Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
Part 13


__ADS_3

Masalah keluarga pamannya sudah selesai tetapi seperti masih ada yang mengganjal dihati dan pikirannya.


Membuat ia tidak bisa tenang dan akhirnya memutuskan untuk pamit pulang ke apartemen.


"Pah, Zao pamit mau pulang ke apartemen.''


Pamit Zao hati-hati berharap papanya mengizinkan.


''Sudah malam masuk dan tidurlah. Ibumu juga belum sempat bertemu denganmu.Dia akan merajuk jika sampai tau anaknya pulang dan tidak menemuinya.''Cegah pak Lee


''Ya sudah biar aku menemuinya terlebih dahulu.'' Kata Zao sedikit bersemangat.


''Sudah tidur, kau tega membangunkannya.?! ''kata Pak Lee mematahkannya semangatnya.


''Ayah, tapi aku harus pulang.Aku janji akan datang lagi besok.''Zao masih terus bernegosiasi dengan sang ayah.Membuat Kevin yang berada didalam ruangan sakit perut karna harus menahan ketawanya yang ia tahan sedari tadi ketika melihat presdir Zao yang kekanak-kanakan.Padahal kalau di kantor ia sangat galak dan berwibawa.Sungguh berbeda sekali.


''Kau tidak usah senyum begitu Vin.Jika masih ingin hidup dengan baik. ''Ar mendelik kesal mengetahui sang asisten yang berniat menertawakannya.


''Maaf tuan. ''


''Hem, pulanglah jemput aku besok pagi-pagi sekali.'' Perintah Zao setelah tak berhasil membujuk ayahnya.


Asisten kevinpun pulang, setelah mendapat perintah.Dan Zao pun langsung ke atas menuju kamar miliknya.


Sudah hampir satu jam setelah dirinya masuk kamar namun matanya sama sekali belum bisa di pejamkan.Seolah menolak keras untuk di ajak tidur. Gelisah begitulah yang dirasakannya.


Matanya menatap bingkai gambar dirinya bersama Gea yang nampak mesra dulu.Sebelum ia tau seperti apa dia sebenarnya.Tapi bukan, hatinya bisa dengan jelas membedakan perasaan yang sedang dirasakannya.Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Gea perempuan yang kini sudah menjadi masa lalunya.


Tetapi kenapa hatinya begitu gelisah, ia sendiri tidak yakin dengan perasaannya yang tiba-tiba begitu ingin pulang hanya demi melihat Riri , gadis yang kemarin batal nikah.

__ADS_1


Persetan dengan perasaannya membuat ia tambah sulit untuk tidur.Untung saja sebuah ide muncul di waktu yang tepat.


''Kenapa tidak dari tadi. ''Gumamnya sambil meraih ponsel yang tadi diletakkannya di atas nakas. Ia tersenyum sambil tangannya menari diatas layar.Tak membutuhkan waktu lama sebuah video muncul, yah video tersebut adalah rekaman cctv apartemen yang sudah terhubung otomatis dengan ponselnya.


Dari Riri yang sedang sibuk berkutat didapur sambil bersenandung menyanyikan beberapa lagu galau.Sampai ia selesai memasak yang ternyata menunya adalah nasi goreng sosis.Sampai ia berdiri mondar-mandir seperti menunggu kedatangan dirinya.


Hehe sedikit Gr, boleh donk๐Ÿ˜


Dan berahir tidur disofa dengan masih mengenakan kemeja putih kebesaran miliknya.Ia tersenyum melihat Riri yang ternyata baik-baik saja tidak melakukan seperti yang dipikirkannya tadi. Saat ia ingin memPause rekaman tersebut Riri yang tidurnya tenang sejak tadi tiba-tiba melenguh dan menggerakan tubuhnya.Posisi tidur yang tadinya terlentang kini berubah miring dengan muka yang ditempelkan di dinding sofa.Sofa minimalis yang sempit tersebut membuat pantat Riri terlihat begitu menonjol, apalagi dengan ukurannya yang terbilang besar, cukup membuat laki-laki normal seperti dirinya tergugah.


''SMS (Seksi, montok, semok) ''gumam Zao mengagumi bentuk badan perempuan itu.


''Untung saja aku tidak pulang tadi, jika iya entah apa yang akan terjadi dengan gadis itu.Mungkin sudah habis ku makan. ''Kata Zao sambil kesusahan menelan ludahnya sendiri.


''Tidak ini tidak benar, ini salah dan aku tidak boleh membayangkannya apa lagi sampai melakukannya.''Kata hati baiknya.


