
Riri memang berhenti namun beberapa detik kemudian, ia tetap pergi dengan hati remuk redam.
Ia yang sedang butuh tumpangan, langsung naik saja ke dalam mobil yang berhenti tepat di depannya.
''Mungkin malaikat yang dikirim Alloh. '' batinnya sambil masuk ke mobil dan menelungkupkan wajahnya dengan frustasi .
Ia membiarkan air matanya tumpah sebanyak- banyaknya. Hatinya sudah hancur sekarang menjadi tambah hancur. Tidak boleh kah ia merasa bahagia untuk waktu yang sedikit lebih lama.Baru tadi malam merasa senang karna Zao berbicara manis terhadapnya. Eh esoknya langsung di buat sekarat mental nya melihat suami dan selingkuhannya berada di cafe yang sama. Belum cukup sampai di situ. Dirinya yang seharusnya marah, tetapi justru sebaliknya, dia yang malah kena marah. Dunia benar-benar lucu.
'' Salah paham yang rumit. Sudah saling cinta tetapi tidak merasa! '' batin Kevin sambil menghentikan mobilnya di depan cafe.Dan bodohnya karna terlalu sibuk menangis, Riri samapi tidak sadar mobil yang ditumpanginya putar balik membawanya ketempat dimana ia kabur semula.
'' Kamuu!!! marah Riri bercampur kaget, ketika baru menyadari kalau sopir yang membawanya pergi ternyata adalah Kevin. Dan lelucon apa ini, dia sengaja membawsku kembali ke cafe itu lagi. !!!
Kevin tanpa merasa berdosa langsung keluar setelah mengunci pintu bagian belakang.
Lalu tidak berselang lama, pintu di sebelahnya terbuka menampakkan sosok Zao yang langsung duduk di sampingnya.
Setelah membukakan pintu untuk tuannya, Kevin masuk kembali dan langsung mengendarai mobil tersebut.
Sepanjang perjalanan Riri terus membuanh muka kesamping. Tidak nyaman dan sama sekali tidak ingin melihat wajah menyebalkan milik suaminya untuk saat ini.
Zao yang juga sedang kesal karna menanggap lagu yang dinyanyikan Riri semata untuk mengisahkan tentang hubungan istrinya dengan sang mantan yang kandas di pelaminan.Zao hanya diam tanpa berniat membuka obrolan meskipun matanya sejak tadi terus mengamati istrinya yang terlihat sama marahnya dengan dirinya.
'' Ehem.. '' Kevin berdehem karna terlalu canggung berada di antara pasangan suami istri yang sedang perang Dingin.
'' Maaf tuan kita akan ke Manshion atau apartemen?
__ADS_1
tanya Kevin ragu-ragu karna biasanya jika mood booster tuan mudanya sedang buruk, maka sebenar apapun yang di lakukan dirinya, di mata tuan mudanya tetap salah. Termasuk bertanya sesuatu yang belum ia ketahui.
'' Apartemen . '' ( Zao)
'' Rumah ibuku. '' ( Riri)
Deg. Zao dan Kevin sama-sama kaget dengan permintaan Riri.Tetapi yang membedakan kalau Zao kaget bercampur dengan perasaan ngilu. Entah karna merasa bersalah atau merasa sakit hati karna kesalah pahaman yang belum terselesaikan.
Sementara Kevin, kagetnya biasa saja dan hanya sebentar karna ia sudah langsung paham dengan kondisi dan perasaan istri tuan mudanya yang sedang marah karna cemburu, Zao malah tidak peka ! Benar-benar sepele yang di buat rumit.
'' Stop, turunkan aku disini. '' kata Riri menghimbau asisten suaminya. Namun karna sang suami yang tidak merespon, seperti biasa Kevin tidak menuruti keinginannya. Hu hu.. menyebalkan bukan ?!
Stop!!!
Tiba-tiba saja Zao memberi intruksi di luar dugaan.
Benar-benar suami idaman banget ya gaess 😂😂
''Tapi tuan.... '' Asisten Kevin hendak menego tetapi Zao sudah lebih dulu mengangkat tangan sebelahnya, tanda tidak ingin orang lain mencampuri urusan pribadinya.
