Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
Part 48


__ADS_3

Pagi sekali Zao sudah bersiap dengan pakaian rapi.


Bahkan ketika Riri belum terbangun dari tidurnya.


Yah, sejak kedatangan para pelayan serta koki handal di apartemen suaminya, sejak itu juga Zao melarang Riri untuk melakukan pekerjaan rumah tangga termasuk memasak.Hobi baru semenjak ia bekerja menjadi pembantu di tempat laki-laki yang kini berubah status menjadi suaminya.


Protes pun percuma, hanya membuang tenaga dan pikiran menghadapi manusia seperti dia, dan tidak ada yang bisa di bantah selain ikhlas dan menganggap semua yang terjadi ini berkah .


Dengan begitu mungkin lebih baik. Tapi tunggu, ..


Riri meraba samping kanan kirinya dengan mata yang masih terpejam namun sudah setengah sadar.


'' Jam berapa ini? Riri terkesiap lalu bangun dengan terburu-buru, takut suaminya sudah berangkat ke kantor. Karna walau bagaimna pun sebagai istri yang baik, dia mengharuskan dirinya sendiri untuk wajib menyiapkan segala keperluan sang suami , terutama ketika hendak bekerja.


Segera mandi kilat , lalu berjalan tergesa menuruni tangga, . Sesampainya di ruang makan ia melihat pelayan sudah berjajar rapi dengan menunduk hormat.


Riri menatap heran satu persatu para pelayan baru di apartemen suaminya.Sikap mereka di anggap nya terlalu berlebihan . Tetapi bukan waktu yang tepat untuk membahas hal tersebut, karna sekarang


yang dia pikirkan adalah Zao, . Ia menatap jam dinding yang menempel di ruangan tersebut.


Matanya terbelalak lebar lalu sekian detik kemudian ia mengucek mata itu sampai beberapa kali dengan parasa'an bertanya-tanya.


'' Baru jam enam pagi, ??? gumam Riri sambil berjalan mendekati para pelayan.


'' Ada yang bisa saya bantu nyonya? tanya ketua pelayan yang tidak sengaja melihat raut kebingungan di wajah majikannya.


'' Apa suamiku sudah berangkat? suami??? eh sejak kapan panggilan tuan berubah menjadi suami....


"Maksud nyonya, tuan muda Zao? pelayan tersebut malah balik mempertanyakan kalimat Riri, seakan tidak setuju dengan panggilannya barusan.


'' Iya dia...memangnya siapa lagi!!! Riri berbicara sambil mendaratkan pantatnya di kursi.


Ketua pelayan tersebut terlihat menggaruk tengkuknya' dengan sikap gugup, merasa tidak enak telah salah bicara.


'' Maaf, tuan muda sudah pergi sejak lima belas menit yang lalu, dan ini ada titipan dari tuan buat nyonya... '' kata pelayan tersebut sambil menyodorkan gulungan kertas kecil berpita merah.


Belum sempat terjawab rasa penasaran terhadap kepergian sang suami di pagi buta, sekarang di tambah lagi dengan surat seperti ini. Atau jangan-jangan . ....


Riri menutup mulut dengan kedua tangannya. Membayangkan jika yang tertera di dalam surat tersebut adalah surat cerai.


Hwa....


Tangisnya pecah namun hanya dalam hati.Mengingat para pelayan yang masih berada di sampingnya.


Tetap saja meskipun di sembunyikan seperti apapun,expresi wajahnya tetap terlihat menyedihkan .Membayangkan nasib dan statusnya jika sampai surat tersebut benar seperti duga'anny. Apa kata orang jika sampai mendengar berita tersebut. Pasti akan segera muncul artikel.


Riri Ayu wanita. Perempuan yang dinikahi oleh pengusaha terkaya nomor dua, tiga hari yang lalu , kini sudah resmi di ceraikan oleh Zao Lee. dan telah berganti status menjadi Janda.


Untung saja logika masih bisa di ajak berfikir mengenai hal ini.Bukankah di mana-mana surat cerai itu di bungkus rapi menggunakan amplop yah, bukan di gulung dengan pita seperti ini???

__ADS_1


Sebenarnya ada apa gerangan? sampai dia memberiku surat ??? hati kecilnya bertanya-tanya. Antara penasaran ingin langsung membukanya, tetapi takut juga dengan isi suratnya.


"Trimakasih kerja kerasanya, sekarang kalian sudah boleh pergi. Dan jangan lupa sarapan... " Riri menginterupsi para pelayan untuk segera melanjutkan tugas mereka tanpa melupakan sarapan.


Akhirnya setelah mereka pergi , Riri langsung berlari kecil menuju ke kamar dan melupakan sarapan paginya. Entah kenapa hatinya menjadi dag-dig - dug,tidak karuan.


Dan semuanya lebih mendominasi ke perasaan cemas dan takut. Entahlah takut karna apa ❓


*Dear wanitaku...


Aku pergi dulu...


Jangan lupa makan dan jaga kesehatan...


Maaf tidak membangunkanmu,...


Aku tidak pergi lama, dan jika kau bosan..


Kau bisa pergi ke rumah orang tuaku atau orang tuamu....


Sampai berjumpa kembali....


From; Lelakimu....


Alhamdulillah... jadi aku tidak di cerai....


Hwa....


Tetapi selang beberapa detik ia kembali terdiam dengan wajah murung dan sedih.Setelah mengingat isi surat tersebut.


Sebenarnya dia pergi kemana???


Jika bosan aku di'izinkan untuk pergi kerumah orang tuanya, bahkan ke rumah orang tuaku...


