Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
Part 44


__ADS_3

Bu Laras tersenyum lebar menatap penampilan Riri setelah dipoles oleh tangan-tangan kepercayaan nya.


'' Perfect girl. '' puji bu Laras sambil mengacungkan dua jempolnya.


'' Makasih, semuanya juga berkat mama. '' Riri berkata apa adanya.


'' Baiklah ayo nanti kita terlambat... '' mereka berdua pun beranjak pergi dari sana menuju cafe xxx tempat janjian berkumpulnya para sosialita .


Tak membutuhkan waktu lama hanya sekitar lima belas menit dari butik . Keduanya sudah sampai.


'' Langsung pulang saja pak, saya akan sedikit lama di sini , biar pulang naik taksi saja. '' Bu Laras menginterupsi sopir nya.


'' baik bu.. '' Jawab pak sopir. Dan keduannya pun mulai memasuki cafe mewah .


'' Itu dia jeng Laras... '' suara cempreng mak-mak rempong menyapa kedatangan dua wanita cantik berbeda usia tersebut.


Riri berusaha tersenyum semanis mungkin untuk menutupi kecanggungan nya. Sambil berjalan sambil mencuri-curi pandang terhadap pemandangan desain cafe tersebut.Apa mungkin cafe tersebut baru atau memang dirinya yang cooper jarang pergi ke luar dan malah terlalu sibuk menghabiskan waktu untuk bekerja. Sekalinya pergi ke luar ia akan memilih shoping sebagai pencuci mata untuk menghilangkan penat.


Cafe ini meskipun siang hari tetapi suasana nya sangatlah sejuk, karna berada di tengah -tengah pepohonan yang rindang dan terdapat banyak ornamen bunga.Banyak pengunjung yang mengatakan kalau tempat ini sangat instagramable banget untuk hunting-hunting foto yang instagram.


Kata bu Laras dengan bangga seperti mempromosikan tempat tersebut.


'' Hay semuanya.. '' sapa bu Laras kepada teman-temannya.Sementara Riri hanya menyapa dengan senyum kecil karna tidak ingin di bilang sok akrab.


'' Hayyy... ayo duduk jeng, lama loh kita nungguin disini.... '' kata salah satu tante-tante yang berada di sana. Dan di setujui oleh temannya yang lain.


'' Iya tadi jalan sedikit macet jadi i'm sorry... '' Bu Laras berkata bak layaknya anak muda dan sama sekali tidak merasa canggung dengan keberadaan Riri sang menantu.


''Owh ya,ngomong-ngomong saya membawa gadis cantik dan pasti kalian sudah tahu lah ya... '' Bu Laras kembali berbicara sambil mengerlingkan mata.


Yahh tentu saja mereka semua bahkan seluruh orang yang tidak tahu pun akan tahu hanya dengan melihat berita di sosmed, TV maupun koran. Nama Riri ayu wanita sudah langsung Viral menyebar terkenal hanya dalam hitungan jam setelah akad pernikahannya dengan Zao Lee putra semata wayang dari keluarga tersebut terjadi. Sungguh Riri tidak tahu nasib baik atau justru sebaliknya. Karna kalau sudah seperti itu

__ADS_1


pergerakan nya pasti tidak sebebas dulu, sekarang pasti akan muncul haters atau pihak-pihak untuk mencari-cari berita tentangnya.


''Hay cantik... salam kenal dari ibu-ibu rempong ya.''


Salah satu dari mereka mulai mengulurkan tangannya dengan ramah, jauh di luar dugaannya.


'' Salam kenal juga tante,,.. Riri senang loh bisa bergabung dengan tante-tante cantik seperti kalian.


Ucap Riri terdengar seperti bualan tetapi tulus dan nyata karna umur mereka yang terlihat jauh lebih muda dengan make up artis serta barang branded yang di kenakan.


Ahirnya Riri pun berkenalan satu persatu dengan semua teman sosialita mertuanya itu. Dan dia pun mulai bisa menempatkan diri tanpa merasa canggung dan gugup. Itu semua berkat sikap dan kelakuan teman-teman mertuanya yang sangat welcome terhadap dirinya.Jika biasanya para perkumpulan wanita sosialita seperti mereka hanya akan kumpul-kumpul menghabiskan uang, serta bergosip dan memamerkan perhiasan masing-masing maka sangat jauh berbeda dengan geng sosialita yang satu ini. Selama Riri duduk disitu hal yang di bahas adalah bisnis . Jadi mereka saling support dan membahas serta saling membantu memecahkan masalah jika salah satu bisnis dari mereka ada yang mengalami masalah.


Di antara lain bisnis yang di bahas adalah skincare, tas branded serta berlian dan fashion. Dan baru Riri sadari betapa hebat-hebatnya para wanita tersebut.


