Cinta Si Gigi Bungsu

Cinta Si Gigi Bungsu
Ciuman pertama


__ADS_3

Rara menggeliat di kasurnya. Dia tersenyum bahagia. Ciuman pertama yang begitu manis begitu yang dipikiran Rara. Tiba-tiba pintu kamarnya didobrak oleh Raden. Raden lalu mendekati adiknya masih berbaring di kasur.


Raden berteriak, " Dasar goblok! apa yang kamu lakukan semalam?"


"Aku melakukan apa yang Abang suruh." kata Rara tersenyum.


Raden merasa kesal dengan adiknya. Melihat wajah kakaknya, Rara mencoba menjelaskan.


"Aku melakukan seperti apa yang minta. jika dia sudah memberikan sinyal maka aku harus menciumnya. Dan tadi malam aku mencium Bima."


Raden memukul kepala adiknya, yang menurutnya paling bodoh. Rara berteriak kesal karena tidak terima dengan pukulan yang dilayangkan kakaknya.


"Kamu harus lihat ini. Apa ini yang kamu bilang berciuman dengan Bima?" Kata Raden menunjukan sebuah postingan di media sosial.


Rara kaget melihat foto itu. Dia tidak menyangka jika dirinya membuat suatu kesalahan. Bagaimana bisa Bima berubah menjadi Satria. Dan kenapa hal itu bisa terjadi padanya Rara.


Kembali ke kejadian malam itu. Rara menarik Bima ke tengah-tengah orang menari. Tidak disengaja Rara disenggol oleh seseorang hingga membuatnya terjatuh dan tangan yang menggenggam tangan Bima terlepas. Rara lalu menarik kembali tangan Bima, ternyata Rara salah yang dipeganginya bukanlah tangan Bima melainkan tangan Satria. Jadi ciuman pertama terlah jatuh kepada Satria.


"Tidak! Ciuman pertamaku!" Teriak Rara.


Rara melihat postingan foto itu di media sosialnya. Rara merasa frustasi, foto ciumannya dengan Satria tersebar.


Di kampus dua orang manusia tengah berbahagia. Mereka adalah pelaku yang menyebarkan foto ciuman Rara dan Satria. Saking vitalnya foto itu, mereka berdua bahkan membuat sebuah halaman akun khusus dengan nama SaRa (Satria Rara).


Rara terus menyikat giginya baik di rumah bahkan di kampus pun dia juga menyikat giginya. Dengan alasan mungkin itu cara terbaik untuk menghilang kontak bibir Satria. Rara lalu membuka ponselnya, di media sosial sudah ada postingan baru. postingan itu merupakan foto saat dirinya terbaring karena sengatan panas dan ada pula foto Satria yang membantunya. Foto itu di beri judul dengan tatapan Rara yang penuh cinta!


Bahkan dengan senangnya kedua orang tadi kembali mengunggah foto ciuman Rara dan Satria. Mereka tidak sadar jika Rara yang merupakan korban itu terus menyikat giginya di toilet kampus. Tiba-tiba ponsel Rara berdering, yang ternyata pesan dari Setia.


Setia: "Kudengar kamu mencium Satria semalam. Memangnya sejak kapan kamu menyukainya?"


Rara: "Aku gak menyukainya! Aku ingin mencium Bima, tetapi aku salah orang."


Setia: " Kamu yakin? bukannya kamu juga menginginkan hal itu?"


Rara: "Berhenti menggodaku!"

__ADS_1


Setia: "Apa dia membalas ciuman mu?"


Rara: "Kenapa kamu ingin tahu?"


Setia: "Sudahlah, jawab saja pertanyaan ku. apa dia membalas ciumannya?"


Rara: "Tentu saja gak."


Setia: "Bagaimana bisa kamu berfikir seperti itu?"


Rara: " Aku gak tahu."


Setia: " Jangan menduga sembarangan. Kamu mungkin akan mengetahui sesuatu yang lain."


Rara: " Sesuatu apa?"


Namun, pesan Rara itu tidak dibalas Setia. Rara terus menatap pesan obrolannya dengan Setia. Namun, Setia tidak kunjung membalas. Rara memutuskan keluar dari toilet.


"Ra!".


