Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
part 12


__ADS_3

Aku berdiri menatap pintu dan jam dinding secara bergantian. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 tetapi belum ada tanda-tanda kalau dia akan pulang.


Aku mengotak-atik remot tV, tapi tak ada satupun chanel yang sreg sama suasana hatiku, al hasil aku menjatuhkan pilihan pada film kartun upin & ipin.


''Benar-benar membosankan. Harusnya malam ini menjadi malam paling spesial untuk dijadikan sejarah perjalanan cinta kami. Aku dan kak Ar tetapi sayangnya takdir berkata lain.''Keluhku masih belum ikhlas.


Selera makanku hilang begitu saja hanya dengan mengingat hari spesial yang berujung sial itu.Memang tidak mudah melupakan tiga tahun yang sudah terlewat sama-sama.Sekuat apapun logika mencoba untuk menerima nyatanya hati tetap saja tidak bisa.


Malam semakin larut,mataku terasa begitu lengket dengan kepala yang juga sudah tidak bisa diajak kompromi.Dan setelah itu aku sudah tak sadar lagi karna sudah berada di alam mimpi.


🍒🍒🍒🍒


Ditempat lain, Zao yang sedang ada pekerjaan mendadak langsung buru-buru pulang ke manshion utama.Setelah mendengar kabar kalau pamanya datang dan sempat merusuh disana.


Kabar tentang Ling-Ling yang menggagalkan pernikahan mantan pacarnya memang sudah sampai terdengar ditelinga ayahnya.Tentu saja hal tersebut membuat pamannya sangat marah dan kecewa.Mengingat seberapa jauh peran pamannya dalam mengawasi pergerakan Ling-Ling selama ini.


''Kak. Cepat katakan dimana kau sembunyikan anakku.'' Kata pak Choi dengan suara tinggi.


'''Aku sudah berulang kali mengatakannya, aku tidak tau menahu tentang anak gadismu. Kau itu ayahnya seharusnya kau lebih tau anakmu daripada orang lain yang kamu curigai.''Sindir pak Lee menahan emosi.


''Apa maksudmu kak, jelas-jelas anak buahku bilang kalau Ling-Ling dibawa oleh kelompok berkekuatan besar.Siapa lagi kalau bukan anak buahmu,atau ,,,, ''


Ceklek. Suara pintu utama dibuka, membuat mereka yang berposisi ributnya diruang tamu langsung menoleh kearah sumber yang sama.


''Assalamu'alaikum,, ''Salam Zao sambil melangkah lebar menghampiri kedua kakak beradik yang sedang terlibat cek-cok.


''Wangalaikum salam.'' Jawab pak Lee.

__ADS_1


''Menjadi orang terkaya nomor dua setelah ayahmu aku pikir kedatanganmu malam-malam begini, tidak mungkin jika hanya sebuah kebetulan.''Kata pak Choi menaruh curiga terhadap keponakannya.


Zao tersenyum menanggapi pamannya yang sedari tadi tak pernah berhenti mengoceh menyalahkan orang lain dan sama sekali tidak pernah berkaca terhadap dirinya sendiri.


''Paman, kau sungguhlah berlebihan, keponakanmu pulang kerumahnya sendiri kau curigai.'' Kata Zao sambil melipat senyum.


Sementara pak Lee,sudah langsung bisa menebak kedatangan putranya yang memang tidak mungkin jika tidak ada hal yang penting jika ia datang kemari.


Besar kemungkinan kalau Zao adalah dalang dibalik semua ini.Mengingat seperti apa Zao menyayangi adik sepupunya itu.


''Pah, dahi papa berkerut, memangnya apa yang sedang mengganggu pikiranmu? Tanya Zao memancing situasi.


''Keponakanku diculik saat kabur dari rumahnya, aku pikir itu adalah pertolongan Tuhan supaya dia mendapatkan kebahagiaannya diluar sana.'' Sindir Papa.


''Kalian berdua benar-benar saudara tidak ada ahlak. Maki pak Choi dengan sewot lalu berniat pergi karna tidak juga menemukan titik terang.Yang ada emosinya hanya bertambah saja jika bertemu dengan Zao yang suka bercanda tidak jelas itu.


''Apa yang akan paman lakukan jika bertemu dengan adiku.? tanya Zao serius.


''Hei bocah, apa maksudmu? adikmu itu anakku dan kau bicara seolah kamu punya hak lebih terhadapnya dibanding aku ayahnya.