Dan terutama bu Laras yang sangat pandai bergaul dan memilih teman.Membuat Riri terinspirasi untuk bisa berbisnis seperti mereka. Mungkin lain kali dirinya harus berguru terhadap bu Laras. Mertuanya sendiri.


Meskipun yang di bahas adalah seputar bisnis, tetapi percakapan tidak menjadi garing dan membosankan justru malah sebaliknya asyik dan menyenangkan. Karna di selingi dengan tingkah renyah dan konyol para tante-tante yang gokil dan gaulnya gak kalah sama yang muda.


'' Selamat berjumpa di episode selanjutnya ya jeng-jeng sekalian.Semoga di beri kesehatan serta kelancaran rezeki, untuk pertemuan kita hari ini semoga bisa membawa manfaat untuk semuanya. ''


Amin...


Kor mereka semua dan di lanjutkan dengan bercipika-cipiki lebay seperti yang biasa di lakukan mereka.


Dan mengenai konsumsi seperti yang sudah di sepakati bersama bahwa yang keluar namanya ketika arisan di kocok, maka dialah yang akan membayar.


Setelah selesai acara tersebut, bu Laras dan Riri pun beranjak keluar diikuti oleh yang lainnya. Rencananya setelah ini mereka akan langsung pulang ke Mansion, namun tiba-tiba saja ponsel Riri yang berada di dalam tas bergetar . Sambil terus berjalan mengikuti mertuanya Riri menyempatkan mengeluarkan ponsel yang sudah di masukannya tadi ke dalam sling bag kesayangan.


Matanya menyipit mendapatkan pesan masuk dari nomor yang tidak di kenal, pasalny nomor tidak dikenal yang sering menghubunginya adalah Zao.


Dan itupun kemarin sebelum mereka menikah karna setelah menikah Riri langsung menyimpan nomor tersebut.

__ADS_1


Seketika langkahnya langsung terhenti begitu melihat pesan gambar yang di kirim oleh nomor tak di kenal tersebut.


Panik, ia begitu panik tetapi ia juga bingung bagaimana cara meminta izin terhadap ibu mertuanya. Ia harus benar-benar mencari alasan yang tepat agar bisa pergi ke rumah sakit.


Dan untuk suaminya Zao, Riri merasa dia tidak akan mudah mendapatkan izin darinya. Jadi dia akan menjelaskannya nanti setelah pulang dari sana.


'' Kenapa Ri... '' Bu Laras menghampiri balik menantunya yang hanya berdiam diri dan tertinggal beberapa langkah darinya.


''Eh, iya mah.. '' Riri yang sedang sibuk memikirkan cara langsung terkesiap .


'' Mama tanya kenapa? bu Laras mengulangi pertanyaannya sambil menelisik mata Riri yang terlihat jelas ada gurat kepanikan di sana.


''Mmm barusan Dinda whatsapp Riri , kalau dia lagi tidak baik kondisinya dan pengen ada aku di sana. ''


Maafkan Riri mama mertuaku yang baik, Riri terpaksa berbohong karna Riri takut mama marah dan gak ngebolehon buat jenguk mantan calon mertua..


'' Owh kirain apa'an. Ya udah sekalian mama ikut mau sekalian temu kangen sama mama kamu. '' Kata bu Laras sambil tersenyum membayangkan.


''Mampus gue. '' Riri membatin sambil menelan salivanya dengan susah, meratapi jebakan batman yang dibuatnya malah menjebak dirinya sendiri.


Di tengah-tengah ketakutannya, tiba-tiba saja ponsel bu Laras berdering.


'' Hallo iya-iya kamu tunggu di sana ya, tante akan segera pulang kok. '' suara berat bu Laras karna terpaksa membatalkan rencananya untuk ikut berkunjung ke rumah Riri.


Sementara Riri yang mendengarnya hampir meloncat karna saking senangnya. Jadi ia tidak harus mencari alasan lain untuk berbohong.


'' Ri, maaf yah mam gak jadi ikut. Tiba-tiba ada teman mama yang mau berkunjung di mansion. '' kata bu Laras tak enak hati.


'' gak papa mah, Riri ngerti kok lain kali kita kan bisa pergi ke rumah Riri bareng-bareng. '' Riri menyahut dengan semangat empat lima.


'' Ya udah kamu hati-hati ya. Mau di panggilin sopir apa ... ''

__ADS_1


''Naik taksi saja mah.. bakal lama kalo nunggu sopir. hehe. '' kata Riri memotong ucapan bu Laras. Sedikit tidak sopan sebenarnya tetapi karna senang sekaligus panik jadinya hilaf deh.


Sementara di tempat lain Zao sengaja pulang cepat setelah menunda pertemuan penting dengan investor serta beberapa klien penting lainnya.Dan setelah melimpahkan sebagian pekerjaan penting yang sudah ia hadiahkan untuk sekertaris Kevin sebagai hukuman yang tertunda atas kesalahannya kemarin. Hanya karna ingin segera menemui sang pujaan hati.


__ADS_2