Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
Part 59


__ADS_3

''Kau sedang sibuk? Riri bertanya untuk yang kedua.


Zao sengaja tidak langsung menjawab dan itu benar-benar menguras kesabaran Riri yang cuman setipis tisu.


''Yah sudah kalau sedang sibuk aku keluar dulu maaf mengganggu.'' ucap Riri dengan kecewa + frustasi.


Zao tersenyum tipis melihat tingkah istrinya.'' Mau kemana? duduk sini temani suamimu.''Zao dengan segala kelembutannya sampai membuat Riri tidak percaya gunung es di depannya bisa mencair seperti itu.


Zao tersenyum sangat lebar sambil merentangkan kedua tangannya.Sungguh mahluk Tuhan yang satu itu,membuat Riri tidak bisa berpaling sedikitpun untuk tidak menatapnya.


Riri dengan cepat menghambur kedalam pelukan suaminya.Kedua insan tersebut sedang mendalami perasaan masing-masing.


''Sudah makan? Zao bertanya dengan lembut dan penuh perhatian.


''Belum.'' jawab Riri.


''Kenapa? kurang suka makanannya?apa mau makan di luar,saya temani.'' (Zao)


''Nggak usah,makan di rumah aja,lagi pula kamu juga lagi sibuk kan?


'Hem yakin nih,gak mau?


Riri menggeleng lalu berdiri hendak mencari tempat duduk lain.


Zao menutup laptopnya lalu ikut duduk di sofa berukuran panjang tempat dimana Riri sedang duduk di sana.


''Are you ok? tanyanya kemudian yang langsung di jawab dengan anggukan oleh Riri.


''Maaf sudah menyakitimu..'' ucap Zao dengan tulus sambil merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya.


Riri tidak menjawab,ia begitu nyaman berada di dalam pelukan suaminya.


''Kemarin sepulang perjalanan dari sana ada pekerjaan mendesak yang harus saya bahas sama Rahel.Tiba-tiba saja saya mendengar suara yang beberapa hari itu sangat saya rindukan sedang bernyanyi dan liriknya sungguh membuat saya cemburu,'' Zao berhenti sejenak untuk mengambil nafas dan menetralkan emosinya.


''Yakin karena kau cemburu? bukan karena hal lain seperti tertangkap basah sedang bersama wanita lain?! Riri masih belum percaya.


Zao tidak marah ia malah terkekeh mendengar sindiran sang istri.


''Jadi kamu cemburu sama Rahel?

__ADS_1


''Hii apaan sih.Riri cemberut melihat suaminya yang malah menertawakannya. ''emangnya salah yah kalau seorang istri cemburu lihat suaminya bergandengan mesra sama wanita lain.''


Otak cerdas Zao sudah bisa langsung menangkap situasi yang terjadi kemarin.


''Jadi kemarin lagu itu bukan tentang Ar?tetapi tentang kamu yang salah paham begitu melihat suamimu satang dengan wanita lain?


Riri menatap suaminya dengan malas.


''Hem pikir saja sendiri." Riri yang tadinya sudah mulai melunak berubah menjadi ketus.


''Kau salah paham,aku dan Rahel sama sekali tidak memiliki perasaan apapun,sebatas teman dan partner bisnis saja,mengenai kemarin dia sudah ku marahi karena bertindak tidak sopan dan kelewatan,dan mengenai saya yang memarahi kamu kemarin,itu juga karena ke salah pahaman, saya cemburu dan saya pikir kau bernyanyi untuk Ar.''


''Maaf aku sudah membuatmu sakit hati,membuatmu malu dan membuatmu menangis,aku terlalu mencintaimu sampai aku begitu takut kehilangan kamu Ri..''


Riri bangun dari pelukan Zao begitu mendengar pengakuan cinta untuk yang pertama kalinya.Hatinya mencelos begitu


mendengar apa yang baru saja telinganya tangkap.Seolah waktu berhenti sejenak demi merenungkan segalanya.


Mata keduanya saling bertatapan sangat dalam.''Aku mencintaimu istriku sangat mencintaimu.Selama ini aku terlalu pengecut untuk sekedar mengatakannya.


''Kau tidak sedang menghiburku bukan?


Seorang Zao Lee mencintainya,gadis biasa saja yang keluarganya bahkan hampir hancur dan bangkrut.


''Aku tidak bercanda,aku sangat mencintai kamu dan satu hal yang kamu harus tau,aku sudah mencintaimu sebelum kita menikah.''


