
Lea benar-benar mulai menikmati waktunya untuk mengambil foto dengan Nathan, Lea mulai memikirkan mungkin jika memiliki jepretan yang bagus nanti hasilnya akan dia kirimkan melalui email kepada seseorang. Orang itu jelas sekali sangat menyukai fotografi, pasti dia nanti akan memberikan pendapat soal foto yang dijepretnya ini, Lea menjadi semakin bersemangat untuk mengambil foto.
"Aku rasa objek foto di sekitar sekolah tidak terlalu bagus,"
Nathan yang juga saat ini sedang memegang kamera, lalu berkata lagi,
"Itu memang benar jika hanya di sekolah tentu tidak akan mendapatkan jepretan yang bagus, akan bagus jika kamu mungkin jalan-jalan di sekitar kota, ada banyak objek-objek yang bagus yang cocok untuk difoto,"
"Benarkah itu? Dimana saja?"
"Nanti aku akan mengirimimu pesan soal lokasi-lokasinya, aku pernah ke sana juga untuk mengambil beberapa foto, tunggu sepertinya aku memposting beberapa foto wilayahnya di akun media sosial ku," kata Nathan lalu segera membuka ponselnya, terlihat sedang membuka aplikasi media sosial dan setelah menemukan hal-hal yang diajari segera ditunjukkan kepada Lea.
Lea lalu mulai melihat hasil postingan Nathan di Media Sosial, kakak tingkat ini ternyata memiliki begitu banyak followers, ini ribuan, ketika bergulir dan menata postingan-postingan yang ada di media sosial itu Lea cukup terkejut karena di sana berisi beberapa pemandangan yang cukup indah, ada juga foto Nathan sendiri, dan teman-temannya. Terlihat Nathan cukup suka untuk pergi jalan-jalan entah itu mendaki atau ke pantai bersama teman-temannya lalu mengambil cukup banyak foto pemandangan indah.
Lea tiba-tiba memiliki rasa kagum sendiri setelah melihat hal-hal itu,
"Wah, semua foto yang ada di sini sangat bagus apakah kakak yang mengambilnya?"
"Ya, beberapa Aku mengambilnya, namun beberapa orang di Ektrakurikuler Fotografi juga ada yang mengabil beberapa foto, itu sebelum mereka lulus,"
"Ah jadi begitu,"
Lea lalu kembali melihat-lihat ke arah ponsel itu, mulai mengamati foto pemandangan pemandangan yang berada di sana. Mencoba untuk mencari tempat yang menarik perhatiannya.
"Apakah kamu sudah menemukan tempat-tempat mana yang mungkin ingin kamu foto?"
"Apakah ini memang di daerah sekitar sini?"
"Banyak yang dari luar kota, sebentar, aku akan menunjukkan padamu mana-mana saja yang ada di sekitar sini,"
__ADS_1
Nathan lalu Mulai mengambil ponselnya dan menunjukkan kepada Lea, daerah-daerah mana di sekitar sana salah satunya adalah foto dari perbukitan yang tempo hari Lea kunjungi dengan Rey. Nathan ketika melihat foto itu memberikan petunjuk,
"Ini ada di tepi perkotaan tidak jauh dari sini, pemandangan di sana benar-benar sangat indah, kamu harus coba ke sana Jika ingin mengambil foto yang bagus,"
Lea yang mendengar penjelasan itu tanpa sadar berkata,
"Aku sudah pernah ke sana sebelumnya,"
"Eh? Ini cukup mengejutkan, Apakah kamu kenal seseorang di kota ini sehingga mengajakmu ke sana?"
Lea yang tiba-tiba mengingat wajah Pemuda tertentu ekspresinya segera cemberut. Dan Nathan akhirnya teringat sesuatu yang penting, Nathan ingat pernah melihat Rey mengedit beberapa foto tempat itu, dan bagaimana Lea mengirimkan sebuah foto di media sosial nya.
"Apakah itu Rey?"
