Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
part 10


__ADS_3

Thok thok thok.Suara pintu apartemen diketuk oleh seseorang.


Zao yang sedang sibuk dengan laptopnya langsung


Menghentikan aktifitasnya untuk melihat ponsel miliknya yang memang sengaja dihubungkan dengan Cctv apartemen.


''Masuk. ''Katanya setelah tau siapa yang datang.


Kevin membuka pintu apartemen Zao yang memang tidak dikunci.


''Ini boss pesanannya. ''Meletakkan paperbag warna pink di atas nakas yang berada tak jauh dari tempat duduk tuannya itu.


''Bagaimana dengan Ling-Ling? "Zao bertanya tentang tugas yang diberikannya tadi pagi.


''Berhasil tuan, dia sudah ditemukan dan sekarang sudah aman sesuai perintah tuan. Tetapi,,, " Kevin menjeda kalimatnya.


''Aku tau, biar itu menjadi urusanku. Sekarang urus semua wartawan yang sudah meliput berita tersebut. Dan pastikan jangan sampai ada yang melihatnya di TV.Dan semua akun sosmed yang berani menyebarkan beritanya sekalian kau urus juga.''Perintah Zao tegas.


''Siap tuan, kalau tidak ada yang mau disampaikan lagi saya pamit undur diri.'' Pamit Kevin sebelum pergi dan Zao hanya mengangguk sebagai jawaban.


Zao pun kembali sibuk dengan laptopnya.


Melupakan gadis yang sedang menunggunya kedinginan.


🌷🌷🌷🌷🌷


Aku menggigil didalam bathup setelah hampir selama satu jam berendam disana.


Sebenarnya bukan keinginanku juga, pasalnya sudah dari setengah jam yang lalu aku memanggil- manggil Presedir Zao, untuk menanyakan perlengkapan mandi termasuk baju yang tadi sudah ia janjikan. Tetapi sama sekali tak ada sahutan.Dan betapa bodohnya aku setelah sadar kalau presdir Zao tadi memang tidak berada didalam kamarnya. Dan sementara posisiku saat ini sedang menumpang mandi dikamar mandi yang terletak dikamarnya.Jadi pantas saja ia tidak mendengar suaraku.'


Meskipun aku mandi menggunakan basahan, tetapi tetap saja malu jika harus keluar kamar dengan kondisi seperti itu.Aku memberanikan untuk membuka sedikit pintu kamar mandi untuk mengintip keadaan, dan jika dirasa sudah aman aku akan keluar dan terpaksa harus meminjam paksa baju presdir Zao dikamarnya.


''Aman. ''Kataku menghela nafas lega saat tidak melihat keberadaan siapapun di kamar ini selain aku.


Tap tap tap, aku berjalan menuju lemari pakaian miliknya.

__ADS_1


Sekali lagi aku menghela nafas lega saat mendapati lemari pakaiannya yang tidak terkunci.


Aku mulai mengeksekusi lemari pakaiannya, yang ternyata tidak sesuai dengan expektasi. Didalam sana sama sekali tak ada satupun baju santai yang bisa kukenakan.Hanya ada pakaian kantor semua.Ahirnya aku memutuskan untuk mengambil kemeja putih yang sangat kebesaran.


''Sepertinya tidak terlalu buruk. ''kataku sambil menarik kemeja tersebut dari tumpukan baju lainnya yang sudah tertata sangat rapih disana.


Ceklek.


Aku terlonjak kaget begitu mendengar suara pintu dibuka dan,.


''Aaaaaaaah. ''Aku menjerit melihat pria itu melihatku dengan keadaan yang tidak seharusnya.Reflek kemeja yang kuambil terjatuh bersama'an dengan basahanku yang melorot hingga menampilkan tubuh polosku.


Aku langsung buru-buru menutupi bagian inti ku dengan kedua tanganku.Dan,,,


Brak!


Dia keluar dengan membanting pintunya keras.


🍎🍎🍎🍎


Aku yang sejak tadi sibuk mengurus pekerjaanku melalui laptop, seketika teringat dengan Riri yang sedang menumpang mandi didalam kamarku.Aku melirik jam mewah yang melingkar manis ditanganku.Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang.Dan Riri mandi dari jam sepuluh, itu tandanya gadis itu mungkin sudah sedari tadi menggigil bosan menungguku membawakan peralatan mandi untuknya.


Ceklek.


