Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
part 51


__ADS_3

Awalnya Riri ingin menolak ketika bu Laras sang mertua memintanya untuk menginap di Mansion sampai Zao datang menjemput. Pasti rasanya tidak enak karna tidak tahu harus melakukan apa dirumah sebesar itu, terlebih dengan background keluarga tersebut.Semua pekerjaan rumah sudah dikerjakan oleh para pelayan yang jumlahnya sangat banyak. Dan lagipula dirinya juga tidak tahu sampai kapan Zao akan pulang. Tetapi melihat wajah sang ibu mertua yang begitu berharap membuatnya tidak ada kekuatan untuk menolak.


'' Nah ini kamarnya Zao , kamu kalo butuh sesuatu tinggal pencet tombol yang ada di belakang pintu ini. Dan kamu lihat itu,, '' bu Laras menunjuk lemari yang berjajar rapi di ruangan tersebut.


''Semua yang kamu butuhkan sudah ada di sana '' Kata bu Laras sambil menepuk pelan bahu menantunya.


Semenjak hari pernikahan putranya itu tiba, dan fakta baru muncul karna gadis yang akan dinikahi putra semata wayangnya ternyata adalah putri dari sahabat lama, sejak itu pula ia langsung sangat menyayangi Riri.


Bu Laras langsung memerintahkan ketua pelayan untuk membeli semua perlengkapan gadis tersebut,termasuk pakaian, make up bahkan menu kesukaan nya langsung di masukan ke dalam list daftar menu makanan.


Sebenarnya untuk ukuran keluarga sehebat itu, tentu saja mereka seharusnya sudah lebih dulu mengetahui latar belakang dari gadis yang akan di nikahi oleh putra semata wayang mereka. Tetapi karna pak Lee tidak ingin membuat hubungan antara anak dan orang tua semakin jauh, sehingga ia berusaha membuat istrinya sibuk dan menutupi jati diri Riri dari detektif handal yang beberapa waktu lalu di sewa Laras.


Pak Lee masih ingat jelas awal kepergian anaknya kala itu terjadi karna hubungannya dengan sang bintang model yang bernama Gea tidak mendapat restu dari orang tua.


Dan saat Zao sudah kembali, pak Lee seberusaha mungkin untuk membuat anaknya tidak pergi lagi dari kehidupan keluarga mereka. Dan jika sampai kemarin pernikahan dadakan tersebut tidak di restui entah apa yang akan terjadi dengan hubungan mereka kedepannya.


Riri membuka lemari pakaian yang tadi sempat ditunjukkan oleh bu Laras. Matanya langsung membulat sempurna melihat baju-baju mahal yang tergantung penuh di dalam sana memenuhi isi lemari.Namun ada yang lebih amazing dari itu semua yaitu size pada masing-masing baju sampai daleman semuanya sama dengan size yang di pakainya begitupun dengan beberapa pasang heels dan sepatu branded yang tampak pas semua nya.


Setelah membersihkan diri, ia turun untuk makan malam hanya bersama bu Laras. Karna ternyata pak Lee sang mertua laki-laki sedang berada di luar kota.


'' Ri apa kamu menyesal sudah menikah dengan putra saya ? tanya Laras kepada menantu perempuan satu-satunya itu dengan tatapan mengintrrogasi setelah acara makan malam selesai.


Dahi Riri berkerut dengan perasaan bertanya-tanya


saat bu Laras meletakan ponselnya di atas meja.


Ya ampun , mati gue videonya beneran Viral.


Riri menelan salivanya dan dengan ragu menatap bu Laras.Mampus deh kalo sampe orang tua itu salah paham dengan video itu.


"Mah, Riri salah Riri minta maaf yang sebesar-besarnya karna sudah membuat mama dan papa tersinggung karna video itu, tapi beneran Riri gak ada niat sama sekali buat bikin malu keluarga Lee.

__ADS_1


" Bukan itu pertanyaan saya Ri..! bu Laras menatap tajam manik mata milik gadis cantik di depannya.


Sungguh tidak bisa di tebak suasana hati perempuan paruh baya itu, baru saja Riri mendapat perlakuan layaknya princess keraja'an, sekarang dari tatapannya ia merasa dijatuhkan .


