Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
Part 35


__ADS_3

Sesuai dengan perintah Zao lagi-lagi Riri harus berganti gaun sampai tubuhnya merasa koyak karna berat masing-masing gaun pengantin yang sudah di cobanya sampai beberapa kali.


''Ini yang ke lima, kalau sampai dia tidak menyukainya akan aku lemparkan gaun tersebut tepat di wajahnya, agar ia tahu seperti apa rasanya di tindas. '' Gumam Riri sambil melihat pantulan wajahnya di cermin.Gaun berwarna putih dengan bordir timbul yang bahan dasar kainnya murni dari sutra tanpa campuran apapun.Sementara mutiara kecil menghiasi setiap bordir bunga-bunga tersebut tak lupa renda-renda bagian tangannya yang terbuat dari bahan-bahan yang kalau di tebak harganya sangatlah mahal.Kali ini paling berbeda dari ke'empat gaya dandanan sebelumnya yang mengenakan sanggul, kali ini bagian rambut di biarkan tergerai begitu saja dengan rambut aslinya yang semula lurus di buat agak melengkung dan bergulung.Tak lupa di atasnya ada mahkota yang terbuat dari bunga melati putih.


Tap tap tap.Suara langkah kakinya mulai berjalan dari luar ruangan make up menuju ruangan foto.


''Maaf mbak saya tidak bisa mengantar sampai depan. '' kata pelayan yang sejak awal selalu membantuku mengangkat ekor gaun mewah nan menyusahkan itu.


''Hah kenapa? tanyanya begitu kaget. Pasalnya gaun itu selain memiliki berat bahan yang lumayan, juga memiliki ekor yang panjangnya tidak bisa di sepelekan.Persis seperti yang di drama-drama pernikahan orang kaya yang sering ia lihat di bioskop.Tadi saja dirinya berjalan di bantu oleh dua sampai tiga pelayan kenapa tiba-tiba tidak ada yang bisa membantu? '' gerutunya kesal sambil melangkah hati-hati agar tidak terjatuh karna menginjak gaunnya sendiri.


Dengan langkah terseok-seok serta bibir yang tak berhenti mengoceh ahirnya tibalah ia di dalam ruangan foto.


Pintu yang tidak terbuka membuat ia langsung masuk begitu saja namun seketika berada di dalam matanya membulat sempurna mendapati sosok yang ingin di temui tidak berada di sana.


Ia mengucek sekali lagi matanya, juga mengedarkan seluruh pandangannya untuk mencari Zao Lee. Lemas kakinya tiba-tiba saja tidak bisa di gerakan,mungkin karna tubuhnya yang langsung lemas tak bertenaga karna saking kesal dan kecewanya.


Air matanya menetes dengan sangat pilu se pilu perasaan nya saat ini.Lelah kesal marah namun hanya bisa di pendam sendirian tanpa bisa di utarakan.


Ia pun berbalik dengan tangannya yang sibuk menghapus air matanya karna takut make - up nya


rusak sebelum bertemu dengan tuan muda Zao.


Brug.


Tubuhnya terpental mundur kalau tak sengaja menabrak seseorang.


Deg. Hatinya sedikit berdesir begitu melihat sosok brengsek yang sejak tadi ia cari-cari.


Keduanya saling menatap satu sama lain dengan perasaan masing-masing.


Zao semakin mendekatkan tubuhnya ke Riri hingga


membuat gadis itu mundur beberapa langkah dan harus menelan salivannya dengan susah krna tiba-tiba saja ia menjadi sangat gugup berada di jarak sedekat itu dengannya.


Cup.


Zao mengecup dahi Riri lembut, membuat dua bola mata milik gadis itu membulat sempurna seperti ingin keluar dari tempatnya.


Belum sempat protes Zao sudah lebih dulu menarik tangannya lembut lalu mengangkat sedikit lengannya ke atas, dan tersenyum melirik Riri yang juga sedang melirik dirinya.Seperti terhipnotis Riri langsung mengalungkan tangannya ke lengan kekar calon suaminya itu.


Baru beberapa langkah RiRi tiba-tiba berhenti seperti mendapatkan kesadarannya kembali.


'' Tuan bukannya kita mau foto prewedding dulu, kenapa malah pergi? tanya Riri bingung.


'' Benar kita akan berfoto tapi nanti di tempat yang jauh lebih indah dari tempat ini. '' kata Zao dan kembali berjalan setengah menyeret Riri yang nampak tidak berniat pergi dari sana.


'' Tuan tapi apa dulu alasannya ? Riri tak mengerti dengan sikap mencurigakan dari Zao.


'' husssst,,,,,, diamlah sekali lagi kamu bertanya jangan salahkan aku jika akan langsung mencium mu . '' kata Zao dingin dan langsung membuat Riri langsung bungkam tanap protes.


🍉🍉🍉🍉


Di tempat yang berbeda seseorang sedang sangat sibuk kesana kemari bahkan sampai mengarahkan anak buahnya yang biasa di kirim bertarung kali ini di haruskan untuk terjun langsung membantu weding organizer menyelesaikan pekerjaannya.


