
Setelah Ling-ling dan Aril pergi, kini giliran Rahel dan kakaknya mengucapkan selamat untuk mereka.
'' Selamat bro,akhirnya pecah telor juga, semoga kalian langgeng yah sampe nenek-kakek.''
Amin.. kor mereka berdua kompak.Meskipun Riri sangat ingin marah dan kecewa namun ia tahan sekuat mungkin untuk tetap tersenyum.
'' menghadapi manusia licik itu harus elegan. '' batin Riri.
Kini giliran Rahel yang berdiri untuk menyampaikan selamat, sejenak ia hanya diam terpaku melihat orang yang sangat ia cinta menikah dengan wanita lain, sementara mahkota yang selama ini ia pertahankan untuknya malah sudah di renggut pria lain yang hanya berstatus pelayan. Ia berfikir tidak ada hal baik untuk dirinya sampai harus bertahan di atas bumi yang menurutnya sangat kejam.
'' Selamat sudah menari di atas penderitaan orang lain. '' ucap Rahel dengan ketus yang mana langsung membuat Zao mendelik tak percaya dengan kalimat pedasnya barusan.
Berbeda dengan Zao Riri malah sebaliknya.Ia sampai mengulum senyum ketika mendengar suaminya bukannya mendapat ucapan bahagia justru malah sebaliknya.
'' Jangan dengar kan dia, adiku memang suka bercanda. '' kata Juno mengklarifikasi sikap adiknya.
Sementara giliran Riri, Rahel sama sekali tak menyapanya ia hanya berjalan melewatinya begitu saja.Seolah tidak ada mempelai perempuan di sana.
Kini giliran Zao yang tersenyum mengejek Riri, .
''Tunggu dulu, bukannya dia wanita yang pernah aku lihat ketika sedang Vc sama Zao? lalu apa dia juga pernah punya masa lalu /suatu rahasia sehingga begitu tidak ikhlas melihatnya menikah dengan ku. '' berfikir dalam benaknya.
Riri menyapa seluruh ruangan sambil menghempaskan nafasnya kasar. Sungguh pernikahan sepihak satu pun tidak ada temanku yang di undang. '' kesal Riri dalam hati.
'' Ayo makan dulu.. '' ajak Zao saat melihat tamu sudah agak sepi.
'' sudah kenyang. '' kata Riri sambil berlalu meninggalkan Zao menuju meja kosong di pojokan.
Siapa bilang tidak lapar, seharian dikerjain habis oleh suami sombong seperti dirinya. Dan satu lagi kenyataan apa lagi soal Ling-ling perempuan yang sudah menghancurkan pernikahannya ternyata adik sepupunya.
Zao hanya menghela nafasnya berat, membiarkan gadis itu duduk menenangkan fikiran nya. Sementara ia sendiri akhirnya memilih berkumpul dengan para kolega-kolega bisnisnya yang lain.
''Woi. '' suara perempuan mengagetinya.
''Nayla, '' pekik Riri ketika yang mengagetinya ternyata adalah sahabatnya.
__ADS_1
''Selamat yah, gue udah denger semua ceritanya dari Dinda, semoga kalian akan terus sama-sama dan Samawara deh. '' ucap Nayla sambil memeluk sahabatnya itu.
''Dateng ke sini sama siapa? tanya Riri mengalihkan topik.
''Nayla nampak tersenyum dengan pipi merona, lalu tak lama kemudian seseorang yang ia maksud datang dengan membawa bingkisan untuk Riri.
''Sungguh tak bisa di mengerti, kalian... '' kata Riri tercekat sambil melirik Deon dan Nayla.
'' kalian jadian? tanyanya kemudahan meneruskan kalimatnya yang belum selesai.
'' Iya, gimana cocok kan? kata Deon bertanya sambil membanggakan diri.
''Widih gayamu kak, dulu aja di suruh nganter sok''an gak mau sekalinya mau langsung kecantel gak mau pulang. '' ejek Riri yang langsung diikuti gelak tawa keduanya.
''Wah ini buat aku? tanya Riri sambil mengocok-ngocok kado pemberian dari kakak sepupunya Deon.
''iya lah baik kan gue... '' sahut Deon sambil merangkul Nayla.
''Ciye... makasih yah kadonya..mau gue buka sekarang takut kalian kena mental. '' Canda Riri.
