
''Assalamungalaikum.'' Kor dari mereka bertiga.Dinda, kak Doni dan Nayla.
''Wangalaikumsalam.'' Jawab kami kompak.
''Kakak,,,'' (suara Dinda)
''Riri,,'' (suara Nayla)
''Dek,, '' (suara Doni )
Karna kepulanganku yang baru saja, membuat orang rumah lupa untuk mengabari mereka.
Mereka berdua langsung menghambur memelukku.
Kenapa hanya berdua? karna kak Dion mungkin malu mengingat kami sudah sama-sama dewasa. Jadi dia hanya tersenyum cerah sambil menepuk bahuku.Itupun setelah Nayla dan Dinda melepas pelukannya.
''Ikhlasin aja, cowok brengsek kaya dia gak usah ditangisin.Sayang tenaga loe.Karna nangis juga butuh tenaga.'' Pesan kak Doni enteng.
Sementara aku hanya mengangguk saja tanda menanggapi.
''Kakak kemana aja sih Dinda khawatir banget tau.'' Keluh Dinda.
''Hehe maaf ya udah bikin kalian semua khawatir. Kakak cuman pergi nenangin diri aja.''
''Iya, tau tuh kakak kamu seneng banget buat orang jantungan.''Celetuk Nayla.Meskipun disindir begitu tetapi aku sama sekali tidak tersinggung jika itu dia yang bicara. Karna aku tahu dia memang tipe orang yang kalo ngomong suka blak-blakan.Tetapi inti hatinya tulus.
''Kalian semua bunda tunggu dimeja makan. Bibi sudah bunda suruh masak banyak buat kalian.''
Kata bunda tak menerima bantahan.
'' Siap bun. ''Jawab kami serempak.
Ayam bakar kalasan? batinku.
Sambil melahap aku sambil berfikir dan entah kenapa arah berfikirku malah tertuju pada presdir Zao.Aku mengingat kembali moment saat dia yang nampak cuek tetapi ternyata punya kepedulian yang tinggi.
''Nay loe nginep sini aja biar rame.'' kataku disela- sela makan.
Nayla tersenyum canggung.
''Aduh,kaya gak tau aja sama peraturan perusahaan. Salah dikit pecat. Mangkir kemarin aja ga tau dapat maaf apa nggak.'' Jawaban Nayla membuatku semakin merasa bersalah.Gara-gara aku semuanya jadi kecipratan sial.
''Maaf ya gara-gara gue.'' kataku lemes.
''Nggak usah lebay gitu deh. Wekend aku janji bakal nginep disini lagi.Dan kalo soal kerjaan tenang aja tabungan gue masih cukup buat biaya gue selama satu tahun.Misal dipecat.Doanya sih nggak.
__ADS_1
''Bener loe gak papa? kalo misal sampe dipecat gimana?.
''No problem yang penting sahabat gue udah ketemu.Rejeki mah udah ada yang ngatur.
''Ya wes deh kalo gitu,tapi jangan lupa weekend kemari.Kita habiskan waktu buat seneng-seneng.''
''Siap komandan.'' Gayanya berlagak seperti orang yang sedang hormat terhadap bendera.
''Ngomong-ngomong udah sore nih, Nayla pamit pulang dulu ya om, tante,semuanya. Oh ya Makasih juga loh tumpangan gratisnya buat dua hari ini.''
Awww.
Keluh Nayla ketika aku menoel lengan kurusnya.
''Gratis,gratis! Gayamu kaya kalo disuruh mbayar mau.Dulu aja nginep sampe gak mau pulang kok nunggu diusir.'' Candaku yang langsung membuat mereka pada tertawa sumbang.
''Ririii... bener- bener loh ya suka jujur kalo ngomong. ''
''Sudah-sudah kalian ini udah kaya tom & jerry aja.''
Kata bunda menengahi.
''Owh ya kalo mau pulang biar diantar Dion aja, iya kan Dion?'' Meminta persetujuan dari pemilik nama. tersebut.
''Loh kok aku si tan,, '' Protesnya.
Pletak.
Kak Dion menjitak kepala Dinda.
''Ga usah tan, dari pada gak ikhlas.'' Kata Nayla sebal.
''Eh jangan dong,kamu gimana sih Dion,Nayla itu udah mbantuin nyari adik kamu, masa iya jadi kakak gak ada makasih-makasihnya.