'' Ingat baik-baik nyonya Marry jika sampai keluarga maupun tamu datang lebih dulu, sebelum tugas kalian selesai bisa di pastikan usaha kalian akan di tutup. '' kata Kevin memberitahu ketua Weding organizer.


Sementara itu bu Merri hanya bisa gigit jari mendengar kata akan di tutup. Sebenarnya bukan salah Weding organizer juga karna sebenarnya perkiraan mereka akan selesai nanti malam, tapi siapa yang tahu orang paling berkuasa menginginkan di percepat siang itu juga.


Benar tak lama kemudian keluarga besar Zao Lee datang dengan di susul keluarga besar pak Rio. Perbedaan itu nampak begitu ketara membuat pak Rio dan Istrinya sedikit insecure dan hanya bisa berharap semoga setelahnya kehidupan putrinya itu menjadi lebih baik setelah di nikahi putra mereka.

__ADS_1


Kedua keluarga pun akhirnya bertemu.


''Apa kabar denganmu Rio? tanya pak Lee yang pernah bertemu sesekali dengan Rio karna pernah menjadi kliyen nya.


''Alhamdulillah baik, kalian bagaimana?


''kurang baik. '' jawab bu Laras mendahului suaminya. Membuat suasana menjadi terasa canggung.


Tap tap tap.Bertepatan dengan itu, suara langkah heils wanita berjalan menghampiri mereka.


'' sayang '' sapa wanita tersebut yang tak lain adalah bundanya Riri yang baru keluar dari kamar mandi hotel.


bu Laras nampak mengerutkan kening melihat penampilan wanita yang sekarang akan menjadi besannya itu. Wajahnya sangat tidak asing dan ternyata.


'' Fitri benarkah itu kau.... '' pekik bu Laras


Bu Fitri langsung menoleh ke sampingnya, ia mencoba mengamati wanita yang seumuran dengannya itu, mungkin karna efek make-up artis yang di kenakan oleh bu Laras membuat bu Fitri membutuhkan waktu lama untuk mengenali teman SMu nya dulu.


''Ya ampun Laras?? benarkah itu kau.... '' tanya Fitri memastikan.


''Aku tidak menyangka setelah puluhan tahun semenjak ke lulusan tidak pernah bertemu, sekali bertemu langsung besanan. '' kekeh bu Laras yang membuat pak Lee geleng-geleng kepala dengan tingkah istrinya yang seperti bunglon cepat berubah-ubah.


Mereka berdua pun berpelukan, cipika cipiki dan langsung mengobrol satu sama lain untuk bertukar cerita selama berpisah. Karna setelah lulus SMu Laras yang memang notabennya sudah berasal dari keluarga kaya langsung melanjutkan pendidikan nya di Amerika.Sementara Fitri yang merupakan berasal dari keluarga biasa hanya memilih melanjutkan kuliahnya di dalam negri lebih tepatnya di kota tempatnya tinggalnys itu pun dengan beasiswa.


''Ternyata nyonya Lee itu kau, beruntung sekali aku bahkan baru tau keluargamu hari ini. '' puji Fitri pada teman lamanya itu.


'' Dari dulu kau tak pernah berubah, selalu tidak puas jika belum memujiku.'' kelekar bu Laras.


''Owh ya aku sudah sangat penasaran seperti apa calon menantuku, kenapa mereka berdua belum juga sampai. '' gerutu bu Laras.


'' Sabar mungkin sedang ada macet di jalan. '' imbuh bu Fitri yang tiba-tiba langsung berubah expresi.


Fitri menggelengkan kepalanya lemah.


'' aku titip anak perempuan ku ya Ras..., dia anak yang baik hanya nasibnya saja yang kurang beruntung. '' kata bu Fitri sendu.


Sementara mereka berdua saling curhat, berbeda dengan para suami yang berbeda meja dengan ke duanya sedang membahas seputar bisnis.


Bu Laras terdiam sejenak, awalnya memang ia tidak setuju dengan pernikahan putranya tetapi setelah tahu menantunya adalah anak dari sahabat lamanya hatinya langsung setuju . Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Fitri teman yang cantik dan sangat baik hatinya ia juga sudah sangat mengenalnya.Pasti putrinya juga mewarisi sifat ibunya dan semua keraguannya terbayar lunas setelah bertemu ibunya.


''Kamu tenang saja aku akan berusaha menjadi ibu mertua yang baik untuk anak-anak kita. '' kata Laras tulus menenangkan besannya.


Tamu sudah mulai berdatangan, semua yang hadir adalah tamu-tamu penting semua. Sesuai arahan


host yang di sewa di acara tersebut, kedua keluarga duduk berdampingan untuk menyambut tamu.


Dinda yang sejak tadi membantu asisten Kevin untuk melancarkan acara langsung bersiap mandi dan ganti pakaian khusus yang sudah di persiapkan oleh Kevin untuk keluarganya.


Bu Fitri yang sudah duduk di cemaskan oleh keberadaan bungsunya yang sama sekali belum terlihat.


'' Yah Dinda di mana? bertanya pada suaminya.


