Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
56


__ADS_3

Tidak menunggu lama lagi, Zao beserta Kevin sang asisten langsung menuju lokasi tempat di mana istrinya kini sedang berada. Setelah sebelumnya sudah mendapat info dari El. Detektif muda kepercayaan keluarga Lee.


Di tempat lain, El yang baru saja menyelesaikan misinya tiba-tiba merasa ada yang janggal di dalam hati.Ia pun langsung mengecek kembali berkas laporan yang baru saja ia kirim dan ternyata wakwaaaaaw. Benar saja, ada yang tidak beres karna alamat yang baru saja ia kirimkan adalah alamat saudara tirinya yang bernama Al.


#Z


Lalu kenapa bisa menantu keluarga Lee berada di apartemen Al? Apa jangan-jangan mereka,,,,,


Karna merasa tidak tenang akhirnya El langsung meraih kunci dan bergegas menuju ke lokasi tempatnya langsung tanpa menyuruh sangat asisten.


Tok tok!! suara pintu di ketuk dengan tidak sabaran.


Al yang berada di ruang tamu langsung membuka pintu dengan santai.


Ceklek.


Munculah wajah laki-laki yang dirasanya tidak begitu asing di mata Zao. Seketika emosinya membuncah mengingat istrinya berada satu atap dengan pria lain.


Zao langsung menerobos masuk bahkan sebelum di persilahkan oleh si pemilik rumah di'ikuti Kevin dan beberapa bodyguardnya.


Al masih tetap santai bersender di pintu dengan melipat tangan di dada.


''Riiiiiiiiii,,,,, !!!!!!


Sekali lagi Zao berteriak memanggil sang istri, tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaannya .


''Maaf tuan kami sudah menggledah semua tempat tetapi tidak menemukan adanya tanda-tanda keberadaan nona muda. '' Lapor Kevin mewakili anak buahnya.


''Dimana kau sembunyikan istriku hah!!!!! tanya Zao dengan emosi meluap-luap.Setelah beberapa anak buahnya telah memeriksa seluruh ruangan yang ada di apartemen Al.


Al hanya tersenyum tipis menanggapi kemarahan pria di depannya sambil melipat tangan di dada dan bersender santai di pintu.


'' Istri? jadi tuan Zao Lee yang terhormat datang kemari mencari istrinya?


Zao masih diam menahan emosi dengan tangan terkepal erat siap untuk memberi pelajaran terhadap pria di depannya.


''Harap untuk tidak memancing emosi tuan muda!!! "


Kevin memperingati.


''Memang kenapa dia marah? bukannya dia datang untuk mencari istri yang sudah ia telantarkan sendiri di pinggir jalan.Laki-laki macam apa yang kau agungkan. '' Balas Al tanpa takut sedikitpun.


Bugh!!!

__ADS_1


Satu pukulan mendarat sempurna di wajah tampan milik Al.


''Sekali lagi saya bertanya dimana kamu sembunyikan istri saya?!!! Dan untuk hal pribadi saya, itu sama sekali tidak ada urusannya dengan anda. Jika anda masih sayang dengan masa depan!!! '' Zao berkata dengan dingin.


''Kamu jangan pernah mimpi untuk merebutnya kembali setelah apa yang kamu perbuat terhadapnya!!! Soal uang berapa yang telah kamu keluarkan aku akan mengganti dengan kelipatan. ''


Al sama sekali tidak gentar terhadap ancaman dari


Zao. Dan malah terkesan menantang.


Agh!!! Tidak berselang lama bibir sexy nan mulus itu memuncratkan darah segar.


Bugh!!! Al membalas dengan tendangan kaki. Namun tidak berhasil mengenai sasaran karna beberapa pria langsung mengamankannya.


'' Lepas brengsek! beraninya main keroyokan!


''Bugh!!!! '' satu tonjokan kembali mengenai wajah mulus Al yang tidak berdaya karna tangan dan badannya di pegang oleh anak buah Zao.


Meskipun begitu Al,tetaplah Al.Ia masih tetap meracau dan mengumpat dengan kalimat menantang meskipun keadaannya sedang terancam.


Bruk..


Suara benda jatuh mengenai lantai dari arah pintu,membuat mereka bertiga Zao, Al dan Kevin menoleh bersama'an.


Al tersenyum sangat tipis nyaris tak terlihat siapapun terkecuali Zao. Yah hanya ia yang dapat melihat senyum smirk itu.