Riri yang sudah sangat kecewa tingkat dewa, merasa tidak perlu lagi bertahan di samping pria yang tidak peka seperti dia.
Riri sempatkan menatap wajah suaminya sebelum dirinya keluar, berusaha mencari ketulusan dan kejujuran di matanya, tetapi hanya sikap sombong dan arogan yang ia dapat dari mata itu. Karna Zao yang langsung membuang muka seolah begitu tidak ingin melihatnya lagi.
Setelah Riri keluar mobil pun melaju pergi meninggalkan luka lara yang dalam.
__ADS_1
Riri berjalan menyusuri jalanan dengan tatapan kosong.ia sama sekali tidak merasa punya tujuan hidup. Hidupnya mulai hancur setelah pernikahannya gagal dan semakin hancur karna sudah bodoh mau percaya dengan laki-laki.
Miris...
Riri berjalan sambil mengusap air matanya berkali-kali menggunakan lengan tangannya, karna jari-jarinya ia gunakan untuk memegang heels tinggi yang sengaja ia lepas karna kulit jari kakinya yang mengelupas akibat terlalu jauh berjalan di bawah panasan.
Zao masih diam, menyadari kesalahan yang baru saja ia perbuat karna sudah meninggalkan seorang wanita terlebih wanita itu adalah istrinya sendirian di pinggir jalan. Tiba-tiba saja ingatan ketika dirinya dan Kevin menyelamatkan Riri dari para preman hidung belang itu muncul membuat zao begitu cemas khawatir dan marah terhadap dirinya sendiri yang sudah begitu gegabah. Jika sampai terjadi apa-apa dengan Riri, ia tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya atas kesalahan yang tidak terlupakan itu.
''Vin, cepat putar balik & susul dia secepatnya. Jangan sampai terjadi sesuatu dengannya di jalan.'' Zao memerintah Kevin dengan sangat cemas.
Tanpa menjawab Kevin langsung putar balik dan tancap gas dengan kecepatan tinggi.
Namun sayang, langkah Riri sudah tak di kejar. Keduanya menyusuri sepanjang jalan namun tidak menemukan keberadaan wanita itu.
'' Sial! '' umpat Zao dan langsung memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari sang istri dan jangan lupakan dedektif handal yang selalu ia sewa.
Di tempat lain nampak seorang pria tampan dengan lesung pipi di kanan dan kiri itu sedang mengamati wajah perempuan cantik yang sudah bertahun-tahun lamanya sengaja tidak ia temuhi.
Terakhir kali ia melihat wajah cantik perempuan itu ketika sedang tersenyum sangat bahagia di hari pertunangannya dulu bersama laki-laki yang di jodohkan oleh orang tuanya.
Sejak sa'at itu Al tidak pernah lagi menampakan diri di depan Riri meskipun hanya untuk bersilaturahmi. Karna ia takut tidak bisa membendung perasaannya jika sampai bertemu dengan Riri. Teman masa kecil sekaligus cinta pertamanya. Namun sayang Riri hanya menganggapnya seorang teman dan kakak. Tidak lebih. Bukannya pengecut karna memilih mundur tetapi lebih ke Ikhlas dan legowo melihat orang yang dicintainya bahagia meskipun tidak bersamanya. Melainkan bersama pria lain.
'' Dulu aku memutuskan pergi karna tidak ingin merusak kebahagiaan mu karna perasaan ku yang masih sangat tulus mencintaimu pun sampai saat ini. Tetapi melihat kondisimu sekarang aku merasa aku telah melakukan kesalahan karna telah pergi. ''
''Jadi kak Al, gak pernah temuin aku bukan karna sibuk bekerja pulang pergi ke luar negeri tetapi karna memang sengaja tidak ingin bertemu. '' tanya Riri dengan tatapan tak terbaca.
__ADS_1
''Maaf jadi tidak bisa menjagamu dari pria brengsek seperti Ar. ''
'' Jangan seperti itu bagaimanapun dia tetap pernah baik yah walaupun benar kalau dia brengsek. '' kata Riri tersenyum kecut.