
Fajar pagi pun datang & segala yang meragukan kembali diyakinkan, seperti perasaan ku kemarin kini aku merasa jauh lebih baik.
Aku tersenyum menatap pantulan wajahku di cermin.Mata bulat, hidung mancung body gitar spanyol ditambah lagi dengan make up artis yang hari ini digunakan untuk menyulap wajahku. Sungguh membuat orang lain yang melihatnya langsung terpana.Seperti mereka para bridesmaid ku yang kini juga sudah disulap menjadi sangat cantik.
''Buset baru aja dipoles sedikit udah secantik itu, Aril tatum mah lewat βCeletuk Nayla yang ikut menjadi bridesmaid diacara sakralku.Sontak saja langsung membuat para pe-make up dan bridesmaid lainya langsung tertawa sumbang apa lagi Dinda si adik jahil.
''Nay kamu itu sedang memuji apa menghina sih? kenapa gak ada bedanya.'' Kataku cemberut.
''Sabar ya Kak, jangan dimasukin hati langsung jantung aja.''kata Dinda.
''Jleb-jleb -jleb. '' ucap Dinda lagi sambil memperagakannya dengan sok dramatis.
Ceklek. pintu ruangan hotel tempatku berdandan dibuka. Nampak laki-laki tampan berkulit putih dan berhidung mancung itu tersenyum simpul padaku. Membuat aku dan yang lainnya hampir dibuat meleleh karna saking terpesonanya.Ditambah lagi setelan jas hitam yang ia kenakan benar-benar menambah kesan perfect pada penampilannya.
Ar menatap Riri yang begitu cantik dibalut kebaya putih impiannya. Seketika sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman kecil dengan perasaan entah.
''Dia gadis baik, jangan sia-siakan apalagi menyakitinya.'' Kata hati Ar.
''Tidak, sebelum semuanya terlambat. Justru jika tidak ingin menyakitinya maka jangan menikahinya. Karna status yang ada hanya akan membuatnya terluka oleh kenyataan bahwa kamu masih mencintai seseorang dan itu bukan dirinya.''Kata hati Ar yang lain.
''Bukankah cinta juga bisa tumbuh dengan seiring berjalannya waktu. Seperti orang Jawa bilang.
''Witing tresno jalaran soko kulino.'' Yang artinya cinta datang karna terbiasa. Seketika Ar yang sedang sibuk berperang dengan pikirannya dikagetkan oleh suara lembut Riri.
''Kak Ar, ,, ''
Aku bisa melihat dengan jelas kalau Kak Ar sedang tidak baik-baik saja.Meskipun bersembunyi dibalik senyuman sekalipun .
''Iya Ri,,, ''
''Jika tidak bisa jangan dipaksakan.''
Ahirnya kata yang sangat berat itu lolos begitu saja.Sakit memang pura-pura kuat sementara hati sedang patah. Tetapi bukannya lega setelah apa yang menjadi unek-unek itu keluar, justru malah sebaliknya.Kini rasa sakit itu lebih dominan pada rasa takut.Aku benar-benar sangat takut setelah dengan bodohnya mengucapkan kalimat tadi.
''Bagaimana jika sampai ia benar-benar berubah pikiran dan pergi meninggalkan ku.??? Bagaimana nasibku.
Apa aku kuat melangkah maju tanpanya. Apa bisa? Dadaku bergetar hebat menahan air mata yang kutahan seerat mungkin agar tidak merusak make up di wajah.
__ADS_1
Kak Ar tersenyum mengusap puncak kepalaku lembut,
''Kita sudah ditunggu dibawah.''Kata kak Ar mengalihkan topik.
Sebenarnya aku ingin memprotes jawabannya yang tidak sesuai dengan pertanyaan. Tetapi aku sadar tidak sampai satu jam lagi acara akan dimulai dan aku juga tidak ingin merusak acara hanya dengan perdebatan yang kalau diteruskan tidak akan ada habisnya.
Kak Ar langsung pergi kebawah karna memang ternyata sudah ditunggu oleh para saksi dan pak penghulu yang tiba-tiba datang lebih cepat dari jadwal jam yang sudah ditetapkan.
Hatiku dag dig tak karuan, ada rasa bahagia yang saat ini menyelimuti perasaan ku. Semua hal negatif sudah berhasil ku patahkan dan ku ganti dengan pikiran positif.
