
Lea sore itu, berjalan dengan santai menuju ke arah Rumahnya dari Sekolah, yang kebetulan melewati jalanan di gang Utara, namun hanya melewati, tidak masuk ke gang seperti sebelumnya, saat membuat Lea tersesat, hanya saja melewati sekitar situ adalah jalan pintas daripada harus sedikit memutar di jalan raya.
Namun sayangnya tempat itu cukup sekali, namun Lea merasa tidak masalah walaupun di sana seperti karena pemandangan yang disajikan di tempat itu cukup baik.
Lea lalu mulai mengeluarkan kamera di tas miliknya, mencoba untuk memotret daerah sekitar sana, semakin banyak pengalaman memfoto itu merupakan hal yang baik.
Ketika menatap kearah kameranya, dan mulai mengambil beberapa foto, Lea segera menatap hasil jepretan nya yang ada di kamera. Lea merasa cukup puas dan mulai menggoda lagi galeri.
Dan hasilnya, Lea kembali melihat-lihat hasil jepretan foto Rey kemarin, hasil editan yang sudah dirinya kirimkan di media sosial tentu saja sangat bagus. Namun bahkan sebelum foto itu diedit pun hasilnya sudah sangat bagus.
"Mau aku melihat bagaimana pun juga, hasil jepretan Rey sangat keren, sayang sekali yang memfoto orang galak semacam itu,"
Lea yang melihat foto itu diam-diam tertawa dan mulai membayangkan wajah Rey. Kemudian ketika Lea mengulir galeri kamera lagi, dia kebetulan menemukan hasil foto yang diambilnya di ruang Ekstrakurikuler sebelumnya. Ya, di mana Lea sempat mengambil beberapa foto Rey, walaupun ada beberapa foto yang dur dan memiliki proses buruk namun ada salah satu foto di sana yang memiliki hasil bagus.
Rey yang terlihat cemberut, namun tetap saja terlihat tampan. Lea yang memandangi foto itu tiba-tiba wajahnya memerah merasa malu tentang hal-hal yang dipikirkan nya.
Bisa-bisanya, dirinya memikiran Rey Tampan?
Namun Rey memang tampan, Ah~
Sangat sial kepribadiannya buruk.
Setelah merasa cukup mengambil foto, Lea berniat kembali memasukkan kamera ke tasnya, namun begitu kamera masuk gantungan kunci di tasnya, jatuh membuat Lea segera mengambilnya di tanah.
Dan saat itulah barulah Lea, menyadari jika di arah belakang kira-kira beberapa langkah, di ujung pojokan ada beberapa orang yang terlihat menatapnya, sepertinya beberapa siswa dari sekolah lain?
Lea tentu saja tidak mengenali orang-orang itu ataupun seragamnya namun jika dilihat lihat bagaimana berantakan seragam mereka, Lea merasa jika mereka pasti bukan orang yang baik. Lea tiba-tiba merasa takut memilih segera mengambil gantungan kunci nya berdiri dan berniat lari dari sana.
Dan benar saja, ketika Lea melihat dari arah kaca di tangannya, yang sempat dia ambil di tasnya, Lea melihat orang-orang yang mencurigakan tadi benar-benar mengikutinya!!
Sialan!
Apa-apaan ini!!
__ADS_1
Lea tiba-tiba merasa takut, jadi segera mencoba untuk lari, menjauh dari orang-orang yang ada di belakang. Sayang sekali, Lea mungkin tidak terlalu memperhatikan jalan, dan di depan ternyata malah ada segerombolan orang-orang yang mengunakan motor, tengah berkumpul dan perkir disana, salah satu motor segera menghadang Lea dari depan, membuat Lea menjadi merinding tiba-tiba, karena saat ini posisinya benar-benar dikeroyok.
Lalu, penguna motor yang menghadangnya itu, segera membuka helmnya miliknya, terlihat sosok Pria dengan kulit putih, dengan rambut di cat pirang, dan tindik di telinganya. Penampilannya terlihat sedikit menyeramkan, namun masih wajah khas Pemuda Tampan di bangku SMA, mungkin terlalu buruk jika di bandingkan Kak Nathan dan Rey, namun setidaknya wajah orang itu tidak seburuk orang-orang yang mengejarnya di belakang.