''Iya deh iya.'' Doni langsung menyambar jaket sama kunci mobilnya lalu berjalan mendahului Nayla.
''Bunda ini ada-ada saja.Ayah yang sejak tadi diam langsung mengeluarkan suaranya setelah melihat kedua sejoli tadi sudah pergi.
Aku menatap curiga pada bunda.Lalu beralih ke Dinda yang terlihat seperti tau sesuatu.Begitupun dengan ayah.
''Ada udang dibalik bakwan kayanya.'' sindirku pada mereka.
''Hehe kakak emang pinter banget yah kalo nebak rahasia.'' Timpal Dinda.
''Bun jangan aneh-aneh ya.Nayla itu sahabat baik aku sementara kak Dion juga kakak aku.''
__ADS_1
''Justru itu nak, apa salahnya ngedeketin mereka.
mana tau mereka,,,,, '' Suara bunda tercekat ketika melihatku sudah bercucuran airmata.
''Kak,,, '' panggil mereka bertiga setengah berteriak ketika melihatku pergi keatas.
Entah kenapa hatiku begitu sensitif jika menyangkut soal perjodohan apa lagi pernikahan.Memori kelam kemarin bahkan masih berputar-putar terus seperti kaset rusak.Bagaimana bisa mereka sudah membahas perjodohan kak Dion. Sementara pernikahan putrinya baru gagal?
Aku kembali menangis, merasakan dadaku yang terasa begitu sesak.Satu persatu kenangan demi kenangan yang memang wajar terjadi karna baru kemarin, itu benar-benar membuatku ingin berlari
memukuli kak Ar.Laki-laki yang kukenal dari perjodohan orang tua.
Meskipun begitu,bodohnya saya tahun demi tahun aku terbuai dengan espektasi serta sentuhan hangat nan mesra itu hingga tak menyadari hatinya ternyata masih milik gadis lain.Dan kini aku baru sadar,lembut, mesra, perhatian itu ternyata adalah karakternya untuk semua orang yang dekat dengannya.eSeperti denganku walaupun aku dan dia dijodohkan akan tetapi kita berdua komit untuk tidak akan menikah jika belum benar-benar saling kenal dan cinta.Dan disaat itu juga kami saling dekat dan ahirnya aku pikir diantara kita berdua sudah tumbuh cinta. Sehingga saat dia mengatakn cinta didepan semua teman kuliahku dulu, aku dengan polosnya mau menerima.
Tetapi ternyata enggak.Bukan kita tetapi hanya aku yang tulus dengan perasaan ku sementara kamu tetap membatu.
Kutatap langit senja yang nampak begitu indah.
Tetapi siapa yang tau mungkin dibalik pesonanya
ia memiliki kisah sedihnya.Dan semua orang taunya dia baik-baik saja.Seperti diriku saat ini Mau sekabupaten bilang sabar, jangan sedih, ikhlasin.kalo sakit ya sakit, jatuh ya jatuh hancur ya hancur tidak ada yang bisa mencegah perasaan itu untuk tidak datang saat ini.
Drrrt, drrrt, drrrrrt
Nada dering ponselku bergetar. Bersamaan dengan pintu yang diketuk berkali-kali.
''Tok tok tok...'' Kak bukain pintunya kak, bunda mau ngomong.''
Aku langsung bergegas masuk kedalam kamar, karna tadi sedang berada dibalkon.
Ceklek.
Aku membuka pintu sambil tersenyum, setelah sebelumnya sudah mengelap air mataku.
''Kak,,, '' Bunda langsung terisak sambil memeluku.
''Maafin bunda buat yang tadi. Bener bunda hilaf bunda lupa kalau seharusnya bunda harus lebih peka buat ngejaga perasaan kamu untuk hari-hari beratmu seperti sekarang.'' Sesal bunda.
''Gak papa bun, bunda gak salah kok.Aku aja yang tersinggungan dan sangat sensitif.'' kataku berebut salah.
''Kak bunda percaya kamu pasti bisa nglewatin cobaan ini.Kamu dipilih karna Alloh yakin kamu
pasti bisa.
Sesudah ngobrol dan mendengar semua ceramah bunda, kini aku sendiri lagi setelah bunda keluar dari kamarku.
__ADS_1
Hatiku sedikit menghangat, mungkin berkat nasehat-nasehat darinya.
.