
Bukan mobil taksi yang datang tetapi malah mobil milik orang yang saat ini paling tidak ingin kutemui berhenti tepat didepanku.Canggung? tentu saja. Siapa yang tak canggung berhadapan dengan mantan pacar ups mantan calon suami malah. Eh ralat, bukan mantan juga sih ya, kan belum ada kata putus diantara kami.
Mau laripun sudah tidak mungkin, ahirnya aku tetap berdiri sampai terdengar langkah kakinya menghampiri.
Canggung begitulah yang dirasakan Ar saat ini.Namun lebih ke rasa bersalah atas hal fatal yang ia lakukan kemarin, hingga menyakiti perasaan Riri dan keluarganya.
''Ri, '' panggil kak Ar, ketika sudah berada didepanku.
Jujur selain rasa sakit yang aku rasain, aku juga rindu ketika ia memanggil namaku.Tapi hati dan logika benar-benar tidak bisa diajak damai.Membuat aku mau tidak mau harus menentukan pilihan. Lepaskan atau masih tetap sabar dan bertahan.
''Hem''. Jawabku singkat tanpa berani menatap matanya.
''Maaf. ''Kata kak Ar sambil meraih tanganku, namun dengan cepat aku menepisnya.
''Semuanya sudah selesai.'' kataku sambil melihat ke arah lain.
Ar diam, terhenyak dengan perasaan yang entah.
''Mari pulang.'' Ia mengalihkan topik pembicaraan.''
Semua orang sudah menunggumu disana'' ucapnya lagi.
''Aku tau. '' kataku sedikit ketus.
''Aku antar,,, ya,'' Tawarnya hati-hati.
''Tidak usah itu hanya akan semakin membuat kak Ar terlihat tambah brengsek dimataku.''Jawabku sambil menahan rasa yang begitu sesak di dada.
Hening, tidak ada pembicaraan lagi diantara kami. Yang ada hanya tatapan luka dari satu sama lain.
''Kamu boleh tidak memaafkan aku, kamu juga boleh membenciku sepuas yang kamu mau.Tapi tolong pulanglah. Jangan menghukum mereka yang tidak bersalah karna kesalahanku kemarin.'' Kak Ar mengawali percakapan kembali setelah tadi sempat saling diam.
''Satu hal yang ingin aku tanyakan kak.Selama tiga tahun ini kamu anggap aku ini apa? mainan? atau pelampiasan?.
__ADS_1
''Ri,, aku sudah berusaha sebisanya, tapi memang sepertinya tidak ada jalan untuk kita bersama.Dan aku baru sadar perasaanku masih sama seperti dulu saat belum dipertemukan dengan kamu.
''Dan itu tandanya kamu masih mencintai Ling-Ling? tanyaku dengan perasaan yang sangat berat.
Kak Ar terdiam sambil memejamkan matanya sejenak sebelum ahirnya mengangguk tanda meng'iyakan.
''Itu berarti perasaanmu ke aku selama ini cuman sandiwara? kali ini tangisku pecah tak bisa ditahan lagi.
''Maaf ,,,,, aku memang brengsek dan kamu pantas mendapat ganti yang jauh lebih baik dari aku. Kata Ar yang kemudian bergegas pergi meninggalkanku.
Sementara Ar sendiri menatap nanar kepada Riri sebelum dirinya benar-benar pergi dengan kendaraannya.
Sebenarnya ia tak tega meninggalkannya sendirian dipinggir jalan sseperti ini, tapi berada disampingnyapun hanya akan membuat dia semakin terluka.Jadi alangkah lebih baik jika dirinya pergi dan berusaha untuk tidak bertemu dengannya lagi.
Sebelum pergi ia mengabari Dinda terlebih dulu, tentang keberadaan kakaknya sekarang.
🍒🍒🍒🍒
Aku menatap perih mobil yang membawanya pergi meninggalkanku dengan begitu teganya.
'''Maaf neng, tujuan kemana? tanya sopir tersebut dengan ramah.
''Perusahaan furniture Lee alamat jalan kenangan no.xxx.
''Baiklah,,,,'' Pak sopir mengangguk,mengerti.
Tak berselang lama sampailah kami di depan perusahaan furniture grup milik Keluarga Lee.
