Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
part 57


__ADS_3

Setelah keduanya sampai di apartemen , Riri dengan wajah memerah menahan malu langsung bergegas ke kamar mendahului Zao yang mengekor di belakangnya.


Sungguh wajahnya kini tidak bisa lagi bersandiwara.


Hati bekunya seketika mencair begitu saja.Begitupun dengan rasa marah cemburu kesal dan lelah. Bak hilang di terbangkan angin.


Zao melirik sekilas tingkah istrinya yang masih terlihat begitu gugup setelah mereka berciuman di mobil tadi.Ia melihat Riri hendak masuk ke bathroom lalu dengan cepat ia berdiri dari tempat duduknya dan menahan tangan istrinya.


Riri menunduk gugup tak berani menatapnya .


''Ada apa? Lagi-lagi ia menjawab dengan salting.


''Tidak ada! Bersihkan dirimu lalu kita bicara. ' kata Zao singkat dan kembali ke tempat duduknya. Begitupun dengan Riri yang langsung masuk ke bathroom.


Lama Zao menunggu Riri keluar, namun wanitanya seolah tidak menunjukan kalau ia akan menemuinya.


Tok. tok. tok.


Zao antara ragu dan cemas menurunkan ego untuk mengetuk pintu bathroom.Lama tak terdengar jawaban dan hanya suara gemercil air dari dalam yang terdengar.


Sekali lagi ia mengetuk.Namun sama tidak mendapatkan jawaban dan hanya membuatnya semakin gundah. Akhirnya karna merasa sudah tidak tahan ia pun memilih mendobrak pintunya.


Riri sengaja berlama-lama berendam di bak mandi


setelah sebelumnya sudah mencampurkan airnya dengan aroma wangi dari sabun kesukaannya.


Disana sambil berendam ia merenungi banyak hal termasuk ciumannya bersama Zao tadi.Dari kejadian demi kejadian ia dengan ragu menyimpulkan apakah hatinya secepat itu berubah.


Secepat itukah ia bisa jatuh lagi kedalam perasaan rumit yang bernama cinta?


Mungkinkah ia telah jatuh cinta lagi, setelah mati rasa akibat penghianatan yang di lakukan Ar di hari itu ?


Apakah secepat itu hatinya sembuh sehingga bisa membuka pintu untuk hati lain... ?


'' Lalu jika suatu nanti ia mematahkan hatiku, sama seperti Ar yang menghancurkan ketulusanku tanpa belas sedikitpun, apa hatiku masih bisa menerima?


Gumam Riri bertepatan dengan pintu yang tiba-tiba di buka dengan keras.


Aaaaaa...

__ADS_1


Riri yang kaget langsung berganti posisi menjadi duduk sambil memegangi dadanya dan masih belum sadar kalau dirinya kali ini sudah memancing sesuatu di dalam sana milik suaminya.


''Apa kau sedang berniat menggodaku hmz... ? kata Zao sambil terus berjalan mendekati Riri yang masih belum sadar kalau ia sedang tidak mengenakan pakaian sehelaipun.Meskipun sebagian tubuhnya tertutupi air busa sabun namun karna posisinya yang duduk membuat gunung kembar itu nyaris terlihat dengan sempurna, jika Riri tidak langsung menutupi dengan kedua tangannya karna tersadar.


''Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu masuk begitu saja, bahkan sampai membuat pintunya hampir rusak. '' Protes Riri tak mengerti karna saat Zao mengetuk pintu beberapa kali, ia benar-benar tidak mendengar karna sedang sibuk melamun dan berfikir.


Zao tersenyum mendengar suara hati istrinya.


''Memangnya kenapa kalau pintu nya rusak? bukankah ada yang lebih menghawatirkan dari pada itu?! sindir Zao seraya tersenyum devil.


Mata Riri langsung membola dan langsung menenggelamkan kembali seluruh badannya ke air hingga hanya menyisakan wajahnya saja.


''Jangan macam-macam ya.'' sentak Riri dengan raut cemas.


''Aku tidak menginginkan beberapa macam karna aku hanya ingin satu macam. '' Zao kali ini dengan posisi berjongkok dan langsung meraih bibir ranum milik Riri. Perempuan yang sudah sah menjadi istrinya baik di mata agama maupun negara.


''Emp... '' Riri yang hendak protes sudah lebih dulu bibirnya di lahap dengan rakus dan menuntut oleh suaminya.