Rara melihat ke arah sumber suara yang ternyata Bima. Dengan rasa malu Rara menyapa Bima. Karena kebetulan Bima menghampirinya. Rara yakin jika ini akan menjadi kesempatannya untuk menjelaskan kejadian semalam.


" Gak sakit kok. Hanya aku.. aku suka banget dengan sikat gigi." Jawab Rara dengan canggung.


"Aku tahu kamu mahasiswa kedokteran gigi. Tapi jangan terlalu seringlah menyikat gigimu itu." Kata Bima.


"Aku tahu kok. Hanya aku gak biasanya si menyikat gigi sebanyak ini." jawab Rara tersenyum kikuk.


Bima tersenyum mendengar jawaban Rara.


"Eum, Ra! Kamu sekarang populer loh karena kejadian semalam." Kata Bima.


Rara kaget saat Bima mengatakan hal itu. Dia harus segera memberikan penjelasan.


"Itu semua hanya sebuah kesalahpahaman. Jangan dengarkan apa kata orang-orang. Aku tidak sengaja mencium Satria. itu hanya sebuah ketidaksengajaan. Aku..."

__ADS_1


Bima mencoba menenangkan Rara yang menjelaskan dengan terburu-buru. Rara kembali mengingatkan Bima untuk tidak mendengar omongan orang lain. Bahkan Rara mencoba menjelaskan jika postingan di media sosial itu tidak benar. Dan Rara meminta agar Bima lebih percaya padanya. Bima hanya mengangguk mendengar perkataan Rara. Bima melihat sikat gigi Rara yang ada tempelan klip yang bergambarkan ikan hiu dan pelangi.


"Terlihat sangat menggemaskan." ucap Bima.


Rara tersentak, baru kali dia mendengar Bima mengatakan itu padanya. Rara tersenyum malu. Menyadari Rara ge'er, Bima mencoba memberitahu jika dia maksudnya adalah klip yang menempel di sikat giginya. Akhirnya tingkat ge'er pecah mendengar Bima mengatakan alasannya.


"Dimana kamu mendapatkannya? Aku belum mendapatkan gambar yang menggemaskan itu." kata Bima.


"Ah! jika kamu suka, kamu ambil saja. ini udah jadi milik mu." kata Rara sambil memberikan sikat giginya.


"Kamu becanda, ya? kita gak mungkin berbagi sikat gigi." kata Satria.


Rara menyadari kebodohannya, Rara lalu mengambil pin itu.


"Maaf.. boleh.." kata Rara malu


Rara menyentuh tali masker Bima, dan menempel klip itu di sana. Bima tersenyum dan menyentuh klip yang sudah menempel di tali maskernya.


"Makasih ya Ra. sekarang orang-orang mengatakan klip ikan ini punya. kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Bima tersenyum.


Rara tersenyum bahagia. Bukannya menuju kelas, Rara malah kembali masuk ke toilet dan kembali menyikat giginya. Tiba-tiba Rara menyadari kejadian yang baru saja terjadi. Bima tidak menolak pemberiannya. Itu berarti, Bima tidak marah padanya karena sudah mencium Satria. Rara berteriak bahagia, berarti dia masih ada kesempatan untuk mendekati Bima lagi.


Rara berjalan ke koridor dengan penuh semangat. Rara melompat bahagia dengan berteriak, "Yes.. aku berhasil!"


"Berhasil apanya?" celetuk seseorang yang ternyata Satria.


Rara kaget saat melihat Satria disampingnya.


"Jangan ikut campur deh!" ucap Rara kesal.


" Kenapa suasana hatimu berubah jadi buruk saat aku didekat mu?" tanya Satria.


Rara mencoba menghindar dengan pergi melewati Satria. Namun, Satria terus menghalangi jalan. Hingga akhirnya Rara dengan kesal berhitung dengan menggerakkan badan layak sedang senam pagi. Sedikit lagi dia berjalan kesamping. Saat Rara hendak berlari pergi, Satria menarik lengan Rara untuk dekat dengannya.


"Kamu mau mencari masalah ya?" Bentak Rara.

__ADS_1


Satria memberi kode diam dengan meletakkan jari telunjuknya ke bibir Rara. Satria lalu meletakkan ibu jarinya seolah sedang membersihkan sesuatu di mulut Rara.


"Aku gak menyukai segala sesuatu yang kotor." ucap Satria.


__ADS_2