
Di dalam kediaman keluarga Lee sedang di hebohkan dengan berita pernikahan Zao yang akan di laksanakan lusa.Jika bertanya siapa yang memberitahu mereka , apakah Zao? no tentu bukan
Zao sengaja tidak memberitahu keluarganya akibat kesal dengan rencana mereka yang diam-diam ingin menjodohkannya dengan Rahel tanpa berkompromi terlebih dulu dengan dirinya dan juga Zao juga sudah menebak pasti mata-mata dari ayahnya sudah melaporkannya..Jadi tentu saja mereka mendapat bocoran dari mata-mata kepercayaan pak Lee.
''Pah anakmu itu memang sudah keterlaluan, bisa-bisanya berencana menikah tanpa meminta restu dari kita, memangnya dia anggap kita itu sudah mati apa! kesal bu Laras.
''Dia juga anakmu mah. Lagian bisa jadi bukan tidak meminta tetapi belum meminta karna mama tau sendiri anak itu masih di London , tunggu nanti dia pulang baru kalau mau marah-marah.Jangan malah papa yang jadi sasaran donk. '' Protes pak Lee.
''Siapa juga yang marah-marah sih pah! mama itu cuman curhat iiih ... '' bu Laras merajuk karna pak Lee alih-alih ikut membenarkan keluhannya malah justru memprotes nya.
''Owh jadi yang tadi bukan marah ? goda pak Lee.
''Papah iih mama lagi serius , ini tuh menyangkut masa depan putra semata wayang kita, mana boleh menikah dengan sembarangan seperti itu. ''
'' Kalau sudah pilihannya ? pak Lee sedikit kurang setuju dengan pendapat istrinya itu.
''Pah, dulu aja anak nakal itu sudah salah mencari pacar lah kok sekarang masih tidak mau mendengarkan nasehat orang tua, seenaknya mau kawin lari.Pokoknya mamah gak setuju minimal ceweknya harus kaya Rahel . '' Celoteh bu Laras.
Tok tok tok. Mengetuk pintu yang sudah terbuka.
Keduanya langsung beralih menatap ke arah pintu.
Muncul seseorang yang merupakan orang kepercayaan pak Lee.
''Masuk. '' kata bu Laras semangat empat lima.
''Kau memanggilnya? tanya pak Lee keheranan karna seingatnya dia tidak menyuruh orang itu datang ke rumahnya.
'' iya papah sayang. '' Jawab bu Laras santai nada bicara dengan expresinya sangat tidak sinkron.
__ADS_1
''Kenapa tidak memberitahuku? '' tanya pak Lee
''Palingan papah juga sudah tahu pura-pura nanya. ''
Jawab bu Laras santuy.
' Sepertinya akan terjadi perang Dunia ke tiga.'' batin pak Lee dengan menggelengkan kepalanya lemah.
''Maaf apa saya sudah bisa memulainya. '' tanya pak Kasim kepercayaan keluarga Lee yang sejak tadi hanya mendengar mereka berdua ribut.
'' Sudah. '' kor mereka berdua kompak.
''Benar-benar pasangan serasi. '' batin kasim.
''Sesuai informasi yang saya dapat mengenai perempuan yang akan di nikahi oleh tuan muda Zao adalah perempuan yang sama yang bulan lalu pernikahannya di gagalkan oleh nona Ling-ling.Dia juga pernah bekerja menjadi karyawan biasa di perusahaan properti pusat.Setelah keluar dari sana, ia bekerja menjadi pembantu tuan muda di apartemen.Dan.... '' Belum sempat pak Kasim memberitahu semuanya tetapi bu Laras sudah lebih dulu memotongnya.
''Stop. Anak itu benar-benar melewati batas. ini keterlaluan bagaimana bisa ia memutuskan menikah semudah itu, memangnya dia tidak berfikir kedepannya sedangkan menikah itu kan komitmen hal yang harus banyak di pertimbangkan. '' panjang lebar bu Laras mengomel.