Zao mengeram marah dengan tangan terkepal erat dan jangan lupakan tatapan mata elangnya saat istrinya menghawatirkan pria lain tepat di depan mata.


''Bawa dia!!! perintah Zao yang langsung di laksanakan oleh kevin .


''Lepas!!. Riri menghempaskan tangannya dengan sekuat mungkin ,medkipun ia tahu kalau kekuatannya tidak ada apa-apa nya jika di banding dengan Zao.


''Menurutlah jika kamu masih ingin melihatnya hidup. '' Zao berkata dingin sambil melirik Al yang sudah babak belur terkapar di lantai.


''Apa yang kamu lakukan, ini tidak ada hubungannya dengan siapapun kenapa harus melibatkan orang lain. '' Riri membantah dengan nada dan suara yang mulai meninggi.


''Seharusnya aku yang berkata demikian.Kenapa menginap di tempat laki-laki lain, sedang kamu sudah memiliki suami. Tidakah kamu berfikir aku begitu menghawatirkan mu setelah aku berbalik mencari lalu kau sudah tidak di sana.!!!


''Ah, kau mana mau mengerti karna yang kamu pahami cuman perasaan mu yang sepihak. '' Zao langsung melangkah meninggalkan Riri yang sedang mematung di tempat. Entah apa yang sedang di pikirkan wanita itu. Pikir Zao dengan sangat kecewa.


''Sebaiknya tidak membantah perintah tuan Zao, jika anda masih ingin melihat laki-laki itu hidup. ''


Entah nasehat atau ancaman yang baru saja di utarakan oleh Kevin.

__ADS_1


Riri tersenyum getir sambil mengusap kasar air matanya. Menatap Al dengan tatapan bersalah karna dirinya Al harus merasakan hal yang tidak seharusnya ia terima.


Al tersenyum meskipun di dalam hati ia begitu remuk menyaksikan kepedihan yang di rasakan oleh Riri, sementara dirinya tak berdaya.


'' Maaf.. '' kata Riri dengan suara kabur akibat di tarik oleh dua bodyguard Kevin menuju ke mobil.


''Maaf nona kami hanya menjalankan perintah. '' kata salah satu mewakili yang satunya. Saat melihat raut marah dan tidak suka di wajah Riri.


''Lepas. Aku bisa jalan sendiri tanpa harus kalian kawal.!!!


Mereka pun melepaskan tangannya dan ia berjalan gontai tanpa expresi sedikitpun dan masuk mobil begitu saja.


'' Jalan! '' Suara laki-laki yang saat ini sedang tidak ingin ia lihat namun takdir terus berusaha kuat memperlihatkannya.


Mobilpun berjalan sesuai perintah. Sepanjang perjalanan keduanya masih terus diam tanpa ada yang mengalah untuk memulai.


Zao terus memperhatikan Riri tanpa berkedip, dengan mulut membisu. Membuat Riri kegerahan antara risih dan salah tingkah.


Namun Zao seakan tak peduli ia masih terus menatapnya dengan tatapan misterius.


'' Berkediplah aku tahu aku cantik! Celetuk Riri tiba-tiba karna sudah tidak tahan diam dan diamkan sungguh rasanya sangat tidak nyaman.


Zao menautkan kedua alisnya sambil tersenyum sangat tipis nyaris tak terlihat.


''Aaah!!


Zao menarik pinggang Riri dengan tiba-tiba membuat ia kaget dan langsung jatuh di pelukannya.


''Dengan bibir cemberut Riri mendongakan kepalanya untuk menatap suami misterius itu yang dianggapnya suka sekali membuat orang frustasi karna tidak bisa menebak pikiran dengan kelakuan nya.


Mata keduanya bertemu di jarak yang begitu dekat sampai terdengar hembusan nafas satu sama lain.


Deg. Deg. Deg.


Jantung keduanya sama-sama berdetak cepat bak senam jantung.


Riri yang tadinya hendak memprotes tindakan suaminya itu langsung bungkam seribu bahasa.


Seperti terhipnotis ketika mata mereka saling beradu menggambarkan tatapan kerinduan.


Zao semakin mendekatkan wajahnya, dengan lembut menarik tengkuk sang istri sampai bibir keduanya saling menempel.


Jantung Riri sampai berhenti berdetak ketika bibir **** milik Zao mengulum lembut bibirnya.

__ADS_1


a


__ADS_2