
Sore hari setelah mereka melakukan aktifitas panas di atas ranjang,Zao rencananya ingin mengajak istrinya jalan-jalan supaya tidak bosan terus menerus berada di dalam rumah.
''Sayang gimana kalau kita jalan-jalan sekarang? Zao mengajak Istrinya yang saat ini sedang berdandan di depan cermin.
''Sayang? Riri malah fokus dengan kalimat sayang yang baru saja suaminya ucapkan.
''Kenapa? gak boleh emangnya manggil istri sendiri dengan sebutan sayang hem.''
Riri tersipu malu-malu,wajah merona nya pun tidak bisa ia sembunyikan.Bagaimana tidak? seorang Zao yang terkenal angkuh dan arogan bisa bersikap semanis itu terhadap istrinya.Bukankah ini adalah anugrah Tuhan yang sangat luar biasa.
''Wajah kamu kok merona gitu? ucap Zao sambil mengerlingkan sebelah matanya.
''Owh ini, tadi anu itu,pakai blush on nya ketebalan hehe.''Riri yang begitu gugup ketika suaminya tidak berhenti menggodanya.
''Baiklah mari kita pergi.'' Zao mengambil tangan Riri dengan lembut.
''Kemana? tanya Riri.
'' Hem mau kamu yang pilih atau aku? Zao takut seleranya tidak sama dengan istrinya.
Riri seketika teringat dengan kak Al yang semalam terkapar tak berdaya imbas dari kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dengan Zao.
''Apa aku boleh minta sesuatu? Gumam Riri dengan sangat lirih takut suaminya akan tersinggung setelah tau permintaanya.
''Hei aku ini suamimu kau tak perlu takut untuk meminta apapun itu,semua yang aku miliki itu juga milikmu.'' Seketika Zao teringat dirinya selama menikah belum menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami.Ia mengambil black card dan beberapa kartu unlimited lainnya lalu ia berikan kepada Riri.
''Ini hak kamu,maaf kemarin aku sibuk sampai lupa belum menunaikan kewajiban ku sebagai suami.
Zao salah mengartikan permintaan maaf dari Riri,ia kira Riri membutuhkan sesuatu seperti layaknya perempuan sosialita yang lain.Ibunya sendiri contohnya.
''Eh bukan.Bukan seperti itu maksudnya a.a.a ''Ah Riri menjadi frustasi sendiri.Keberanian yang sejak tadi ia kumpulkan terasa kelu begitu ingin di sampaikan.
Zao menyipitkan dua bola mata elangnya,
mengintimidasi sang istri lewat sebuah tatapan.
''Terlepas ini atau bukan yang kamu maksud,kamu tetap wajib menerima ini dariku.''Zao tidak menerima penolakan dan tetap memaksa Riri untuk menerimanya.
Riri memejamkan kedua matanya mengatur nafas dan mulai berbicara se lembut mungkin,supaya Zao tidak tersinggung atau hubungan yang sudah membaik ini akan kembali buruk.
''Maafkan aku,aku tau permintaanku ini mungkin bisa membuatmu marah,tapi tolong jangan marah,aku tidak bisa tidur nyenyak jika belum mengatakannya.''
Zao mengangkat alisnya sebelah dan masih dengan tatapannya yang mengintimidasi .
__ADS_1
''Katakanlah!! aku berjanji aku tidak akan marah.''Zao menghela nafas berat.
Sepertinya ia mulai paham kemana arah pembicaraan sang istri.
''Janji ya.'' ucap Riri sekali lagi,kalau suaminya benar tidak akan memarahinya nanti.
''Iya.''Zao menurunkan sedikit pandangannya supaya Riri lebih nyaman untuk mengutarakan keinginan yang sebenarnya juga membuat perasaanya sendiri ikut gelisah.
''Baiklah,apa aku boleh menengok kak Al sebentar saja,aku mohon aku cuman ingin minta maaf atas kejadian semalam.''
Deg.Deg.Deg.
Bukan merasa lega karena berhasil mengatakannya,justru malah ia merasa deg deg an setengah mati.
''Aku yang salah jadi kau tidak perlu meminta maaf kepadanya bahkan sampai menemuinya.!!! Kalimat itu sukses membuat Riri mengangguk lemah.
Riri mengangguk.Sejak awal ia memang sudah menduganya tetapi entah kenapa masih tetap mencoba.