''Ayolah paman,aku itu hanya bertanya.Kenapa ada pendeta sepertimu yang sedikit -sedikit tersinggungan.'' Heran Zao.


Pak Choi yang tadinya enggan, ahirnya berbalik menatap sang keponakan.


''Jangan bilang kamu dalang dibalik menghilangnya Ling-Ling?!'' Tebaknya dengan sorot mata tajam.


''Aku juga tidak berniat bilang, tapi kau sudah lebih dulu mengatakannya,.'' Zao menjawab dengan sangat santai, padahal manusia yang anaknya sedang ia sembunyikan ups bukan, lebih tepatnya selamatkan itu sudah sangat marah dengan wajah yang begitu garang.

__ADS_1


Plak. Suara tangannya jika sampai berhasil menampar pipi Zao karna pada nyatanya tangannya hanya sampai diudara.


''Tangannya mohon dikondisikan, jika masih ingin hidup dengan baik.'' Suaranya Kevin yang menangkap tangan pak Choi sehingga tidak sampai menyakiti tuannya.


''Kamu.Beraninya mengancam saya. ''


Sementara Zao langsung mengibaskan tangannya , menandakan Kevin tidak perlu ikut campur.


''Kamu. Bijaklah sebagai orang tua. Jangan sedikit-sedikit menggunakan kekerasan.Tanyakan dulu alasannya. Dan satu hal lagai intropeksi diri itu perlu, dengannya kamu akan tau kenapa anakmu lebih suka diculik dibanding tinggal bersama ayahnya.''Nasehat pak Lee benar-benar mampu membuat adiknya terdiam, kejujuran memang sedikit menyakitkan, tapi itu lebih baik karna dilihat dari dampaknya sungguh besar yang mana langsung bisa melenyapkan emosi pak Choi begitu saja. Meskipun belum ada kata-kata penyesalan.Tetapi expresi diwajahnya sudah lebih dari cukup untuk mewakili semua perasaannya.


Ia terdiam sejenak, lalu kembali menatap kakak dan keponakannya bergantian.


''Paman bisakah kau memberinya kebebasan untuknya gadis yang sudah tidak kecil lagi agar bisa sama seperti teman-temanya.Belumlah cukup masa kecilnya kosong karna tidak pernah bebas melihat dunia luar.Zao tau paman begitu menyayanginya, tapi paman juga tidak bisa mengekangnnya demi menjadikannya seperti apa yang paman mau.Karna satu hal hidup adalah tentang individu yang akan menjalaninya masing-masing baik itu senang maupun sebaliknya. Jadi aku rasa sebagai orang tua , membesarkan, mendidik, menasehati asalkan semua peran dilakukan dengan baik-baik maka seorang anak akan punya caranya sendiri untuk menjadi baik.Tanpa kekangan, dan paksakan.


''Demi apapun umur mudamu, lebih dewasa daripada usiaku.''Puji pak Choi dengan air mata yang buru-buru ia hapus.


Pak lee dan putranya tersenyum lega melihat manusia batu itu malam ini bisa dilunakan hatinya.Mereka sama sama berdoa semoga ini menjadi awal yang baik untuk kedepannya , teruntuk Ling-Ling gadis cantik yang dulu selalu dibatasi pergerakannya karna hilangnya kepercayaan sang ayah terhadap orang lain termasuk putrinya sendiri.Setelah istri yang begitu dicintai pergi meninggalkan dirinya dan Ling-Ling yang waktu itu masih berumur dua tahun. Hal itu masih menjadi trauma yang mendalam sampai saat ini hingga membuatnya super ketat dalam mendidik dan mengawasi pergerakan putrinya.


"Ayah.,,,,,. "Gadis itu berlari memeluk ayahnya dengan sesenggukan.


" Ayah, maafkan Ling-Ling karna selalu membantah ayah, Ling-Ling sudah membuat masalah yang membuat jelek nama baikmu.Sebagai hukuman Ling-Ling janji Ling-Ling tidak akan berhubungan lagi dengannya.


Deg. Seketika Zao teringat tentang gadis yang sedang berada diapartemennya.Jika masalah Ling-Ling sudah selesai tapi seperti apa nasibnya gadis itu. Pikiran Zao sudah ber traveling kemana-mana.Takut kalau gadis itu akan bunuh diri seperti yang hampir dilakukan oleh adik sepupunya itu.


.


.

__ADS_1


__ADS_2