''Jadi kamu menikah denganku bukan karena terpaksa? Rasanya masih seperti mimpi untuk seorang Riri.


Zao mengangguk lalu mencium bibir istrinya dengan tiba-tiba.Ciuman yang awalnya biasa semakin lama semakin dalam dan membuat hasrat keduanya semakin besar.


Zao mencium bibir Riri dengan lembut dan semakin lama semakin menuntut di tambah tidak adanya penolakan dari sang istri.Tangannya yang nakal menggerayangi seluruh bagian yang dia suka,bersama dengan suara lenguhan Riri yang membuatnya semakin candu.


''Ah *********** pelan sayang...''Riri mulai kewalahan dan kehilangan kendali begitu suaminya dengan rakus menyesap di bagian intimnya.''


Dan akhirnya kejadian semalam terulang kembali di pagi itu bersama ke salah pahaman yang sudah menemukan titik terangnya.


Sementara di tempat lain,seseorang sedang terkapar di dalam ruangan yang khas dengan bau obat-obatan.Dia adalah Al,seorang pengusaha kaya raya meskipun tidak se kaya Zao.Dia merupakan teman masa kecil Riri dan saudara dari detektif handal kepercayaan keluarga Lee.Karena kejadian semalam membuatnya harus di rawat.


Sebenarnya Al sudah ingin cepat-cepat keluar dari sana,akan tetapi saudara tirinya membuatnya susah bergerak.

__ADS_1


''El aku bukan anak kecil yang harus dua puluh empat jam kau jaga seperti ini.''


El yang sedang santai bermain ponsel mengalihkan perhatiannya melihat Al yang sejak tadi tidak berhenti mengoceh.


''Diam lah duduk saja dan nikmati setiap prosesnya.Itu perintah bokap''El menjawab dengan santuy.


'' Ya ampun orang tua itu memang selalu membuat anaknya susah.''gerutu Al


''Lagian kau sendiri kenapa memilih lawan jauh tidak seimbang,jadi beginilah resikonya.'' El meletakan ponselnya dan menarik kursi untuk duduk di sebelah saudara tirinya.Meskioun mereka saudara tiri tetapi mereka tetap akur dan saling menjaga satu sama lain.


''Dia sendiri yang datang mencari masalah di rumahku,sebagai tuan rumah ya harus lawan lah.Banci.''


''Itu karena istrinya ada bersamamu.''El keceplosan, dan di dalam hati ia mengutuk dirinya mengingat kejadian yang menimpa saudaranya ada hubungannya dengan pekerjaannya sebagai detektif.


Al menatap tajam saudaranya itu,ia memicingkan matanya menduga ada yang tidak beres dengan El.


''Biar ku colok matamu jika masih terus menatapku seperti buronan.'' El mencari pembelaan.


''Plak.'' Al yang telah mendapatkan jawabannya langsung memukul keras lengan El.


''Bisa-bisanya kau menjual saudaramu demi uang!!! pasti kau detektif yang telah menjual informasi kepada laki-laki brengsek semalam!!!! Al merasa dikhianati oleh saudaranya sendiri.


''Ngomong apa kamu barusan,menjual informasi?hei kau lupa pekerjaanku kan memang sebagai detektif dan kemarin yang menggarap tugas itu kebetulan asisten baru jadi dia kurang teliti.''


''Sudahlah kau sama saja seperti bokap.Uang uang dan uang yang terus di pajang di otak kalian.''


El menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


dia memang tidak sengaja,kalau dia tau nama Al yang tertera di berkas kemarin adalah saudaranya,sudah pasti ia akan menyuruh Al menyiapkan anak buah.Setidaknya meskipun Al kalah ia tidak se parah itu lukanya.


Al tidak pernah benar-benar marah,ia tahu saudaranya tidak sekejam itu hanya saja ia perlu permasalahan yang terjadi bisa ia jadikan senjata supaya bisa pergi dari rumah sakit.


.''Kau mau kemana? El kebingungan.


''Mau pulang jangan halangi aku atau ku laporkan semuanya sama bokap.'' Senyum smirk Al ia tampilkan untuk mengancam El.


''Baiklah tapi ini peringatan pertama sekaligus terakhir.Jangan pernah berurusan dengan keluarga Lee.Kau tahu kan seberapa berpengaruhnya dan seberapa berbahayanya keluarga mereka.'' Selesai menasehati saudaranya


El langsung keluar dari ruangan menuju administrasi.

__ADS_1


__ADS_2