Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
Part 53


__ADS_3

Dasar munafik sudah jelas-jelas dari sorot matanya dia begitu kangend tetapi tetap saja mulutnya berkata tidak. Umpat Zao setelah memutus panggilan sepihak. Perempuan yang satu ini di rasanya begitu lain dari barisan para mantan yang pernah mampir menghiasi hidupnya dulu.


Zao mengacak rambutnya dengan kasar. Entah kenapa ia malah lebih kepikiran Riri setelah selesai menelfonnya barusan.


Berbeda dengan Riri yang langsung tertidur pulas setelah selesai mendapatkan telfon dari sang suami. Seperti gelisah yang terobati.


Pagi , Riri terbangun dengan semangat yang begitu energik.Sambil bersenandung dan bernyanyi ia mandi dan membersihkan dirinya . Saat menuruni tangga, matanya menatap datar seseorang .


''Eh, kau sudah bangun. Ayo nak sarapan dulu sebelum berangkat. '' Bu Laras beramah tamah berbeda dengan Ling-Ling yang terlihat menatapnya tidak suka.


'' Ketiganya sarapan dengan suasana canggung karna hanya bu Laras yang berusaha mencairkan suasana, sementara Riri dan Ling-ling hanya menjawab iya atau kata pangkas lainnya.Dan jangan lupakan tatapan tidak bersahabat dari Ling-Ling maupun Riri.


'' Mah, Riri pamit mau berangkat ke lokasi. '' Riri mencium takdzim punggung tangan bu Laras. Lalu kemudian pergi tanpa melirik ke perempuan seusianya yang kini terlihat sedang serius bersama sang mertua.


Setelah beberapa hari menginap di rumah mewah tersebut, Riri mendapat banyak motivasi dan ilmu untuk membuat usaha seperti yang di miliki para wanita hebat seperti mertua dan teman-temannya.


Riri menolak keras ketika sang mama mertua ingin memberinya modal untuk usaha tas branded dan perhiasan. Dan ia memilih membuka usaha dengan menyesuaikan budget uang tabungan sewaktu ia masih bekerja di perusahaan Zao dulu.


Rencananya ia akan membuat Cafe kecil-kecilan di jalan utama kota tersebut. Selain ramai di sana juga dekat dengan alun-alun kota tersebut. Sudah pasti akan banyak pengunjung dan peminatnya.


Informasi tentang lokasi yang berpeluang usaha tersebut ia dapat dari Nayla.Dan rencananya setelah jam makan siang di kantor ia akan menemaniku untuk meninjau lokasi di sana, sekalian mau lihat bekas bangunan yang masih kosong, masih layak atau tidak untuk di sewa.


Untuk sementara rencananya Riri akan menyewa, sambil mengumpulkan uang untuk membeli tempat tersebut nanti jika usahanya benar menjanjikan.


Riri yang menolak di antar supir memutuskan untuk naik taksi.Ia rencananya akan menunggu Nayla di cafe sebrang kantor tempat mereka dulu sering nongkrong. Karna jika ia masuk kedalam kantor sudah pasti akan banyak komentar miring terhadapnya. Mengingat kebanyakan dari mereka adalah fans berat dari Zao Lee.


Tap tap tap.


Riri berjalan dengan gaya setengah tomboy khas dirinya.


Ia tersenyum ramah menyapa Orang-orang yang ia lewati sepanjang menuju kursi yang kosong.


'' Mbak silahkan di pilih. '' kata salah satu pelayan di cafe tersebut dengan meletakan kertas menu di atas meja.


'' Teh hangat saja dulu mbak. '' kata Riri memberitahu pesanannya terhadap pelayan tersebut. Ia merasa badannya sedikit masuk angin mungkin karna semalaman berada di balkon makanya ia memutuskan untuk segelas teh di pagi menjelang siang.

__ADS_1


Riri menunggu sahabatnya si Nayla sambil menikmati minumannya.Dan betapa kagetnya dia ketika melihat sosok pria yang sangat ia harapkan kehadirannya beberapa hari ini tiba-tiba sedang berjalan kearahnya. Tetapi fokusnya pecah ketika melihat Zao berjalan dengan seorang wanita yang ia sendiri ketahui ,wanita itu adalah Rahel. Satu-satunya tamu yang berwajah mendung setelah kak Ar di hari pernikahannya kemarin.


''Tes... ''


Air mata Riri lolos berjatuhan di pipi. Namun tidak ia biarkan hal itu terlalu lama. Buru-buru mengusap pipinya dengan kasar sambil terus mengamati Zao dan Rahel yang nampaknya tidak melihat keberadaan nya di tempat tersebut.