Pemuda itu lalu segera turun dari motornya dan menatap ke arah Lea, olah olah sedang mengamati gadis itu dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.
"Kamu... Kamu siapa?" Kata Lea takut-takut.
Namun pemuda yang ada di depannya itu bukannya menjawab, namun hanya berkata dengan ekpersi dingin,
"Jadi ini adalah gadis yang kalian bilang adalah Pacar Rey itu?" Kata orang itu, terlihat bertanya pada salah satu temannya yang ada dibelakang Lea.
"Benar, Ketua! aku jelas melihat gadis ini bergandeng tangan dengan mesra dengan Rey itu! Aku yakin gadis itu setidaknya memiliki hubungan dengan Rey! Dan pasti dia Pacarnya Rey!"
Lea yang mendengar percakapan itu jelas aja terkejut terutama ketika nama 'Rey' disebut. Lea memang tahu, jika Rey terlihat seperti preman yang akan memiliki begitu banyak musuh. Namun tidak pernah mengira jika salah satu dari musuh musuhnya itu akan ada didepannya dan mencari dirinya.
Terlebih apa tadi?
Menuduh dirinya pacar Rey?
Sejak kapan dirinya dan Rey berkencan?
Ini benar-benar tidak masuk akal!!
"Siapa yang kamu bilang Pacar Rey? Rey jelas bukan Pacarku!"
Ketika Lea mengatakan itu pemuda yang ada di depannya itu terlihat memiliki ekspresi kesal dan berkata lagi,
"Hey, gadis manis janganlah kamu mengelak. Temanku sendiri sudah melihatmu kok jalan dengan Rey itu!"
"Hanya karena aku jalan dengannya bukan berarti aku Pacarnya!"
Pemuda itu lalu segera tertawa setelah mendengar kata-kata Lea,
__ADS_1
"Baik, bahkan walaupun kamu bukan pacarnya mungkin kamu hanya sekedar gebetannya? Yang jelas kamu kenal dengannya,"
"Aku tidak kenal dengan nya!"
"Astaga, mari kita lihat apakah kamu benar-benar tidak kenal dengannya?"
"Aku benar-benar tidak kenal dengan nya!!"
Lea jelas mengelak.
Pemuda itu, lalu segera menarik tangan Lea, menyeret Lea ke motornya. Lea yang tiba-tiba di syarat itu jelas mencoba menolak dan melawan.
"Hey! Apa-apaan kamu! Kemana kamu akan membawaku!!"
"Nona Manis, akan lebih baik jika kamu menurut saja aku tidak akan mengapa apa kan kamu," katanya bersikap sedikit sopan.
"Kamu pikir aku akan percaya!"
Lea jelas mencoba memberontak, namun sekali lagi, Lea jelas kalah dalam tenaga, lalu segera di seret menaiki motor itu.
"Lepaskan!!"
Namun, sekali lagi, Lea tidak bisa berbuat apa-apa karena motor yang di tumpanginya sudah mulai melaju, takut nanti Lea malah jatuh, takut juga untuk melompat jatuh, karena jelas menyakitkan untuk jatuh dari motor dengan kecepatan ini.
"Apa maumu!"
"Yang Aku inginkan, adalah Rey. Aku yakin kamu memiliki hubungan dengan dia bukan? Jadi tunggulah saja, pacar kesayangan mu itu datang,"
"Hey! Dia bukan pacarku!!"
Lea akhirnya terlihat dalam sebuah masalah, yang entah apa itu, namun juga sekali sumber dari semua masalah itu karena Lea pernah terlihat bersama dengan Rey. Dan baru disinilah, Lea akhirnya menyadari tentang apa yang diperingatkan dengan dengan sekolahnya agar tidak dekat dekat dengan Rey itu.
Masalahnya, tidak hanya karena pemuda itu galak alun karena dia selalu terlibat masalah, dan mungkin ini salah satu masalah milik Rey, yang sekarang membuat Lea terseret.
__ADS_1
Astaga bagaimana ini?
Lea tiba-tiba menjadi takut namun di sisi lain juga tiba-tiba mengkhawatirkan Rey, apakah orang-orang ini memiliki niat buruk pada Rey?