
Akibat mendapat telfon dari rekan lama yang ingin bertemu,aku yang sudah selesai dengan pekerjaannku hampir lupa dengan keberadaan seorang perempuan yang sangat ingin kutemui sejak tadi malam.
Namun saat aku sudah berada di depan lift, aku baru tersadar asistenku si Kevin itu tak berada dibelakangku.
Penasaran akupun berbalik mencarinya, pasalnya kami baru saja mengobrol seputar pekerjaan dan tiba-tiba saja dia sudah menghilang entah nyangkut dimana.Dan juga hal apa yang membuatnya berani menomor duakan perintah dariku.
Benar saja saat aku melewati ruangan karyawan aku melihatnya sedang berada disana.Akupun masuk dan memanglah kalau jodoh gak akan kemana. Ada Riri disana. Dalam hati aku tersenyum senang meskipun di luar berlagak gengsi.
Sengaja ku marahi semua mantan rekan kerjanya. Bahkan dua security yang berjaga di depan saja sampai aku bilang akan memecat mereka karna sudah mengizinkan mantan karyawan sepertinya masuk tanpa izin.Demi apa coba kalo bukan demi melihat wajah paniknya yang menurutku begitu menggemaskan.
Tadinya aku hanya mengetes saja seperti apa hati perempuan itu.Ternyata dia memanglah perempuan baik bahkan karna saking merasa bersalahnya, ia sampai rela mengiyakan syarat dariku untuk menjadi seorang pembantu demi kedua security itu tidak dipecat.Dengan batas yang tidak ditentukan.Ini gilanya luar biasa sih menurutku.Dia bahkan tidak memikirkan nasibnya sendiri.
Belum cukup sampai disitu.
Aku bahkan sampai menahan ketawaku saat melihatnya berlari bolak-balik karna tidak membawa uang untuk membayar tagihan taksi yang ditumpanginya tadi.Tapi aku masih berpura pura tidak tahu apa-apa saat ia memohon padaku. Padahal sopir taksi itu adalah orang suruhanku yang sengaja ku buat untuk mengantarkannya ketempat tujuannya.Namun saat sopir tersebut memberiku informasi kalau tujuannya adalah kantorku, tiba-tiba saja serangkaian ide jahil muncul.Dan momentnya pun pas begini. Jadilah ia terperangkap dalam permainanku.
Alhasil entah dia yang terlalu polos atau aku yang terlalu pintar.Bahkan dia melihatku memberikan upah segepok uang, yang kalo difikir secara logika itu sangat lah tidak masuk akalpun, ia tidak ada curiga sama sekali.benar- benar terlalu polos.Hatinya terlalu lembut,pantas saja Aril membodohinya.
Ia menahanku ketika pintu mobil hampir tertutup otomatis.Aku yang tadinya ingin lebih lama mengerjainya urung karna melihat senyumnya yang begitu menawan.Belum lagi lesung pipitnya. Masya Alloh banget deh.
Tetapi lagi- lagi gengsi datang tepat waktu membuatku langsung membuang muka karna tidak ingin dia tahu kalau diam-diam aku memperhatikannya.
Dia meminta diantarkan pulang, dan akupun mengiyakannya.Tetapi seketika aku teringat kalau setelah kutinggal pergi ke manshion utama kemarin,dia sama sekali belum makan sesuatu.Aku pun berniat akan mengantarnya pulang setelah memastikan kalau dia sudah makan.Sebenarnya niatku baik, tetapi mungkin karna cara penyampaiannya yang kurang terbuka jadi membuatnya salah paham.
Diapun marah dan mengataiku tidak punya hati hanya karna tidak mau menurunkannya tadi.Dan aku yang notabennya adalah orang paling kaya dan paling tampan dan paling berpengaruh di negara ini tentu saja aku tersinggung, merasa kebaikanku kemarin-kemarin tidaklah dihargai.Jiwa sombongku kembali meronta-ronta hingga sampai keceplosan menyinggung soal pernikahannya yang gagal.Dan disitulah aku baru menyadari kata-kataku tadi begitu menusuknya setelah aku melihatnya menangis.
Saat aku sekuat hati menyingkirkan ego dalam diriku untuk mengalah, dia malah menepis kasar tanganku dengan begitu mudah.Dan pergi tanpa mau mendengar kata maafku.