Riri sekuat hati menahan isaknya ketika dengan mata dan kepalanya sendiri melihat perempuan itu bergelayut manja di lengan suaminya. Di hadapan publik dan di saksikan banyak mata yang terlihat antusias ikut menyaksikan adegan tersebut layaknya menonton drakor.


Sabarlah diriku kamu terlalu berpendidikan untuk melabrak wanita yang statusnya masih di ragukan untuk di sebut pelakor maupun selingkuhan.


Tetapi hiks tetap saja hatiku sakit dan tidak bisa ku pungkiri aku tidak ikhlas melihat suamiku bermesraan dengan wanita lain.


Aku bahkan menunggumu berhari-hari, merindukanmu siang malam, berharap kamu cepat pulang. Tetapi aku lupa dan mungkin salah jika menganggap hubungan kita terlalu berharga.Kita? bahkan kalimat penyatuan itu terasa asing ketika keluar dari mulutku ketika tahu bukan aku tempatmu pulang.


Zao berkata sangat dingin terhadap Rahel yang sudah berani memegang lengannya. Apa lagi di tempat umum seperti itu. Namun sayangnya ketika ia menghempaskan tangan Rahel Riri sudah terlanjur kecewa dan salah paham tanpa di ketahui oleh Zao sendiri.


Tiba-tiba Zao yang sedang berbicara hal penting dengan Rahel langsung diam mendengar suara merdu yang di rasanya tidak asing di telinganya mulai menyanyikan lagu Judika.


🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢


Andai aku bisa memutar waktu


Mengapa ada pertemuan itu....


Bagaimana kalau aku tidak baik-baik saja... 🎢


Terus mengingatmu, memikirkanmu


Semua tentang dirimu.,,


Bagaimana kalau aku tidak baik-baik saja..


Tak seperti kamu yang mampu tanpaku....


Bagaimana???

__ADS_1


Prok-prok... baru setengah lagu semua orang sudah histeris ria mendengar kemerduan dari suara perempuan yang membawakan lagu tersebut.


Suasana siang yang panas, sepanas pemandangan di depan mata Riri ketika melihat suaminya yang berada di luar negri datang bersama perempuan lain.Membuat RiRi begitu emosi ketika membawakan lagu tersebut.


🎢🎢🎢🎢🎢🎢


Mungkin kini kau brsama yang lain,


Walau hatimu untuku


Adakah kesempatan untuk cintaku bahagia


walau kita berbeda 🎀🎀🎀🎀🎀


Uu-oo-uu-oo-uu-oo 🎢🎢🎢🎢🎢🎢


Huu-uu-oo-uu-oo,,,,,,,,


Belum selesai Riri menyanyikan lagu, tiba-tiba saja dirinya yang sejak awal begitu menghayati lagu tersebut merasa tangannya di tarik dengan sedikit kasar oleh seseorang.


''Awww, ringis riri ketika tarikan tersebut semakin kuat dan membuat mike yang dipegangnya terjatuh.


''Pulang.! '' perintah Zao dengan raut wajah masam dan tatapan yang tajam, menandakan pria itu sedang marah atau bahkan sangat marah.


''Lepas! Riri yang tidak mengerti dengan sikap suaminya begitu kecewa. Apa yang salah dengan dirinya sehingga di perlakukan sekasar itu di hadapan banyak orang plus ini adalah tempat umum. Tidak perlu minta maaf jika merasa sudah ketahuan selingkuh jika memang tidak mau. Tetapi juga tidak seharusnya memarahinya seperti ini bahkan tanpa dirinya melabrak mereka berdua.


Riri menghempaskan tangan Zao dengan kuat dan tidak kalah kasar.ia buru-buru melangkah pergi dari tatapan kasihan yang tidak jauh berbeda dengan tatapan mata yang sedang menatapnya hina. Karna sudah jelas suaminya selingkuh bukannya dia melabrak dan marah-marah terhadapnya justru malah sebaliknya. Dirinya yang disini malah diperlakukan layaknya dia yang salah. 😭😭😭😭


Mulai sekarang cafe ini resmi di tutup!!!!


Teriak Zao dengan lantang dan berhasil membuat Riri berhenti melangkah meski tangannya sudah memegang handle pintu keluar.


Begitupun dengan para pekerja di cafe tersebut yang langsung berkumpul dan menunduk tidak berani dengan pria berkuasa tersebut.


Kali ini Zao benar-benar tidak main-main dengan ucapannya.Setelah dia berucap datanglah beberapa pria berpakaian hitam yang jumlahnya lumayan banyak datang membereskan semua yang disana.

__ADS_1


Riri menatap Zao penuh dengan perasaan buruk.


Kecewa, marah, kesal, dan yang terakhir menyesal karna sudah terlibat sejauh ini dengan pria arogan seperti Zao Lee.


__ADS_2