
Riri yang begitu kaget tiba-tiba merasa gugup mendapati tuan Zao sudah berada di jarak yang begitu dekat dengan ku
Bukannya tadi ia mencarinya, kenapa sekarang rasanya seperti ingin tidak jadi saja.
Tap tap tap.. Namun Riri menjadi lebih kaget begitu melihat langkah kaki Zao berjalan melewatinya begitu saja, begitupun dengan asisten Kevin. Mereka berdua benar-benar seperti tidak mengenalinya.Jangankan menyapa menoleh saja tidak.Ayolah Riri kau pikir dirimu siapa? meminta disapa duluan, hanya pembantu ya pembantu sama sekali bukan teman atau kerabatnya.
''Tuan Zao tunggu. '' teriak Riri pada akhirnya.
Zao yang memang sejak tadi sedang menunggu reaksi gadis tersebut langsung mengangkat sudut bibirnya.Ia berhenti lalu berbalik menunggu kedatangan seseorang yang sedang berlari kecil kearahnya.
''Tuan,,, '' ucapnya masih dengan nafas yang belum teratur.
''5 menit" kata Zao sambil melirik arloji mahal di pergelangan tangannya.
Riri melirik asisten Kevin, rasanya malu juga jika mau mengatakan perihal pribadi mengenai hutang keluarganya didepan asisten dingin itu.
''Ada apa? anggap saja dia tidak ada.'' kata Zao seolah tau maksud Riri.
''A aaaku butuh bantuan tuan. '' ucapnya lirih.
''Bisa kau ulangi sekali lagi, suaramu tidak terjangkau di telingaku. ''
''Aku butuh bantuanmu tuan. Perusahaan ayah terancam bangkrut dan rumah kami juga akan di sita jika dalam satu minggu ini tidak bisa membayar pinjaman. '' Riri mulai menjelaskan tanpa berani menatapnya. Malu, sangat malu mengatakan kesusahannya di depan orang lain.Tapi mau bagaimana lagi tidak ada pilihan lain untuk mengatasi masalah uang yang begitu banyak, bahkan tabungannya selama bekerja di perusahaan saja tidak ada sepersepuluh nya dengan semua hutang sang ayah.
''Aku akan membantumu tapi hanya dengan satu syarat.Menikahlah dengan ku. '' Kata Zao to the point karna dirinya bukanlah orang yang tipe bertele-tele.
''Hah, ,,, '' kaget Riri tak percaya mendengar penuturannya barusan.
'' Menikah? bagaikan disambar petir di siang bolong
tidak ada angin tidak ada hujan mendung pun juga tidak. Tiba-tiba saja ia mendengar kata - kata yang sampai detik inipun masih membuatnya merasa trauma.
__ADS_1
''Tuan, selain kaya raya ternyata kau juga punya humor yang tinggi.'' Riri mencoba menanggapi ucapannya dengan bercanda.
'' Aku tidak sedang bercanda.Apa yang kurang dariku mapan tampan dan berkuasa.Termasuk dengan jawaban mu yang sedang kamu pikirkan itu, aku sebenarnya tidak butuh jawabanmu karna yang aku katakan tadi adalah perintah.
Zao melirik Kevin seperti mengisyaratkan sesuatu.
'' Ini sudah lebih dari lima menit, waktunya selesai. ''
Kata Kevin tanpa basa-basi.
Sementara Riri masih mematung belum bisa berfikir, karna otaknya yang tiba-tiba ngeblank.Syok begitulah perasaannya saat ini.Ditambah lagi kata-katanya yang membuatnya menjadi sangat takut.Bayangkan saja baru bulan kemarin pernikahan gagal bersama orang yang sudah tiga tahun menemani dan sekarang seseorang yang baru kenal tiba-tiba mengajak menikah,lebih tepatnya bukan lagi mengajak tetapi memaksa.
.Apa semua orang kaya punya hobi yang sama yaitu bermain-main dengan kata pernikahan sehingga begitu mudah saat mengatakannya. '' Kesal Riri dalam hati tak habis pikir dengan alur cerita yang semakin hari semakin rumit saja.
''Nona seharusnya anda bersyukur karna tuan muda menginginkan anda untuk menjadi pendamping hidupnya, selain jika anda menolak bukan hanya rumah dan perusahaan yang akan hangus tetapi ayah nona juga akan masuk penjara karna tidak memenuhi kewajibannya terhadap semua karyawan yang gajinya hampir tiga bulan belum dibayarkan.''
