Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
part 43


__ADS_3

Setelah pakaian nya rapi keduanya turun beriringan menuju ruang makan di mana bu Laras dan pak Lee sudah berada di sana menunggu putra dan menantunya.


'' Pagi pah mah... '' sapa Zao.


'' pagi om, tante... '' sapa Riri.


Keduanya bersama'an menyapa mereka namun berbeda panggilan.


karna mau ikutan memanggil mereka dengan sebutan papa dan mama seperti Zao, takut dirinya di anggap tidak sopan jadilah om dan tante yang keluar dari mulut nya.


''Zao melirik Riri sekilas dengan exoresi lain dan menarik kursi untuk duduk sendiri. Sepele memang tetapi justru hal kecil seperti itu yang membuat hal tersebut berkesan sampai detik ini teruntuk Riri yang belum sepenuhnya bisa move on dari sang mantan.


''Hei kenapa masih memanggil kami dengan sebutan tadi. Mulai sekarang kami orang tuamu jadi panggil seperti Zao memanggil kami. '' titah bu Laras tegas.


''iya tan.. eh mama maksudnya. '' Riri yang awalnya sudah canggung menjadi tambah salah tingkah.


''Sudah. Ayo makan keburu dingin . '' Pak Lee mencairkan suasana di ruang makan tersebut. Pasalnya dia sangat bisa memahami perasaan Riri menantu barunya itu. Sebagai orang luar yang tiba-tiba masuk tentu saja akan sangat canggung terlebih mengingat seperti apa kekuasaan yang di miliki keluarga tersebut.


Dengan telaten Riri mengambilkan nasi dan lauk pauk serta sayur,menaruhnya di piring Zao.


Dan makan pun berjalan dengan hikmat, tanpa ada sepatah katapun yang ke luar dari mulut masing-masing.


Zao mengelap mulutnya dengan tisu, setelah menyelesaikan ritual sarapan paginya. Kemudian berpamitan dengan kedua orang tua dan istrinya.


''Berangkat bareng saja Zao, kebetulan papa juga mau bertemu dengan investor di hotel xxxx yang tempatnya hanya bersebrangan dengan kantor pusat milik keluarganya.


. Yah meskipun perusahaan furniture telah di pindah alihkan untuk Zao, putra semata wayangnya


tetapi hal tersebut tidak akan membuat pak Lee menjadi pengangguran dan berhenti menjadi orang sibuk.Karna masih banyak lagi aset -aset berharga lainnya yang di jadikan keraja'an uang.


Riri mengantar Zao sampai di depan rumah, dan di sana ternyata sudah hadir Kevin si asisten yang tak kalah mengerikan di banding suaminya.


'' Tunggu aku pulang... '' Zao berkata sambil mengecup sayang kening wanitanya.


Jujur saja ada yang berdesir di dalam hati karna di perlakukan se romantis itu, tetapi tetap saja ia tidak boleh lengah dan hanyut terbawa perasaan.Ia merasa harus memperkuat benteng pertahanan nya agar jika suatu nanti di tinggal pergi, setidaknya tidak akan sehancur ketika Aril meninggalkannya dulu, karna sudah mempersiapkan mental dan perasaan nya jauh-jauh waktu.


Setelah melihat suami dan mertuanya pergi, ia pun

__ADS_1


berbalik menuju pintu rumah mewah yang masih terbuka, sementara mertuanya sudah lebih dulu masuk karna mau bersiap pergi ke arisan.


'' sayang kamu ikut temenin mama arisan yah... ''


bu Laras berkata sambil menghampiri Riri yang hendak pergi ke dapur. Selain untuk berkeliling mansion Riri juga ingin membantu para pelayan di sana sekaligus untuk mengorek informasi tentang keluarga Lee. Tentang makanan favorit keluarga mereka sampai dengan makanan yang paling tidak pernah di sentu. Selama dirinya tinggal di mansion mertuanya, Riri juga ingin berbakti dengan menjadi menantu yang baik.Yah walau hanya dengan memasak.


'' Riri... gimana mau kan temenin mama ? bu Laras yang melihat Riri melamun menjadi bertanya lagi.


'' Eh iya mah.. Riri ganti baju dulu ya... '' Riri terkesiap.


