Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
Part 25


__ADS_3

'' Maaf kami hanya menjalankan perintah. '' Kor dari keduanya kompak.


Itu lagi, itu lagi tidak si asisten Kevin tidak juga mereka suka sekali menjawab dengan kata-kata telak seperti itu, huh benar-benar menyebalkan.


''Baiklah tapi kalian hanya boleh mengikutiku sampai pintu rumah saja bagaimana?


Mereka berdua terlihat langsung saling pandang satu sama lain sebelum akhirnya mengiyakan permintaan Riri.


''Assalamu'alaikum semuanya'' ,salamnya seperti biasa.Hening tidak ada jawaban. Bunda kemana?


tumben gak ada dirumah pikirnya.


Riri yang memang sudah sangat lelah dengan semua kejadian dadakan hari ini langsung naik ke atas menuju kamarnya..Merebahkan tubuh di atas kasur empuk.Dan lagi air mata menetes begitu saja


mengingat kejadian demi kejadian yang ahir-ahir ini terus menerus menguras pikiran.


Setelah kejadian pernikahannya yang gagal, aku awqbahkan tidak berencana untuk memulai hubungan dengan siapapun dan sempat berencana menghabiskan waktu muda sampai tua untuk orang tuaku saja tetapi apa ini tiba-tiba saja takdir mengubah sesukanya.Aku bahkan harus menikah dengan orang yang baru saja ku kenal. Jujur aku tidak sanggup trauma itu benar-benar masih ada.


Bahkan pelakunya saja masih belum bisa ku usir sepenuhnya dari pikiran dan perasaan ku.


''Kak Ar,,,, aku mencintaimu dan seberapa jauh aku berfikir untuk membencimu justru perasaan ku malah semakin dalam dan melukaiku,,,


Hiks, hiks,,,


Kenapa? mengapa ini harus terjadi kepadaku dosa dan salah apa sehingga pria sebaik, sehangat ,dan semanis dirimu memilih meninggalkan diriku di hari pernikahan,,,


Hiks hiks,,,,,,


Kau tau karna kamu aku patah, aku hancur , hari-hariku berantakan tak tau kemana arah dan tujuan.Dan bodohnya kau masih aku rindukan..


Aaaaaaahh aku benci kamu,,, tapi aku juga butuh kamu aku rindu huhuuuuuuuu....'' Riri meratapi lagi nasibnya yang kurang beruntung.


Di bawah sana wanita paruh baya yang sejak tadi sibuk berkutat di dapur samar-samar mendengar seperti suara orang yang sedang menangis.


Meskipun sedikit keheranan tetapi wanita tersebut tetap mencarinya hingga dugaannya tertuju pada pintu ruangan kamar milik putri sulungnya yaitu Riri.


Ceklek.


Dan benar saja saat ia membuka pintu, ia melihat sosok periang yang setelah kejadian pernikahannya yang gagal menjadi sosok yang murung dan pendiam.


''Kak,,, '' panggil bunda yang melihat Riri sedang duduk menangis dengan kepala yang menyender ke kaki yang sengaja di tekuk.

__ADS_1


Tak bisa mengelak lagi, Riri yang memang sudah lelah berpura-pura kuat langsung menangis lebih keras dengan isak tangis yang begitu memilukan.


''Hwaaaaa,,, bun hiks, hiks Riri gak kuat bun gak kuat. '' Katanya di sela-sela menangis.


Bunda langsung mendekap erat tubuh lemas sang putri ke dalam pelukannya.Ia mengusap usap punggungnya sambil sesekali terdengar isak tangisnya yang juga malah ikutan menangis.


''Kak ada masalah apa? cerita sama bunda mana tau bunda bisa kasih solusi syukur-syukur bisa bantu jalan keluarnya. '' kata bunda lembut sesekali sambil tangannya mengelap air matanya sendiri.


''Bun, Riri takut ,,, Riri masih trauma sama yang kemarin.'' Katanya masih terus mendusel di pangkuannya sang bunda.


''Pelan-pelan nak kamu tidak harus melupakannya spontan, semua bertahap butuh waktu. "


Riri menegakan kepala dan mencoba menatap bunda , ahirnya dengan ragu-ragu ia mulai bercerita.


