Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
part 49


__ADS_3

Berjalan seperti air yang mengalir mengikuti arus.


Begitupun dengan kisah cinta Zao dan Riri. Sejak awal mereka memang di takdirkan memiliki perbedaan. Dan bukan persama'an maupun cinta yang menyatukan mereka, melainkan komitmen untuk hidup bersama. Menjalani rumah tangga yang normal, memiliki keturunan . Sakinah, mawadah warohmah serta barokah. Meskipun berbicara tidak semudah menjalaninya.


Dan hal tersebut akan di buktikan oleh ke dua pasangan ini dengan segala perjuangan dari nol dan lewat kisah ini nanti, mereka memberitahu bahwa untuk jatuh cinta dan kembali membangun sebuah kepercayaan itu tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Untuk itu perlu di garis bawahi, betapa pentingnya arti kesetiaan untuk diri kita sendiri terutama untuk orang lain yang kita hianati, karna bukan hanya hati mereka yang sudah kita rusak, tetapi bisa jadi juga mental mereka juga ikut rusak.!


Dan hal tersebut yang sedang Zao lakukan demi mengobati dan menyembuhkan perasaan Riri yang sudah terlanjur mendendam dan tidak percaya dengan kata cinta. Semenjak dirinya di hianati di hari H pernikahan nya.


Maaf...


Mungkin caraku ini terlalu keras, dengan menuntutmu untuk melupakan masa lalu, secepat yang aku mau....


Tapi percayalah aku tulus melakukannya karna aku ingin membuatmu bahagia.


Zao bermonolog di dalam hati kecilnya sembari memfokuskan kedua matanya untuk menatap pemandangan di bawah sana yang terlihat dari dalam jendela pesawat.


Masih teringat jelas wajah Riri yang menangis sesenggukan setelah membaca surat darinya.


Keterlaluan kah ?????


*****


Riri menatap langit kamar dengan perasaan yang berkecamuk.


'' Semua laki-laki di dunia ini sama. Terkecuali ayah mereka semua brengsek!!!! Datang Se'enaknya dan pergi begitu saja tanpa memikirkan perasaan yang di tinggalkan.


Riri mengusap air matanya dengan kasar.Lalu beranjak dari duduknya. Rasanya percuma juga menangisi manusia yang belum tentu peka terhadap kesalahan yang di perbuatnya.


Mengambil sling bag,lalu berjalan pergi tanpa mempedulikan wajahnya yang kusut akibat terlalu lama menangis.


Riri terus melewati lorong apartemen hingga sampai di depan lif. Setelah masuk ia menekan tombol lantai paling bawah, lalu segera ke luar setelah sampai.


Huuuft...


Menghembuskan nafas panjang, setelah sampai di luar. Seperti burung yang terbebas dari sangkar. Begitulah perasaan nya saat ini. Meskipun suaminya tidak pernah melarang dirinya untuk keluar, tetapi lewat kejadian kemarin, itu sudah menjadi bukti kalau pergerakannya tidak sebebas burung yang berterbangan di langit.


Cukup di jadikan pelajaran.


Seketika ia teringat Nayla, tetapi lagi-lagi harapanya pupus sebelum ia merealisasikan pikirannya. Karna tahu sendiri jika bukan hari wekend, sahabatnya itu pasti sedang sibuk berkutat dengan pekerjaan kantornya.


''Kalau pulang ke rumah,pasti nanti yang pertama kali di tanyakan dimana suamimu? kenapa pulang sendiri? jangan-jangan kamu tidak pamit mau pulang ke rumah orang tua?...

__ADS_1


Yah sudah pasti semua pertanyaan itu akan di tanyakan oleh ke dua orang tuanya, mengingat seperti apa perhatian mereka terhadap Anak-anak nya. Yang hanya ada dua. Riri dan Dinda.


Riri kembali memutar otak setelah memikirkan rumah orang tuanya bukanlah solusi yang tepat.


Tetapi bagaimana jika ia datang ke rumah mertuanya? Ah tetapi apa bedanya???


Tentu saja beda! keluarga Lee adalah keluarga yang sangat sibuk. Termasuk mama mertuanya. Jika mereka juga sangat ketat dalam mengawasi pergerakan para musuh, dan bisa di pastikan kalau kepergian Zao juga sudah sampai terdengar di telinga mereka.Mengingat dia adalah putra satu-satunya di keluarga tersebut.Jadi dirinya tidak harus bersusah payah kebingungan mencari alasan.


Tinggal bilang saja, sedang perjalanan bisnis. Sesama orang sibuk pasti maklumlah.


