
Drrt drrrrt . Aku yang tadinya mau ke kamar mandi jadi urung setelah mendengar ponselku yang kembali bergetar setelah tadi sibuk tak menghiraukan keberadaannya.
Aku tersenyum meskipun dahiku berkerut. Karna nomor ponsel yang menghubungiku tidak ada dalam daftar kontak.Dan yang membuatku tersenyum tentu saja bukan hal tersebut.Melainkan ini adalah pertama kalinya aku memegang benda pipih kesayanganku setelah dua hari berpisah dengannya.
Aku menggeser tombol hijau antara malas dan penasaran.
''Halo Assalamungalaikum, maaf dengan siapa ya?'' Tanyaku pada orang yang berada di sebrang telfon.
''Wangalaikum salam.'' Jangan lupa besok datang tepat waktu!
'' Hah.Maksudnya gimana? tanyaku kebingungan.
''Kau tidak lupa bukan? dengan perjanjian kita?! "
Kata penelvon tersebut sebelum mengakhiri panggilannya sepihak.
''Dasar Kampret belum juga selesai ngomong,udah dimatiin gitu aja.'' Gerutuku kesal.
Setelah aku fikir-fikir sepertinya aku tidak asing dengan suaranya tapi siapa? dan kenapa ia berbicara mengenai perjanjian.
Plak.
Aku menampol jidatku sendiri. Bagaimana aku bisa lupa kalau aku pernah menyetujui untuk menjadi pembantunya tuan Zao.Dan betapa nasib buruk ahir-ahir ini selalu menyapaku dengan riang. Sampai-sampai masa depanpun harus ditentukan orang lain.Kalau begitu apakah yang tadi menelfon adalah tuan Zao? tapi mungkin kah? orang sesibuk dia menelfon hanya untuk hal seperti itu.
''Aaaaaaah. Aku benar-benar frustasi dan sampai guling-guling sendiri mengingat setiap hari harus menjadi pembantu dan melihat wajah datar miliknya.Benar-benar menyebalkan.
🍒🍒🍒🍒🍒
Ditempat lain, seorang pria tampan nampak sedang gelisah sambil beberapa kali memandangi layar ponselnya.
''Duduk, berdiri, berbaring lalu duduk lagi berdiri lagi. Lama -lama aku merasa seperti orang tidak waras saja.Bahkan hanya menunggu pesan atau telfon masuk darinya saja sampai uring-uringan begini.'' Zao menggerutu kesal.
Putus dari Gea saja yang sudah dipacarinya dua tahun itu sama sekali tidak membuatnya frustasi dan sedih berkepanjangan seperti yang seharusnya dilakukan oleh seseorang yang sedang patah hati.Lalu apanya yang salah sehingga hatiku begitu cepat singgah dihati gadis lain .Sementara dulu saja saat orang tuanya menentang keras hubungannya dengan Gea, dirinya membantah keras dan memilih pergi ke London.
Benar-benar terkutuk perasaan ini.Makan tidak enak, kerja tidak fokus, tidur tak bisa merem.Demi apa coba? hanya karna menunggu waktu esok yang tidak kunjung datang.Seandainya dirinya punya kemampuan untuk mempercepat malam pasti sudah dilakukannya.Tapi itu kan mustahil karna yang bisa begitu cuman sang Khalik.Entah kenapa bukan cuman hati bahkan otak secerdas miliku saja sampai bisa konslet begini.
''Apa aku culik dia saja ya? tapi,tidak itu hanya akan mempersulit jalanku sendiri.Dan dia bisa berfikiran jahat tentang diriku.
''Apa aku langsung ajak dia untuk menikah saja ya. Tidak usah dengan embel-embel PDKT seperti rencanaku menjadikannya pembantu.Tetapi apa dia mau? kalau menolak? tapi siapa dia bisa menolak diriku.Orang berkuasa yang bisa melakukan apapun dengan banyak cara.''
''Tampan, rupawan single.Digilai banyak wanita yang bahkan cantiknya berlipat-lipat dari gadis itu.
Masa Iya bodoh sekali kalau sampai dia menolak perasaanku. Sementara diluar sana banyak sekali perempuan yang mengemis cinta dariku.'''
__ADS_1
''Aaaaah.Otaku benar-benar tidak waras.'' Setelah lelah bermonolog dengan dirinya sendiri, ia langsung bergegas menyambar kunci mobil dan jaketnya.