''Maaf bos,, ''Kata Kevin merasa ikut bersalah karna tidak berhasil menjalankan misi tersebut.
''Maafku tidak gratis Vin.'' Jawabku ketus.
__ADS_1
Kevin menelan salivanya susah. Seharusnya ia tidak usah minta maaf saja tadi.Toh dirinya sudah menjalankan sesuai perintah dan tuannya saja yang malah bertindak diluar rencana.Sesal Kevin dalam hati.
''Kau menyesal? Tanyaku menebak pikirannya.
''Iya tuan.'' Jawab Kevin keceplosan.
''Berarti benar? Kataku mendelik marah dengan tatapan mengintimidasi.
''Salah tuan. ''
''Kau menyalahkanku.Sudah bosan hidupkah?! ''
Kevin menepuk jidatnya frustasi.Lalu berkata dengan pasrah.
''Apapun tuan, ''
''Aku pegang kata-kata mu.''
Dalam hati aku beryes ria, k
Glek.Kevin menelan ludahnya yang terasa pahit. Roma-roma tidak enak sudah mulai tercium oleh otaknya.
''Tiga bulan, aku kasih kamu waktu supaya Riri bisa jadi istriku.Terserah apapun caranya, yang penting bukan tindak kriminal.''
Uhuk-uhuk. Kevin tersedak ludahnya sendiri.
''Istri? beo Kevin.
''Tuan saya bisa digantung hidup-hidup sama pak Lee.Kalo sampe tuan menikah dengan orang sembarangan, apa lagi kalau tau saya adalah dalang dibalik semuanya.Tamatlah riwayat saya.'' Bujuk Kevin dengan wajah memelas.
''Dikasih tugas itu dikerjain.Bukan malah curhat. '' Kataku acuh tak peduli.
__ADS_1
''Baiklah. ''Ahirnya Kevin menyanggupi permintaan tuannya. Karna mau dirinya tidak maupun tidak bisa.Karna dimana-mana atasan selalu benar.
Dan hemat dia berfikir otaknya kan cerdas, pasti tidak akan sesulit bayangannya.
🍊🍊🍊🍊🍊
Bundaaaaaaaaaa,,,,, ''Teriak seorang gadis ketika sudah berada di depan pintu rumahnya.
Semua mata kaget dan langsung mengalihkan pusat perhatian mereka kepada sosok pemilik suara tersebut.
''Riri,,, ,, '' Bunda yang memang sedari kemarin terus melamun dan memikirkan nasib putri sulungnya. Kini nampak langsung ceria dan bersinergi meskipun wajah pucatnya tidak bisa disembunyikan.
Brugh..
Aku menubruk bunda dan langsung bersujud dibawah kakinya, karna merasa sudah menjadi anak durhaka.Membuat malu nama baik keluarga & juga mengecewakan banyak orang terutama kedua orang tuanya.
''Maafin Riri bu.Riri sebagai anak sudah membuat kalian malu dan kecewa.'' isaku sendu sampai bahuku bergetar.
''Jangan bilang begitu kak'' kata bunda sambil merengkuh badanku.
Bunda tau ini juga cita-cita kamu yang harus kamu kubur paksa.Kamu yang kuat kak, mungkin memang belum jodohmu. Bunda yakin dia akan menyesal karna sudah mempermainkan perempuan setulus kamu.'' Nasehat bunda.
Aku tersenyum sambil mengusap airmataku bergantian.Aku pikir aku akan ditampar, atau diusir seperti di novel-novel yang sering kubaca.Ternyata tidak, bunda bahkan meskipun matanya menyiratkan kekecewa'an tetapi ia berusaha tersenyum,berusaha tegar berpura-pura kuat dan
terus menguatkanku.
Tak lama aku merasakan ada tangan kekar yang juga ikut merengkuh kami berdua.
''Ayah,,,,, '' Tebaku benar.
Ayah mengacak rambutku dengan sayang setelah kami bertiga melepas pelukannya.
__ADS_1
''Putri ayah pasti kuat.'' Katanya dengan mata berkaca-kaca.
Dadaku semakin sesak. Andainya malam itu aku membuka diri terhadap mereka. Mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini.Apapun alasannya tidak jujur memang tidak dibenarkan karna pada akhirnya bukan hanya kita yang terluka.Tetapi juga mereka orang disekeliling kita.