
'' Kamu ngajak aku? Balasnya di sela-sela makan.
''Bukan. Ya iya lah memang siapa lagi !'' umpat Nayla sambil memutar bola matanya jengah.
'Woles bro,,, ngga usah nyewot gitu mana tau kamu ngajak bunda,,, kan disini kita gak cuma berdua,, ''
Nayla tampak melirik ke arah bunda sambil cengengesan..
''Hehe benar juga ya,, boleh juga ayo tan kalo mau ikut nanti Nayla traktir deh,,,, khusus tante tapi. '' ujarnya sambil melirik Riri.
''Apa ada hal spesial yang sudah di lewatkan? tanya Riri kepo karna biasanya anak itu hanya akan mentraktir jika ada hal - hal tertentu saja.
Nayla terdiam wajahnya nampak memerah karena malu dan hal tersebut tentu saja tak luput dari penglihatan sahabat dekatnya.
''Hah jadi benar. '' Riri menyimpulkan sendiri dari gelagat dan gerak-geriknya yang salting
saat di tanya.
''Wah PJ nya PJ nya jangan lupa,,, '' sambil gemas menoel lengan kurus Nayla.
''Iya bawel, patin, tongkol " ucapnya sambil menoyor balik kepala Riri.
'' Sekalian Hiu, Paus, Lomba-lomba semuanya deh disebutin.
''Lumba-lumba sayang bukan lomba-lomba. '' mama yang sejak tadi lebih memilih diam sampai tidak tahan mendengar lawakan garing yang selalu terjadi setiap kali Riri dan Nayla bertemu.
Setelah sesi makan selesai aku dan Nayla pamit untuk keluar seperti yang dikatakan Nayla tadi mau shoping dulu.Sebenarnya dengan kondisi keuangan keluarganya yang sedang down seperti ini ia merasa berat dan sayang jika harus menghamburkan uang seperti biasanya.Tapi ah sudahlah mau ngomong pun sitkonnya lagi gak pas begini.'' pasrahnya.
''Bun, berangkat yah... '' pamitnya sambil menyalami dan mencium punggung tangan sang bunda.
''Iya hati-hati pulangnya juga jangan terlalu malam gak baik buat anak gadis. '' pesan bunda.
''Siap tan. '' kali ini Nayla yang menyahut dengan cepat tak lupa juga ikut menyalami tangan bunda.
__ADS_1
'' Daaaaaaah,,,,,, '' kor kami berdua sambil melangkah keluar.
'' Kalian mau kemana? tanya Riri pada kedua bodyguard sangar yang tiba-tiba ikut berjalan membuntuti dari belakang.
''Sesuai perintah tuan... '' tak ku biarkan ia melanjutkan perkataannya karna aku belum ingin Nayla tahu yang sebenarnya.
''Stop aku tahu,, tapi ingat jaga jarak aman jangan terlalu dekat kita ini mau shoping bukan mau maling ok.! Jadi bertingkah lah bukan seperti polisi yang sedang mengawasi targetnya.'' Ujarnya setengah ketus karna susana mood booster yang memang sedang tidak baik-baik saja.
''Siap nona,,, ''
Prok-prok-prok. '' Hebat sekali ya sampai kemana-mana harus pakai bodyguard... '' Celetuk Nayla tanpa merasa berdosa disertai expresi kagum serta bangga.
'' Gas keun ah keburu sore. '' Ucap Riri sambil memasuki mobil dan mengendarainya.Sementara kedua bodyguard sangar yang tadi, menggunakan mobil lain dan tetap kekeh mengikuti serta mengawasi kami dari belakang.
Tak memakan waktu lama mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan terbesar di Kota tersebut yang memang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.
''Nay loe mau nyari apa'an sih? tanya Riri ketika sudah berada di dalam pusat perbelanjaan.
''Nay,,,!!! sengaja menginjak kakinya karna melihat tingkah tidak masuk akalnya yang terus menerus menawar sudah seperti ibu-ibu rempong di pasar. Padahal sudah tertera dengan jelas tulisan diskon 50 persen.Masih saja menawar dasar Nayla.
''Awwwww,,, ringisnya kesakitan karna ulah sohibnya.