Aku dan ke delapan bridesmaid sudah siap berdiri dengan posisi yang sudah diatur oleh ahli penatanya.Aku sengaja diletakan dipaling terakhir sementara yang lain berbaris rapi didepan.Dan jika sudah hampir sampai dengan mempelai laki-laki mereka semua membuka barisan dengan melangkah mundur, dan saat mereka membuka barisan aku menyelinap masuk ditengah dan berjalan pelan kedepan. ''Begitulah arahan formasi yang dibentuk oleh penata ahli untuk kami nanti.
Suara penghulu yang wali nikahnya diwakilkan kepadanya, dengan tenang mengucapkan akad yang setelahnya akan dilakukan oleh kak Ar.
Membuat aku dan semua teman- temanku ikut tegang menanti saat itu tiba.
''Sebentar lagi.''gumamku penuh harap.
''Dibawah sana Ar sendiri sedang mengontrol emosinya agar tidak terlalu ketara kalau ia sangat gugup.Hingga saat yang dinanti itu tiba, ia yang tangannya masih dijabat oleh pak penghulu langsung siap untuk akad, setelah pak penghulu selesai mengucapkannya sebelumnya.
Stop,,,
Seorang perempuan berlarian kearahnya dengan bersimbah air mata.Sontak saja ia menghentikan kalimat akad yang seharusnya diucapkan dengan satu helaan nafas.
Ling-Ling,,, ,, ,,semua mata mengarah kepada gadis cantik berpenampilan berantakan yang datang ditengah-tengah acara.Selain Aril kedua orang tuanya juga sangat kaget karna kedatangannya.
"Cepat usir perempuan itu, " Suara ayah Ar antara cemas dan marah.Karna dia dan istrinya sangat tau seperti apa sosok perempuan itu dihati Aril bahkan mungkin hingga detik ini.
Dua Bodyguard milik keluarga Aril langsung datang berniat menyeret Ling-Ling karna membantah saat diusir secara baik-baik.
"Ar, tolong aku. Hentikan semua ini aku tau kau mendustai hatimu sendiri dengan akan menikahinya bukan? Sekarang aku akan menjawab pertanyaanmu kemarin tentang hubungan kita.
'' Aku Ar,,, , biarkan aku yang mengalah, untuk perbedaan kita.Demi cinta kita tolong perjuangkan sekali lagi.''Pinta Ling-Ling yang tubuhnya sudah akan hilang dibalik pintu akibat diseret oleh bodyguard ayahnya Aril.
Namun tak sampai hilang dibalik pintu lengan kekar Ar sudah lebih dulu berhasil menarik tangan Ling-Ling ke pelukannya. Sungguh benar-benar diluar expektasi.
Bugh. Satu bogeman dan tendangan lolos mengenai dua bodyguard sekaligus.Mereka yang tidak siap dengan Ar tersungkur kebelakang,.
__ADS_1
Semua tamu undangan heboh, berteriak histeris melihat sang pengantin malah adu jotos dihari sakralnya sendiri.
Pak Arman dengan sangat marah
''Plak,,,,,''
.Satu tamparan mendarat dipipi mulus Ar.
Anak kandungnya yang bahkan secara tidak langsung telah membuat malu kedua wajah keluarga sekaligus.
''Tinggalkan dia dan selesaikan dulu akadnya.
Kasihan dia apa kau tega mempermainkan perempuan sebaik Riri yang sudah bertahun-tahun menemanimu.Dan kini kau campakkan seenak jidatmu begitu?!!!!!
''Maaf pah Aril tak bisa membohongi hati Aril lagi.''
Bugh.
Satu bogeman mendarat mulus dibagian perutnya.
Membuat semua tamu undangan tambah histeris.
Sementara di lantai atas yang Ar sendiri lupa sadari
ada mempelai wanita yang sangat hancur perasannya setelah melihat tindakan beserta pernyataan yang begitu menusuk-nusuk hatinya.
Tepat setelahnya para bridesmaid berteriak panik.
Saat melihat pengantin wanita kabur setelah menyaksikan kejadian yang tak meng'enakan dilantai bawah tersebut.
ππππ
Aku terus berlari tak peduli saat semua orang berteriak memanggil namaku dengan panik.Yang aku ingin saat ini adalah pergi jauh dari semua orang yang kukenal. Sedih, kecewa, sakit hati semua perasaan buruk mendominasi perasaanku.
Hancur berkeping-keping begitulah aku kini, calon suamiku memilih menghancurkan acaranya kendati membela terang-terangan mantan kekasihnya didepan semua orang termasuk aku sang mempelai wanita.
''Kamu manusia terbrengsek yang pernah aku kenal.'' Kataku dalam hati sambil menyetop cepat mobil yang melintas didepanku.
__ADS_1