Hiks...


Riri meremas sepucuk surat yang ditinggalkan Zao untuknya, bersama'an dengan rasa sesak di dada.


Seperti ada hati yang patah, ketika orang yang selama beberapa bulan belakangan ini terus menerus membuatnya kesal, tiba-tiba pergi begitu saja. Bahkan ini adalah hari ke tiga pernikahan mereka . .. seharusnya jika pernikahan ini terjadi karna cinta, bukan LDR seperti ini yang terjadi, melainkan honeymoon.


Tetapi yah sudah jika memang keputusannya seperti itu, sampai sini aku paham aku bukan siapa-siapa.


Sementara di luar sana, Zao yang sedang berada di luar mobil tersenyum puas melihat rekaman CCTV apartemen miliknya. Dari Riri bangun tidur sampai ketika Riri menangis setelah membaca pesan gila yang di tulis asisten Kevin atas perintahnya.


Dan satu lagi, Zao merasa hatinya berbunga-bunga


ketika mendengar Riri bertanya kepada pelayan.


"Dimana suamiku.... "

__ADS_1


Sungguh hatinya seakan di buat meleleh hanya karna mendapat pengakuan tersebut.


Tetapi di satu sisi ia merasa menjadi manusia jahat karna sudah mempermainkan wanitanya. Apa lagi saat Riri menangis sesenggukan di dalam kamar mereka.


Kevin melirik dari spion mobil, dan betapa leganya ia melihat wajah majikannya puas dan senang atas semua rencana yang di buat olehnya.Menjadi tidak yakin dengan rencana ke dua mereka yang telah mereka bahas kemarin.


"Tuan, sepertinya kau sangat bahagia,,, apa mau di batalkan saja rencana kedua? mengingat rencana pertama kita sudah berhasil?


Senyum di wajah Zao menyurut. Lalu ia berkata tanpa expresi.


" Rencana ke dua tetap di jalankan.Karna walau bagaimana pun, sikapnya tadi belum bisa mengklaim perasaan Riri yang sebenarnya.Dan aku ingin tahu lebih dalam lagi, sejauh apa aku di matanya.


Sekertaris Kevin pun mengangguk, menyetujui permintaan tuannya.


******"


Di tempat lain dua perempuan cantik sedang duduk saling berbincang. Rahel dan Ling-ling. Keduanya adalah teman lama yang baru-baru ini terlihat sering bertemu karna ternyata memiliki tujuan yang sama.Yaitu ingin memisahkan Zao dan Riri.


'' Apa rencanamu? Rahel memenatap Ling-ling dengan senyum sinis.


'' katakan dulu apa rencanamu! Ling-ling balik bertanya dengan tatapan tak kalah sinis dari Rahel. karna ternyata hubungan keduanya tidak lah sedekat yang orang lihat.


Ling-ling tahu betul siapa Rahel, gadis yang selalu menghalalkan semua cara untuk merebut perhatian


dari pak Lee maupun istrinya. Dari sejak mereka masih anak-anak sampai mereka di pertemukan lagi, setelah keduanya sudah sama-sama dewasa.


Semua itu tidak merubah sifatnya.Mereka tidak akan pernah sengaja bertemu jika tidak ada kepentingan satu sama lain, seperti saat ini contohnya.


" Aku akan mendekati Riri dengan caraku, sampai dia akan lebih percaya terhadapku di banding suaminya sendiri. " Rahel tersenyum sembari membayangkan pertengkaran yang akan terjadi, jika sampai hal tersebut menjadi kenyataan.


Ling-ling menanggapi rencana Rahel dengan sikap dan expresi yang biasa-biasa saja, yah meskipun semua yang di rencanakan Rahel merupakan rencana yang lumayan bagus. Dan mungkin sangat mudah terjadi, terlebih jika mengingat kakak sepupunya menikahi gadis itu bukan atas nama cinta.


Tetapi tetap saja bukan berarti Ling-ling merestui Rahel untuk menjadi kakak iparnya kelak. Jadi dia berusaha untuk memutar otak agar Zao bisa pisah dengan Riri wanita yang Zao nikahi tanpa cinta atau lebih kasarnya karna terpaksa.Juga agar kakaknya itu tidak terperangkap masuk ke dalam jebakan Rahel si perempuan licik.


'' mmm boleh juga rencanamu, jadi aku tidak perlu repot sampai menjilat ludah dengan berpura-pura baik di depannya. '' kata Ling-ling datar.


'' Tunggu dulu, kau tidak sedang merahasiakan sesuatu dariku bukan? Rahel menginterogasi Ling-ling lewat tatapan matanya.Sejatinya Rahel adalah wanita yang licin dan tidak mudah di bodohi.


Ling -Ling tersenyum miring.


'' Sejak kapan kau berubah menjadi penakut seperti itu. '' ...


Rahel menyeringai.


Aku tidak peduli tanggapanmu, tetapi perlu kau tahu aku akan menyingkirkan siapa saja yang menghalangi jalanku termasuk kamu.


Ling-ling tak gentar karna ini bukan pertama kalinya ia melihat langsung sisi buruk seorang Rahel.


'' it's Ok. Mari kita rencanakan rencana masing-masing. Aku akan memisahkan mereka dengan caraku, dan kamu dengan caramu!

__ADS_1


'' No. Problem. '' Rahel mengangkat jus di tangannya. Lalu beberapa detik kemudian mereka bersulang dengan memasang senyum palsu di wajah masing-masing.


.


__ADS_2