''Sudah sampai neng, ''Ucapnya secara tidak langsung memberi kode agar aku lekas turun dan membayar.
Aku tersenyum canggung ke arah pak sopir yang sedang menatapku.
''Ehem, pak bapak tunggu di sini sebentar yah aku akan masuk ke dalam lalu kembali kesini untuk membayar tagihannya. ''Kataku hati-hati karna sedikit khawatir dan takut jika sampai pak sopir tersebut marah-marah seperti yang viral di akun tik-tok Nayla sahabatku.
__ADS_1
''Seharusnya saya sudah curiga sejak awal neng, tapi baiklah kali ini saya maklumi, tapi jangan lama-lama saya cuman punya sisa waktu 15 menit neng.Karna harus menjemput penumpang lain yang sudah memesan lewat aplikasi.''
Aku tersenyum cerah, ternyata masih banyak orang baik selain orang yang sudah mematahkan perasaanku.
Aku langsung buru-buru masuk ke dalam kantor,dan untung saja sekuriti penjaganya kenal akrab denganku.Jadi tidak perlu susah payah menjelaskan maksud kedatangan ku.Atau memang sekuritinya yang payah belum tau kalau aku baru saja resign sekitar lima atau enam hari yang lalu.Jadi bisa dibilang ini moment keberuntungan buatku.
''Riri,, ,,,, '' koor para partner kerjaku yang begitu terkejut dengan kedatanganku yang tiba-tiba.
''Are you ok.? beberapa dari mereka bertanya tentang keadaanku saat ini.Dan aku hanya tersenyum tipis sebagai jawabannya.
''Yang sabar ya, pasti ini berat banget buat kamu. Tapi percaya sesuatu yang indah sudah Alloh persiapkan untuk kamu , meskipun tidak sekarang tapi one day pasti terjadi.
''Amin. '' ucapku menanggapi doa baik dari Vivi dan teman yang lain.
Aku terharu melihat respon dan suport yang mereka berikan terhadapku. Sampai sampai aku lupa sama tujuan aku datang kemari.
''Nayla! ''Omg. aku benar-benar baru sadar kalau Nayla tidak berada disini. ''Apa dia benar tidak datang bekerja? kalau tau seperti ini aku berhenti di rumahnya saja tadi.Benar-benar membagongkan.! ''keluhku dalam hati.
Di luar ruangan asisten Kevin yang sedang berjalan menyusul presdir Zao seketika langsung berhenti ketika mendengar suara gaduh di dalam ruangan.)
Ceklek.
Pintu yang di buka tiba-tiba membuat para penghuninya kaget dan langsung pucat seketika, saat mengetahui siapa yang datang.Yah kabar tentang asisten Kevin yang begitu dingin tegas dan disiplin membuat para karyawan yang hanya mendengar ceritanya langsung bergidik ngeri.Karna biasanya orang-orang yang memiliki sifat dingin dan disiplin itu jika sudah marah, hal sekecil apapun akan berakhir fatal.Contohnya seperti yang sedang dilakukan mereka sekarang.Bercengkrama diwaktu yang salah.Dan tinggal menunggu beberapa menit kemudian,mungkin nasib buruk akan menimpa mereka. Dipecat contohnya.
Aku menatap teman-temanku yang tadinya berwajah cerah tiba-tiba saja berubah pucat.kenapa wajah mereka mirip dengan hantu?.
Di depan Lift , Zao nampak berdiri dengan kesal saat baru menyadari kalau Kevin tidak ada di belakangnya.
''Keviiin.'' Zao mengumpat marah. Lalu memutuskan untuk kembali dan mencari Kevin terlebih dahulu , juga karna penasaran hal sepenting apa yang membuatnya menomor duakan perintah dari Presiden direktur.
Zao berjalan melewati ruangan kerja bagian laporan yang kebetulan pintunya setengah terbuka. Membuatnya bisa dengan jelas menemukan keberadaan asistennya.
Sebenarnya dirinya tidak berminat untuk menemui asistennya diruangan karyawan, tetapi entah mengapa kakinya malah tetap masuk.
__ADS_1
Sementara mereka yang sudah pucat dan takut karna kedatangan Asisten Kevin,kini tambah dibuat jantungan melihat presdir Zao yang ikut berkunjung.