Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
part 16


__ADS_3

'' Maaf pak dimaklumin saja, dia memang sedikit tersinggungan.'' kataku tak enak hati pada sopir taksi tersebut.


Zao yang dimintakan maaf seperti itu ingin sekali protes namun sepatunya sudah lebih dulu di'injak tanpa ahlak oleh Riri.


''Sudah.Cepat keluarkan uangnya kasihan dia sudah terlambat.'' Bisiku di telinga tuan Zao.


Tak lama asisten Kevin datang dengan membawa amplop coklat yang didalamnya berisi uang.Bisa ditebak jumlah isinya sangatlah fantastis.


''Tuan, ini sangatlah banyak dari jumlah tagihan yang seharusnya.'' Kata pak sopir sampai berkaca-kaca.


''Terima saja pak, dia orang kaya uangnya tidak akan habis hanya dengan mengeluarkan uang sekecil itu.'' Kataku ikut terbawa perasaan.


Setelah mengucapkan banyak terimakasih ahirnya sopir taksi itu melaju pergi dengan kendaraannya.


Aku berdada ria terhadap orang tua tadi sambil terus tersenyum seolah akulah yang membuatnya bahagia, padahal bukan🀭🀭


''Itu semua tidak gratis, kau ingat dengan baik.'' Tuan Zao berkata sambil menepuk bahuku.


''Apa!!! ''kagetku histeris. Sementara dia dengan santainya langsung masuk ke mobil yang sudah disiapkan oleh asisten Kevin.


Aku yang melihatnya hendak menutup pintu langsung berlari cepat menghentikannya.


Ia membuang nafasnya kasar , dan menatapku tanpa expresi.'' Benar-benar pria yang sulit ditebak. '' batinku.


''Antarkan aku pulang.'' kataku lirih sambil memperlihatkan barisan gigiku yang tidak terlalu rapih karna terdapat gingsul dibagian kanan.


''Masuk.'' Jawabnya dengan membuang pandangannya tiba-tiba.


Hening.Sepanjang perjalanan sama sekali tidak ada yang membuka obrolan.Bisa dibayangkan betapa membosankannya posisiku saat ini.


''Asisten Kevin, stop.Jalan kerumahku sudah lewat.'' kataku memberitahu.


Sementara itu Zao nampak tersenyum melihatku yang nampak begitu kesal karna permintaanku yang tidak dituruti oleh Kevin.


'' Maaf saya hanya menjalankan tugas saja.''


Kevin menjawab apa adanya karna memang seperti itu perintah dari tuannya yang dikirim melalui e-mail


barusan.


''Tuan berhentilah sebentar dan biarkan aku pulang.'' pintaku sedikit kesal.Entah kenapa nasib sial selalu menimpaku semenjak aku bertemu dengannya ada saja masalah yang datang tanpa sebab.


''Memohonlah yang benar. ''Jawabnya tanpa merasa berdosa.

__ADS_1


Aku yang sejak awal sudah berusaha sabar, ahirnya tidak tahan lagi.


''Tuan, punya banyak uang dan serba berkuasa juga harus punya hati.Karna setiap manusia juga punya perasaan.


''Jadi menurutmu, yang punya hati itu yang seperti apa?Apakah yang mengacau di acara pernikahannya sendiri? Kata Zao tak sengaja menyindir.


Deg.


Ibarat luka baru yang disiram air garam.Perih dan pedih.Begitulah perasaanku saat orang lain menyinggung tentang pernikahanku yang gagal.Kenapa disaat aku sedang belajar untuk bangkit selalu ada saja yang mematahkan semangatku.


''Hiks, hiks, hiks. Aku tidak tau apa masalahnya kenapa kamu setega itu terhadapku.


''Berhenti ''Kataku berteriak dengan suara yang sudah bercampur tangis.Dan seperti yang aku inginkan mobil pun menepi.


Aku langsung turun dan berlari tak menghiraukannya yang sempat menahanku.


πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯


Flashback off.


Aku yang semalaman tidak bisa tidur karna memikirkan Riri, esoknya hampir kesiangan. Untung saja mama membangunkanku.Meskipun sedikit telat tapi aku masih bisa datang tepat waktu untuk bertemu dengan klien penting pagi ini.


''Pah, Mah,,, '' Sapaku pada mereka yang sudah bersiap dimeja makan.


Aku menggaruk tengkuk ku yang tidak gatal.Lalu berjalan menghampiri mama. Sementara Papah sesama orang sibuk, beliau sudah pasti lebih paham dari mama.


''Aku meraih punggung tangan mama sambil menciumnya sayang.


''Tidak sekarang,tapi Zao janji , wekend Zao akan datang kemari menghabiskan waktu sama mama. '' Kataku membujuknya.


''Baiklah tapi jangan lupa bawakan kami berdua calon mantu yang berkualitas. Jangan kaya,,, .'' ucapanya tidak sempat selesai karna sudah lebih dulu dipotong oleh suaminya.


''Mah ,biarkan dia pergi. klien penting sedang menunggunya.'' Pak Zao yang sangat hafal bagaimana watak istrinya langsung memangkas ucapannya agar tidak terjadi perdebatan yang berkepanjangan.


''Hati-hati.''Nasehat mama dengan nada kecewa.


