
SAH... Alhamdulillah......
kor dari para hadirin yang ikut menjadi saksi dalam pernikahan putra dari orang terkaya di negara tersebut.
Riri menatap Zao yang juga sedang menatapnya.
Untuk pertama kalinya ia menjabat tangan laki-laki beserta mencium punggung tangannya dengan takzim.Dan laki-laki itu adalah suaminya.
Zao pun membalas dengan mencium mesra kening
Riri.Yang mana langsung membuat wajah perempuan yang kini sudah sah menjadi istrinya itu langsung bersemu merah karena malu.
"Selamat yah semoga pernikahan kalian langgeng."
Ucap bu Fitri sambil memeluk putri sulungnya.
Begitu pula bu Laras yang langsung menangis antara haru dan kesal terhadap putra semata wayangnya karna sudah membuat orang tua hampir jantungan mengetahui anaknya akan menikah di hari ia mendapatkan kabar.
'' Hiks, kau memang nakal Zao untung saja menantuku dia kalau orang lain sudah ku robohkan gedung pernikahan mu ini. '' kata bu Laras yang langsung membuat siapapun yang mendengar langsung bergidik ngeri hanya dengan membayangkan nya saja.
''Bercanda cantik. '' kata bu Laras lagi sambil menoel gemas pipi menantunya itu.
Sementara Riri hanya tersenyum kaku dan langsung menjabat dan mencium punggung tangan wanita yang sekarang sudah menjadi ibu mertuanya itu.Dan hal tersebut langsung di balas dengan pelukan hangat dari bu Laras.
'' Jadilah istri yang baik nak,yang bisa mengurus suami dan melahirkan banyak cucu yang menggemaskan untuk orang tuamu ini.
Apapun yang terjadi mama mohon tetaplah bersama dan jadikan pernikahan itu sakral selamanya.'' pesan bu Laras yang mana langsung membuat Riri meneteskan air mata entah untuk yang ke berapa kalinya dalam satu hari ini.
Hatinya terasa begitu bahagia bercampur ngilu.
Bahagia karna ternyata orang tua suaminya sangat welcome terhadapnya dan untuk rasa ngilu itu karna dirinya tidak yakin expektasi mereka para orang tua akan terwujud terutama expektasi bu Laras.
Apa lagi mengingat pernikahan ini hanya pernikahan di atas kertas seperti yang sudah pernah Zao bilang.Meskipun sudah sah secara hukum dan agama tetapi tetap saja rasa takut akan di campakkan itu tetap ada.Jadi sepertinya aku tidak akan berharap lebih dan harus berjaga-jaga diri dari kata hamil karna apa bila suatu hari akan terjadi perpisahan, maka tidak akan ada seorang anak yang kehilangan maupun kekurangan kasih sayang seorang ayah maupun ibu kandungnya.
__ADS_1
''Mah jangan membuatnya menangis..! tegur Pak Lee dan Zao bersama'an.
Riri dan bu Laras yang mendengarnya langsung buru-buru mengusap air mata mereka sambil tersenyum menoleh pada dua orang berbeda usia itu.
'' Kau tidak lihat dia juga membuatku menangis. '' protes bu Laras yang langsung membuat mereka tertawa sumbang..berbeda dengan Riri yang langsung terkejut di klaim membuat mertuanya menangis.
''Menangis terharu maksudnya cantik... '' ucap bu Laras kemudian sambil mengusap punggung menantu barunya itu.
Tak jauh dari sana dua pasang mata mengamati mereka dengan penuh haru dan rasa syukur yang mendalam.Ternyata semua berjalan jauh lebih indah dari expektasi yang mereka pikirkan selama ini.
''Semoga mereka langgeng ya Yah.. '' gumam bu Fitri yang langsung di aminkan oleh suaminya.
Setelah selesai ia bersalaman dan bercanda garing bersama mertuanya kini Riri berjalan menghampiri orang tua yang sejak berada di kandungan sudah merawatnya penuh cinta dan kasih sayang.
Ayah, bunda... panggil Riri sambil berjalan di'ikuti oleh Zao dan orang tuanya.Dengan mata sembab dan penuh beragam perasaan. Sedih, senang terharu dan takut semua berkecamuk menghiasi perasaan baru menjadi seorang menantu di keluarga Lee.Ia memeluk bunda dan ayahnya bergantian lalu dari kejauhan nampak sosok gadis yang berwajah mirip dengannya berlari dan langsung menghambur ke pelukannya.
'' Kakak bagaimana acara akad nikahnya? tanya gadis itu antusias.Dan mereka semua baru sadar kalau sejak pertama dua keluarga saling bertemu sampai selesai akad nikah gadis itu sama sekali tidak terlihat dan baru muncul sekarang.
'' Memangnya sejak tadi kamu dari mana? tanya Riri pak Rio dan bu Fitri bersama'an.''
