
Tadinya aku begitu marah saat Kevin tiba-tiba rem mendadak.Dan aku yang sedang banyak pikiran sama sekali tak berniat untuk menolong perempuan yang menjadi alasan Kevin tiba-tiba berhenti.Karna selain hanya menambah masalah baru, aku juga berfikir kalau dia orang yang tidak aku kenal.Tetapi tiba-tiba saja nuraniku menghianati pikiranku. Membuat aku urung dan berfikir harus menolongnya, ditambah lagi saat aku menengok spion mobil, gadis itu bener-bener sedang dalam bahaya.
''Vin, urus mereka. ''Perintah ku dingin disela-sela mobil yang sedang melaju.
''Siap tuan.'' Kevin yang notabennya adalah sekertaris cerdas langsung tanggap dengan maksudku tanpa harus dijelaskan dua kali.
🍒🍒🍒🍒
Aku menuruti perintah asisten Kevin dan masuk kedalam mobil yang setelah aku fikir ternyata adalah mobil yang sama, yang tadi ku mintai bantuan tetapi malah tetap pergi.
Sebelum benar-benar masuk aku menoleh kearah belakang berharap kak Ar datang dan mengklarifikasi tentang kejadian tadi.
Tetapi balik lagi sisi lain dari hatiku berontak tidak bisa menerima begitu saja setelah diperlakukan seperti itu.
Pikiranku benar-benar kacau, di sisi lain aku ingin pulang saja ke rumah bunda.Jujur aku juga khawatir dengan mereka Ayah dan bunda yang pasti sedang drop dan juga sangat malu karna kejadian tak terduga tadi.Tapi aku juga takut, takut mereka marah karna kecerobohanku yang malah kabur begitu saja.
Aku masuk mobil tanpa menoleh sekitar.
Termasuk dengan orang yang sedang duduk santai dikursi bagian penumpang tepat disebelahku.
''Beres Tuan. ''Kata Kevin memberitahu tuannya sambil bersiap untuk menghandle setir kembali.
''Hah, , ''aku yang memang sejak berada diluar sudah melamun langsung terlonjak kaget saat menyadari ternyata disebelahku ada presdir Zao.
''Presedir,,, ''Beoku agak tidak enak berada dalam satu mobil dengannya.
''Cepat Vin. ''Kata Zao mengintrupsi asistennya.Dan mengacuhkanku.
Aku hanya bisa diam menahan sebal terhadap pria disampingku itu.
Saat aku merasa sudah jauh dari rumah dan juga hotel tempatku akan menikah tadi, aku meminta diturunkan dipinggir jalan.
''Maaf presdir tolong turunkan aku disini saja. Aku sudah merasa aman.''Kataku hati-hati.
Zao melirik jalanan sekitar dan ternyata didepan sana ada melihat jembatan panjang.Lalu kembali menatapku.
__ADS_1
''Jangan bilang kamu mau bunuh diri?! berkata ketus sambil melempar pandangannya ke samping.
''Awalnya saya lupa, tapi terimakasih sudah diingatkan.'' jawabku asal.
''Hei kamu gila yah.Pikirin juga orang tua kamu jangan cuma hati sendiri yang dipikirin. Dasar egois. ''
''Egois?,, Seketika suaraku tercekat mengingat pernikahan yang sudah didepan mata harus gagal hancur menyedihkan plus memalukan.
Aku merasa kata-kata itu pantas diberikan kepadaku yang sudah memilih pergi dari sana sebelum mendengar penjelasan dari kak Ar dan malah kabur dari masalah begitu saja.
''Aku tidak bisa memaksakan perasaan orang lain.'' Gumamku lirih dengan airmata yang kembali jatuh untuk yang ke sekian kalinya.
🍉🍉🍉🍉🍉🍉
Aku kaget saat ternyata gadis itu adalah Riri pengantin yang gagal menikah.
Aku melihatnya masuk dan ia sama sekali tak tau ada aku disampingnya yang duduk di kursi penumpang tepat disebelahnya.
Hatiku mencelos saat melihat punggung gadis itu bergetar hebat karna menahan isak tangis yang pada akhirnya jebol dari pertahanan.
Jujur aku merasa kasihan pada gadis cantik disebelahku. Tau lah seperti apa sedihnya perasaannya saat ini.
