Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas
Part 20


__ADS_3

Jam di tangan sudah menunjukkan pukul 21.30


Rasanya malam ini bukan malam yang tepat untuk membicarakan semua masalahku terhadap mama. lagipula sepertinya mood mama sedang kurang baik, padahal seharusnya bukannya senang karna kedatangan teman lama eh justru malah sebaliknya.


''Mah, pah. Kataku sambil mengulurkan tangan berpamitan.


''Hati-hati.'' Respon mama nampak cuek tidak seperti biasanya.


''Kau tidak ingin menginap satu malam lagi?tadinya mama sudah senang setelah menghubungimu tidak bisa, ternyata kau dengan sendirinya datang.''


Aku tersenyum lega, ternyata hanya perasaanku saja.Dan mamanya masih sama perhatian.


Pak Lee menggelengkan kepalanya,tak mengerti kenapa istrinya diusianya yang sudah tidak muda lagi masih sering merajuk seperti anak-anak.


Pak Hwang dan istrinya tertawa geli ketika menangkap basah aku dan papa yang sedang kode-kodean membujuk mama.


''Kak Zao kenapa tidak menginap disini? tanya Rahel dengan tatapan tidak rela.


''Besok ada meeting pagi, bakal repot kalo harus


bolak-balik dari sini ke apartemen lalu ke kantor


terus ke lokasi.'' Kataku apa adanya meskipun sedikit kubuat alasan


''Buat apa gaji asisten kalau gak bisa diandelin.''


Juno menimbrung.


''lagi cuti Jun.Kompor aja bisanya loe.''


Dahi papa nampak berkerut.''Sejak kapan?. ''


Ayah bertanya curiga karna Kevin tidak pernah cuti kecuali dua minggu untuk sebelum dan sesudah lebaran idul fitri.


''Besok pah.Kepentingan mendadak.''


Papa pun manggut-manggut mengerti dengan alasanku.


''Owh ya mah, jangan khawatir besok Zao datang bawain calon mantu buat mamah.'' Kataku sambil


mengerlingkan mata.


''Jika masih Gea, lebih baik tidak usah.Disini sudah ada calon mantu yang sesuai dengan kriteria mama.'' Kata mama yang disetujui langsung oleh papa,paman Hwang dan bibi Liona.


Glek. Aku menelan salivaku susah payah namun untungnya langsung bisa menetralkan sikap.


Positif thingking aja.Mana mungkin lah Rahel orang yang selama ini mama maksud.Dia sendiri sudah aku anggap adiku sendiri sama seperti Ling-Ling.


''Baiklah asal mama bahagia.'' Kataku sambil tersenyum membalas candaan mama.


...----------------...


Pagi yang ditunggu-tunggupun tiba.Zao tersenyum masih dengan meletakkan kedua tangannya untuk

__ADS_1


dibuat bantalan.Ia terbangun karna bunyi alarm yang sengaja dipasangnya sebelum dirinya tidur semalam.


Hari ini dia sengaja tidak berangkat kekantor karna tidak ingin melewatkan momen pertama kali dalam hidupnya.Mempekerjakan gadis yang ia suka sebagai pembantu.Jika sebelum-


sebelumnya mereka akan diperlakukan sangat spesial namun berbeda dengan yang satu ini.Ia tidak ingin kecolongan dan berahir dihianati. Kali ini dirinya ingin benar-benar mendapatkan seseorang yang tulus mencintainya apa adanya bukan karna tampang maupun harta.Maka dari itu ia ingin melihat seberapa tulus hati seorang Riri.


Sementara soal urusan kantor khusus hari ini semua sudah diserahkan sama Kevin.


Ia meraih ponselnya diatas nakas untuk melihat pesan yang terakhir tadi malam ia kirimkan.Dan senyumnyapun surut begitu saja ketika mendapati kenyataan kalau pesannya hanya centang biru tanpa mendapat balasan.


''Gadis ini benar-benar yah, semakin hari membuatku semakin penasaran saja.'' Gumam Zao sambil berjalan ke kamar mandi.


🌴🌴🌴🌴🌴


Ditempat lain seorang gadis yang sudah tidak remaja lagi terpaksa menyudahi petualangannya di alam mimpi karna terus diganggu dengan suara cempreng milik adik dan mamanya yang terus- menerus mengetuk pintu kamarnya.


Dengan nyawa yang belum terkumpul sempurna


ia terpaksa bangun.Karna bunda dan adiknya sama sekali tak patah arang demi membuatnya terbangun.


Ceklek.


''Apa sih bun, ganggu orang tidur saja.'' Gerutuku sambil menyender dipintu.


''Anak gadis bunda ini kebiasaan buruk dipelihara terus.Udah siang ini buruan gih,mandi terus kita shoping bertiga.''Ajak mama antusias.


''Sama Dinda kak'' Sahut Dinda cepat.


Aku melirik keduanya dengan malas, lalu berniat untuk masuk dan menutup pintu kembali.Tetapi sayang kekuatan mereka tidak sebanding dengan kekuatanku yang hanya seorang diri.Alhasil mereka berhasil menghalau pintunya.


