Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
Part 27


__ADS_3

''Sudah Nay gak usah di ladenin, percuma... '' Katanya berusaha menenangkan Nayla yang sudah tersulut emosi.


'' Udah Ri elo diem aja, biar gue yang urus wanita tidak tau malu kaya dia.''Kata Nayla kekeh entah kenapa malah dia yang sangat marah dan tidak terima padahal kan seharusnya aku.


''Eh apa loe bilang! tidak tau malu..pasang telinga loe baik-baik girl.Yang tidak tahu malu siapa gue atau dia. '' menunjuk Riri. Disini jelas-jelas Aril sukanya cuman sama gue masih aja ngarep. Belum kapok apa sama pernikahannya yang udah gagal.


Sadar diri woi elo siapa mau bersanding sama Aril.


Mimpi loe.!!!!!!!! . Cerocos Ling-ling.


''Sayang, stop.Ayo pergi.. '' Aril menarik tangan kekasihnya itu untuk mencoba menengahi, tetapi bukan Ling-ling jika mau menurut dan tidak keras kepala.Bahkan Ling-ling menghempaskan tangannya dan berbalik kembali ingin memaki-maki Riri yang sejak tadi hanya diam.


''Udah ngomongnya,,,, '' Katanya santai meski sejak tadi terus menerus di hina oleh Ling-ling. Sambil berdiri dan menarik tangan Nayla untuk segera pergi dari tempat terkutuk itu.Bukan karena takut atau tidak punya nyali untuk meladeni gadis sombong sepertinya tetapi lebih ke adap dan harga diri sebagai wanita yang harus bersikap sopan dan elegan apa lagi ini tempat umum.


Namun saat baru berjalan beberapa langkah ia merasakan sesuatu menarik rambut panjangnya dengan kencang dan hal tersebut menurutnya sudah sangat keterlaluan dan tidak bisa di biarkan begitu saja.


Plak. ..


Riri berbalik dan langsung menamparnya biarlah harga diri yang semenjak tadi ia jaga harus ternoda karna sudah menampar gadis sombong tersebut.


''Kamu dengar baik-baik,,, itu belum seberapa dibandingkan rasa sakit yang aku terima akibat trik kotormu yang di gunakan untuk menggagalkan pernikahanku.Dan hemat aku berfikir, sepertinya kamu perlu kaca yang besar untuk intropeksi diri. ''


''Nona saya harap ini terakhir kali anda mengganggu kenyamanan nona Riri, karna jika tidak,,,, '' Salah satu dari bodyguard tersebut sengaja menggantung kalimatnya.


''Jika tidak apa hah,,,, ? kamu pikir kamu siapa ngomong seperti itu ke saya. Kamu tidak tahu siapa saya baiklah akan ku beritahu identitas ku yang sebetulnya... ''tetapi belum sempat berbicara lagi omongannya sudah lebih dulu di pangkas oleh ke dua bodyguard tersebut.


'' Saya tidak perlu tahu siapa anda dan berasal dari keturunan mana karna yang jelas orang yang memerintah kami orang yang kekuasaannya jauh di atas anda. ''


Aril yang sudah tidak tahan dengan gadis manja yang selalu bertingkah angkuh itu langsung menarik paksa tangan Ling-ling agar segera pergi dari tempat tersebut, sementara Riri dan Nayla sudah pergi lebih dulu setelah menampar Ling-ling tadi.


''Sumpah gue gak habis pikir sama Aril bisa-bisanya ninggalin loe demi wanita jadi-jadian kaya dia. '' Gerutu Nayla ber'api-api.


'' Katanya cinta kan buta, jadi wajar bukan kalau hal seperti itu kerap terjadi. Ngebuang berlian demi batu kerikil. '' Riri berumpama.


''Iya tapi gak sebang*** itu juga kalik jadi cowo. ''


protes Nayla masih tidak terima.

__ADS_1


Hening,,,, memang apa yang semua di katakan Nayla benar adanya tetapi entahlah bayang-bayang sifat hangat dan romantisnya masih selalu ia rindukan,,,, benar-benar bodoh bukan..


''Riiii,, loe gak papa? tanya Nayla yang melihatnya tiba-tiba diam.


'' Enggak papa lagi fokus nyetir aja. '' elaknya.


''Fokus sama ngelamun beda kali Ri, ,,, ''


''Kalo udah tau ngapain nanya, makanya udah deh jangan bahas kak Ar terus,, hati gue capek tau... ''


''Iya deh iya maaf,,,''


''Hmmmmmm''


''Kok cuman hmm, di maafin gak nih? tanya Nayla memaksa.


