Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
Part 23


__ADS_3

''Jangan merindukanku nanti. '' Tulis Zao pada pesan Watsapp yang ia kirimkan pada Riri.


Yah setelah semalaman berfikir ahirnya Zao pun mulai mengesampingkan gengsinya karna sudah tak tahan tersiksa sendiri dengan perasaannya.


Tak terasa malam sudah berganti pagi.Sebelum pergi ia berniat mengunjungi orang tuanya terlebih dulu.Sedikit mengulur waktu berharap Riri akan


menemuinya dengan sendirinya tanpa disuruh.


Sementara untuk perusahaan papanya, ia sudah percayakan semua urusan kantor terhadap Pak Ali orang kepercayaan keluarga serta asisten dan sekertaris papanya.


Tap tap tap.


Suara langkah sepatu Kevin memasuki apartemennya setelah sebelumnya sudah mengetuk pintu terlebih dulu.


Berbeda dengan expresi Zao yang terlihat tidak bersemangat Kevin malah nampak sumringah.


''Tuan semuanya sudah siap.'' Kevin memberitahu


Zao.


Zao hanya mengangguk seperti enggan untuk membahas kepergiannya kali ini.Wajah dan gerakan tubuh lainnya terlihat begitu jelas dimata Kevin.


''Maaf jika tuan keberatan, saya bisa datang kesana sendiri sebagai perwakilannya? Kata Kevin menawari sekaligus mengetes perasaan tuan mudanya.


''Tidak usah , lagian saya juga ingin lihat apakah nanti dia merindukanku apa tidak. '' Jelas Zao sambil berjalan menuju pintu keluar diikuti Kevin dari belakang.


'' Jika tidak? ceplos Kevin.


''Zao berhenti.Tidak akan ada yang bisa menolak pesonaku dan jika sampai ia, aku akan membuatnya


bertekuk lutut untuk aku nikahi. '' Kata Zao tersenyum menyeringai.


Sementara Kevin hanya bisa memujinya dalam hati bagaimana bisa ia bekerja pada manusia pemaksa dan sangat sombong seperti tuannya itu.


🍀🍀🍀🍀🍀


Ditempat lain.


Suara gaduh terdengar jelas semakin memekakan telinga.Riri dan keluarganya yang sedang sarapan bersama seketika langsung menghentikan acara sarapan pagi itu, dan langsung menghambur melihat kegaduhan yang terjadi diluar.


Di teras rumah nampak 2 orang yang mereka kenali yang tak lain adalah satpam rumah mereka sedang meringis kesakitan memegangi pinggang dengan wajah yang sudah babak belur.


Lalu mereka beralih menatap kedua pria yang berpostur tinggi dengan tubuh berotot sedang berdiri dengan tersenyum miring setelah menghajar satpam -satpam keluarganya tanpa merasa bersalah.

__ADS_1


'' Hei ini apa maksudnya ? memukuli satpam kami seperti itu. '' Protesku tanpa rasa takut sedikitpun.


''Kalian semua cepat, tinggalkan rumah beserta isinya sekarang juga. '' ujar salah satu dari mereka semakin membuat ku tak mengerti.


''Beri kami sedikit waktu lagi, saya janji akan segera melunasi semua hutangnya. '' Mohon ayah.


''Hutang? apa maksudnya ayah siapa yang hutang apa? lagi-lagi aku dibuat tercengang.


''Aaah sudah kau gadis jangan banyak bicara, jika tidak bisa ikut melunasi hutang ayahmu. '' Sarkas orang tersebut tak sabaran.


Aku menatap ayah, dan ayah hanya menggelengkan kepala lemah.


Sementara bunda sudah menangis terisak sejak pertama kali mendengar kalau kami diusir dari rumah kami sendiri.


''Saya minta maaf, kasih saya waktu satu minggu lagi kalau kami benar tidak bisa menemukan jalan keluar maka rumah ini berhak kalian sita. '' Pinta ayah dengan berat hati.


''Ayah,,,, '' aku hendak protes namun para penagih hutang tersebut sudah keburu mengiyakan.


Apa ini satu masalah selesai, datang lagi masalah lain. batinku mengaduh.


'' Kalian kembalilah ke pos penjaga dan jangan lupa obati lukanya. '' Kata ayah kepada dua satpam yang babak belur tadi.Lalu membawa bunda masuk kedalam diikuti aku yang mengekor dari belakang.


