Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
Part 50


__ADS_3

Setelah puas meluapkan amarahnya, Riri langsung pergi dengan perasaan nano-nano.Antara lega dan takut. Lega karna sudah melepaskan semua beban pikiran yang selama ini ia pendam dengan sabar.


Sementara rasa takut muncul karna ia baru saja bertengkar di tempat umum, Sudah pasti setelah ini akan ada banyak berita yang bersliweran di mana-mana. Terlepas dari semuanya,Riri sangat menyesali kecerobohannya barusan.Apa lagi mengingat siapa dirinya sekarang, begitupun dengan gadis yang baru saja ia marahi dengan menggebu-gebu .Yang merupakan sepupu dari orang paling berpengaruh di negaranya siapa lagi kalau bukan Zao Lee.


'' Ya ampun kenapa gue bego banget sih!!! ngapa juga harus ngeladenin mereka, itu sama saja gue masuk dalam perangkapnya si Ling- Long itu. ''


Keluh Riri merutuki kecerobohannya.


Ling-ling menatap tak percaya pada laki-laki yang berada disampingnya. Pasalnya dari tadi dirinya di maki-maki oleh Riri, tidak sepatah katapun pria yang katanya sekarang menjadi kekasih nya itu menepis atau sekedar membela dirinya.


'' Tidak usah menatapku seperti itu, kau sudah tahu lebih dulu jawabanku sebelum kamu bertanya. '' Ar


menebak pikiran Ling-Ling dengan wajah dinginnya.


'' Kamu kenapa sih Ar.Kamu masih cinta sama dia?!


Riri bertanya dengan nada sewot. !


''Sudah berapa kali ku bilang, hanya kamu. Tidak ada yang lain tetapi sikap kamu yang berubah kekanak-kanakan seperti itu, membuatku mempertanyakan ulang perasaan ku terhadap diriku sendiri. '' Ar bersedekap dada menatap wanita yang sangat ia cintai berubah seperti orang lain di matanya. Entah karna perasaannya yang telah berubah atau ada hal lain, yang ia sendiri belum sadari.


'' kekanak-kanakan katamu? Ling -Ling ternganga tak percaya. '' Aku seperti itu karna kamu juga. Kamu berubah Ar, sikap kamu berubah dingin semenjak hari itu, kalo emang kamu udah gak ada perasaan apapun lagi ke aku, harusnya.... ''


'' Stop. Sudah ku bilang jangan lagi mengungkit apapun lagi tentang pernikahan itu, kenapa kamu tidak mengerti juga! Sudah cukup aku menyesal setiap waktu, tanpa kamu mengingatkannya. Dan itu juga hanya akan membuat dirimu terlihat sebagai orang yang paling bersalah setelah diriku. ''


Kata Ar dengan gerakan tubuh serta expresi wajah yang menandakan kalau pria itu sangatlah frustasi.


Semenjak kejadian di hari H itu, di tambah lagi setelah kenyataan menampar nya keras lewat undangan pernikahan yang Zao berikan di pagi itu..


Ar menjadi kacau, merasa tidak baik-baik saja, seperti ada yang patah, tetapi tidak yakin jika itu hatinya, karna yang ia yakini saat ini hanya nama Ling-Ling yang sampai saat ini masih tersimpan indah di sana.Tetapi fakta lain muncul karna ternyata seiring berjalannya waktu,perasaan itu tak lagi sama.


Ar memejamkan matanya sebentar, menghirup nafas lalu menghempaskannya dengan berat. Satu sisi ia merasa bersalah karna telah membentak Ling-Ling, namun sisi lain iya merasa kesal dengan tingkah gadis itu, yang semakin hari semakin kekanak-kanakan. Apa lagi jika sudah menyangkut nama Riri,selalu saja akan berakhir pertengkaran seperti ini. Dengan berlapang dada akhirnya Aril mengalah untuk meminta maaf terhadap Ling-ling.

__ADS_1


'' Aku salah, aku minta maaf.. sekarang terserah kamu maunya gimana? Ar melembut.


Ling-Ling hanya diam dengan tatapan kosong, dan sama sekali tidak berminat untuk merespon Aril.


'' Li.. '' panggil Aril.


'' Pulang dulu saja, sampein salamku buat tante Risa. '' Tukas Ling-Ling dengan raut datar,.


Ar mengangguk, mungkin Ling-Ling butuh waktu untuk merenungkan semuanya. Begitupula dengan dirinya.


