Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
Part 21


__ADS_3

Ting.


Sampailah aku ditempat apartemen milik tuan Zao.


Setelah sebelumnya sudah diberitahu kode pintu masuknya lewat pesan whatsapp.


Sepi? ah mungkin karna ini hari kerja pasti dia sedang berada di kantor.Aku melihat sofa empuk berukuran minimalis, rasanya pantatku semakin tidak tahan.Dan akupun berniat untuk berleha-leha sebentar.Selain karna cape datang terburu-buru juga karna masih ada sisa-sisa rasa mengantuk yang mungkin alangkah lebih baik jika diselesaikan sebentar.


''Hoaaam,, '' Uapku sambil menjatuhkan diri di atas sofa tersebut.


Aku memejamkan mata sebentar.Entah sampai menit keberapa aku lupa tertidur. Dan terbangun lagi setelah tangan kekar milik seseorang menekan hidungku.


''Aa,aaaw. '' Sungutku setengah sadar setengah tidak.


''Pesek bangun.Enak aja , disuruh kesini untuk bekerja malah enak-enakan tidur.'' Kata Zao keheranan.


''Namaku Riri tuan,dan siapa itu pesek? perasaan hidungku mancung deh.'' Protesku tidak terima sambil berusaha menetralkan kesadaran.


Aku terkesiap lalu berdiri,tadinya hendak marah, namun tiba-tiba saja teringat kejadian tadi pagi yang mana langsung membuat nyaliku menciut dan mlepes seketika.


Aku tau ia sedang memandang dan menelisik penampilanku dari atas hingga sampai kebawah.


membuat AC diruangan ini seperti tidak berfungsi karna hawa panas yang tiba-tiba menyebar.


''Ehem, bisa tolong dijelaskan apa saja tugas dan pekerjaan saya tuan?'' Tanyaku berharap bisa mengalihkan arah pandang matanya.


'''Kau lihat semua ruangan ini.? matanya beralih menyapu seluruh desain ruangan glamor miliknya.


Sementara aku sendiri juga ikut mengedarkan arah pandangku mengikuti arah pandangnya.


''Iya. '' Jawabku.


Ia kembali menatapku dan kali ini tatapannya lebih intens dari sebelum-sebelumnya.


Deg. Deg. Deg.


Siapa yang tidak deg-degan dipandang sedekat itu oleh pria setampan dia.Bahkan aroma wangi


maskulinnya saja sampai menyeruak harum ke hidungku.


''Bisa tidak berhenti menatapku seperti itu,. '' Tegurku padanya.


''Kenapa? disini saya majikannya jadi terserah saya lah.'' kata Zao menjelaskan hal yang sudah jelas tentang perbedaan status diantara kami.


''Baiklah, bos memang selalu benar.Sekalipun salah.'' Sindirku mengalah.


''Kamu bersihkan seluruh ruangan yang ada disini


dari kamar mandi, dapur, ruang tamu, ruang kerja sampai ruang kamar tidurku.Oh ya guci, fase bunga dan perabotan mahal lainnya kamu juga ingat harus lebih hati-hati saat mengurusnya.Mengerti?


''Mengerti tuan.'' Sahutku cepat.

__ADS_1


''Mulai besok kamu harus datang sangat pagi karna


harus memasak untuk saya sebelum saya berangkat kerja.'' imbuhnya lagi dengan begitu enteng tanpa bertanya aku mau atau tidak.


''Saya pikir ini hanya lelucon.Tak disangka ternyata benar-benar terjadi.'' Keluhku menyesali keputusan sesaat ku kemarin.


Dia malah tersenyum miring sambil bersedekap dada.'' Waktuku terlalu berharga untuk bermain-main denganmu.'' Katanya angkuh.


Sombong sekali.


Batinku gemas tidak sabar ingin sekali mengerjainya.


"Baiklah sudah bisa dimulai. " Tuan Zao memberitahu sambil melempar kemeja kotor tepat mengenai wajahku.


Didalam hati aku berjanji aku akan membuatnya tidak tahan dan segera memecatku.


"Ini? tanyaku sambil mengangkat kemeja tersebut dengan tangan kiri sementara tangan kananku kubuat menutup rapat hidungku.


"Expresi macam apa itu? dengarkan aku dengan baik." katanya dan aku mengangguk.


"Kamu lihat baju yang sedang kamu pakai sekarang?!


Seperti perintahnya akupun melihat lagi penampilanku yang aku rasa tidak ada masalah apapun.Dengan mata kebingungan aku menatapnya lagi untuk meminta penjelasan.


''Baju yang kamu kenakan sekarang bahkan bau wanginya tidak sebanding dengan baju kotor yang kupakai kemarin.'' Lagi-lagi ia berbicara tinggi membuatku ingin muntah ketika mendengarnya.


