia sudah memutuskan ini.
Sebuah keputusan yang sangat berat yang mungkin bisa mengakhiri semuanya.
"Mari kita putus. Aku merasa hubungan kita sudah tidak perlu lagi diteruskan."
Kata-kata itu, terdengar cukup tegas dari Rey.
Lea yang mendengar itu jelas saja menjadi kaget, hatinya tiba-tiba menjadi begitu marah mendengar keputusan yang tidak masuk akal itu, sehingga dia langsung menampar Rey.
Rey menerima tamparan itu tanpa mengatakan apapun sudah siap dengan konsekuensi yang akan dia terima.
Namun begitu menampar Rey, Lea langsung menagis sambil memukul-mukul dada Rey, sambil berkata,
"Rey... Kenapa kamu begitu seenaknya saja mengambil keputusan?"
__ADS_1
Lea benar-benar merasa hal yang dia dengar itu sangat tidak masuk akal.