Beberapa hari ini Ar tidak bisa tidur semenjak ibunya di rawat intensif di rumah sakit milik keluarga besarnya. Pikirannya berkecamuk, dua-duanya adalah wanita yang sangat berharga di dalam hidupnya. Tetapi jika harus memilih, tentu saja Ar akan memilih ibunya. Tetapi Ling-Ling? tidak mungkin juga dirinya meninggalkan gadis itu untuk yang kedua kalinya, setelah berkorban begitu banyak untuk hubungan keduanya termasuk pernikahan yang ia batalkan sendiri.Terlebih keinginan sang ibu untuk menjadikan Riri sebagai menantu sudah kandas dan tidak mungkin bisa ia wujudkan. Mengingat sang mantan sudah menikah dan yang lebih dari itu, suaminya adalah Zao Lee. Pria yang berasal dari keluarga paling berpengaruh di negara x yang tak lain adalah temannya sendiri.


''Aaaah... '' Ar menggeram kesal sambil memukul-mukul stir mobil dengan frustasi.lalu setelah dirasanya sudah mulai tenang ia pun langsung bergegas menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit .


Di tempat lain, Riri sedang duduk di ruang tamu menunggu ibu mertuanya keluar.


''Silahkan di minum non.. '' pelayanan tersebut menaruh segelas jus lemon dengan beberapa cemilan di atas meja.


''Iya sama-sama, tapi lain kali panggil pelayan saja ya non,jangan mbak. gak enak kalo sampe kedengeran tuan sama nyonya besar. ''


Riri tersenyum melihat betapa rendah hati perempuan di depannya itu, bahkan dia tidak malu nama lahirnya di ganti dengan nama profesi. Walaupun profesinya hanyalah sebatas pelayan atau pembantu.


'' Siapa bi..? tanya bu Laras yang baru keluar dari Lift dan hanya melihat punggung orang yang bertamu, karna pada saat salah satu pelayan mengetuk pintu kamarnya, beliau sedang sibuk dengan laptop di depannya dan hanya memberi isyarat dengan tangan agar si pelayan keluar dan tidak mengganggunya.


Seketika Riri dan pelayan tersebut langsung menoleh ke asal suara tersebut.


''Mah... '' sapa Riri dengan tersenyum kikuk, takut kehadirannya mengganggu sang mertua.


''Hei....., kenapa tidak bilang mau datang, kalau tahu mau kesini mama suruh sopir buat jemput kamu. Oh ya Zao mana? apa dia begitu sibuk sampai tidak bisa meluangkan waktu untuk mengantarkan menantuku. '' celoteh bu Laras sambil memeluk Riri.


Riri menelan salivannya dengan serak, mendapati banyak pertanyaan dari bu Laras.

__ADS_1


'' Zao sedang perjalanan bisnis katanya. '' kata Riri setelah mengurai pelukannya.


Dahi bu Laras berkerut, suaminya kemarin bilang Zao izin cuti seminggu buat honeymoon tetapi kenapa Riri datang dan berkata Zao sedang perjalanan bisnis? tapi yah sudahlah biar nanti telfon papanya Zao saja dari pada nanti buat Riri salah paham atau bisa juga kan Zao sedang menyiapkan surprise buat Riri.


''Mah, mama gak papa? Riri membuyarkan pikiran bu Laras yang terlihat seperti melamun.


'' Iya Ri... gimana? bu Laras terkesiap kaget.


'' Riri tanya mama kenapa? tiba-tiba kaya bingung gitu? ada masalah?


''Enggak ada, ya sudah ayo di minum dulu mama mau ajak kamu keliling manshion, nanti kita curhat-curhatan disana. ''


'' Mama gak sibuk? maaf ya mah jadi ngrepotin. ''Riri tak enak hati.


'' Kamu ini ngomong apa! justru mama seneng kamu mau main kesini, gak kaya Zao anak mama yang nakal dan tampan itu. Mama malah berharapnya Zao sama kamu mau tinggal di sini, biar kita sebagai orang tua tidak kesepian. '' Kini raut wajah bu Laras terlihat tidak secerah biasanya.


''Maafin Riri ya mah sebagai istri sekaligus menantu, belum bisa buat mamah sama papa bahagia. Kalo Zao sudah pulang, nanti Riri akan berusaha ngomong sama dia.


'' makasih ya Ri, gak salah Zao pilih kamu buat jadi istri. '' bu Laras tersenyum lagi sambil mengusap wajahnya dengan lebay.


" *kalo di denger tapi ya mah, Riri aja gak yakin Zao mau ndengerin Riri ngomong, apalagi sampai ngabulin permohonan orang tuanya. Kalo mama sama papanya aja gak bisa buat dia pulang apa lagi Riri yang setatus nya hanya wanita yang dinikahinya tanpa cinta alias terpaksa. Perlu digaris bawahi hanya terpaksa tapi versi Riri loh ya, lain Versinya Zao.


🥰🥰🥰🥰😘😘*


***Hai, readers maaf baru bisa up lagi di tengah kesibukan mengurus dua bocil dan jaga warung...


InsyaAllah bakal diusahain update lagi satu bab perhari... 😇


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, komen, vote dan poin... biar tambah semangat up nya hehe 🙏🙏🙏***


--

__ADS_1


__ADS_2