''Sesuatu terjadi dan aku dipaksa harus menikah dengan seseorang yang sangat berkuasa di negri ini . Bun, aku takut dan aku juga tidak ada perasaan apapun terhadapnya.Hiks hiks,,,, aku gak mau bun.


Deg.Wanita yang sudah tidak muda lagi itu nampak terkejut mendengar penuturan putri sulungnya itu.


''Kak,,,?


''Hiks maafin Riri bun,Riri gak ada pilihan lain selain menikah dengannya karna dengan begitu perusahaan dan rumah ini akan selamat dan tidak jadi di sita, lalu ayah,,, hiks ayah tidak akan masuk penjara.... ''


''Bunda sudah tau? tanya Riri yang tidak melihat sang bunda terkejut.


Bunda mengangguk lalu merapikan anak rambut yang berantakan menutupi wajah putrinya.


''Terkadang Alloh mengambil apa yang menurutnya tidak pantas untuk kita , dengan menggantinya melalui sesuatu yang jauh lebih baik,,,. ''


Riri menatap bunda dengan wajah meminta penjelasan.


'' Apa dia tampan? tanya bunda dan Riri dengan reflek mengangguk.


''Dia baik ? kembali mengangguk.


Bunda lalu tersenyum teduh.'' Bunda benar-benar minta maaf karna kami kamu harus ikut menanggung semua ini.Dan bunda hanya bisa berdoa semoga apapun yang terjadi kedepannya adalah yang terbaik yang telah digariskan Allah kepada kita hambanya.


''Amin,,,,tapi bun, bagaimana jika dia tidak sebaik yang Riri kira dan lagi masih banyak keburukannya


yang belum aku ketahui. ''


''Manusia tidak ada yang sempurna, mereka di beri kekurangan untuk saling menyempurnakan. ''

__ADS_1


Baiklah berdebat dengan wanita itu memang jarang sekali menang, ahirnya Riri memilih mengiyakan begitu saja agar sesi curhatnya segera selesai.


''Ya udah kamu turun gih, bunda sudah nyiapin makan siang di bawah. ''


''hem ,, nyusul bun,,,'' Jawabnya agak malas.


Seperginya bunda Riri langsung menyambar ponsel yang sejak tadi berdering tak dihiraukan.Ada dua panggilan tak terjawab.Apa dia lagi? batinnya sambil menilik aplikasi whatsapp.


Nayla, kirain dia. Eh kenapa jadi dia sih anneh.Bergumam sambil menelfon balik Nayla.


Tut, tut tut,,,tidak di angkat.


Bodo ah, gumamnya kembali sambil keluar dan turun untuk makan.


Hay Riiiiiii.... sapa seseorang yang begitu ia kenal sudah duduk dengan manis bersama bunda. Sementara Dinda kuliah dan ayah ngantor.


''Yaela elo nay udah kaya jilangkung aja datang tidak diundang dan jangan harap pulangnya aku mau antar,, ''


''Ya ampun tega bener dah sama sahabat se'imut ini.Katanya dengan gaya sok menggemaskan.


''ish, '' Riri mencebik sambil menyeret kursi untuk duduk.


''Owh ya , ngomong-ngomong di depan bodyguard baru yah?


Uhuk uhuk. Riri yang sedang minum langsung tersedak mendengar kata bodyguard.Ia sendiri sampai lupa dengan keberadaan mereka.Setia banget gak pulang-pulang dari tadi. Kesalnya membatin.


''Bunda melirik kearah Riri yang secara tidak langsung membuat Nayla juga mengikuti arah pandangnya.


'' Itu,,, anu iya bodyguard baru. '' Riri mengangguk gugup.


''Wah keren yah sekarang sudah mulai banyak kemajuan bodyguard sekali dateng dua.'' Celetuk Nayla.


Kemajuan. pala loe peang. Nggak tau apa orang lagi bangkrut butek susah begini.


" Sudah ayo makan keburu dingin." Kata bunda memecah kecanggungan.


Selanjutnya hanya bunyi sendok dan piring yang memenuhi suasana siang itu.


"


''Ri,,loe gak sibuk kan, gue mau ngajak shoping nih,, ''

__ADS_1


__ADS_2