Tak jauh dari mereka Rahel, Ling-ling, Juno dan Aril sedang duduk menikmati hidangan yang tersedia.
Namun tidak Aril tidak juga Ling-ling dan hanya Juno yang tidak ikut-ikutan mengamati gadis cantik berbalut gaun mewah sutra. Sementara Rahel hanya melihatnya sekilas ketika sedang mendengarnya bercanda bersama seseorang yang ia tafsir adalah temannya.Lalu tatapannya kembali mencari sosok tampan yang sudah mematahkan jiwa dan raganya.
Ling-ling yang usil membawa segelas minuman sambil berjalan ke arah Riri yang sedang bersantai menikmati makanan sambil di temani Deon dan Nayla.
Tapi tap tap . Langkah kaki Ling-ling mulai menghampirimu mereka.
''Kasihan sekali kakak ku yang luar biasa itu,harus menikah dengan perempuan yah kalau di lihat dari segi manapun tidak akan pernah pantas bersanding dengan nya. '' celoteh Ling-ling menyindir Riri.
Riri, Deon dan Nayla seketika itu juga langsung menoleh ke sumber suara.
Aril menghela nafasnya kasar, sekarang matanya baru terbuka, ia baru sadar kalau ia sudah salah telah memilih Ling-ling di banding Riri.Wanita yang sopan dan baik budi pekerti nya.
Seperti yang sudah pernah ia katakan sebelumnya.
__ADS_1
Melawan manusia licik harus dengan cara yang elegan.
'' Perempuan yang menangis dan mengemis cinta kepada mempelai laki-laki ternyata masih punya wajah. '' ejek Deon yang tiba-tiba sangat muak setelah bertemu dengan perempuan yang tidak tahu malu seperti Ling-ling.
'' Benar-benar memalukan. '' imbuh Nayla.
'' Owh ya, memangnya kenapa kalau aku datang ke pesta kakak ku sendiri. Ada larangan? jadi Berhati-hatilah kalau sedang berbicara tikus kecil. ''.
Terang Ling-ling dengan bangga.
Kali ini kata-kata Ling-ling berhasil membungkam mulut Nayla.Karyawan yang bekerja di bawah naungan grup Lee. Namun apa yang sebenarnya terjadi ? bagaimana bisa Ling-ling adiknya Zao. Adiknya merebut calon suami dari Riri lalu sekarang kakak nya bertanggung jawab untuk menikahi Riri. Nayla nampak terkejut ketika berhasil menduga serta menggabungkan kejadian-demi kejadian yang di alami sahabat baiknya.
'' Sungguh miris nasibmu Ri.. '' batin Nayla dan langsung melayangkan tatapan tak bersahabat terhadap Ling-ling.
'' kalian tidak usah takut dengannya. Lagi pula sejak kapan adik sepupu bisa mengalahkan kedudukan istri sah. '' Ucap Riri tegas yang langsung membuat Ling-ling bungkam seketika.
'' Kammu.. '' Ling-ling marah dan mengangkat gelas di tangannya berniat untuk menumpahkan jus yang berada di dalam gelas tersebut .Namun kali ini gerakan tangan seseorang sangat cepat dalam mebepisnya al hasil niat hati ingin nenyiram Riri malah dirinya yang tersiram sendiri.
'' Ariiiil'' beo mereka ber'empat termasuk Ling-ling.
'' bajumu kotor mari ku antar pulang, kata Aril sambil meletakkan kado kecil di atas meja Riri.
'' Hadiah kecil untuk pernikahanmu. '' ucapnya kemudian sambil berlalu di'ikuti oleh Ling-ling yang sudah sangat malu dan marah. Sementara dari kejauhan nampak sepasang adik kakak juga ikut menyaksikan kejadian tersebut. Rahel mengangkat bibirnya sebelah.
''Bukan wanita yang mudah di tindas. '' kata Juno sambil melirik sang adik.
''Aku memang sudah kehilangan kepercayaan dari Zao, dan hancur seperti ini pun karnanya . ''
''Jadi? kata Juno kemudian sambil tersenyum jahat.
''aku akan mulai mendekati istrinya terlebih dahulu , baru setelah itu jika kepercayaan Zao sudah kembali ada untuku, akan porak-porandakan keluarga kecil mereka. '' ucap Rahel sambil tersenyum tak kalah jahat dari senyum kakak nya.
Ia
''
__ADS_1