Atau bunda sama Dinda aja, aku mau lanjut tidur.''


Kataku memohon.


''No ka.Kita tuh ngajak kaka keluar biar kaka gak sedih terus inget masalalu,makanya ayok shoping aja mumpung bunda lagi baik, iya kan bun,,'' Dinda mengerlingkan matanya pada bunda.''


Pletak.


Bunda menjitak gemas kepala Dinda.


''Mumpung-mumpung emang selama ini bunda jahat gitu.'' Protes bunda.


''Awwww, Bunda ini tidak bisa diajak kompromi.'' Kesal Dinda sambil meringis manja.


''Shhhhhht udah udah, kalian apaan sih malah ribut


emang loe gak ada jadwal matkul? tanyaku pada Dinda.


''Ada kak tapi nanti siang jam 01.00.'' Jawab Dinda.


''Ya udah deh aku mandi dulu.'' kataku sambil masuk kembali kekamar.


Ponsel diatas nakas bergetar tepat dengan tanganku yang sedang meraih gagang pintu kamar mandi.''Pagi pagi begini siapa sih, ganggu orang aja.'' Gerutuku sambil tetap masuk mengabaikan panggilan tersebut.

__ADS_1


Setelah selesai dengan ritual mandiku, akupun langsung keluar berniat untuk mengambil ganti dilemari pakaian.Namun ponselku lagi-lagi bergetar membuatku gemas dan tidak tahan lagi untuk tidak melihat nama sipemanggil.


Nomor baru? ahirnya karna tidak ingin lama berfikir akupun langsung menggeser tombol hijau lalu munculah muka tampan yang sangat menyebalkan itu.Sedikit kaget sih, karna tadinya aku kira siapa.


''Apa lagi sih tuan? memangnya tuan tidak punya pekerjaan sampe pagi-pagi begini mengganggu orang.''Kataku dengan melimpahkan semua kekesalanku.


Hening, dia sama sekali tidak menjawab.Hanya tatapannya saja yang tajam dan intens yang mana membuatku semakin risih.


''Tuan, ada apa dengan matamu? aku ini sedang bertanya dan kau malah hanya diam begitu.?


Maksudnya apa coba? sudahlah saya matiin aja.''


Aku yang sudah sangat kesal dibuatnya hendak mematikan panggilan dari tuan Zao.Namun suara bassnya membuatku urung.


''Lain kali baju tuh dipake dulu.Kalau mau ngapa-ngapain.''Kata Zao lalu mengakhiri panggilan.


Aku berfikir sejenak.Mencerna kata baju yang tiba-tiba dibicarakan oleh tuan Zao.


''Astaghfirullah, aaaah.'' Jeritku menyesal karna terlambat menyadari kalau aku memang hanya mengenakan handuk yang hampir memperlihatkan belahan dadaku.Sementara rambutku kubiarkan tergerai indah karna memang masih basah habis keramas.


''Bodoh bodoh bodoh.Sangat ceroboh aku bahkan nyaris untuk yang kedua kalinya memperlihatkan hal memalukan itu kepadanya.Mau ditaruh dimana mukaku? Ya Alloh pasti dia sudah berfikir yang tidak-tidak tentang diriku.'' cemasku khawatir.


Mana pagi ini sudah harus menjadi pembantu disana lagih.Sial oh sial.


Ting.


Sebuah pesan masuk.Terlambat 15 menit.'' Kata pesan yang terkirim di ponselku.


Akupun buru-buru memakai dress coklat susu, lalu meraih sling bag dengan warna senada , menyemprotkan parfum serta mengenakan lipgloss agar bibir tidak terlihat pucat.


''Perfect.'' Kataku sambil melihat pantulan wajahku sendiri dicermin.


Tap tap tap.


Aku berlari kecil menurunkan tangga.Seperti biasa mereka sudah pada siap dimeja makan.


''Bun, maaf aku buru-buru, Riri lupa kalau sudah diterima diperusahaan baru.'' Kataku terpaksa berbohong karna jika jujur tentang pekerjaanku yang sebenarnya, tentu saja mereka tidak akan mengizinkan.


''Yah, ,,, ''


Pamitku pada ayah. lalu menyalami mereka bergantian.


''Diterima kerja? memang kapan kamu ngelamarnya kak?. Tanya ayah dan bunda heran.


'' Iya yah.Mampus gue harusnya tadi bilang mau keluar aja.'' sesalku dalam hati.


''Mmm itu, tadi malam iseng ngajuin lamaran lewat online eh barusan dapet pemberitahuan kalau lamarannya diterima.Sekarang mau review dulu.''


''Ya udah semoga review nya lancar, biar bisa langsung diterima kerja.'' Doa mereka berdua.


''Amin.'' kataku langsung lari terburu-buru.


''Kak sarapannya?'' suara bunda masih bisa kudengar.

__ADS_1


''Makan diluar bun,,, ''Jawabku berteriak.


__ADS_2