Cinta Si Gigi Bungsu

Cinta Si Gigi Bungsu
Gara-gara akun SaRa


__ADS_3

Rara sudah masuk ke kelas laboratorium dengan menggunakan jas laboratorium Satria. Saat Rara sedang asyik mengerjakan perintah dari dosen. Tanpa dia sadari cewek sekelas dengannya itu melirik ke arahnya. Bahkan ada pula yang memotret Rara. Rara mendengar jelas suara kamera. Rara melihat ke belakang, siapa yang berani diam-diam memotretnya. Cewek-cewek yang dibelakangnya yang sedari melihatnya pun segera mengalihkan pandangan mereka. Rara kembali mengerjakan tugasnya. Tiba-tiba seseorang memanggilnya.


" Rara!"


Rara menoleh kebelakang. Cewek itu melepaskan maskernya dan berkata, " Rara sedang berkencan dengan Satria ya?"


"Hah! Apa maksudmu?" tanya Rara yang tidak paham. Mengapa temannya itu bertanya seperti itu padanya.


Rara lalu melepaskan maskernya, dan bertanya, " kenapa kamu bertanya seperti itu?"


Cewek itu tersenyum dan menjawab, " kamu mengenakan jasnya, kalian berdua terlihat manis sekali!" Goda cewek itu.


Lalu sebelah cewek itu juga berkata jika Rara terlihat sangat mencintai Satria. Bahkan cewek itu tahu jika Rara pernah nonton bioskop, makan bersama dan selfie berdua dengan Satria. Dan cewek itu mengatakan jika Rara dan Satria sering bergandengan seolah tidak ingin terpisah. Rara merasa sangat mendengar hal itu. Bahkan beberapa teman sekelasnya mengatakan jika mereka mendukung hubungan Rara dan Satria. Bagi mereka Rara terlihat begitu cocok bersama dengan Satria. Rara merasa penasaran kenapa semua teman sekelasnya tahu tentang hal itu.


"Bagaimana kalian semua tahu hal itu?" tanya Rara.


Cewek itu menunjukkan ponselnya yang dimana akun media sosialnya mengikuti sebuah akun yang berisi tentang Rara dan Satria. Rara begitu kaget melihat itu, dia segera ingin menyelesaikan tugas dari dosennya. Supaya dia bisa mengembalikan lagi jas laboratorium Satria sebelum orang-orang kembali curiga akan dirinya yang berhubungan dengan Satria.


Rara merasa kesal teman cewek di kelas Rara terus memperhatikannya. Bukannya mengerjakan tugas yang sudah di berikan malah sibuk menggosip dan melihat ke arah Rara. Rara berusaha dan tidak perduli, dia ingin segera menyelesaikan tugas prakteknya. Setelah selesai, Rara segera bersiap-siap untuk keluar dari kelas. Karena dirinya sudah tidak tahan dan ingin segera mengembalikan jas laboratorium Satria. Rara berlari dan menuruni tangga, di sana dia melihat Satria tengah duduk sendiri membaca sebuah makalah. Rara mengambil makalah yang dibaca Satria. Rara merasakan sakit di jari telunjuk akibat alat praktek tadi. Dia mengisap itu jarinya yang sakit.


" Apakah Sakit?" tanya Satria.


" Gak! " Jawab Rara.


"Mana sini aku lihat." ujar Satria.


"Jangan." ucap Rara.


Malah perkataan berbalik saat Satria meraih tangan Rara malah pasrah. Satria tersenyum lalu berkata, " Jangan, katamu?"


Rara kesal dan menarik kembali tangannya dan berkata, "terserah kamu saja!"


Rara teringat tujuan dia untuk bertemu Satria. Rara membuka tasnya dan melempar jas laboratorium itu ke Satria.


"Kau memberikan jas ku padamu secara baik-baik tadi." Ujar Satria.

__ADS_1


" Berhentilah bermain-main, Sat! Apa kamu gak tahu bagaimana orang-orang katakan tentang kamu dan aku?" ujar Rara kesal mengingat perlakuan teman sekelasnya itu.


" Aku tahu." Jawab Satria.


" Emang hal itu gak membuat kamu terganggu," ujar Rara kaget ternyata sejak awal Satria sudah tahu akan hal itu.


" Mereka salah paham, padahal aku sama sekali gak menyukaimu." Kata Rara.


"Namun, aku suka." Jawab Satria.