"Riri tidak tahu mah,,, " Jawab Riri apa adanya karna dirinya memang tidak tahu harus berexpresi seperti apa dengan statusnya sekarang. Karna dari hati yang terdalam, bukan Zao laki-laki yang nyaris sempurna di mata para kaum PMs yang ia inginkan.


Tetapi cinta dari laki-laki yang benar-benar tulus menginginkannya tidak sekedar hanya merasa terpaksa karna kasihan seperti Zao menikahinya.


Tidak juga laki-laki penghianat seperti Aril!


" Apa kau menikah karna di paksa ? Jleb pertanyaan bu Laras berhasil menyentuh hati sensitifnya seorang perempuan.


"Setengah di paksa setengah tidak, karna perusahaan keluarga bangkrut, rumah terancam di sita, gaji karyawan yang waktu itu sudah menunggak tiga bulan belum di bayarkan, belum lagi biaya kuliah Dinda,makanya Riri tidak punya pilihan lain selain menerima bantuan dari Zao, dan sebagai imbalannya hiks... " tenggorokan Riri tercekat seakan kehilangan suaranya.


"Riri mau menikah dengan Zao.. "


Deg.


Bu Laras menjadi ikut sedih mendengar cerita Riri, belum lagi tentang pernikahannya yang sempat batal karna mempelai pria lebih memilih mantan kekasih yang tidak lain adalah keponakan dari suaminya.Wanita paruh baya itu masih diam membiarkan Riri menceritakan semuanya dan itung-itung agar beban pikirannya sedikit berkurang.


Dari cerita yang baru saja ia dengar, bisa di simpulkan kalau Riri merasa sangat tidak nyaman dengan status pernikahannya.


Hiks, Hiks,...


Bahu Riri bergetar menahan isak tangis dan sesak di dada.


" Kemarilah nak, jadi wanita tidak boleh lemah, kamu harus kuat dan sabar. '' Kali ini nada bicaranya sangat lembut persis seperti bundanya sendiri ketika sedang menasehati.


Riri sesenggukan di pelukan sang mama mertua yang ternyata sangat peduli dan sesayang itu terhadapnya.


🍒🍒🍒🍒🍒

__ADS_1


Zao merebahkan tubuhnya di ranjang empuk, setelah melakukan perjalanan dari Indonesia ke London yang .kurang lebih memakan waktu enam belas jam.


Tubuh yang lelah membuat ia begitu mudah untuk terlelap dan tidur dan tidak menyadari ada panggilan masuk di ponsel.


Pagi-pagi sekali Zao terbangun dan langsung mandi bersiap untuk bertemu investor penting pagi ini.


ia keluar dari apartemen bersama Kevin dan Darel yang sudah datang sejak dirinya masih asyik terjaga dalam tidurnya.


'' Semua file penting yang saya minta sudah kamu siapakan Rel. '' Tanya Zao kepada Darel asisten yang memegang perusahaannya di London.


'' Semuanya sudah saya siapkan tuan. ''


'' Materi yang kemarin kita bahas apa kamu sudah pelajari dan pahami ?


'' Sudah tuan. '' Kevin menjawab.


'' Good. '' Jawab Zao singkat sambil terus berjalan memasuki lorong apartemen.


Tidak membutuhkan waktu lama hanya berkisar lima belas menit ketiganya sudah sampai di sebuah salah satu restoran termewah di kota London , karna disitu tempat mereka akan melangsungkan meeting pagi ini.


''Kenapa nuansanya perempuan sekali, apa tuan charles akan datang bersama wanitanya?


Gerutu Zao sedikit kesal dengan nuansa rooftop di restoran tersebut karna terlalu banyak bunga di setiap sudutnya.


Tap tap tap...


Seseorang yang ditunggu akhirnya datang juga.


Sebenarnya malas sekali seorang Zao Lee harus membuang waktunya untuk menunggu .


Dan sejujurnya dia datang kemari untuk menetralkan serta menjernihkan pikirannya. Tetapi karna tidak tahan dengan hobi bekerja kerasnya akhirnya ia memilih bertemu langsung dengan investor tersebut. Dari pada berleha-leha tak tahu harus apa. Karna dirinya juga tidak ada tujuan yang jelas dengan kedatangan nya ke London selain untuk membuat sang istri galau dan merindukannya. Jadilah dia mencari kesibukan dengan membantu memudahkan pekerjaan Darel dan Kevin.

__ADS_1


__ADS_2