'' Riri menyenggol lengan adiknya karna sudah berbicara sembrono di depan keluarga Lee.
''iih apa'an sih kak emang bener kalau... '' belum sempat selesai bicara sudah lebih dulu di potong oleh ayahnya.
''Maafkan kelancangan anak bungsu saya.. tuan'' kata pak Rio tak enak hati.
'' Kita sudah besan tidak perlulah memakai embel-embel tuan cukup panggilan biasa saja dan putrimu tidak salah memang putraku yang agak nakal itu yang bermasalah '' ujar pak Lee bijaksana sambil menyindir anaknya yang sombong itu.
''papa... '' protes Zao namun langsung di potong lebih dulu ucapannya oleh sang Mama.
''Baiklah kalian berdua duduklah di singgasana dengan manis sambil menyapa tamu dan teman-teman kalian. '' perintah bu Laras pada anak dan menantu nya itu.
''Kami para orang tua juga akan menyambut tamu-tamu bisnis kami. '' imbuh pak Lee.
__ADS_1
Setelah mereka para orang tua sudah pergi dengan tamu-tamu mereka kini tinggalah Riri, Zao dan Dinda.
''Ehem, kok jadi panas begini ya... '' kata Dindaaa sambil mengusap-usap keningnya manja dan langsung pergi kabur menyisakan sepasang pengantin baru disana.
''Dinda... dasar ya.. '' kata Riri hampir saja berteriak memaki adiknya kalau saja Zao tidak segera menutup mulutnya dengan jari tangan.Huh kan jadi malu.
'' Ayo. '' ajak Zao untuk pergi ke tempat duduk setelah lama berdiri dan benar saja banyak tamu yang langsung menghampiri untuk mengucapkan selamat dan doa. Termasuk dua wanita cantik dan dua pria tampan yang sedang berjalan ke arah mereka.
Zao pun langsung melirik Istrinya yang sejak tadi tidak berkedip menatap ke depan tepat dimana Ling-ling dan Aril sedang berjalan ke arah mereka Zao dan Riri.
Entah perasaan apa yang saat ini di rasakan Aril ketika melihat mantan calon istrinya sudah resmi menikah dengan temannya.Seandainya waktu itu dia berfikir panjang mungkin hubungan mereka yang memang selalu baik-baik saja akan tetap baik-baik sampai sekarang.Ah itu hanya seandainya karna ternyata tidak semua kesempatan datang dua kali terkadang mereka di hadirkan sekali untuk memberi kita pelajaran yang bisa di jadikan pegangan di masa depan.
Zao yang melihat Riri tak berkedip menatap mantannya langsung memeluk pinggang Riri dengan posesif.
''Selamat ya, kamu pantas mendapatkan semua ini langgeng terus.. doaku menyertaimu. '' kata Aril mengulurkan tangannya dan meramalkan doa untuk perempuan yang pernah mengisi hari-harinya dengan indah.
Entah kenapa Riri merasakan dadanya begitu nyeri. Semua kata-kata doa dan ucapan Aril bak jarum yang menusuk-nusuk hatinya.Kenapa? bukankah
seharusnya dirinya senang bisa membantu Aril merasakan seperti apa sakitnya dulu ketika ia di campakkan di hari H pernikahan.Dan juga bisa memperlihatkan betapa senangnya dirinya saat ini karna berhasil mendapatkan laki-laki yang pernah ia katakan sendiri.Yang jauh lebih baik segala-galanya dari dirinya dan sekarang Alloh sudah mengabulkan semuanya termasuk doa-doanya kala itu.
Ketika Riri ingin berterimakasih sambil menjabat tangan Aril, Zao sudah lebih dulu menjabat tangannya menggantikan dirinya.
''Terimakasih sudah datang. '' ucap Zao dingin.
''Selamat ya kak... meskipun seleramu buruk tetapi aku akan legowo menerimanya. '' ucap gadis yang Riri ketahui adalah mantan pacar Aril dan juga orang yang sudah membuat pernikahannya gagal dan hancur memalukan.
Ling-ling memeluk manja kakak sepupunya itu dan jangan lupakan tatapan menghina dari nya untuk Riri.
'' Jaga bicaramu. '' bisik Zao marah sambil menekan setiap kata-katanya.
Membuat Riri yang berada di sampingnya menjadi gelisah dan penasaran ada hubungan apa gadis itu dengan suaminya.
'' Hay kakak ipar.. '' sapa Ling-ling sok ramah padahal di balik sapa'annya ia menyelipkan Bom
__ADS_1
berisi rahasia yang ia yakini kalau Riri tidak tahu atau malah sengaja tidak di beri tahu.
Bukannya menjawab Riri langsung menatap ke arah Zao dengan raut terkejut dan kecewa.