Rara terdiam dengan pengakuan perasaan Satria yang barusan di dengar. Namun, Rara mengelak jika Satria hanya menggodanya saja.


"Bisa gak sih, berhenti melakukan hal itu?" tanya Rara kesal.


"Apa kamu sebegitu bencinya sama aku, Ra?" tanya balik Satria.


Padahal Satria sudah mengungkapkan yang sebenarnya. Namun tetap saja Rara tidak percaya dengan omongannya.


"Aku gak membencimu. Namun aku gak suka kamu seperti itu. Aku menyukai Bima dan aku gak mau Bima salah paham tentang diriku." Ujar Rara.


" Ikut aku! dan katakan pada mereka untuk berhenti memasangkan kita berdua." Kata Rara.


Namun Satria tidak terima dengan hal itu. Karena menurutnya hal itu tidak mengganggu dirinya.


"Kenapa gak kamu saja?" ujar Satria.


"Aku gak mungkin melakukannya sendiri. Kamu juga harus ikut aku." ujar Rara.


Satria akhir menuruti saja apa mau Rara. Dari pada membuat Rara marah padanya.


" Lalu dimana mereka?" tanya Satria.


Rara tidak menjawab pertanyaan Satria justru memandang jauh kebelakang punggung Satria. Satria yang menyadari juga ikut menengok kebelakang. Dan benar saja Jeje dan Sasa tengah mengintip mereka di sebuah kaca di ruangan yang tidak jauh dari Satria dan Rara duduki. Rara merasa kesal melihat kedua orang itu, dan mengajak Satria untuk segera menemui mereka. Rara menarik tangan Satria menuju ke Jeje dan Sasa. Tetapi Jeje dan Sasa bukannya takut karen mengganggu privasi orang justru mereka berdua malah terlihat senang melihat Rara dan Satria berjalan bergandengan tangan menemui mereka.


" Kalian berdua mau kemana?" tanya Sasa dengan lembut.

__ADS_1


"Kami ingin berbicara dengan kalian berdua." jawab Rara.


Sasa dan Jeje tersenyum dan berdiri tegak, seolah sedang mendengarkan komandan mereka tengah berbicara.


" Aku ingin kalian berdua untuk segera menghapus akun SaRa itu." kata Rara.


" Emangnya kenapa?" tanya Jeje.


" Karena kami berdua ini gak berkencan bahkan kami juga gak saling mencintai. benar, kan?" tanya Rara kepada Satria.


Jeje dan Sasa menatap Satria dengan wajah memohon agar apa yang dikatakan oleh Rara itu tidak benar. Satria terdiam, berat bagi dirinya untuk tidak mengakui mencintai Rara.


" Cepat katakan kepada mereka!" desak Rara.


"Ya." ucap Satria dengan terpaksa.


Jeje dan Sasa yang mendengar jawaban itu merasa kecewa.


" Apa yang kalian berdua lakukan merupakan tindakan melanggar privasi. Kalian harus menghapus akun tersebut. Sebelum aku melaporkan kalian berdua kepihak berwajib." Kata Rara mengancam.


Rara mencolek tangan Satria memberikan kode agar Satria mengatakan sesuatu untuk mereka supaya mereka berdua jera.


" Tolong, ya." ucap Satria seolah memohon.


Jeje segara meminta Sasa untuk cepat menghapus akun itu. Dan mereka berdua meminta maaf pada Rara dan Satria. Rara dengan marah meninggalkan mereka. Sedangkan Satria hanya berdiri dan melihat kepergian Rara. Satria juga meminta maaf kepada Jeje dan Sasa atas ancaman Rara yang sudah menakuti kedua orang itu. Satria lalu pergi meninggalkan Sasa dan Jeje.


Ekspresi Jeje yang sebelumnya takut kini berubah menjadi kesal kepada Sasa. Dia marah pada Sasa yang menghapus akun itu.


" Sa! kenapa kamu beneran menghapus akun itu?" teriak Jeje.


Sasa kaget mendengar pertanyaan Jeje.


" Kita sudah berjuang untuk mendapatkan foto-foto itu. aku juga bahkan mengorbankan kakiku dicakar anjing kemarin. apa kamu gak lihat, hah!" Teriak Jeje.


"Apa kamu gak lihat jika mereka berdua terlihat gak nyaman?" Ujar Sasa masih merasa kasihan kepada Satria maupun Rara atas tindakan mereka.

__ADS_1


Jeje dengan kesal meninggalkan Sasa sendiri.


__ADS_2