Tetapi terlambat karna dibawah sana juniornya sudah terlanjur mengeras dan sulit untuk ditenangkan.Jika sudah begitu, ahirnya mau tidak mau Zao pun dengan malas masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskannya.


Pagi telah tiba.Aku yang mendengar pintu apartemen diketuk langsung terbangun. Berusaha bangun dengan nyawa yang belum terkumpul sempurna.


Ceklek.


Aku menyenderkan kepalaku di dekat pintu.Mataku benar-benar tidak bisa di ajak kompromi sekalipun aku begitu ingin.


''Ehem.'' Tamu tersebut berdehem.


Menyebutnya tamu membuat aku merasa seperti tuan rumah saja.Hehe.


''Nona ini sarapannya. ''Kata asisten kevin sambil menyodorkan paperbag berisi kotak makanan kearahku.

__ADS_1


Aku menatapnya sebentar, lalu mempersilahkan dia masuk.


''Maaf,,,,,tuan tidak mengatakannya. '' tolak asisten Kevin tanpa basa-basi.


''Baiklah terimakasih '' kataku sambil menutup pintu.


Malas juga jika harus berhadapan lama dengan asisten Kevin.Selain sikapnya yang dingin, ia juga selalu membuatku kesal jika sudah mendengarnya berbicara.Seperti ucapannya yang tadi.Padahal sekedar formalitas saja mempersilahkan dia masuk, tetapi siapa yang menyangka jika jawabannya begitu telak dan menyinggung.


Aku memandang nikmat pada paperbag yang berisi makanan tersebut, tanpa bertele-tele lagi detik itu juga aku langsung mengeksekusi kotak tersebut.


Tanganku berhenti bergerak bak seseorang yang terkena sihir dan berubah menjadi patung setelah melihat menu didalamnya.


Ayam bakar kalasan lengkap sambal dan lalapan. Menu tersebut langsung mengingatkanku pada bunda.Setiap wekend bunda selalu membuat menu tersebut. Selain karna Dinda yang selalu request, aku dan ayah juga menyukainya.Dan jadilah menu favorit keluargaku.


''Bunda,,hiks, hiks 'Kataku sambil menyeka air mata yang tumpah.


''Maafin Riri bun, udah ngecewain keluarga terutama bunda sama ayah.Kataku sambil menatap kosong makanan didepanku itu.Sama sekali tidak ada niat untuk menyantap makanan seperti espektasi sebelumnya.


Bukannya kenyang, lagi lagi seleraku menghilang seperti tadi malam.Mengkin karna sudah kenyang sama harapan jadi menolak saat diajak sarapan.


''Tidak, aku harus bangkit tidak boleh lemah seperti ini.Masih banyak orang-orang yang harus aku bahagiakan selain diriku sendiri.Aku harus bisa baik-baik saja meskipun tanpa kak Ar.Atau berubah menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya hingga suatu saat ia menyesal karna sudah sia-siakan diriku.


Dan jika saat itu tiba akan ku beritahu dia satu hal.Kalau tidak semua hal berkesempatan untuk bisa di ulang lagi. Meskipun cuma sekali.Selesai bermonolog dengan diri sendiri, aku langsung menutup kembali Kotak makanan tadi dan beralih menyambar paperbag Pink yang berisi pakaian yang belum sempat aku pakai kemarin.Cuss langsung masuk kekamar presdir untuk melakukan ritual mandi pagi ini.Selesai mandi,aku langsung berganti pakaian.


''Baju brand, ini pasti harganya sangat mahal. Terimakasih orang baik.'' Kataku sambil bersiap pergi meninggalkan apartemen mewah tersebut setelah sudah rapi.


Sesampainya diluar aku baru sadar kalau aku sama sekali tak membawa apapun selain pakaian yang saat ini kupakai.


''Sial dompet sama handphoneku saja tertinggal dikamar hotel tempat acara kemarin.Bagaimana aku bisa pergi kalau begini.Aku terus berdiri sambil masih memikirkan caranya.

__ADS_1


Nayla, yah satu-satunya harapanku saat ini.Tetapi hari kerja seperti ini pasti dia tidaklah dirumah melainkan sedang bekerja dikantor.Ahirnya aku memutuskan untuk menyetop taksi dan akan turun di perusahaan mantan tempatku bekerja kemarin, dengan tujuan meminjam uang ke Nayla untuk membayar taksi agar bisa pulang lagi kerumah.


__ADS_2