
Nayla baru bisa keluar dari ruangannya akibat pekerjaan kantor yang begitu padat lalu melihat beberapa teman dari divisi lain sedang ngerumpi kan sesuatu. Awalnya dia tidak tertarik dengan pergosipan seperti itu, tetapi saat ia melangakhkan kakinya melewati ruangan satu ke ruangan lainnya yang ia temui tidaklah berbeda dengan perkumpulan yang ia temui sebelumnya . Nayla yang memang tingkat perkepoannya sangat tinggi akhirnya merasa sudah tidak tahan dan berjalan menghampiri mereka yang sedang asyik berbisik dan menggosip.
'' Sudah bosan hidup kalian.. '' Sindir Nayla yang tiba-tiba ikut bergabung dengan yang lain, dengan memasang expresi wajah datar.
''Hah! '' Beo mereka serentak lalu menatap Nayla dengan malas serta raut kekhawatiran yang tidak bisa di sembunyikan oleh mereka satu persatu.
''Yaela, kirain siapa? celetuk Salah satu dari mereka dan disetujui oleh temannya yang lain.
'' Lagi ngomongin apa kalian, .. '' imbuh Nayla dengan raut mengintimidasi.
lalu salah satu dari mereka menyodorkan ponsel yang di dalamnya sedang berputar video tentang tuan muda Zao dan istrinya yang sedang bertengkar di kafe sebrang kantor. Tanpa berkata apapun lagi, Nayla langsung berlari kecil menuju tempat tersebut. Namun sesampainya di kafe tersebut suasana begitu sepi dan kafe pun sudah tutup. Merasa perasaannya tidak enak, langsung segera menghubungi Dinda adik dari sahabatnya itu,setelah sebelumnya sudah menghubungi Riri namun sama sekali tidak di angkat.
Di tempat lain, Dinda yang sedang nongkrong bareng teman-temannya langsung buru-buru pulang menuju tempat X, setelah mendengar kabar kalau kakaknya sedang dalam masalah.Ia dan Nayla rencananya mau mencari sama-sama.
🍉🍉🍉🍉🍉🍉
Dulu hidupku seperti kertas, putih bersih tak bernoda. Tetapi hari setelah aku mengenalnya
semua berubah, hidupku terasa sangat berwarna hingga aku lupa pada warna asliku yang sesungguhnya.
Semua waktu dihabiskan hanya untuk memikirkannya, tentangnya dan menjadi yang terbaik untuk dia.. sampai aku lupa masih banyak
orang tulus yang sayang ke aku, aku lupakan keberadaan mereka.
Hari berganti bulan dan tahun...
Hubungan kami terus berlanjut, sampai aku merasa lucu jika mengingatnya.
Seseorang datang kembali setelah lama pergi.
Lalu mengambil segalanya dalam sekejap termasuk pernikahan yang selalu ku nantikan.
(O_O)(O_O)(O_O)
Tes. Tes...
Air mata mengalir lembut membasahi pipinya.
Semua ingatan muncul bagaikan memori yang di putar namun tak bisa di berhentikan. Semuanya begitu rumit dan sulit.
__ADS_1
'' Menangislah jika memang itu melegakan, keluarkan semua yang tidak seharusnya di pendam sendirian. '' Al menaruh secangkir teh dengan tatapan sendu.
''Hiks.... hiks.... '' Dan Riri masih menangis sesenggukan.
'' Sebenarnya apa yang kau tangisi? Al yang sudah tidak tahan mendengar langsung orang yang ia cintai menangis kesakitan pun memberanikan untuk bertanya.
Riri menggeleng , menatap Al sebentar lalu menelungkupkan kembali tangannya untuk menutupi wajah.
'' Kita sudah kenal begitu lama dan kamu masih ragu bercerita?! Baiklah tunggu sampai beban mu benar-benar berat baru kau ceritakan semua. ''
Laki-laki itu tampak merasa kecewa dengan Riri yang masih saja memendam segalanya sendirian tanpa mau membagi dengannya.
Al pun berdiri dan berinisiatif untuk mencari tahu semuanya tentang Riri, setelah ditinggal pergi olehnya.
''Aku sudah menikah! Hwaaaaaaa.... '' tangis Riri pecah lagi setelah mengatakan fakta rahasia yang mungkin saja memang belum di ketahui oleh Al.