Pasalnya setelah hubungannya dengan Gea tidak direstui dirinya menjadi jarang pulang dan lebih memilih tinggal di apartemen.


Setelah drama pagi ini selesai, aku langsung pergi menemui klien.Tapi sebelumnya aku sudah lebih dulu mengirimi pesan kepada Kevin supaya mengantar sarapan untuk Riri terlebih dulu sebelum menjemputku kesana.


''Apa dia baik-baik saja? tanyaku pada Kevin setelah meeting selesai.


''Sedikit baik, sedikit tidak tuan ''Jawaban Kevin membuatku khawatir.

__ADS_1


''Apa maksudmu? kalau bicara yang jelas. Baik baik. Tidak tidak.''Jangan setengah-setengah deh.


''Iya tapi pengamatan saya memang seperti itu.Secara fisik dia mungkin baik-baik saja, tapi secara hati dan mental saya yakin dia trauma berat tuan.''


Aku terdiam.Hati kecilkupun beranggapan sama seperti Kevin.Ada trauma berat dalam dirinya.Ingin rasanya berbuat lebih tetapi aku sadar aku siapa.


Sepanjang perjalanan arah ke kantor, aku menyempatkan waktu untuk melihat CCTV apartemen. Entahlah ada gelenjar aneh yang sering aku rasakan setelah bertemu dengannya.Apa lagi jika mengingat tubuh polosnya yang tak sengaja kulihat kemarin.Rasanya juniorku seperti ingin meledak jika tidak segera dituntaskan.


Aku mulai fokus menatap ponselku yang sudah langsung terhubung dengan Cctv apartemen.


Aku melihat Riri membukakan pintu untuk Kevin, dengan wajah bangun tidurnya yang sangat natural dan menggemaskan.Tiba-tiba saja aku tersenyum merasa dia sangatlah cantik dan Aril adalah pria bodoh yang sudah mencampakannya.


Senyumku surut ketika aku melihat Riri yang tadinya ber'expresi senang tiba-tiba sedih ketika membuka menu makanan yang dibawakan oleh Kevin.Lalu aku melihatnya tidak jadi menyantap makanan itu kemudian pergi ke kamar mandi.Ia keluar dari kamar mandi sudah rapih mengenakan setelan baju pilihanku yang juga dibawakan oleh Kevin kemarin.


Dahiku berkerut. Sebuah tanda tanya besar ketika ia keluar dari apartemen.Mau kemana ia pergi, sementara dirinya tau Riri sama sekali tidak membawa dompet dan handphone saat kabur hotel kemarin.


Entah kenapa perasaanku menjadi tidak enak begini.


''Vin cepat kau suruh anak buahmu melacak cctv di jalan depan apartemenku baik itu mau arah kekanan maupun kekiri . Secepatnya. ''Perintahku pada Kevin.


Kevin sendiri nampak kebingungan tetapi tetap menjalankan perintah dari tuan mudanya itu, tanpa berani bertanya barang sepatah katapun.Tak lama kemudian pesan video rekaman jalan depan rumahnya masuk melalui pesan Whatsapp.


Aku melihat Riri sedang berdiri disana seperti sedang menunggu seseorang.Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti tepat didepannya.Dan betapa terkejutnya aku saat melihat yang datang ternyata Aril.Entah kenapa gelenjar aneh kembali kurasakan.


Aku tak begitu mendengar jelas percakapan mereka, karna suara lalu lalang beberapa kendaraan yang melintas dibelakangnya. Ahir cerita aku melihatnya menangis sementara Ar pergi sendiri setelah sebelumnya sempat meraih tangan Riri yang langsung ditepis cepat.


Lagi-lagi aku tidak mengerti dengan diriku sendiri.Kenapa rasanya begitu emosi melihat mereka bertemu dan perasaan ini lebih mendominasi ke rasa cemburu.Tidak mungkin kalau aku suka sama dia,tidakkah terlalu cepat jika memang benar adanya perasaanku ini.


''kira-kira kemana dia akan pergi. ''Batin Zao sambil mengakhiri melihat rekamannya.


Tak berselang lama kami pun sampai di kantor.Lalu aku langsung masuk ke ruang kerjaku dan kembali menjadi sibuk.Begitupun dengan Kevin,Ia sudah berada di ruangannya sendiri berperang dengan segudang tugasnya.


Aku mengecek semua laporan keuangan bulan ini dari pemasukan hingga pengeluaran.Semuanya alhamdulillah aman terkendali.Aku juga membaca satu persatu e-mail yang masuk dari perusahaan ku sendiri beserta semua cabang-cabangnya.Tidak ada masalah mungkin hanya perlu jadwal kunjungan untuk mengecek lokasi dan sistem cara bekerjanya secara langsung.


Ceklek.


''Tuan, nona Riri datang kemari.'' Kata Kevin memberitahu.


''Dimana dia?


''Masih di lantai dasar tuan.'' Jawaban Kevin membuatku tersenyum berharap.


''Biarkan saja, aku akan menemuinya nanti setelah pekerjaanku selesai.''Jawabku profesional.

__ADS_1


Sebenarnya ingin sekali langsung bertemu dengannya.Tetapi demi nama baik, sebagai pemimpin perusahaan aku harus tetap profesional agar bisa menjadi contoh yang baik buat semua karyawanku.


__ADS_2