Jelas asisten Kevin.
Tes, tes, tes,,,, air mata lolos begitu saja mendengarnya berbicara seperti itu tentang sang ayah.
''Tidak kau pasti bohong, iya kan? bagaimana kau bisa tahu? kalian hanya ingin menggertaku saja kan?!
''Justru karna kau putrinya seharusnya kau harus lebih tau lebih dulu daripada orang lain.'' Sinis Zao
sambil tersenyum miring semakin meskipun di dalam hati sangat tidak tega.
Riri semakin terisak tak berdaya mendapati hal-hal yang tak terduga seperti ini.Tapi jika dipikir mana mungkin asisten Kevin dan tuannya berbohong, mereka bukan orang sembarangan yang perlu sibuk mengurusi urusan orang lain termasuk urusan pribadinya.
''Ku katakan sekali lagi. Menikah lah dengan ku jika kau masih sayang keluargamu.
Deg.
__ADS_1
Hati wanita itu benar-benar merasa patah, saat keadaan tiba-tiba memaksanya untuk menikah dengan pria lain sementara jujur nama kak Ar masih tersimpan rapi di dalam sana.
''Tapi tuan, menikah itu komitmen bukan lelucon semata.Lagi pula tuan orang berkuasa sementara aku hanya gadis biasa yang tentu saja tidak akan pernah pantas bersanding denganmu.'' Tolaknya halus dan penuh hati-hati tentunya.
''Justru karna kau bukan siapa-siapa jadi biarkan aku yang menentukan pantas dan tidaknya. '' kata Zao tegas.
''Atau kau ingin melihat ayahmu dipenjara karna hutang-hutangnya lalu keluargamu yang lainmenjadi gelandangan,,, baiklah jika maumu. '' Katanya kemudian pergi melewatinya begitu saja.
''Hiks hiks, tentu saja tidak!! mana bisa seperti itu.
Tuan tunggu,,,,,, aku mau dan tolong berhentilah sejenak. Kita bicarakan baik-baik.Katanya memohon dengan berusaha mengejar langkah Zao.
Membuat beberapa orang memandang ke arah mereka dengan tatapan tak terbaca. Lalu beberapa sekuriti datang berniat untuk mengamankan Riri.
Namun asisten Kevin langsung mengangkat tangannya tanda tidak perlu , membuat mereka langsung bertugas kembali.
''Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, aku akan menikahimu setelah pulang dari London jadi jaga dirimu baik-baik.Dan untuk masalah keluargamu semua sudah diurus oleh orang kepercayaan ku.''
Katanya sambil menatapnya dengan sangat intens membuat Riri yang memang sudah oleng semakin oleng.
''Terimakasih dan hati-hati,,, '' ucap Riri pada akhirnya, meskipun setelah ini ia tidak tau sesulit apa lagi yang akan di alami kedepannya.
Zao tersenyum sambil menarik Riri ke dalam pelukannya, dan Riri hanya menurut saja karna tidak ingin membantah dan memperkelah diri sendiri.
Zao merasa begitu hangat dan nyaman saat memeluk Riri.Namun tidak bisa di pungkiri rasa bersalah tentu saja ada, meskipun dirinya harus menjadi pemaksa tetapi di dalam hati ia berjanji akan membuat gadis itu bahagia berada disampingnya.
Setelah dirasa waktu sudah benar-benar mepet dengan tidak rela Zao pun melepas pelukannya.
Ia dan asistennya pergi setelah melihat Riri sudah dijemput oleh dua orang yang merupakan bodyguard miliknya.
...----------------...
__ADS_1
Riri begidik ngeri melihat dua orang yang merupakan bodyguardnya tuan Zao, selain wajahnya yang sangar ia juga berpostur layaknya preman-preman kelas kakap yang berbadan besar dan tinggi.Entah lah tuan Zao benar-benar aneh sampai harus membuat repot dengan pengawalan tidak masuk akal seperti ini.
''Stop berhenti disini saja, karna aku tidak ingin orang tua dan adiku tidak nyaman dengan keberadaan kalian. '' perintahnya kepada dua orang sangar yang tidak ia ketahui siapa namanya.