''Mama. Yah aku pikir kali ini beliau orang yang tepat untuk aku curhat.Dan juga mengingat pengalaman pertama sudah tidak mendapat restu, jadi aku berfikir kali ini untuk yang kedua dia harus mendukungku.Atau minimal memberi saran briliant nya yang selama ini sudah ku sia-siakan. ''
Zaopun bergegas pergi menuju manshion utama.
Sesampainya di manshion utama.Zao langsung turun tergesa ingin cepat menemui mamanya.Tetapi dahinya berkerut melihat ada banyak mobil terparkir dihalaman manshion.
Ia pun mengurungkan niatnya sebentar lalu memanggil satpam yang sedang berjaga diluar.
''Ada yang bisa saya bantu tuan muda? tanya satpam tersebut.
''Siapa yang bertamu kesini?
''Anu itu siapa tadi ya,,, kalo tidak salah Hu huang siapa gitu den,,. Saya lupa.'' Kata satpam tersebut kesusahan mengingat nama tamu keluarga besar Lee.
''Hwang Jun maksudnya? tanya Zao memastikan dugaannya.
''Nah iya den itu maksud saya.'' Kata satpam tersebut.
Sembari berjalan masuk aku sambil berfikir untuk apa kepulangan mereka. Sementara hampir semua kerajaan bisnis keluarga besar mereka berada di Korea.
Ceklek.
Seorang gadis cantik langsung berlari menubruku.
Diusianya yang sudah hampir 23 aku pikir ini kekanak-kanakan.Yah gadis itu adalah Rahel.Putri bungsu dari paman Hwang dengan bibi Liona.
Sementara yang satu lagi putra sulungnya bernama Juno.
Kak Zao benarkah ini kau? kata Rahel pangling masih dengan menempel manja denganku.
''Memangnya ada yang berani menyamar menjadi diriku?! . Jawabku berbangga diri.
''Sejak dulu memang tak pernah berubah.
Sombongnya masih sama.''Juno menyahut cepat
membuat mereka yang disana tertawa kaku.
''Kamu apa kabar? tanyaku pada Rahel sambil melonggarkan pelukannya.
''Sedikit tidak baik, karna seseorang lupa menjemputku dibandara.'' Kata Rahel menyindirku.
__ADS_1
Yah kemarin yang kubilang rekan lama itu dia dan keluarganya.Rahel meminta dijemput dan akupun mengiyakan begitu saja tanpa melihat jadwal.Dan setelah ingat dianya ternyata sudah ada di manshion besar keluarga Lee.
''Lain kali kau harus mentraktir dan mengajaku jalan sebagai permintaan maafmu bagaimana?'' ucapnya lagi.
''Akan aku usahakan.'' Kataku lalu berjalan menuju ruang tamu tempat keluarga Lee dan Hwang sedang berkumpul.
Setelah menyalami kedua orang tuaku terlebih dahulu, dilanjutkan menyalami mereka satu persatu.Paman Hwang dan bibi Liona.
''Sering-sering Zao kamu ngasih kejutan buat mama.''Sindir mama.
''Mama bisa aja. '' Sahutku sambil menggaruk tengkuk yang jelas tidak gatal.
''Loh Jeng, kok ngomongnya nyindir begitu emangnya Zao jarang datang kemari?Tanya bibi Liona.
''Tante ini kaya gak tau mama aja.Orang baru kemarin malam Zao nginep disini. '' kataku membela diri sambil mendaratkan pantatku di kursi.
''Itupun nginep gara-gara ada urusan, kalo tidak mana dia ingat sama wanita yang sudah melahirkannya. ''
''Makanya bi, dicariin jodoh biar bibi sama paman Lee cepet nimang cucu, jadi gak kesepian lagi.''
Kata Juno ikut kompor.
''Kayaknya kebalik deh.Kak Zao tampan begitu gak nyari aja pasti udah banyak yang ngantri.'' Celetuk Rahel.
''Terus maksud kamu kakak tidak ganteng begitu?
Protes Juno tak Terima.
''Biarkan netizen yang menilai. '' Sahut Lee bangga.
''Owh ya, sampe lupa paman sama bibi apa kabar?
Tanyaku basa basi.
''Sehat, sangat sehat malah.Kamu sendiri bagaimana? kali ini paman Hwang yang menjawab.
''Sehat juga paman,,. ''
''Owh ya, paman sering kali mendengar kehebatan perusahaan kamu looh, dengar-dengar sekarang sudah menjadi kerajaan bisnis internasional?
''luar biasa lain kali kau kau harus mengajari Juno juga agar sedikit berguna seperti kamu.'' paman Hwang yang langsung disambut gelak tawa yang meriah.
''
__ADS_1
''