'' Aku juga sejak tadi memikirkan anak itu, . '' kata pak Rio yang tak kalah bingung dari istrinya.


Sementara itu Kevin sedang berjalan menuju tuan besar Lee untuk berbicara sesuatu.


''Tuan apa perlu saya susul tuan muda? tanya Kevin cemas karna Zao dan Riri tak kunjung tiba.


'' Tidak usah mereka sudah di kawal ketat oleh orang-orangku. Kamu tetap disini mengawasi acara dan selalu berjaga jika ada hal yang mencurigakan.'' bisik pak Lee.

__ADS_1


''Siap tuan.Kata Kevin dan menunduk hormat sebelum pergi.


''Eh tunggu. '' kata bu Fitri menghentikan langkah Kevin.


'' iya nyonya . '' kata Kevin sopan tapi jangan lupakan sikapnya yang dingin.


'' apa kau tahu dimana putriku? bukannya tadi pagi bersama kamu? tanyanya sambil mengamati asisten Kevin karna takut salah orang.


''Dia sedang bersiap sebentar lagi keluar. '' jawab Kevin sambil lalu.


Di luar ruangan semua wartawan sudah menunggu bahkan ada yang mengikuti dari butik sampai tiba di lokasi hotel xxx untuk mencari berita tentang pernikahan keluarga terkaya dan berpengaruh di negara tersebut.


Mobil yang ditumpangi oleh Zao dan Riri sudah tiba di pekarangan parkir hotel Xxx tersebut.


Zao tersenyum menatap Riri, tangannya sedari tadi menggenggam erat tangan Riri yang di rasanya begitu dingin.


'' apa kau gugup? tanya Zao yang langsung mendapat anggukan cepat oleh Riri.


'' Kau tenang saja tidak akan ada yang mengganggu nyonya Zao. '' kata Zao sambil turun dari mobil.


Riri dengan langkah gamang dan pikiran berat mau tidak mau ikut turun setelah di ancam akan di gendong oleh Zao. '' Toh ini hanya prewedding bersama orang tua nya.'' pikir Riri tanpa ada pikiran akan menikah di hari itu.


Ia menatap nanar bangunan indah yang menjulang tinggi di depannya itu.Meskipun bukan hotel yang sama tetapi tetap saja ingatan buruk itu tak berhenti menghantuinya.


Mau menangis pun rasanya sudah terlalu lelah di permainkan takdir.


'' Tuan boleh kah aku bertanya sesuatu? tanya Riri ketika berada di dalam Lift menuju lantai gedung pernikahannya...


''Hemz? sahut Zao dingin.


''Jika esok telah tiba waktunya menikah, apa kau juga akan meninggalkan ku sama seperti kak Ar yang memilih masa lalunya ?


Zao tersentak kaget dengan pertanyaan bodoh dari calon istrinya itu. Apa segitu cintanya sama Aril sampai ia se trauma itu dengan laki-laki. Lalu tidakah ia merasakan perasaan cinta tulusnya? apa dia hanya berfikir aku menikahinya karna uangku yang sudah menyelamatkan keluarganya...


'' Aku Zao Lee bukan Aril mantanmu jadi jangan samakan kami karna level kita berbeda. '' terang Zao penuh penekanan berharap Riri akan paham dan mengerti dengan perasaan nya.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai karna jalur yang mereka lalui tadi adalah jalur khusus yang sengaja di lewati untuk menghindari kerumunan wartawan yang jumlahnya sangat banyak di depan sana.


Sementara orang suruhan pak Lee sudah langsung pergi membawa tugas lain setelah memastikan ke duanya sampai dengan selamat.


Ting.


Pintu lift terbuka Riri sampai tak bisa berkata-kata


melihat gedung yang di hias sangat indah.Persis seperti negri dongeng sudah bisa di tebak kalau weding organizer nya pasti sangat profesional.


Zao tersenyum melihat Riri tersenyum bahagia seperti itu, ada perasaan lega tersendiri di dalam hatinya.


'' Aku akan menghalalkanmu sekarang. '' kata Zao sambil memeluk posesif pinggang Riri.


Deg. Hatinya mencelos seketika tak bisa di pungkiri


ada perasaan lega bercampur bahagia karna perasaan takut di tinggalkan yang terjadi pada pernikahannya yang pernah gagal tidak akan terulang kembali. Dan meskipun ke depannya ia tak akan pernah tahu seperti apa nasibnya setelah ini.Tetapi Ia tetap bersyukur setidaknya ia tidak akan mempermalukan keluarganya untuk yang ke dua kali.Dan untuk semua dekorasi indah itu ia anggap bonus keberuntungan karna menikah dengan tuan Zao yang sangat kaya.


Air matanya menetes tak bisa di cegah , merasa sangat bahagia meskipun satu sisi masih ada gelisah tetapi setidaknya satu persatu masalah selesai.


Hati Zao berdesir kala Riri membenamkan wajahnya di dada kekar miliknya.Ia tersenyum tak mengerti dengan perempuan yang tidak bisa di tebak perasaan nya.


''

__ADS_1


__ADS_2