Aku ingin menyapanya tapi takut mengganggu. Sampai akhirnya asisten Kevin masuk dan menyampaikan hasil pekerjaannya.Gadis itu terlonjak kaget begitu tau ada aku disampingnya. Aku mendengar ia memanggilku dan aku malah mengabaikannya.
Tak berselang lama gadis itu minta diturunkan di pinggir jalan , saat aku melihat kedepan ada jembatan panjang disana dan entah kenapa aku langsung mengumpat marah karna berfikir ia akan bunuh diri.
Dan akhirnya aku memutuskan untuk membawanya menginap di apartemen ku untuk sementara.
🌴🌴🌴🌴🌴
Aku jengkel begitu permintaan aku untuk turun diperjalanan tadi diabaikan oleh dua manusia dingin itu.
Tak berselang lama, mobil berhenti tepat didepan gedung apartemen yang sangat mewah yang kutafsir adalah milik seorang presdir.
Presdir tampan itu turun begitu saja, tanpa diikuti oleh asistennya.Sementara aku sendiri masih duduk dengan bingung.Harus apa dan bagaimana? Pasalnya dua-duanya sama dinginya sama juga menyebalkannya membuat aku sungkan untuk bertanya.
__ADS_1
Thok thok. Jendela mobil digedor tak sabaran oleh Zao.
Aku melihat ia begitu marah dan itu membuat aku yang tadinya bingung menjadi tambah ling-lung.
"Turun." Suara bass milik pria itu menyuruhku untuk turun.
Aku langsung menggelengkan kepalaku, reflek. Bagaimana tidak ? aku perempuan dan dia seorang laki-laki tinggal satu atap tanpa ada hubungan pernikahan itu tentu saja tidak boleh.
"Turun" perintahnya sekali lagi.
Aku menggeleng lagi. "Jujur saja aku takut bercampur bingung.
"Baiklah jika masih tidak mau, biar Kevin yang akan menyeret paksa kamu.Ancamnya yang langsung membuat aku bergidik ngeri.
Sementara itu,Kevin malah menatapku horor membuatku merasa tidak ada pilihan lain selain ikut bersama Presdir.
"Sengaja banget nakutin orang. " sindirku sebal sambil keluar dari mobil.
Aku masuk kedalam apartemen milik pria kaya yang sangat menyebalkan itu.Hening dan canggung tentunya.Aku yang tidak terlalu mengenalnya tiba- tiba berada dalam satu atap yang hanya aku dan dia menjadi sebagai penghuninya.Membuat situasi menjadi tambah rumit.
''Duduk, mau sampai kapan berdiri disitu? Katanya membuka percakapan.
Aku meliriknya sekilas lalu memilih duduk di tepi sofa.Meskipun ruangan ber-Ac tetapi tetap saja aku gerah dan tidak nyaman karna masih mengenakan kebaya pengantin.
Aku kembali menatapnya,berharap ia tau dengan apa yang sedang kurasakan tetapi dia masih saja sibuk dengan gawai ditangannya.Bersikap cuek meskipun mungkin dia tau aku sedang membutuhkan pertolongan.
''Ehm, tuan boleh tidak aku meminjam bajumu untuk ganti.''
Ahirnya aku memberanikan bertanya hal memalukan seperti itu karna sudah tidak ada yang bisa kuharapkan lagi selain dirinya untuk saat ini.
''Mandi saja, biar nanti Kevin yang akan mengantarkan keperluanmu kemari.'' Zao berkata sedikit lebih baik dari sebelumnya.
''Dimana letak kamar mandinya.?
''Hufh'' Presdir Zao menghembuskan nafasnya kasar. Lalu berjalan lurus belok kiri dan ceklek. Ia membuka ruangan yang kutafsir adalah ruang kamarnya.Dan aku masih setia membututinya dari belakang.
__ADS_1
Presdir Zao menunjuk kamar mandi dengan dagunya tanpa berniat memasuki kamar mewah tersebut.
Tanpa pikir panjang aku langsung masuk kedalam kamar mandi, berendam di bathup menggunakan air hangat yang kuharap bisa meringankan semua hal berat yang sedang terjadi.Sangat nyaman ditambah aroma wangi yang menyeruak dari busa-busa sabun yang ku tuang tadi.Benar-benar mujarap untuk sedikit mengobati lelahku.