
Tak terasa Adzan maghrib pun sudah menggema ,mataku langsung tertuju pada tempat mukena yang entah kapan aku terakhir kali menyentuh benda tersebut.Hehe jangan di tiru ya gaess .Mandi yah aku sampai melupakan bau badanku sendiri dan tidak ada pilihan lain selain melakukan ritual mandi sekalian mau menjalankan kewajiban sebagai umat muslim yang baik.
jujur saja hatiku terenyuh ketika tanganku bergerak membasuh wajah dan bagian tubuh lainnya yang
memang di haruskan untuk di basuh sesuai rukun wudhu.
''Ya Alloh maafkan aku yang datang hanya ketika sedang susah saja,,,, '' tangisku dalam doa ketika sudah selesai menjalankan tiga rokaat sholat maghrib.
''Lega, hatiku benar-benar mendapatkan kedamaian tersendiri setelah menjalankan sholat.''
Masih nyaman dengan mengenakan pakaian sholat, aku bersandar di salah satu sudut ruang kamarku.
Pikiran ku kembali tertuju kepada tuan Zao yang mana tadi tiba-tiba saja memanggilku dengan sebutan sayang.Apa dia serius? atau hanya ingin membuatku GR saja. Tetapi siapa perempuan yang bergelayut manja dengannya tadi.
Sekilas aku seperti pernah bertemu dengan gadis itu tapi siapa? lama berfikir hingga ingatanku tertuju kejadian waktu di bandara saat aku tidak sengaja menabrak seseorang.Dan yah aku baru ingat kalau tidak salah gadis yang tadi datang menemui tuan Zao adalah gadis yang sama yang bertabrakan dengan ku di bandara.
Aku mengambil ponsel yang tadi sempat ku lempar sembarangan, entah kenapa hatiku menjadi berharap sekali dikirimi pesan manis seperti yang biasanya dilakukan oleh tuan Zao.
Namun sayang dari beberapa pesan whatsapp yang masuk sama sekali tidak ada pesan baru darinya.
Hah perasaan macam apa ini, tidak ini tidak benar tidak seharusnya perasaan aneh itu muncul. Memangnya siapa kamu, ayolah Riri sadar dia itu tuan sementara kamu hanya pelayan, kalaupun ia benar ingin menikahimu tentu saja karna ada tujuan tidak mungkin karna perasaan.
Tetapi ngomong-ngomong tujuan apa yang membuatnya harus menikahiku, lalu siapa perempuan itu?? apa dia kekasihnya atau simpanannya??? kenapa dari cara bicaranya mereka sepertinya sangatlah dekat,
Aaaaaaah,,,, tidak kenapa aku jadi baper begini kalau pun mereka ada hubungan itu kan urusan mereka kenapa aku harus ikut pusing menambah beban pikiran sih.
Tapi tunggu,,,,,dia kan calon suamiku masa iya aku diam saja melihatnya bersama perempuan lain.
Calon suami? apa tidak lah berlebihan aku menyebutnya seperti itu? sedangkan hubungan yang terjadi tidak lebih sekedar imbalan karna dia sudah menyelamatkan keluargaku, lalu apa dia juga hanya akan menjadikanku istri kontrak seperti cerita yang sering ku baca di novel-novel .
Ahhh,,, jika benar begitu malang sekali nasibku,,,,
Tak terasa waktu maghrib sampai isya hanya ku habiskan untuk melamun.Seharusnya tadi aku buat baca al-quran saja dapat pahala hufht dasar aku.
Gumamku sambil melepas mukena dan berjalan untuk mengambil wudhu, meskipun aku masih punya wudhu tetapi rasanya lebih afhdol kalau setiap mau sholat wudhu baru lagi.
💐💐💐💐💐
Malam pun berganti pagi, terik mentarinya sudah muncul menerbitkan segala harapan baru, berharap hari ini akan lebih baik dari hari kemarin.
Aku yang sudah bersiap-siap untuk bekerja langsung menuruni tangga menuju meja makan.
Menatap sekelilingku celingukan.
''Loh Din? ayah sama bunda mana? tanyaku pada adiku satu-satunya yang nampak hanya diam di meja makan.