Al yang sudah berjalan pun berbalik, dengan perasaan entah. Bak di sambar petir di malam cerah.Begitu mendadak sampai tidak bisa meng expresikan sikap untuk menghadapnya.Raut wajahnya begitu tidak bisa di baca.
Meskipun perasaannya terasa begitu nyeri, tetapi sebagai lelaki yang hanya di anggap sebagai kakak
ia tau apa yang harus ia lakukan.
'' Kamu sudah menikah? Al dengan lembut menatap manik hitam milik perempuan yang sangat ia cintai.
Menanyakan ulang tentang kalimat yang baru saja di katakan oleh perempuan tersebut.
''Riri mengangguk.Dan kali ini isak tangisnya sudah mulai berhenti.
'' Aku bodoh bukan? Riri berbalik melontarkan pertanyaan.Menandakan dia sangat tidak bahagia.
Al masih diam, menunggu kalimat selanjutnya.
''Seharusnya tidak seperti ini yang terjadi, semua berjalan menyimpang dengan semua rencanaku.''
Di saat aku sedang berusaha move on, sebuah masalah datang menghantam keras dan bertubi tanpa berbelas kasih.
Perusahaan ayah bangkrut, rumah hampir di sita, kuliah Dinda hampir terhenti.Tuntutan gaji karyawan yang ternyata sudah menunggak tiga bulan belum di bayar... Ayah hampir masuk penjara karna banyak investor yang menarik kembali saham mereka dan menuntut perjanjian.Hiks... aku begitu tertekan ...
Al meremas tangannya, merasakan sakit dan marah yang sama seperti emosi yang sedang di rasakan temannya. Ia merasa sangat bersalah karna tidak tau apa-apa.
__ADS_1
Lalu? tanya Al ragu karna ia sudah bisa menyimpulkan sendiri dengan berkaitan nya masalah Riri yang tiba-tiba sudah menikah.
'' Seseorang menawari bantuan asal aku bersedia menikah dengannya. ''
Brakk.
Al menggebrak meja dengan sangat marah.
Membuat Riri berjengit kaget dan sedikit ketakutan.
Al yang melihat expresi tersebut langsung mengontrol emosinya dan berdiri lalu berjalan menghampiri tempat duduk Riri.
'' Katakan siapa lelaki brengsek yang sudah memanfaatkan kesulitanmu. Jika hanya mematahkan kakinya aku pikir itu bukan hal yang sulit. ''
Riri mencebik. Menatap malas kepada pria yang kelakuannya belum berubah sama sekali. Sejak mereka masih anak-anak Al selalu menjadi yang paling nakal apa lagi jika menyangkut tentang Riri.
''Mana bisa begitu, kita sudah besar bukan anak kecil yang suka berantem dan berebut kecuali..
Al melirik dengan ekor matanya setelah mendengar kalimat menggantung yang tidak selesai di ucapkan oleh Riri.
'' Kamu mafia sungguhan. '' celetuk Riri kemudian setelah di tatap seperti itu oleh Al.
ha ha ha..
Al terkekeh geli mendengar langsung pemikiran Riri.
''Tidak harus menjadi mafia untukmemberikan bogeman terhadap seseorang.''
'' Sayang sekali, jadi tidak bisa sembarangan memberi pelajaran karna dia seseorang yang sangat berkuasa dan memiliki banyak kaki tangan dan mata dimana-mana. ''
Al menaikan sudut alisnya, tidak tahu saja kalau dirinya meskipun tidak mendapat julukan orang terkaya bernomor di negara tersebut, namun hartanya yang melimpah ruah tidak akan habis untuk membeli keadilan. Termasuk melepaskan Riri dari genggaman pria brengsek tersebut.
Hanya saja keseharian nya yang begitu sederhana, menutupi identitas aslinya.Tidak suka kemewahan dan benci peraturan, membuat ia memilih hidup sendiri dengan jalannya sendiri ketimbang tinggal bersama orang tuanya yang merupakan crazy righ London.Dan sampai sekarang usahanya sudah menyebar luas di puluhan negara, akibat kedisiplinannya dalam mengelola keuangan.
Bagi kalangan pebisnis semua orang tahu siapa dia, tetapi untuk teman dan orang biasa mereka hanya menganggap dirinya sesederhana penampilannya.
Namun satu hal yang membuat ia menyesali karna kesederhanaan itu.Membuat Riri tidak mencarinya ketika Riri sedang berada di titik terendah.
Seandainya ia tahu, pasti Riri akan mencarinya dan terhindar dari pernikahan terpaksa itu.
__ADS_1