Zao semakin menyesapnya dengan nikmat dan tambah leluasa ketika tidak mendapat adanya penolakan dari sang istri. Dan meskipun seandainya di tolak sekalipun ia tetap akan melakukannya karna Riri sendiri yang sudah memancing junior nya sehingga terasa begitu sesak di dalam sana.


Tangan Zao mengusap lembut seluruh wajah sang istri tanpa melepaskan ciumannya. Mulai dari bibir turun ke leher dan kini ia perlahan mencetak tanda merah di setiap bagian yang dia suka.


Riri yang memang sudah terjebak dalam birahi hanya bisa melenguh sambil memejamkan mata merasakan nikmat yang selama ini belum pernah ia rasakan. Membuat tubuh Riri meremang merasakan sentuhan lembut dari suaminya, di tambah kali ini Zao ikut masuk ke dalam bak berukuran king size, yang otomatis berada diatas tubuhnya persis.


''Kau sudah siap? bisik Zao di telinga istrinya sambil kembali menciumi leher jenjang sang istri dan jangan lupakan tangannya yang kini sudah dengan nakal menyentuh kemana-mana.


'' A.. aku,,, '' Belum selesai Riri menjawab. Zao sudah lebih dulu memotongnya.


'' Harus siap sayang.. ''


Deg.


Jantung Riri seakan berhenti mendengarnya mengatakan sayang, namun mungkin itu di lakukan bukan dari hati melainkan karna hasrat.


Hati dan tubuhnya mulai tidak sinkron. Saat hatinya berusaha keras untuk membentengi diri, namun raksi tubuhnya justru sebaliknya. Seakan meminta lebih..


Aah..


Riri mendesah sambil memejamkan mata ketika dua gunung kembarnya di remas oleh kedua tangan kekar milik suaminya.

__ADS_1


Tubuhnya menggeliat sebagai respon atas perlakuan Zao terhadapnya.


Zao mengangkat tubuh Riri yang mana langsung membuat istrinya itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang miliknya.


Bagaimana tidak? saat ini Riri benar-benar polos


tanpa sehelai kain. Ia malu yah sangat sangat malu namun entahlah otaknya seakan sedang konslet.


Karna terus saja menerima bahkan merespon setiap sentuhan demi sentuhan yang diberikan oleh sang suami.


Zao semakin asyik bemain-main dengan tubuh polos sang istri, hingga sampai tiba saatnya Zao melempar seluruh pakaian yang ia kenakan ke sembarang tempat, memperlihatkan roti sobek miliknya yang terlihat begitu gagah.


Gluk.


Riri menelan salivannya dengan susah. Melihat tubuh atletis nan kekar milik sang suami yang begitu menggiurkan.


Zao semakin tersenyum mendapati expresi kagum yang di perlihatkan oleh sang istri kala melihat roti sobek miliknya.


''Kenapa menatapku seperti itu hmz... '' goda Zao sambil menarik Riri kembali kedalam pelukannya.


Kali ini Riri dengan jelas merasakan sesuatu yang sangat menonjol sedang menggesek miliknya.


Antara nikmat dan takut yang berkecamuk menjadi satu.


Emp..


Lagi-lagi bibirnya sudah di lahap habis sebelum ia berhasil memprotes tindakannya.


'' Kau harus siap sayang,.. '' bisik Zao dengan helaan nafas panjang yang membuat bulu kuduk Riri merinding...


''Tapi aku,,,, '' gugup Riri tak bisa menyelesaikan kalimatnya karna tiba-tiba Zao membawanya ke tempat tidur sambil tidak berhenti mencumbuinya.


''Aaaah.... '' Riri memejamkan matanya ketika merasakan sesuatu memasuki miliknya. Membuat rasa yang tadinya nikmat kini bercampur dengan perih.


''Pelan-pelan,,, a... aku sakit,, '' ucap Riri tersengal-sengal.


Zao mengusap lembut air mata yang membanjiri pipi istrinya akibat ulahnya yang berusaha menjebol gawang miliknya.


'' Maafkan aku, bersabarlah sebentar karna setelah ini kamu akan ku buat melayang bersama kenikmatan yang akan membuatmu ketagihan.. ''

__ADS_1


Ucap Zao tanpa merasa berdosa.'' Blus...'' Bertepatan dengan Pusaka miliknya yang sudah berhasil menembus pertahanan sang istri. Dan akhirnya terjadilah apa yang memang seharusnya terjadi.


Akhirnya malam itu menjadi malam paling bersejarah yang penuh gairah kenikmatan dan cinta. Yang tidak akan terlupakan.


__ADS_2