''Kok nanya aku tho kak, kan semalem kakak yang pulang duluan. '' terang Dinda .
.
Aku mengernyitkan dahiku sambil menatapnya dengan tatapan interogasi.
__ADS_1
''Kamu semalem pulang jam berapa? pergi sama siapa?ada keperluan apa? kataku memberondong nya dengan beberapa pertanyaan sekaligus.
''Satu-satu kak kalo nanya, kan Dinda jadi bingung mau jawab yang mana dulu. '' kata Dinda beralasan.
'' Ya udah sih tinggal di jawab aja , kok pake ribet bilang aja mau ngeles.. ''
''Nggak ada ngeles-ngelesan kak? kuliah aja belum becus. '' canda Dinda garing.Yah anak itu memang selalu saja berbicara omong kosong ketika sedang di ajak bicara benar-benar adik tidak ada ahlak.
''Dindaaa!! '' tegur ku yang sudah mulai esmosi.
''Asiap kak. He he . ''
''Bicara yang benar atau.... ''
''Atau apa kak? tanya Dinda kepo.
''Selama ayah sama bunda tidak ada kamu tidak akan kakak kasih uang jajan seperti biasanya. '' Terangku mengerjainya,karna selama ini aku selalu rutin memberinya uang saku, meskipun sudah ada ayah yang tidak pernah lalai dalam tugasnya menjadi seorang ayah.Jadi aku sudah tidak sabaran dengan expresi anak itu.
'' Ya ela kak sebenarnya tidak apa juga sih, tidak di beri uang dari kamu, lagi pula tabungan uangku yang dari kakak kemarin-kemarin masih cukup untuk shoping sampai mereka pulang, tetapi...
musibah juga kalau sampai kakak berhenti memberiku uang, jadi...... ''
Pletak.
Aku menjitak kepalanya yang sangat suka bicara bertele-tele.
''Awwwww...'' ringisnya sambil nyengir kuda.
''Benar-benar adik yang matre. kataku yang tau dengan pikirannya.
''Yang terpenting harus tau batasan, lain kali atur waktu agar kakak bisa mengintrogasinya agar kakak bisa tau dia betul-betul serius dan tidak punya niat jahat. '' pesanku panjang lebar.
Setelah itu aku dan Dinda di sibuk kan dengan rutinitas masing-masing.
Aku pergi bekerja seperti biasa dan dia pergi kuliah.
'' Na na na... aku terus berjalan sambil bersiul melewati lorong apartemen.Rasanya sudah lama aku tidak bernyanyi yah walaupun suaraku cempreng dan kurang enak untuk di dengar tetapi paling tidak aku bisa menghibur diriku sendiri.
Sesampainya di depan apartemen milik tuan Zao aku langsung menekan kode pintu masuknya dan pintu pun terbuka.Rasanya baru satu hari kemarin aku tidak datang kenapalah rasanya seperti sudah sangat lama.Aku pun berjalan masuk dan memulai pekerjaanku seperti biasa.
Di tempat lain, Zao sudah berdiri rapi dengan setelan jasnya.Ia bercermin sambil tersenyum miring. '' memang kamu pikir kamu siapa, beraninya meremehkan kecerdasan otaku. ''gumam Zao sambil mengingat kejadian semalam.
Flashback off.
Rahel yang sudah puas mendatangi beberapa tempat terindah di kota London tersebut berinisiatif mengajaknya pergi makan di restoran mewah xxx terlebih dulu.Sementara itu Darel orang kepercayaannya yang berada di London itu sebelumnya sudah melaporkan rencana busuk Rahel yang berniat memberi sesuatu pada makanan yang akan di makan olehnya nanti.Bahkan dia juga sudah menyuap salah satu pelayan disana.
'' Tetap ikuti rencananya karna aku ingin lihat sejauh mana dia bertindak. Dan satu lagi bertindaklah dengan cantik . '' Tulisku lewat pesan watsapp untuk Darel.
Dan benar saja ia mendatangi restoran yang alamatnya sudah di bocorkan sebelumnya oleh Darel.
''Kak mau pesan apa? tanyanya dengan expresi wajah yang dibuat se natural mungkin.
__ADS_1
'' Samakan saja dengan pilihanmu. '' jawabku datar.