Lea yang mendengar itu segera berkata lagi,
"Wow, aku tidak mengira kalian sudah seakrab itu,"
"Kak Nathan, ini tidak seperti itu jangan mencoba menggodaku,"
Nathan lalu segera menatap ke arah ponselnya dan melihat Jam berapa sekarang sepertinya sudah waktunya untuk pergi ke tempat Les.
"Baiklah sampai nanti aku ada Les, kamu pergilah ke lokasi-lokasi ini jika memang ingin dapat foto bagus,"
"Tentu saja, aku akan ke sana kapan-kapan,"
Lea Tentu saja tidak berani untuk mencoba mengajak pemuda yang ada di depannya ini takut-takut malah dikira dirinya sedang mendekatinya atau sesuatu. Tapi, pergi sendiri rasanya tidak nyaman.
Hah, namun toh nanti masih bisa diantar oleh sopir untuk menuju lokasi Jadi sepertinya tidak apa-apa toh itu hanya sebentar dan mengambil beberapa foto. Tidak nyaman juga mengajak beberapa teman ke sana karena nanti pasti malah tidak jadi fokus ke foto dan hanya bermain-main.
__ADS_1
Lea benar-benar sudah bertekad untuk mengambil sebuah foto yang bagus. Siang itu, Lea juga segera kembali keruang Ektrakurikuler, untuk mengambil tas miliknya ingin segera pulang, untungnya sudah tidak ada seseorang menyebalkan yang ada di sana.
Siang itu, Lea memutuskan untuk pulang ke rumah berjalan kaki seperti sebelumnya tidak untuk dijemput dengan sopir, karena ada perasaan tidak nyaman ketika dijemput Hanya mengingatkan pada kenangan-kenangan buruk di masa lalu.
Disisi lainnya, Rey yang saat ini diam-diam menatap ke arah Lea, menjadi kaget Kenapa Gadis itu jalan kaki.
Apakah Lea tidak takut jika ada kejadian seperti kemarin?
Rey, merasa tidak memiliki pilihan dan akhirnya mengikuti Lea dari belakang.
Lea, yang berjalan di depan Tentu saja tidak menyadari jika dirinya diikuti hanya berjalan dengan santai, sampai tiba-tiba dia berjalan di suatu belokan di mana Di sana ada kaca, dan ketika melihat ke arah kaca secara iseng dirinya melihat pantulan dari wajah Pemuda tertentu yang berjalan di belakangnya, hanya terlihat kecil karena cukup jauh.
Lea jelas segera menatap ke arah belakang untuk mencoba memastikan, namun sekarang tidak ada siapa-siapa. Dan ketika kembali menatap ke arah kaca sudah tidak ada siapa-siapa di belakangnya.
Dari pantulan kaca sebelumnya tidak begitu jelas wajah seseorang yang ada di belakang, Lea tiba-tiba menjadi takut jangan-jangan di buntuti oleh orang-orang mencurigakan?
Lea segera berjalan dengan lebih cepat, sampai tiba di salah satu belokan, lalu bersembunyi di belokan itu, sebenarnya merasa penasaran tentang siapa yang mengikutinya. Rey sendiri, awalnya pelan-pelan mengikuti Gadis itu sampai tiba-tiba, Lea berjalan cukup cepat, jadi dia terpaksa Jalan menjadi cukup cepat sampai tiba di suatu belokan.
Mungkin Rey menjadi tidak bisa mengendalikan kecepatannya hingga menabrak sesuatu yang ada di belokan Itu, yang ternyata adalah Lea.
Dua orang itu, segera terjatuh sama seperti saat pertemuan mereka yang tidak sengaja bertabrakan itu. Namun kali ini, Lea yang jatuh menimpa Rey, Rey tepat ada di bawahnya ketika tatapan mereka bertemu.
Lea yang melihat wajah familiar itu segera bertanya-tanya,
"Rey? Kenapa kamu ada di sini?"
Rey yang tiba-tiba ditanya itu jelas saja menjadi bingung untuk membuat alasan apa tidak mungkin juga mengatakan yang sebenarnya, soal mengikuti Lea karena takut sesuatu hal mungkin terjadi pada gadis itu?
Namun sekarang jawaban apa yang harus dirinya berikan?
__ADS_1