
Aku yang memang tidak menyadari kedatangan presdir Zao dan asistennya hanya bingung saja melihat wajah teman-temanku yang berubah pucet.
''Kalian kenapa sih? aneh gitu.'' Tanyaku sambil celingukan melihat satu persatu wajah mereka.
Vivi menatapku seperti memberi kode yang aku sendiri tidak tau apa itu.''Vi yang jelas kalo ngasih isyarat'' Celetuku yang semakin bingung .
''Nona,! ''Tegur seseorang yang suaranya seperti aku kenal.
''Asisten Kevin.Beoku kaget sambil menoleh ke belakang tempat kedua manusia tampan itu sedang berdiri.''
''Kevin,,,,,' Presdir Zao memberi kode agar asistennya itu keluar.
''Rupanya sedang kedatangan tamu istimewa, makanya pekerjaan dan tugas diabaikan.'' Sindir presdir Zao dingin.
''Maaf tuan kami salah. '' Kor dari mereka.Sementara aku hanya menunduk bingung dengan perasaan bersalah terhadap teman yang lainnya.
''Sepuluh menit saya tunggu laporan kalian.Tidak menerima revisi satu kesalahan apapun.''
Mereka hanya mengangguk pasrah tidak menjawab dengan lisan tetapi expresi wajah dari masing-masing orang sudahlah sangat ketara kalau mereka sangat keberatan dengan waktu sepuluh menit yang diberikan presdir.
''Dan, kamu ikut saya. ''Titahnya dengan tegas.
Aku melihat mereka semua dengan tatapan bersalah gara-gara aku mereka jadi begitu.Sementara tangan kekar miliknya sudah menyeret tanganku paksa untuk keluar dari ruangan.
''Tuan, lepas iya-iya Riri salah gak usah ditarik-tarik begini saya bisa keluar sendiri. '' Gerutuku setelah sampai diluar.
''Ngapain ganggu mereka?! tanyanya datar tanpa mengalihkan tatapannya.
''Tadi mau nyari Nayla, eh yang dicari gak masuk. ''jawabku apa adanya.
''Memang kamu pikir ini swalayan atau tempat terbuka lainnya.Ini kantor seenaknya kamu keluar masuk tanpa izin.
"Maaf,, " kataku yang memang merasa salah.
Lalu terlihat presdir Zao merogoh ponselnya dan menelfon seseorang.
"Bawa security yang sedang bekerja didepan kesini. " Perintah presdir pada orang yang berada disebrang telfon.
security? beoku masih dengan memutar otak.Dan bodohnya aku baru menyadari setelah seseorang yang tak lain adalah asisten Kevin berjalan bersama dua orang yang aku kenal. pak Bagus dan pak Slamet.
''Tuan, mereka tidak bersalah hukum aku saja.''Kataku memelas.Tapi presdir nampak cuek dan tak mau mendengarkan.
''Kalian tau, apa kesalahan kalian?! '' Tanya presdir Zao mengintimidasi kedua sekurity itu.
__ADS_1
''Tidak tuan. ''jawab mereka polos.
Tidak perlu disuruh lagi, asisten Kevin langsung menjelaskan kepada mereka kesalahannya.
''Tuan presdir yang terhormat, tolong jangan pecat kami.
Saya benar-benar butuh pekerjaan ini untuk menafkahi anak istri saya tolong,,,, ''Kata pak Slamet dan juga pak Bagus penuh harap.
''Saya bisa tidak memecat kalian berdua asalkan,,, ''Zao sengaja menggantung ucapanya.
''Apa? ''Tanyaku yang sudah sangat merasa bersalah terhadap mereka berdua.
''Kamu mau bekerja jadi pembantuku selama yang aku mau. ''Kata presdir Zao sekenanya.
Haha. Aku tertawa sumbang.
''Bercandamu kelewatan tuan, mana ada orang yang mau bekerja seumur hidup.Apalagi saya yang mempunyai latar dan pendidikan yang jelas mereka saja mungkin lebih baik menjadi pengangguran bebas dari pada menghabiskan waktu seumur hidupnya hanya untuk menjadi seorang pembantu. ''Kataku menyikapinya dengan bercanda.
''Siapa yang bilang akan mempekerjakan kamu seumur hidup memang kamu pikir saya tidak bosan jika setiap hari harus melihat wajahmu yang pas-pasan itu.Percaya diri sekali kamu. '' Zao berkata dengan sinis.
''Jadi tadi serius? ''Tanyaku sambil menelan serak ludahku.