'' Papah selalu saja membela anak itu, sekarang panggil Ling-ling suruh ke sini dia adalah dalang dari semuanya. Kalau saja gadis itu tidak ceroboh sampai merusak acara pernikahan orang lain, sudah pasti Zao tidak akan bertindak sejauh itu hanya karna merasa bersalah atas nama seorang kakak. ''
Pak Lee diam sejenak untuk mencerna kalimat istrinya, mungkin kali ini apa yang di katakan oleh istrinya itu ada benarnya. Kalau saja Ling-ling tidak membuat gadis itu batal nikah sudah pasti Zao tidak akan sampai repot-repot menikahi gadis tersebut hanya karna terpaksa.
Tak lama kemudian seorang gadis cantik berjalan cepat ke arah mereka yah gadis itu adalah Ling-ling.
Ia datang terburu-buru setelah di telfon oleh pelayan keluarga Lee.
'' Om, tante... sapa Ling-ling ketika sudah sampai.'
Sementara yang di sapa hanya diam dengan tatapan mata menginterogasi.
__ADS_1
''Aku buru-buru datang karna pelayan bilang ada hal yang sangat penting. '' Kata Ling-ling lagi dengan agak gugup karna merasa ada yang beda dari mereka.
" To the point saja, gara-gara kamu mengacau dan menggagalkan pernikahan orang lain,anaku Zao jadi yang harus susah memikirkan cara untuk menebus kesalahan kamu sampai dia akan menikahi gadis itu. terang bu Laras tanpa basa -basi.
"Whats Ling-ling tidak salah dengar kan tante, bagaimana bisa? Ling-ling malah kaget dan balik bertanya.
" Itu yang seharusnya tante tanyakan ke kamu." Kata bu Laras ketus.
Ling-ling yang masih sangat kaget belum langsung bisa menerima berita tersebut, kini ia berganti menatap om nya itu untuk meminta penjelasan.
" Apa yang di katakan tante mu itu benar.Lusa Zao akan menikah dengan gadis yang pernikahannya telah di gagalkan oleh kamu.Dan tugas kamu sekarang membantu agar Zao mengurungkan niatnya karna om takut ia hanya terpaksa dan kedepannya hanya akan menodai ikatan yang terjalin.
'' Maafin Ling-ling tante om, aku akan coba ngomong sama kak Zao dan akan berusaha keras
untuk menggagalkan rencananya. '' kata Ling-ling sambil meremas ujung bajunya. Mana boleh kakak kesayangannya menikah dengan gadis itu, terlebih dia adalah mantan kekasihnya Aril.
Sementara itu, Riri yang habis pulang kerja sangat senang dengan keberadaan orang tuanya yang sudah tiba di rumah.
'' Ayah sama bunda dari mana saja sih? tanyaku sambil menyalami ke duanya bergantian.
Bunda tersenyum namun entah hanya perasaanku saja atau bagaimana di balik senyumnya seperti ada sesuatu yang sedang di pikiran dan membuatnya sedih.
''Cuman pergi ke luar kota ada urusan sebentar. '' kata Ayah menanggapi pertanyaan ku.
Yang tidak Riri ketahui adalah saat dirinya tidak ada di rumah tadi, orang kepercayaan dari tuan Zao datang untuk mengurus pernikahan putri sulung mereka yang akan di adakan lusa, dan mereka harus merahasiakan semuanya dari Riri sampai hari H itu tiba.Hati orang tua mana yang tidak sedih serta gelisah memikirkan nasib dan perasaan putri kandungnya itu. Tetapi nasi sudah menjadi bubur mereka sudah terlanjur menerima bantuan itu dan memang sangat membutuhkannya.Sekarang hanya bisa berdoa semoga putrinya memiliki nasib yang lebih baik setelah di nikahi tuan muda Zao.
''Kamu mandi dulu gih, bunda sudah buatin makanan kesukaan kamu. '' kata bunda sambil tersenyum.
'' memangnya bunda sama ayah udah dari tadi pulangnya? kok sampai udah cape-cape masak?
__ADS_1
''Udah jangan banyak tanya sekarang mandi dan turuti perintah bundamu. '' timpal ayah sambil lalu.