Aku menelan salivaku dengan kesusahan.Bagaimana tidak saat aku membuka pintu gadis itu terlonjak kaget yang mengakibatkan basahan mendinya melorot tanpa bisa dicegah. Dan alhasil tubuh polosnya terexpos indah menyapa mataku.


Aku terkaget ketika mendengar jeritan Riri yang begitu memekakan telinga.Terlihat jelas perempuan itu begitu malu dan langsung menutupi kedua bagian intinya dengan tangannya.


Didalam hati aku sedikit tersenyum tapi langsung buru-buru keluar dengan pura-pura akting membanting pintu . Aku begitu penasaran seperti apa reaksinya nanti jika bertemu denganku lagi.


Aku kembali ke ruang kerja berniat melanjutkan pekerjaanku yang memang belum selesai.Tapi pikiranku benar-benar tidak bisa fokus setelah kejadian barusan.


Tidak bisa dipungkiri sebagai laki-laki dewasa,aku begitu tergiur melihat kedua gunung kembar yang begitu montok ditambah lagi lekukan tubuhnya yang sangat aduhai, seperti gitar spanyol. Jadi wajar saja jika juniorku langsung meronta-ronta meminta dilepaskan dari sangkarnya begitu melihat tubuhnya yang benar-benar polos los los tanpa sehelai pakaian.


🍓🍓🍓🍓🍓

__ADS_1


Setelah selesai berganti baju, aku langsung mengepel lantai kamar yang basah akibat kecerobohanku.Yang mana membuatku harus mengingat kejadian memalukan tadi seumur hidupku.


Aku mengenakan kemeja putih kebesaran dengan panjang selutut, yang mana membuat kaki jenjangku terexpos dengan sempurna.


Aku cukup lama berdiam diri didalam kamar mewah ini, bingung mau apa? sepertinya presdir adalah tipe orang yang tidak mudah diajak berteman.Buktinya denganku saja hanya berbicara satu dua kata itupun tidak luput dari sikap dingin yang sudah menjadi ciri khasnya.


Handphone, dompet,semua ketinggalan dihotel membuat hidupku yang sudah susah menjadi tambah susah.Aku membuka tirai putih yang menutup jendela kaca.Bibir sudutku terangkat ketika melihat pemandangan dibawah sana.Banyak kendaraan berlalu lalang memadati jalan raya.


Seketika otaku kembali mengingat pada kejadian hari ini yang begitu membuatku setres.


Harusnya sekarang aku sedang berdiri disampingmu menjabat tangan para tamu yang meramalkan banyak doa untuk pernikahan kita.Tetapi entah kenapa harus berujung seperti ini dan tiga tahun yang dilewati bersama-sama berujung sia-sia.


''Aku berdiri menatap kosong pemandangan dibalik jendela kaca. Airmataku Lagi-lagi menetes deras kala mengingat pernikahanku yang gagal.''


''Harusnya tak begini? Aku sudah terbiasa nyaman sama kamu,aku sudah terbiasa dengan sosok kamu dihidupku.Mana mungkin aku bisa melupakan kamu secepat kamu melupakan aku. Berat kak, berat,,, ''


Aku menangis sesenggukan, hingga tiba-tiba tangan kekar seseorang memberiku tisu.


Aku langsung mengelap kasar airmataku dan mengabaikan tisu darinya.


''Terimakasih kataku lirih tanpa menolehnya. ''


''Terkadang harapan memang seringkali membuat diri kita kecewa.Tetapi percayalah dibalik semua itu ada makna indah yang sudah Tuhan siapkan untuk kita. '' Kata Presdir Zao bijak.


''Kalo cuman ngomong mah semua orang bisa!''


''Kata siapa?


Zao menggeser kakinya menciptakan jarak yang begitu dekat denganku.Tentu saja hal tersebut membuatku gugup,ditambah tatapan matanya yang menelisik tubuhku dari atas sampai bawah. Benar-benar menyindir kejadian memalukan tadi.


''A,,, ak" Tiba-tiba saja aku menjadi gagap ditatap seperti itu olehnya.


''Siapa yang memberimu izin memakai kemeja kesayangan ku. ''Kata Zao dengan mata tajamnya.


Deg.

__ADS_1


Aku benar-benar merasa tertampar dengan pertanyaan itu.


Bisa-bisanya aku sampai lupa dengan kesalahanku yang tanpa izin sudah mengeksekusi isi lemari pakaiannya.Dan juga dengan tidak tau malunya menggunakan pakaian yang ternyata merupakan pakaian kesayangannya.


__ADS_2