''Ayah berapa hutangnya? tanyaku serius.


''Ayah ,,, apa perusahaan yang papa baru rintis itu mengalami masalah?


''Hampir sebagian investor menarik kembali sahamnya dari perusahaan dan sebagian lagi membatalkan investasi mereka.Membuat perusahaan begitu kacau dan banyak membutuhkan suntikan dana termasuk hutang yang tadi mereka bicarakan. '' Jelas ayah dengan raut yang tak" terbaca.


''Apa? segenting itu?,,,


''Baiklah ayah sama bunda jangan khawatir, Riri akan mencari bantuan agar rumah kita tetaplah milik kita. "


"Kau mau kemana nak? tanya bunda ketika melihatku akan keluar dari pintu.


" Pergi sebentar bun, kataku berbalik dan meminta kunci mobil bunda.


"Aku pinjam sebentar. " ujarku lagi dengan berlari kecil ke garasi lalu mulai mengendarainya.


Presdir.Hanya dia harapan ku satu-satunya saat ini.


Biarlah dia menganggap aku apa yang terpenting saat ini menyelamatkan rumahku adalah tujuanku.


Tapi,,,,,

__ADS_1


Aku kembali ragu.Kalau dia tidak bersedia membantuku bagaimana? Uang yang kubutuhkana kan jumlahnya sangatlah banyak, bisa - bisa aku akan menjadi pembantunya seumur hidup lagi.


"Bimbang, yah kali ini benar-benar bimbang. "


"Tak terasa aku sudah sampai di apartemen miliknya.Namun tiba-tiba saja seperti ada yang mengganjal hati.Perasaan ku juga tidak enak.


Dan,,,, oh ya benar-benar pelupa. Aku mengutuki nasib pelupaku. Hari ini kan dia terbang ke London.


Langsung buru-buru ku keluarkan benda pipihku dari dalam sling bag. Diantara rasa cemas dan gelisah aku menemukan satu pesan yang membuatku sampai menutup mulut tak percaya.


"Jangan merindukanku nanti. " tulis pesan tersebut yang ku tahu pengirimnya adalah tuan Zao.


Drrrrrt drrrrrrrrrt drrrrrrrrrt rt


Berkali-kali aku menghubunginya namun tidak diangkat dan hanya berdering saja.Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi, aku langsung saja pergi ke bandara internasional yang kebetulan tidak terlalu jauh dari posisinya sekarang.


Sesampainya disana, buru-buru memikirkan mobil lalu kembali berlari kecil ke dalam.


Aduh kira-kira dimana ya.Aku berkeliling memutari sudut sudut ruangan hingga tak sengaja menabrak seseorang.


.


"Ah, maaf ya aku tidak sengaja." kataku lebih dulu.


Sementara gadis yang ku mintai maaf barusan hanya sedikit menurunkan kaca matanya lalu berjalan sombong melewati ku begitu saja.


Aku kembali menelfon nya. Lagi-lagi tidak di angkat.


Hingga terdengar suara riuh dan bisik-bisik orang sekitar yang tiba-tiba saja memberi jalan ditengah keramaian tak lupa para petugasnya juga ikut berbaris seperti akan menyambut kedatangan orang yang sangat penting.


Aku yan lg tidak tahu apapun masih diam berdiri menatap pintu kaca bandara.


Di luar para petugas dan security sudah berjejer rapi


menyambut orang paling berpengaruh di bandara internasional tersebut.Tentu saja karna hampir 70 persen ia mempunyai sahamnya disini.


Penyambutan seperti itu sudah biasa untuknya.


Zao melangkah lebar diikuti Kevin dari belakang.


Semua mata terpana dengan pesonanya.Selain tampan ia juga bertubuh atletis membuat banyak orang semakin mengaguminya termasuk gadis yang saat ini sedang berdiri tak berkedip menatapnya.Ujung alis Zao terangkat mendapati gadis tersebut juga berada satu tempat dengannya.


Namun bukan Zao kalau tidak berwibawa dan sok cuek, dirinyapun melewatinya begitu saja.

__ADS_1


Riri menutup mulutnya kaget saat tau ternyata tamu spesial yang di sambut adalah tuan Zao.Pria tampan yang saat ini sedang berjalan ke arahnya.


__ADS_2