'' Sekalian juga mau minta di ajarin bisnis, supaya bisa mandiri dan jika sewaktu-waktu Zao tidak kembali, tidak akan mempengaruhi kehidupannya apa lagi ekonomi! jangan sampai.


Riri tersenyum cerah setelah mendapat ide tersebut. Sebelum pergi kesana ia menyempatkan untuk berhenti di toko kue.Karna ia tidak tahu kesukaan keluarga Lee, jadi Ia memilih kue dengan menyesuaikan selera bundanya.


''Semoga saja mereka suka. '' gumam Riri sembari berjalan keluar setelah sebelumnya sudah melakukan pembayaran.


Ia berjalan ke mobil sambil terus tersenyum memegangi kotak kue yang barusan ia pilih,.


Brugh.


Riri terpental beberapa langkah ke belakang, setelah tak sengaja menabrak seseorang.


Riri terkesiap dari lamunannya. Ternyata bukan mimpi. Dirinya lagi dan lagi, bertemu dengan kak Ar.


'' kamu tidak papa? Spontanitas, pertanyaan itu keluar sendiri dari mulut Aril.Membuat Ling-ling yang berada di sampingnya menjadi sangat kesal.


'' Ti.. '' baru saja Riri akan menjawab pertanyaan dari Aril, ucapanya sudah lebih dulu di potong oleh Ling-ling.


'' Hay kakak ipar... '' Sapa Ling-ling dengan menekankan kalimatnya, menyindir dua manusia dalam sekali ucapan.


'' Hay juga. '' Riri menjawab dengan datar tanpa expresi.


'' Permisi. '' Riri hendak melangkah tetapi tiba-tiba saja Ling-ling memanggilnya.


'' Hey kenapa buru-buru, kita bahkan baru saja bertemu.Bagaimana kalau kamu menemani kami mencari kue kesukaan tante Risa. Kamu kenal dekat dengannya kan? pasti tahu selera beliau seperti apa. ''


'' Sayang aku rasa tidak perlu, aku anaknya. Jadi tidak ada yang lebih mengenal ibuku selain aku.''


Aril maksud betul dengan perkataan Ling-ling. Di balik ajakannya sudah pasti ada rencana tersembunyi. Seperti memanas-manasi Riri misalnya.


Riri tersenyum miring, menanggapi trik pasaran seperti itu, . Bahkan ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah saja trik semacam itu sudah banyak di lihatnya, tidak di sangka masih ada yang menggunakan trik tersebut.

__ADS_1


'' Maaf sedang tidak tertarik, lain waktu saja gimana?Riri mengerlingkan sebelah matanya dengan tatapan meledek.


Sebenarnya ingin sekali Ling-ling menjambak rambut Riri, jika saja tidak ada Aril di sampingnya.


'


'Jika di pikir-pikir cinta itu lucu ya,...


Jelas-jelas pernikahan gue loe yang batalin.


Calon suami gue loe yang rebut .


Bahkan di hari H pernikahan. Di depan orang banyak elo ngemis-ngemis buat di kasih kesempatan ke dua sama dia.


Sadar woi sadar!!!


Di sini elo pelaku yah jangan belagak jadi korban sampai merencanakan balas dendam.


Gue yang di rugi'in aja santai tuh gak ada niat ngebales!!! nah elo udah salah , bukannya minta maaf malah cari - cari masalah. '' Keluar semua uneg-uneg yang di pendam Riri selama ini, mengingat Ling-ling adalah bagian dari keluarga suaminya.


Tetapi mengingat kelakuan perempuan itu, membuatnya tidak tahan dan merasa harus memberinya sedikit pelajaran.


Kak Ar...


Kasih tahu dan bilang sama dia. Kalo salah ya sudah tinggal minta maaf dan tanggung jawab.


Jangan bertingkah seolah menjadi korban.!!!


Deg.


Ling-ling bungkam mendengar Riri berbicara panjang lebar menguak kesalahanya. Satu sisi ia merasa tertampar satu sisi lagi ia masih merasa shok. Ternyata Riri bukan perempuan yang mudah di tindas seperti yang di perkirakan nya selama ini.


'' Dan satu hal lagi yang kamu dan kamu harus ingat!


Gimna sakit dan malunya saya di hari itu.Saya dan juga keluarga besar saya.Akibat ulah kalian yang kekanak-kanakan !!!


Kalian gak pernah tahu kan,,,gimana berjuangnya saya untuk bisa lepas dari trauma dan rasa sakit yang kalian torehkan di hari bahagia yang seharusnya sudah terjadi!!!!


Di paksa berhenti bermimpi, dan menanggung kenyataan yang tidak bisa saya terima.


Sakit!!!! asal kalian tahu!!!

__ADS_1


__ADS_2