''Nggak usah, seperti itu saja. Nanti kita mampir ke salon sama butik mama. '' ajak bu Laras bersemangat.


Dan seperti biasa tidak ada pilihan lain untuk tidak meng'iyakan ajakan maupun perintah salah satu dari mereka.


Setelah menempuh sekitar setengah jam, sampailah keduanya di Zoya Lee. Butik ternama, mewah, bergengsi di negara tersebut dan jangan tanyakan siapa pemiliknya yah ? karna sudah jelas.


''Selamat datang nyonya... ''


''Selamat datang nona muda.... ''


''Pilih kan menantu saya dress keluaran terbaru yang cantik dan nyaman tentunya ketika di pakai! " seru bu Laras sembari berjalan-jalan sambil melihat baju-baju rancangannya.


'' Siap mari ikut kami non... '' ajak salah satu ketua pelayan di butik.


''Yang navy saja mbak, aku suka warna kalem. '' Riri memilih dress selutut berwarna navi dengan renda timbul di lengan nya.


Pelayan tersebut tersenyum ramah sambil menujukan tempat untuk ganti. Baru setelah keluar


dari sana dirinya di bimbing ke tempat lain untuk di dandani.


Sementara di dalam kantor, Aril kedatangan tamu yang tidak diundang.


Tok tok..


''Masuk... '' sahut Zao tanpa beralih dari layar laptop di depannya.


Ceklek.

__ADS_1


Pun ketika pintu telah di buka, dirinya masih belum ngeh siapa yang berkunjung di waktu sibuknya.


'' Zao... '' Gea langsung menghambur memeluknya tanpa malu sedikit pun.


Zao yang begitu kaget langsung berdiri dengan reflek membuat perempuan tersebut jatuh terduduk di lantai.


Zao mengeram marah ketika melihatnya datang.


Bukan nya bersimpati untuk menolong perempuan tersebut ia malah sibuk sendiri mengusap -usap


lengan jas yang di pakainya, bahkan belum cukup sampai di situ ia juga melepasnya dan melemparkannya ke tempat ke sofa.


''Hiks.. '' Zao kenapa kamu tega sekali, seolah kamu sangat jijik terhadapku... ? Gea tersedu-sedu tangisan buayanya lagi-lagi di perlihatkan .


'' Aku memang jijik! tanpa perlu di jelaskan panjang lebar kamu pun sudah tahu kenapa! jadi silahkan keluar. '' Zao menunjukkan pintu ruangannya.


Tetapi bukan Gea jika menerima penolakan begitu saja, tentu saja Zao sudah lama mengenalnya dan paham akan hal itu.


''Zao beri aku kesempatan untuk menjelaskan.. tolong.. '' mohon Gea kekeh.


''Baiklah lima menit di mulai dari sekarang. '' Zao mengetuk kemeja dengan Jari-jarinya.


'' Aku salah aku minta maaf, tapi semua yang dilihat mata belum tentu asli kejadian yang sesungguhnya.


Aku di paksa melakukan hal tersebut karna jika tidak menurutinya karirku yang akan menjadi taruhannya. Aku di jebak. hiks...... ''


Zao terdiam. Dan hal tersebut membuat Gea semakin percaya diri kalau alasannya bisa dengan mudah membodohi mantan pacar sekaligus ATM berjalannya itu.


Tak berselang lama senyum devil Zao muncul.


''Owh ya ,dan sayangnya aku sudah tidak peduli lagi dengan wanita Jal** seperti kamu.


Dan satu lagi, jangan pernah sekali lagi kamu datang menampakan muka jika masih ingin tidurmu nyenyak. Atau kau mau ku seret menjadi gelandangan hah!. Kamu pikir siapa kamu bisa membodohi Zao Lee. Cukup sekali kamu melakukannya dan aku masih tidak akan lupa. Camkan itu.


'' Zao menekan kalimat ancaman untuk wanita yang kemarin pernah menyinghahi hatinya.


'' kurang ajar! aku berjanji akan membuatmu menyesal karna sudah menghinaku Zao. '' umpat Riri hanya berani dalam hati, . Lalu keluar dari ruangan dengan wajah yang sangat masam.

__ADS_1


__ADS_2