''Apa sih Riii, loe kalo pingin ngomong, ntar gue ajarin caranya . '' katanya dengan enteng dan bangga.
''Loe kumat yah, lihat noh di atas.. tulisan segede itu masih aja menawar, '' Riri terheran-heran sambil terus menggeleng-gelengkan kepala.
Nayla pun langsung mengikuti arah telunjuk sang sahabat.
''Hehe kenapa gak ngomong dari tadi sih Ri,,, mau di taruh dimana nih wajah cantik gue. '' Keluh Nayla dengan wajah yang sudah sangat merah karna malu.
''Noh, taruh aja di situ.. '' kata Riri sambil menunjuk tong sampah yang berdiri di pojokan tak jauh dari posisi mereka saat ini. ''
'' Ririiiiiiiiii,,,,!!!'' teriaknya kesal yang tidak mendapat gubrisan dari Riri yang malah memilih pergi. Baru beberapa langkah Riri tak sengaja menabrak seseorang.
__ADS_1
''Bruk,,,, '' Suara beberapa dari belanjaannya yang jatuh karna bertabrakan dengannya.
''Maaf,,maaf '' katanya tanpa melihat siapa yang telah ia tabrak barusan dan langsung berinisiatif membantu mengambil barang-barangnya yang pada berhambur di lantai.
''Sayang,,, '' suara yang sangat ia kenal membuatnya reflek menoleh ke atas karna posisinya saat ini sedang berjongkok begitu pula dengan orang yang barusan ku tabrak ia juga langsung mendongak ke atas.
Deg.
Air matanya langsung menetes tak tau tempat pun tak bisa di cegah saat ia tahu ternyata pemilik suara tersebut adalah orang yang satu bulan ini memporak-porandakan perasaannya.
''Kau tidak papa? tanya kak Ar lembut.Tetapi sayang pertanyaan romantis itu bukanlah untuknya melainkan untuk Ling-ling gadis cantik yang sudah mengacau di hari pernikahannya kala itu.
Gadis itu nampak sedikit canggung setelah kami berdua bertatap muka, namun itu hanya terjadi sebentar karna selanjutnya ia membalas perlakuan romantis kak Ar terhadapnya tanpa memikirkan perasaan Riri dan bahkan untuk kak Ar orang yang selalu ia rindukan, orang yang kini statusnya adalah mantan pacar ia sama sekali tidak meliriknya sama sekali.Jangankan sampai bertanya kabar,,menoleh pun sepertinya tak sudi.
Nayla yang dari kejauhan melihat Riri terduduk di lantai langsung berteriak sambil berlari kecil ke arahnya, begitupun dengan ke dua bodyguard yang diberi tugas untuk menjaga Riri. Mereka bertiga berlari ke arah yang sama.
Namun langkah Nayla terhenti ketika melihat laki-laki yang tidak asing di matanya berada tak jauh dari posisi Riri sahabatnya dan bahkan sedang bergandengan mesra dengan seorang perempuan.
''Non,apa yang terjadi? tanya ke dua bodyguard tersebut bebarengan.
Nayla yang tersadar dari pikirannya langsung menghampiri Riri yang terlihat sangat menyedihkan.
''Bangun Ri, loe gak pantes nangisin pria berengsek kaya dia,,masih banyak cowok yang lebih segala-galanya di banding dia. '' Kata Nayla menyemangati sahabatnya. Tak lupa ia juga sengaja berkata dengan suara yang tidak pelan serta jari telunjuknya ia gunakan untuk menunjuk-nunjuk ke arah Aril dan Ling-ling yang posisinya masih di sekitaran mereka.
Ling-ling yang sejak tadi berniat memanas-manasi Riri kini malah berbalik dirinya yang kepanasan mendengar Nayla yang terus-menerus menyindir Aril.
''Eh elo punya mulut bisa diem gak... ! Ling-ling yang sudah tidak tahan langsung melabrak mereka berdua.
''Eh biasa aja dong,,, baru kesindir aja udah kaya singa mau makan orang.Belum lagi kalau calon suaminya di ambil,pasti udah langsung setres loe teriak-teriak di jalanan. '' Celoteh Nayla sambil tertawa.
''
''
__ADS_1