Setelah lama berpidato ahirnya tuan sombong itu pergi setelah mendapat telfon dari seseorang.


''Sepertinya dia memang tidak berangkat bekerja, lihat saja sekarang sudah hampir pukul 08.00 dan ia masih terlihat santai.''Gumamku sambil memulai pekerjaan baruku.


To tok tok,,,


''Permisi , '' Kataku memberitahu kedatangan ku.


''Masuk, '' Jawabnya dari dalam.


Seperti yang sudah diperintahkannya, akupun langsung masuk setelah sebelumnya sudah permisi untuk membersihkan ruangan.


Namun hal tak terduga terjadi ketika aku sedang membungkuk untuk membersihkan kolong kemeja punggungku kebentur ujung sikunya.


Dugh. Suara punggungku yang menabrak siku kemeja. '' Awww, ringisku mengaduh kesakitan.''


Antara tersenyum geli dan kasihan, Zao berjalan kearahku dengan sedikit bersimpati.


''Bangun,. '' Ucapnya sambil mengulurkan tangannya untuk membantuku.


''Tuan itu mau membantu atau mengolok sih, kenapa expresinya sama begitu.'' Omelku merajuk.


''Ngga usah drama, mau bantuin gak nih? katanya seperti biasa datar.


Aku menatapnya ragu lalu menerima uluran tangannya, untuk kubuat membantuku berdiri.

__ADS_1


''Mana yang sakit? Zao sambil mengusap lembut punggungku, membuatku meremang seketika.


''Eh,...Jangan macam-macam ya.'' kataku sambil menyudahi perasaan aneh tersebut sambil menepis tangannya yang menurutku sedikit tidak sopan.


''Otakmu itu yang macam-macam, ngeres banget pikirannya.'' Elak Zao.


Sambil berdiri sambil memegangi punggung tulang ekorku karna memang nyerinya masih sangat berasa.Aku melihatnya masih dengan posisi berdiri sambil tak henti memperhatikanku.


''Istirahat dulu saja, jangan dipaksain. '' katanya berubah dengan nada lembut.


Tumben lembut .


'''Tidak perlu, sudah selesai." Jawabku ketus.


"Aku harap kamu tidak lupa siapa saya.Jangan mentang-mentang saya baik sama kamu, kamu jadi berani ke saya." Kata Zao memperingati.


Glek.


"Apa sikapku tadi sudah keterlaluan ya? dia sampai tersungging seperti itu? batinku bertanya-tanya.


''Maaf tuan. '' Ahirnya karna tidak ingin terkena masalah lagi, lagi-lagi aku mengalah untuk minta maaf lebih dulu.


Tanpa menjawab apapun, dia langsung pergi begitu saja.Dan aku yang memang sudah selesai dengan pekerjaan bersih-bersihku hendak turun mencari tuan Zao.


Saat aku sudah berada di lantai bawah, aku tak menemukan keberadaanya,''Heran perasaan baru saja turun sudah ngilang aja.'' gumamku.


Sayup-sayup aku mencium aroma khas makanan.


Dan saat aku selidiki ternyata benar fillingku kalau yang sedang berkutat didapur adalah tuan Zao sendiri.


Dua hal baru yang aku ketahui dari dia hari ini.Selain sombong, galak, judes, dingin ternyata juga ngambekan dan jago masak.


''Jangan melihatiku terus ,, '' ucapnya yang ternyata menyadari kehadiranku yang tak jauh dari posisinya memasak saat ini.


''Hehe ternyata orang kaya sepertimu, juga mau memasak.Aku pikir hanya bisa menambah jumlah rekening tabungan saja.'' Kataku asal.


''Memangnya kenapa? Zao balik bertanya.


''Tidak kenapa-kenapa cuman sedikit kaget saja.''


''Kaget apa kagum? godanya yang entah sejak kapan manusia sedingin ia berubah menjadi penggoda seperti sekarang.


''Kaget,,, '' jawabku.


''Hem,,, yakin? ulangnya lagi yang mana semakin membuat wajahku memerah karna terus-menerus digoda. Sungguh benar-benar pria yang sulit ditebak, beberapa menit yang lalu ia marah, dan cuek lalu sekarang dia bersikap layaknya laki-laki penyayang yang ramah tamah.


"Jangan berfikir terlalu banyak.Sudah ayo makan. ''


ajaknya yang lagi-lagi membuatku terkejut.


Ternyata sedari tadi ia membuat nasi goreng spesial, pantaslah begitu cepat matang.

__ADS_1


Dan kamipun ahirnya duduk bersama menikmati masakannya dengan diam dan hanya berbicara sekedarnya.


''


__ADS_2