Dia pun langsung memesan tanpa curiga sedikitpun kalau aku sudah satu langkah lebih dulu darinya.
Setelah makanan yang di pesan datang,ia berinisiatif ingin menggodaku dengan berbagai macam cara.Terutama lewat pakaian seksi yang memperlihatkan buah dada segarnya. Cih benar-benar murahan.Ia juga dengan percaya dirinya ingin menyuapi ku dan sebagai aktor yang sedang memainkan drama tentu saja aku tidak menolak agar aktingku terlihat sempurna dan nyata.
''Aaaaaaa, sekali lagi... '' katanya dengan senang.
Aku hanya mengangkat rendah tanganku sebagai tanda menolak.
Selesai ia menyuapiku aku bisa melihat jelas expresi anehnya seolah sedang menunggu sesuatu terjadi.
Tidak menunggu sampai lima menit ia mulai bergerak-gerak kepanasan.
''Kak apa yang kau lakukan? tanyanya mencoba membalikkan fakta.
''Memangnya apa yang ku lakukan?tanyaku balik berubah ke mode cuek.
''Kamu menuai apa yang sudah kamu tanam. '' Kataku lagi dengan santai sambil berjalan pergi meninggalkanny.
Sementara dia sudah langsung di urus oleh anak buah Darel.
''Pulangkan dia ke hotel xxx dan ingat jangan sampai kalian menyentuhnya kunci dan tetap awasi dari kejauhan '' perintahku pada Darel.
Tepat setelah Zao memberi perintah, Darel langsung terjun langsung memastikan anak buahnya bekerja dengan benar karna bukan tidak mungkin hal tidak diinginkan bisa terjadi jika sampai mereka tidak di awasi. Karna sebagai laki-laki normal tentu saja mereka sangat tergoda apa lagi dengan keadaan seperti itu.
''Cantik tapi murahan. '' Kata Darel setelah sampai di depan pintu kamar hotel Rahel.
Sebagai orang berpengaruh tidak sulit untuk mendapatkan identitas orang lain pun termasuk dengan kunci kamar Rahel.
Setelah tugasnya selesai ia langsung pergi dari sana setelah sebelumnya sudah membobol CCTV hotel tersebut terutama area yang Rahel tempati.
Sementara Rahel sendiri setelah kepergian mereka samar-samar mulai sadar setelah tadi sempat tidak sadarkan diri sebentar akibat pengaruh obat dengan dosis tinggi. Ia yang sudah tidak bisa menahan diri sejak tadi menjadi sangat gerah .Mencoba berteriak menggedor-gedor kamar VIP nya berharap ada orang yang mendengar.Sementara di luar ruangan pelayan hotel yang sedang sip malam sedang berjalan dan hendak bertugas tetapi tiba-tiba saja mendengar suara perempuan minta tolong dari dalam kamar, ia yang memang kebetulan bertugas memegang kunci serep keamanan hotel tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa membukanya.
Ceklek.
Pintu terbuka Rahel yang melihatnya semakin tidak tahan dan langsung menarik pelayan tadi masuk untuk menuntaskan hasrat aneh yang baru dirasakannya pertama kali.Sementara sebagai laki-laki normal pelayan tersebut pastilah tidak tahan dengan godaan di depan matanya lalu terjadilah hal uenak yang tidak seharusnya terjadi.
Flasback on.
''Tuan sesuatu terjadi kepada nona Rahel... ''kata orang di sebrang telfon dengan suara bergetar.
'' Sudah ku duga ini akan terjadi, tapi bukan salahku dia sendiri yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri. Sudah baik aku menyuruh orang -orang ku mengantarnya pulang tanpa ku perbolehkan untuk menyentuhnya setelah apa yang sudah di perbuatnya terhadapku.
Tetapi gadis itu sangatlah bodoh sampai bisa membuat sesuatu terjadi dan merugikan dirinya sendiri . '' batinku.
'' Biarkan saja itu sudah menjadi pilihannya dan jangan lupa kumpulkan semua bukti kartu As nya.
Karna aku percaya one day dia akan melakukan cara yang lebih gila dari ini untuk mendapatkanku. ''
Perintahku sebelum menutup panggilan.
__ADS_1