Aku menatap nanar kepada pak Bagus dan pak Slamet terlihat jelas mereka sangat murung setelah mendengar kata pecat langsung dari presdir.Bagaimanapun mereka berada diposisi sesulit ini juga karna kecerobohan ku yang tidak berfikir ulang saat masuk kantor tadi.
''Kevin,,,,'' Suara lantang Zao dengan nada memerintah.
Ahirnya aku terpaksa mengiyakan syarat menjadi pembantu karna tidak tega melihat mereka dipecat karna kesalahanku.
'' Astaghfirullah'' Kataku panik saat teringat nasib sopir taksi yang sedang menungguku dibawah sana.
''Auto Viral ini. ''Gumamku sambil terus berjalan meninggalkan mereka dengan setengah berlari.
''Jangan kabur kamu,,, ''Aku masih mendengar teriakan presdir Zao.
Aku yang sudah berada didepan lift baru teringat kalau menemui sopir taksi juga membutuhkan uang,Sementara Nayla orang yang akan kupinjam uangnya malah tidak berangkat kerja. Akupun balik kembali ketempat yang tadi.
Ditempat lain Zao masih berdiri seperti sedang menunggu seseorang.Membuat Kevin sedikit bingung.
''Tuan apa kita kejar saja ? tanya Kevin karna melihat tuannya masih diam, ppditempat.Dan yang dimaksud kita oleh Kevin adalah Kevin dan kedua sekurity yang masih disitu.
''Tidak usah, dan kalian berdua kembali berjaga kali ini saya maafkan tapi ingat jangan sampai terjadi lagi.
''Terimakasih tuan. '' Kedua sekurity itupun bergegas pergi setelah mendapat izin dari Zao.
__ADS_1
''Kau liat saja sebentar lagi dia akan balik dengan sendirinya. ''Kata Zao memberi tau Kevin.
Benar saja tidak sampai lima menit setelah ia memberitahu asistennya, dari kejauhan nampak gadis cantik sedang berlari kecil kearahnya.
...-...
...****************...
''Tuan. '' sapaku cengengesan, setelah sampai didepannya.
Sementara yang di sapa malah tidak menanggapi sama sekali.Ia bahkan berjalan pergi seperti menghindariku.
''Tuan, presdir yang sangat tampan, baik hati ramah tamah dan sangat sombong.Eh ,
presdir Zao yang tadinya nampak menarik ujung bibirnya langsung mendelik marah kearahku.
''Maaf, maksudku tidak sombong. ''Ralatku kemudian.
''Aku memang sempurna sejak lahir. ''Jawabnya dengan bangga.
Sungguh aku seperti ingin muntah, melihat tingkat percaya dirinya yang begitu tinggi.Tapi sekuat hati berusaha untuk tetap tersenyum walaupun dihati sebenarnya memaki.
''Tolong saya,, '' Pintaku dengan reflek menggenggam pergelangan tangannya.
Didalam hati, Zao tersenyum dengan perasaan yang sulit untuk dijabarkan.
''Tolongin apa? tanya Zao.
''Ikut aku kebawah please,,,, baru nanti diceritain.''
Aku memohon dengan tampang yang dibuat semenggemaskan mungkin.Tak apalah kali ini saja harga diriku sedikit turun.
Tanpa bicara lagi, tuan Zao pun langsung berbalik arah dan berjalan mendahuluiku.
''Yess, '' Kataku dalam hati.
Dan benar saja, sesampainya aku di lantai paling bawah,aku bisa melihat dengan jelas dari dalam kantor yang dindingnya terbuat dari kaca.Bahwa sudah ada seseorang yang berteriak -teriak marah.Orang tersebut tak lain adalah sopir taksi yang belum sempat kubayar jasanya tadi.Dan hal memalukan tersebutpun ahirnya terjadi tanpa bisa dihindari.
Aku hanya menunduk dan melangkah se pelan mungkin, hingga tuan Zao berhenti mendadak dan aku menabraknya karna terlambat menyadari.
Pak Zao menggeleng-gelengkan kepala melihat kerusuhan yang sudah ku perbuat.
''Nah gadis itu yang sudah membuatku menunggu lama.Sehingga aku gagal mengantar penumpang ku yang lain.''Kata pak satpam sedikit curhat sambil menunjuk nunjuk wajahku.
__ADS_1
''Turunkan telunjukmu orang tua.Berapa uang kerugian yang ingin kau terima.''Kata Zao tersinggung dan langsung menurunkan tangan sopir tersebut yang ia pakai untuk menunjuk-nunjuk wajahku tadi.
.