Tiba-tiba saja ponsel Riri berdering , entah kenapa pikirannya langsung tertuju kepada tuan Zao, dan ternyata memang benar dia yang menelfon.


''Huuuuust,,,,, ''Riri meletakan satu jari tangannya ke depan mulut supaya Nayla diam dan berhenti mengoceh.


''Assalamungalaikum,,,, '' Salam Zao dengan lembut dan entah kenapa terdengar begitu merdu di telinga.


''Wangalaikum salam,,, ''


'' Saya mendengar kamu terlibat ribut dengan seseorang di tempat umum, apa itu benar?


Deg.Riri begitu kaget hal sesepele itu saja dia bisa sampai tahu ,benar-benar runyam batinnya.


''Iya tetapi dia yang memulainya duluan. '' terangnya jujur.


''Aku tidak tanya siapa yang memulai duluan, tetapi kau bisa menghindarinya bukan? kenapa malah memilih menjadi tontonan gratis untuk semua orang yang melihat ?!


''Dia menghinaku di depan banyak orang, juga menjambak rambutku.Apa salah jika aku sedikit memberinya pelajaran? ah sudahlah orang kaya sepertimu mana tahu rasanya di hina, yang kalian tahu kan menghina. '' menjawab ketus sambil mematikan telfon.


Di tempat lain Zao hanya bisa mengacak rambutnya frustasi. Bagaimana bisa adik dan calon istrinya memiliki watak yang sama keras kepalanya.Terlebih ke duanya sangatlah bermusuhan. Lalu bagaimana cara mengakurkan keduanya yang sebentar lagi akan menjadi keluarga.


Lama Zao terdiam sambil memikirkan perkataannya barusan terhadap Riri, apa begitu keterlaluan sampai membuatnya marah dan bicara ketus seperti itu? tanyanya membatin pada diri sendiri.

__ADS_1


Ia yang sedang sibuk melamun di kagetkan dengan suara pintu yang di buka tiba-tiba.


''Kak Zao,,,,, '' sapa gadis itu setengah berteriak dan mulai berjalan menghampirinya.


''Rahel,,, apa yang kau lakukan di sini?tanya Zao keheranan.


''Berlibur mumpung di sini sedang ada kakak, sekalian jika ada waktu selang aku ingin kau menemaniku ke semua tempat terbaik di kota ini. ''


ujar Rahel sambil tersenyum membayangkan.


'' Kau tahu sendiri aku sangat lah sibuk, bagaimana jika Kevin yang menemanimu jalan-jalan. '' tawar Zao sehalus mungkin.


''Kak kau tidak sedang menghindariku bukan? aku bahkan tidak memaksa untuk di temani jika kau memang tidak ada waktu, tapi ku mohon jangan berubah dan tetap lah menjadi dirimu yang aku kenal. '' Kata Rahel nelangsa.


Zao terdiam sejenak, bukan berniat menghindarinya hanya saja jika untuk seakrab dulu, sepertinya tidak mungkin setelah dirinya tahu Rahel menyimpan perasaan lebih terhadapnya.Tetapi melihatnya seperti itu rasanya menjadi tidak tega, bagaimana pun juga dia sudah ia anggap seperti Ling-ling adik sepupunya.


''Menginap di hotel mana? tanya Aril pada akhirnya.


''Di claridge's kamarnya bersebelahan dengan kamar hotel milikmu.'' Katanya bangga.


Aril memicingkan mata menatapnya, tidak mungkin jika ini kebetulan pasti kalau tidak papa atau mama mungkin juga dua-duanya yang sudah memberitahu informasi sedetail ini mengenai perjalanannya.


''Baiklah, gadis cerdik kali ini tidak akan kubiarkan kecolongan untuk yang kedua kalinya. '' Kata Zao tersenyum tipis sambil membatin.


'' ok tidak masalah nanti sore aku akan menjemputmu. ''


''Benarkah....? katanya girang.


''He'em dan sekarang biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku dulu agar nanti bisa bermain-main denganmu. ''


''Kau mengusirku? katanya sambil tertawa. Baiklah kalau begitu aku keluar dulu, selamat bekerja ,,,, ''


Sementara Aril hanya menanggapinya dengan mengedikkan bahu.


'' Sekarang juga kau urus kepindahan ku dari hotel Claridge's, pindahkan semua barang-barangnya ke apartemen dengan rapi dan jangan sampai orang lain tahu. '' titahnya pada orang yang berada di sebrang telfon.


'

__ADS_1


__ADS_2