Selesai mengatakannya Zao langsung pergi keluar.Meninggalkan Riri dengan se abrek pemikiran di kepalanya.
''Hufht...dia memang seperti itu,baru saja aku memujinya.Sekarang aku menyesalinya sendiri kan...''
Di dalam perjalanan Riri hanya diam,bukan marah karena permintaanya tidak di turuti.Hanya saja dia bingung apa yang mau ia bicarakan karena ia merasa sudah kehabisan bahan.
Melihat Riri yang sejak tadi hanya diam dan melamun membuatnya menjadi tidak tahan untuk tidak mengabulkan permintaan sang istri.
''Sayang are you ok? tanya Zao kepada Riri.
Riri mengalihkan pandangannya dan menatap suaminya,ia tersenyum tipis sambil mengangguk sebagai jawaban.
''Kamu sedih karena tidak ku izinkan menemui laki-laki lain? tanya Zao dengan nada dingin kesukaannya.
''Yah kumat lagi deh.!!! '' Riri membatin.
''Terserah kau saja,aku sedang tidak ingin berdebat.'' Ucap Riri berusaha supaya tidak kehilangan mood booster nya.
''Jadi benar sepenting itu dia buat kamu?
Zao sedikit tersinggung dengan jawaban yang Riri kasih barusan.
Riri menghela nafas panjang lalu menghembuskannya pelan.
Riri tidak menjawab pertanyaan Zao yang hanya akan membuat pertengkaran panjang yang tidak berkesudahan.
__ADS_1
''Kamu benar ingin tau jawabannya? (Riri)
Zao mengangguk.
Cup Cup Cup...
Zao sampai tak bisa berkata-kata saat pipinya tiba-tiba mendapat hadiah ciuman yang bertubi-tubi dari Riri.
''Gimana apa kamu masih belum bisa percaya sama aku, istri kamu sendiri?
Zao tersenyum sangat manis, paling manis dari sekian banyak senyum yang pernah Riri lihat selama mengenal Zao.
''Pintar kamu yah,.'' Zao merangkul mesra Riri kedalam pelukannya.''Baiklah untuk sekali ini saja aku izinkan lain kali tidak ada kata lagi.''
''Makasih sayang... Cup.''Riri mencium bibir Zao dengan cepat dan langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil,rasanya malu sekali.Kenapa menjadi ketagihan menciumnya,Riri benar-benar dibikin pusing oleh kelakuan dirinya sendiri.
Zao membulatkan matanya mendapati perlakuan romantis dari sang istri.Ia tersenyum sambil berkata.'' Sudah mulai berani yah,tunggu sampai kita tiba di rumah aku akan langsung memakan mu.'' bisik Zao tepat di telinga Riri.
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat,saking romantisnya sampai mereka tidak sadar,mobil yang mereka kendarai sudah sampai di depan gerbang rumah Al.
''Maaf tuan,anda siapa?apa sebelumnya sudah membuat janji dengan pak Al? tanya satpam yang bertugas menjaga keamanan di rumah Al.
''Katakan saja saya Zao Lee datang berkunjung dengan istri saya.''Tatapannya tajam,nada bicaranya dingin dan tegas sampai membuat orang yang mendengar lumayan merinding termasuk Riri,istrinya sendiri.
Satpam tersebut terlihat meninggalkan mereka dan masuk ke dalam rumah membawa pesan yang di sampaikan Zao kepada tuannya.
Tidak lama kemudian terlihat ia balik dan membuka gerbangnya.''Silahkan tuan,''
Kata satpam itu mempersilahkan.
Zao turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk istrinya,tangannya meraih tangan istrinya dan menggandengnya dengan mesra.
Riri yang di perlakukan sedemikian rupa lembutnya,lagi-lagi menjadi tersentuh dan bertambah kagumnya terhadap sosok Zao yang sekarang menjadi suaminya.
''Terimakasih yah ..'' ucapnya di sela-sela perjalanan menuju pintu rumah Al.
''Untuk? tanya Zao sambil menatap Riri.
''Semuanya,aku berterimakasih karena kamu sudah banyak sekali membantu keluargaku dan sekarang masih harus membahagiakan aku..''
Deg.
Seketika Zao terdiam mendengar kata ''membantu keluarganya '' yang baru saja di katakan istrinya.
__ADS_1